Bom Nuklir Iran Menguntungkan AS

ADAM B. LOWTHER

New York Times, 8 February 2010

Percaya atau tidak, ada sejumlah manfaat penting bagai Amerika Serikat (AS) bila Iran membuat bom nuklir. Di sini saya bicara atas nama diri sendiri, bukan mewakili Angkatan Udara AS. Lima kemungkinan muncul dalam pikiran.

Pertama, pembuatan senjata nuklir Iran akan membuka kesempatan bagi AS untuk pada akhirnya mengalahkan kelompok-kelompok teroris Arab-Sunni seperti Al-Qaeda (ejaan Barat untuk al-qã’idah: asas, prinsip). Penjelasannya begini: senjata nuklir Iran – terutama – adalah ancaman bagi para tetangganya, bukan bagi AS. Dengan demikian, Washington bisa menawarkan keamanan regional – terutama,  sebuah payung nuklir Timur Tengah – dengan imbalan reformasi ekonomi, politik dan sosial dalam rejim-rejim otokrasi Arab yang bertangung-jawab melahirkan ketidakpuasan yang menyebabkan terjadinya serangan 11 September 2001.

Sampai saat ini, para penguasa otokrasi Timur Tengah tidak mau mengubah sistem mereka karena terlindung oleh kekayaan simpanan minyak mereka. Bom nuklir Iran mengubah dinamika regional, dan memberi kita (AS) sejumlah kekuatan untuk menuntut reformasi.

Kedua, dengan menjadi penjamin utama keamanan nuklir regional di Timur Tengah, AS akan mendapatkan jalan untuk menghancurkan kekartelan[1] OPEC. Hal itu juga akan memaksa berakhirnya praktik-praktik monopoli serupa yang ilegal di AS, dan bakal menurunkan harga minyak, yang berarti penghematan jutaan dolar. Atau, paling tidak, Presiden Obama bisa berdagang dengan aman dengan pertambahan produksi dan penurunan harga minyak dunia.

Ketiga, Israel telah menegaskan bahwa negara itu terancam dengan program nuklir Iran. Palestina juga mempunyai keprihatinan yang sama, karena serangan nuklir terhadap Israel juga pasti membahayakan mereka. Rasa terancam bersama ini akan muncul sebagai pendorong kedua pihak yang bertikai ini untuk melakukan rekonsiliasi, yang mengarah pada terwujudnya persetujuan damai yang telah gagal diusahakan oleh lima presiden AS terakhir. Secara paradoks, perdamaian antara Israel dan Palestina akan menurunkan kebencian Iran terhadap Israel, dan akan meredakan ketegangan-ketegangan yang telah beerlangsung lama di kawasan itu.

Keempat, perkembangan eksport sistem persenjataan, pelatihan dan nasihat kepada sekutu-sekutu kita (AS) di Timur Tengah tidak hanya akan memperkuat jalinan hubungan tapi juga akan memunculkan orang yang cocok dalam bidang persenjataan di industri pertahanan Amerika.

Dengan kemungkinan pengetatan anggaran di tahun-tahun mendatang, Boeing telah ribut tentang penyaringan dalam industri pertahanan, yang berarti hilangnya lahan pekerjaan bagi orang Amerika, dan juga akan menempatkan kita pada posisi sulit ketika terancam oleh kekuatan militer Cina yang terus tumbuh. Nuklir Iran dapat menangkal bencana itu.

Terakhir, AS akan dapat mengurangi aliran dolar kepada rejim-rejim otokrasi di Timur Tengah. Hal itu bisa terjadi bukan saja berkat turunnya harga minyak dan bertambahnya eksport senjata, tapi juga karena kebutuhan akan jaminan keamanan dari Amerika. Dalam jangka panjang, kemenangan perang melawan terorisme akan membantu para pembayar pajak menyelamatkan puluhan miliar dolar per tahun, yang kini dihabiskan untuk melakukan operasi-operasi (serangan-serangan) terhadap para pemberontak.

Bagaimana dengan kemungkinan buruk – seperti rejim anti-Amerika yang tidak stabil, yang akan bisa memulai perang nuklir? Sebenarnya, hal itu tidak segawat yang dikira kebanyakan orang. Bila hal itu terjadi, Iran akan menjadi pihak yang paling bertanggung-jawab. Ketegangan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat menjelma menjadi perang dingin (tidak pecah menjadi perang terbuka!) justru karena adanya senjata nuklir!

Ada satu alasan yang bisa dipercaya bahwa kejutan awal dari nuklir Iran akan segera diikuti oleh dinamika baru regional seperti perang dingin Eropa tersebut. Saudi Arabia dan Irak akan bersatu bersama para tetangga kecil mereka karena ketakutan mereka terhadap Iran. Amerika akan memimpin penciptaan keamanan regional di sana. Kemudian, sebagai tambahan, sekutu-sekutu kita yang enggan (ikut Amerika dalam perang melawan terorisme), dan bahkan mungkin Cina dan Rusia, akan lebih sulit melakukan penjualan barang dan teknolodi ke Teheran, yang tentu berarti isolasi terhadap Republik Islam itu.

Iran mungkin mengira bahwa rencana-rencana pengayaan uranium mereka akan menakutkan Amerika. Kenyataannya, hal itu malah memberika kita (AS) harapan renaissance (kebangkitan kembali) pengaruh Amerika di Timur Tengah.

(Adam B. Lowther adalah analis pertahanan di Air Force Research Institute AS)


[1] Cartel: gabungan industri untuk mengendalikan harga.

Comments
2 Responses to “Bom Nuklir Iran Menguntungkan AS”
  1. aliyuddin says:

    I Love Iran…!!!

  2. lie says:

    saya orang sunni yang kagum dengan nuklir iran. bangsa Iran menyelamatkan muka kita kaum muslimin, kita merasa punya harga diri dengan sikap Iran ini. saya kasihan dengan arab saudi yang tetap mengurus jenggot, cadar dan isbal. ya Allah Iran sudah menunjukkan Izzah kaum muslimin. tidak pernah dalam sejarah nabi Muhammad menjadi antek antek musuh seperti yang dipraktekkan negara Arab Saudi, mesir, indonesia. teruskan perjuangan kalian wahai saudaraku……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: