Mencatut Kiriman Tuhan

Seorang anak kecil sangat menginginkan uang seratus dolar. Ia sudah berdoa selama dua minggu, tapi belum juga mendapatkannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyurati TUHAN. Di sampul surat ia menulis: Kepada TUHAN AS (Amerika Serikat).

Ketika para petugas kantor pos menerima surat itu, mereka memutuskan untuk menyerahkan surat si anak kepada presiden Clinton. Sang Presiden pun sangat terkesan, tersentuh, dan terhibur pula. Ia segera menyuruh sekretarisnya untuk mengirimkan uang sebanyak lima dolar. Clinton berpikir bahwa uang lima dolar itu sudah cukup banyak bagi seorang anak kecil.

Anak kecil itu gembira menerima kiriman uang. Ia segera menulis surat lagi untuk menyatakan terimakasih. Ia menulis demikian:

TUHAN yang baik,
Terimakasih telah mengirimiku uang seperti yang kuminta. Tapi karena Kau mengirimkannya melalui Washington DC, maka – seperti biasa – orang-orang berengsek itu telah mencatut sebanyak 95 dolar.

Aku Tahu Rahasia Itu!

Seorang anak sekolah diajari temannya bahwa orang-orang dewasa mempunyai paling sedikit satu rahasia buruk, dan itu bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang dari mereka, yaitu dengan cara mengatakan, “Aku tahu rahasianya!”

Sang anak tak sabar ingin segera pulang untuk mencoba kiat itu. Ketika tiba di rumah dan disambut oleh ibunya dengan ucapan selamat datang, ia menyahut keras, “Aku tahu rahasianya!”

Sang ibu dengan cepat memberinya uang 20 dolar, sambil berbisik, “Jangan bilang-bilang ayahmu.”
Dengan hati riang si anak menanti kepulangan ayahnya dari tempat kerja. Begitu sang ayah pulang, ia langsung berseru,”Aku tahu rahasianya!”
Sang ayah segera memberinya uang 40 dolar, sambil berbisik, “Jangan bocorkan pada ibumu.”
Esoknya, ketika pulang sekolah, anak itu bertemu dengan tukang pos di depan pintu rumahnya. Ia gembira bukan kepalang karena berpikir bahwa tukang pos itu pun bisa menjadi mangsanya. Maka, begitu berhadapan dengannya, ia langsung memberi ‘salam’, “Akut tahu rahasianya!”

Si Tukang Pos tertegun sesaat, surat-surat yang dipegangnya berjatuhan. Kemudian, dengan wajah ceria ia mengembangkan tangannya dan berseru, “O, anakku! Mari peluk ayahmu, Nak!”

(easyislam.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: