Kajian Wahyu Pertama (7): Al-‘Alaq Dan Al-Fatihah

Pada umumnya ulama berpendapat bahwa (lima ayat)  surat Al-‘Alaq adalah wahyu pertama. Sedangkan wahyu keduanya ada yang mengatakan surat Al-Muddatstsir, ada pula yang  mengata­kan surat Al-Muzzammil. Sedangkan Isa Bugis mengaku  sependa­pat dengan orang yang mengatakan bahwa wahyu kedua adalah su­rat  Al-Fatihah. Ini tidak terpisahkan dari  pandangannya di atas,  yaitu bahwa perintah iqra bismi rabbika tidak … Continue reading

Kajian Wahyu Pertama (6): Baca, Bacakan, Himpun!

Setahu penulis, sampai saat ini baru Abdullah Yusuf Ali yang menerjemahkan kata iqra menjadi proclaim (nyatakan/umum­kan). Meski tafsir Abdullah Yusuf Ali cukup populer di  Indo­nesia,  para  penafsir Indonesia tidak ada  yang  terpengaruh olehnya dalam penerjemahan kata iqra ini. Terus-terang, tulisan ini lahir karena penulis tergugah oleh  terjemahan Abdullah Yusuf Ali tersebut.  Bila  meminjam istilah Isa … Continue reading

Kemampuan Dan Kenyataan

Seorang anak kembali dari sekolah dengan membawa sebuah tugas tertulis. Ia meminta bantuan ayahnya. “Yah! Bisakah Ayah menjelaskan perbedaan antara kemampuan dan kenyataan?” Sang ayah memeriksa tulisan tersebut secara cermat, kemudian katanya, “Ayah akan menunjukkannya. Sekarang temui ibumu. Tanyakan kepadanya apakah ia mau tidur dengan Robert Redford bila dibayar sejuta dolar? Setelah itu, tanya kakakmu … Continue reading

Apakah Nilaimu Selalu Jelek?

Seorang istri berkata kepada suaminya yang bekerja di tempat jauh dan jarang pulang. “Pah, lihat tuh nilai anakmu!” Sang suami mendekati anaknya yang ketakutan, dan merampas lembaran-lembaran yang ada di tangan si anak. Setelah memeriksa lembaran-lembaran itu, dengan suara menggelegar ia berkata, “Memalukan! Apaka kamu selalu mendapatkan nilai jelek seperti ini?” Si anak, sambil gemetaran, … Continue reading

Kenapa Survey PBB Gagal?

PBB melakukan survey di seluruh dunia. Pertanyaannya hanya satu: “Bila anda tidak keberatan, bisakah anda memberikan pendapat yang jujur tentang solusi bagi kekurangan makanan di dunia?” Survey itu gagal total. Mengapa? * Di Eropa tak ada yang tahu maksud kekurangan. * Di Cina tak ada yang tahu arti pendapat. * Di Timur Tengah tak ada … Continue reading

Kajian Wahyu Pertama (5): Saya Bukan Penyair!

Dengan  kenyataan  (berdasar kutipan-kutipan  di  atas) bahwa kedatangan Jibril membawa wahyu pertama itu membuat Mu­hammad  bingung, bukan berarti kita lantas  bisa  membenarkan anggapan bahwa Muhammad buta huruf, karena anggapan ini tim­bul dari penafsiran (harfiah) yang apriori dan tidak berwawasan.  Padahal bisa  saja, jawaban Muhammad atas perintah iqra dari  Jibril yang membawa ‘spanduk’ bertulisan lima ayat … Continue reading

Masjid = Baitul-Ma’mur (?)

Istilah al-baitul-ma’mur terdapat dalam surat  Ath-Thur ayat       4. Menurut tafsir Departeman Agama, istilah tersebut merupakan  sebutan bagi Ka’bah, “karena Ka’bah selalu  mendapat kunjungan untuk Haji, ‘Umrah, Tawaf, dan lain-lain, atau  se­buah rumah di langit yang ketujuh yang saban hari dimasuki oleh 70.000 malaikat.”[1] Penafsiran  tersebut jelas menggambarkan bahwa  al-bai­tul-ma’mur secara harfiah berarti: rumah yang ramai,  … Continue reading

Kajian Wahyu Pertama (4): Muhammad Bingung (?)

Dibandingkan dengan berbagai tinjauan para penafsir se­umumnya, tinjauan Isa Bugis itu bisa dikatakan sebagai tinja­uan yang paling kritis. Siapa pun yang bersikap jujur  ilmiah niscaya tidak akan tergesa-gesa menentang pragmatismenya itu. Melalui uraiannya, dapat kita simpulkan  bahwa  aspek-aspek pragmatis yang diajukannya adalah: 1.  Kondisi  Muhammad  di tengah  masyarakat  Arab  pada masanya, yang dikatakannya sebagai orang … Continue reading

Kajian Wahyu Pertama (3): Pragmatisme Isa Bugis

Dalam  rangkaian kuliah yang diberinya judul  “Nuzulul­-Qur’an” (berlangsung di Jakarta, dimulai pada tanggal 22 Sep­tember 1986)[1], dalam kuliah pertamanya, Isa Bugis mengajukan suatu tinjauan  atas peristiwa turunnya wahyu pertama itu, yang disebutnya sebagai “pengkajian pragmatis”. Ia menegaskan bahwa dalam pengkajian pragmatis itu “bahasa itu sendiri  ha­rus dipahami secara kondisional dan proporsional dari  makna­nya yang melambangkan … Continue reading

Sapi Merusak Kebun Sayur

Humor Nasruddin Hoja Nasrudidin Hoja bertugas sebagai hakim. Suatu hari seorang tetangganya datang menghadap. “Hoja Effendi, tampaknya sapi anda memasuki kebun sayur kami dan telah menimbulkan kerusakan besar. Bagaimana hukumnya menurut buku hukum yang hitam dan besar itu?” “Hewan tidak bisa berpikir,” sergah Nasruddin. “Pemiliknya tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatan naluriah hewan ternaknya. … Continue reading