4 Rasa Lapar Yang Menipu

Nafsu makan bisa menjadi pembohong. Ia bisa membuat kita berpikir bahwa kita lapar ketika kita – sering kali – sebenarnya ‘menderita’ sesuatu yang sama sekali bukan lapar. Karena itu, membedakan “lapar asli” dengan “lapar palsu” akan membantu anda memastikan kapan tubuh anda memerlukan makanan dan kapan ia membutuhkan sesuatu yang lain.

  1. Lapar karena menyantap makanan yang salah: gejala-gejalanya termasuk keinginan yang kuat untuk memakan makanan yang sangat manis atau merasa ‘lapar’ tak lama setelah makan. Bila anda baru saja makan besar, menyantap makanan yang mengandung banyak karbohidrat dan tidak mengandung serat, protein atau lemak sehat, yang semua itu membantu menimbulkan rasa kenyang, ada kemungkinan anda mengalami penurunan gula darah. Bila ini terjadi, santaplah makanan sehat, seperti buah segar dan kacang, atau keju lunak atau seledri dan mentega, atau separuh sandwich roti gandum.
  2. Lapar emosional: Kadang-kadang, selera makan kita bisa ‘menggila’ ketika kita menderita kebosanan, ketakutan, kecemasan, stres atau kesepian. Atasi dengan berjalan-jalan, membaca koran, mendengarkan musik kesayangan, menelepon teman, atau mengunyah permen. Bacalah sebuah buku. Pergi ke “tempat aman” seperti perpustakaan atau museum atau taman, tempat yang akan membuat anda tidak dirangsang untuk makan berlebihan atau tergiur oleh makanan. Atau mandilah, atau bermeditasi, atau pikirkan apa yang benar-benar dapat memuaskan anda selain makanan.
  3. Lapar karena mengantuk: Para ahli di www.WebMD.com menegaskan bahwa dua hormon penting, leptin dan ghrelin, mempengaruhi serta mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Ghrelin merangsang selera makan, sedangkan leptin membuat sel-sel dalam lemak yang mengingatkan otak bahwa anda sudah cukup makan. Kurang tidur menyebabkan penurunan tingkat leptin dan sebaliknya meningkatkan ghrelin. Keletihan di siang hari bisa menyebabkan kita makan terlalu banyak (sering kali yang dimakan adalah makanan manis dan bergizi buruk) karena ingin membangkitkan tenaga. Ini sama saja dengan menempelkan plester pada luka yang parah. Hanya menimbulkan kepuasan sesaat, yang segera disusul oleh serangan “lapar” yang membuat anda mencari cemilan dan gula (makanan manis) lagi. Sebuah lingkaran berbahaya. Bila anda menderita lapar pada saat menjelang sore, cobalah berjalan kaki selama 10 menit (udara segar, seperti halnya olahraga, dapat membantu meningkatkan kebugaran dan sirkulasi darah), minum secangkir teh hijau (yang tinggi kandungan antioksidannya dan renda kefeinnya dibanding kopi), seperempat mangkuk kacang almond dan apel kecil (tinggi proteinnya, sehat lemak dan karbohidratnya, rendah kadar gulanya, serta mengandung magnesium dan serat yang baik). Bahkan hanya menarik napas dalam-dalam juga membantu meredakan keletihan.
  4. Lapar karena haus: Kita sering keliru menganggap haus sebagai lapar. Cobalah minum satu atau dua gelas air untuk memastikan apakah anda benar-benar lapar atau hanya haus, yang ‘obat’-nya hanyalah air.

Namun anda juga harus tahu bila anda benar-benar lapar. Misalnya, perut yang ‘keroncongan’ bisa menyebabkan kita uring-uringan dan tidak fokus. Makanlah! Bila sudah lewat empat jam setelah makan terdahulu, lapar yang muncul pastilah lapar yang sebenarnya. Jangan abaikan lapar yang asli! Bila anda mengabaikannya, nanti anda akan makan terlalu banyak untuk menebus kalori yang hilang.

Makan secara teratur dapat menjaga kadar enerji dan menghindari kenaikan kadar gula darah. Usahakan untuk selalu menyertakan buah-buahan dan sayuran pada setiap makanan, seiring dengan protein (keju, kacang, daging murni/ayam/ikan) dan juga lemak sehat (alpukat, kacang tanah, minyak sayur). Cara makan seperti ini akan menjaga berat sehat anda dan mengurangi kecenderungan memuaskan lapar emosional!

Yahoo, 22 Des 2009/Brooke Joanna Benlifer, RD (www.brookejoannanutrition.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: