Pertemuan Ilmiah

Humor Nasruddin Hoja

Seorang ilmuwan asing bersama para pengawalnya datang ke desa Aksehir. Ia mengatakan ingin biacara dengan orang yang paling pintar di desa itu. Tentu saja para penduduk desa segera mengajukan nama Nasruddin Hoja.

Orang asing itu tidak bisa berbahasa Turki, dan Hoja juga tidak menguasai satu pun bahasa asing. Dengan demikian, kedua orang bijak itu harus berbicara dengan bahasa isyarat, sementara orang lain menyaksikan mereka dengan penuh rasa penasaran.

Orang asing itu, menggunakan tongkat kecil, menggambar lingkaran di atas pasir. Hoja meminjam tongkat itu, lalu membuat garis di tengah lingkaran. Tamunya kemudian membuat garis lain, melintang di garis yang dibuat Hoja, sehingga lingkaran itu kini terbagai menjadi empat bagian. Ia kemudian berbicara, menunjuk tiga bagian, lalu menunjuk pula bagian yang keempat.

Kemudian orang asing itu membuat bentuk mangkuk dengan kedua telapak tangannya. Setelah itu ia menggerak-gerakkan jari-jari tangannya. Hoja mengikutinya, membentuk mangkuk tertelungkup dengan kedua telapak tangannya, kemudian menggerak-gerakkan jemari tangannya.

Ketika pertemuan itu selesai, para pengawal orang asing itu bertanya tentang apa yang dibahasnya bersama Hoja.

“Nasruddin Hoja itu benar-benar terpelajar,” katanya. “Aku katakan kepadanya bahwa bumi ini bulat, dan dia mengatakan bahwa di tengah bumi itu ada garis equator. Waktu kukatakan bahwa tiga perempat bagian dari bumi ini adalah air dan sebiannya tanah, dia mengatakan tentang adanya gelombang di bawah permukaan dan angin. Aku bilang, air menjadi panas, menguap, lalu naik ke langit; dia mengatakan bahwa uap itu nanti menjadi dingin, dan jatuh ke bawah sebagai hujan.”

Warga desa Aksehir juga penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka berkerumun mengelilingi Hoja.

“Orang asing itu mempunyai selera yang bagus,” kata Hoja. “Dia mengatakan bahwa dia ingin menikmati senampan besar baklava. Aku katakan padanya bawa dia hanya bisa mendapatkan separuh. Lalu dia bilang bahwa sirupnya harus terdiri dari tiga perempat gula dan sepermpat madu. Aku setuju, dan kukatakan bahwa gula dan madu itu harus diaduk dengan baik. Kemudian dia katakan bahwa baklava itu harus dimasak dengan api besar. Aku menambahkan bahwa kita akan menaburkan tumbukan kacang di atasnya.”

Advertisements
Comments
3 Responses to “Pertemuan Ilmiah”
  1. James Cooke says:

    Nice article, thanks! I really like it!

  2. Julien says:

    I’ve been recently meditating on the similar matter personally lately. Grateful to see a person on the same wavelength! Nice article.

  3. My Homepage says:

    pretty handy stuff, overall I imagine this is worthy of a bookmark, thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: