Kuli Panggul

Suatu hari Hoja berbelanja banyak sekali di pasar Aksehir, sehingga ia membutuhkan seroang kuli panggil untuk membawakan barang-barang belanjaannya.

Kuli panggul itu membawa keranjang besar di punggungnya. Hoja memasukkan semua barangnya ke situ. Kemudian ia berjalan pulang dengan membiarkan kuli panggul itu berjalan di belakangnya. Tapi rupanya kuli panggul ini berhati jahat. Ia merasa lebih beruntung bila membawa lari barang-barang Hoja daripada menerima upah membawakan barang-barang itu. Ketika Hoja menoleh ke belakang, orang itu sudah hilang dari pandangannya. Hoja meminta bantuan kawan-kawan dan tetangganya, tapi pencuri itu tidak bisa ditemukan.

Sepuluh hari kemudian, ketika Hoja bersama teman-temannya duduk-duduk di warung kopi, seseorang melihat kuli panggul jahat itu.

“Lihat, Hoja, bukankah orang itu yang tempo hari melarikan belanjaanmu?” kata teman Hoja sambil menunjuk si pencuri. Tapi, alih-alih mengejar oran itu, Hoja malah mencari tempat sembunyi.

“Hodja Effendi!” teriak orang-orang di warung kopi, “kenapa kamu tidak mengejar dan menangkap orang itu?”

“Tidak,” jawab Hoja. “Aku takut dia akan meminta upah membawa belanjaanku selama sepuluh hari!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: