Bila Yahudi Masuk Islam

Artikel di bawah ini adalah terjemahan dari islamonline.net, yang saya posting di website muallaf.web.id. Sengaja saya posting lagi di sini untuk menjelaskan kepada seorang teman – dan mungkin anda juga –  bahwa orang Yahudi yang tinggal di Isreal pun ternyata bisa menjadi muslim, sebagaimana di masa Rasulullah saw juga ada Yahudi-Yahudi yang menjadi muslim.

Artikel ini berbentuk tanya-jawab antara Yousef Al-Khattab, seorang Yahudi yang masuk Islam dengan sejumlah penanya dari berbagai negara.

Keluarga Yousef Al-Khattab.

 

Samir
Assalamu ‘alaikum!
Semoga Allah menjadikan anda pelayan dari Din-Nya. Pertanyaan saya barangkali sudah sering ditanyakan sejak dulu, tapi bagaimana pun orang ingin tahu: Apakah anda mengalami penentangan dari orangtua sehubungan dengan keislaman anda?

Yousef Al-Khattab (YK)
Wa ‘alaikumu-ssalam!
Bismillah… Ya, saya tak lagi ada kontak dengan keluarga. Kami tidak boleh memutus ikatan keluarga, tapi keluarga saya berpihak kepada Yahudi dan keyahudian. Karena itulah kami tak punya pilihan selain memutuskan kontak pada saat ini. Ucapan terakhir yang mereka lontarkan adalah bahwa saya barbar.

Abdisamad, Inggris, konselor
Assalamu ‘alaikum.
Karena anda Yahudi yang tinggal di Israel/Palestina dan mungkin punya saudara-saudara Yahudi, bagaimana anda membantu non-muslim, khususnya orang Amerika dan Yahudi Eropa untuk memahami bahwa Islam itu untuk semua, dan tak perlu ada kebencian dan pembunuhan atas nama agama?

YK
Pertama, cara terbaik untuk menda’wahkan Islam, hanya ada satu manhaj (cara; metode), dan itu adalah manhaj Rasulullah saw dan tiga generasi setelahnya (para sahabat, tabi’in, tabi’i-tabi’in – radhiyallahu ‘anhum). Kita juga harus menggikuti ulama semua generasi, tanpa bid’ah dan menggunakan cara baru dalam da’wah. Cara terbaik untuk membuktikan Islam pada semua orang adalah dengan mengutip Al-Quran. Al-Quran menyatakan bahwa perbedaan di antara kita hanyalah soal takwa.
Juga, Rasulullah mengajarkan bahwa bila kita mencari istri, carilah orang jauh. Jadi, Islam tidak berasas pada rasisme. Dan bukti yang terkuat adalah wahyu Allah dan sunnah RasulNya. Kita tidak berperang karena benci orang kafir. Kita berperang karena Allah saja, untuk menghentikan mereka yang berusaha membunuh kita, mereka yang menduduki tanah kita, mereka yang menyebarkan kemungkaran, dan mereka yang menyebarkan ideologi asing di negeri kita, seperti demokrasi dan sebagainya.

Abdur Rahim
Assalamu ‘laikum.
Apa perbedaan-perbedaan praktik agama Yahudi dan Islam?

YK
Perbedaan utama adalah masalah tauhid. Yahudi mempercayai perantara (hubungan antara Tuhan dan manusia; Arab: washilah). Mereka menyembah rabbi sebagai perantara mereka atau perantara ruh atau supaya mendapat berkah sang rabbi. Hal penting lainnya adalah bahwa Islam bukan agama manusia, sementara Judaism (Yahudisme) adalah agama manusia. Kita mempunyai Al-Quran dan Sunnah.
Bila syaikh (guru) saya mencukur jenggotnya besok, lalu dia mengenakan kopiah Yahudi, dan mengatakan bahwa saya salah dan Yahudi benar, maka hal itu tidak berpengaruh pada saya. (Sebab) iman saya berasas pada suatu tatanan hukum, dengan janji Allah swt bahwa hukum itu tidak akan pernah berubah. Dan di setiap masjid di seluruh dunia, Al-Quran yang anda dengar adalah Al-Quran yang sama.
Sebaliknya, Yahudi berasas pada “tradisi lisan” (yaitu kitab Talmud). Orang tentu bertanya, “Mengapa tradisi lisan hadir dalam bentuk tulisan?” Menurut pengakuan para rabbi sendiri, banyak hal yang telah terlupakan. Taurat sekarang mempunyai sebelas surat yang berbeda. Dan naskahnya tidak berisi teks orisinal (asli). Al-hamdu lillah, Allah telah menganugerahi kita agama yang mudah. Kita bisa menjumpai banyak orang yang yang merupakan hãfizh (penghafal) Al-Quran dalam setiap generasi. Itu anugerah Allah bagi kita.

Muzammil, Malaysia
Assalamu ’alaikum.
Bisakah anda ceritakan bagaimana anda mengenal Islam dan kemudian bersyahadat?

YK
Saya berjumpa seseorang, seorang saudara, dari UAE, yang masuk ke ruang tempat orang Yahudi mengobrol, dan memperkenalkan konsep monotheisme (tauhid) Islam. Selanjutnya kami mengobrol selama sekitar dua tahun, sampai kemudian saya membaca Al-Quran dan tidak mampu menentang Islam. Bila anda mengunjungi website http://www.jewstoislam.com anda akan tahu ceritanya secara lengkap.

Noorani, Kanada, Project Management
Assalamu ’alaikum Saudaraku Yousef.
Selamat datang di agama universal!
Apa yang dimaksud (agama) Yahudi ortodoks dan apa isinya?
Wassalam.

YK
Judaism (Agama Yahudi) layak disebut Rabbism (Agama Rabbi). Dan itu berasas pada Tuhan yang rasis, tidak sempurna, dan berasas pada segala hal yang ditemui dalam urusan bisnis. ”Oh Tuhan, jangan lupa janjimu, dan beri aku ini dan ini.”  Agama Yahudi aslinya berasal dari Timur, dan kemudian Yahudi pergi jauh dari Timur Tengah, mereka kehilangan banyak konsep-konsep ketimuran mereka. Hanya satu konsep yang tidak mereka lupakan, yaitu: tirbalism (kesukuan). Dan ini akhirnya berubah menjadi racism (rasisme).
Iman mereka tidak berasas Turat, tapi pada Talmud, yang seperti dikatakan banyak orang Yahudi, bila anda berda’wah kepada mereka, mereka mengatakan bahwa Sunnah Rasul sama seperti Talmud. Anggapan itu sangat tidak benar, karena Sunnah yang otentik (shahîh) tidak pernah bertentangan dengan Al-Quran. Sementara Talmud (bahkan) bertolak belakang dengan Taurat yang sudah berubah sekarang. Anda bisa mengunjungi website saya untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang hal ini.

Ramzi, Palestina
Assalamu ’alaikum wa ramatullahi wa barakatuh(u).
Saudaraku, apa cara yang terbaik untuk berda’wah kepada Yahudi pada masa sekarang ini? Bagaimana pandangan anda tentang konsep jihad sekarang? Dan apa nasihat anda bagi orang Palestina serta para muslim di masa sulit sekarang ini?
Terimakasih dan jazakallahu khairan.

YK
Cara terbaik berda’wah kepada Yahudi adalah mengajak mereka berdialog. Mereka mengakui bahwa jumlah kita ada 1,5 milyar. Kenapa kita, para muslim, tidak mengajukan berbagai pertanyaan di forum-forum Yahudi, termasuk pertanyaan tentang tauhid? Kenapa kita, para muslim, tidak mengobrol bersama mereka di setiap ruang perbincangan mereka untuk mencari orang yang tertarik dengan kebenaran (al-haqq)?
Ada banyak cara berda’wah kepada mereka. Baru-baru ini seorang muslim Palestina mengirim pesan lewat nomor-nomor IP di semua wilayah Yahudi. Mudah-mudahan Allah memberinya ganjaran untuk tindakan itu. Di sini, di Falastin, di tanah Intifadah ini, kebanyakan kita mempunyai banyak waktu untuk duduk dan berpikir dan menjadi orisinal, dan efektif dalam da’wah. Tujuan kita, insya-Allah, adalah menyampaikan pesan Islam ke setiap rumah Yahudi. Sekarang ini kami sedang menerjemahkan Al-Quran ke bahasa Hebrew (Ibrani), dan websita Jewstoislam juga akan dipublikasikan dalam bahasa Hebrew, atas usaha-usaha seorang saudara Palestina Muslim, insya-Allah.
Tentang hihad, dan saya berbicara dari sudut pandang seorang muslim di Palestina, kita harus memerangi mereka (Israel) sampai mereka pergi (dari Pelestina). Dalam Islam, da’wah dilakukan lebih dulu dari jihad.
Sekarang kita punya situs da’wah untuk Yahudi. Al-hamdu lillah. Sekarang ada para muslim yang hidup di tengah Yahudi, dan berda’wah mereka. Jadi, kami tak punya alasan untuk menghentikan perlawanan terhadap penjajahan Yahudi. Karena itu, kami harus teguh, dan kami harus menaruh kartu di atas meja (maksudnya bertindak, Red). Ini yang harus kami tawarkan. Kami mengundang anda untuk tinggal bersama kami sebagai saudara dalam Islam. Bila mereka menolak, kami mengundang mereka untuk hidup damai bersama kami di bawah pemerintahan Islam, seperti dulu Yahudi dan Kristen (hidup dalam pemerintahan Nabi Muhammad). Dan bila mereka menolak ini, kami harus memerangi mereka sampai Timur bertemu dengan Barat (kiamat). Dan juga penting bagi mereka untuk memahami bahwa tidak ada ”warga Israel”. Itulah yang saya katakan berdasar pengetahuan saya yang minim tentang Syari’ah. Hanya Allah yang paling tahu.
Pikirkanlah apa yang akan dilakukan Rasulullah saw seandainya beliau hidup di masa sulit seperti sekarang? Ini sama sekali tidak berarti bahwa kita harus bersikap lunak terhadap Yahudi di sini, di Palestina yang diduduki pada tahun 1948 dan 1967. Kita harus bekerja untuk diri kita sendiri, keluarga kita, dan teman-teman dekat kita, dan kita harus berdoa untuk para pemerintah (hukkam) agar menerapkan Islam di Palestina, agar menutup kasino di Jericho, dan menutup bar-bar di Ramallah. Dan mudah-mudahan Allah membimbing para pemimpin politik di sini. Kita harus kembali ke jalan salafush-shalih (para muslim terdahulu yang shalih). Kita harus mendukung da’wah kepada Yahudi, dan kita harus mendukung perlawanan Islam di Palestina.

Abdur Rahim
Assalamu ‘alaikum.
Saya ingin anda menjelaskan alasan dan cara anda menjadi Muslim. Selain itu, berilah kami petunjuk langkah-langkah da’wah terhadap Yahudi.
Jazzakallahu khairan.

YK
Alasan khususnya adalah tauhid rububiyah dan uluhiyah. Para muslim harus mempelajari ini, juga buku-buku Yahudi, lalu perbandingkan. Datangilah tempat-tempat mereka mengobrol. Jangan bicara, analisis saja. Pelajari dengan cermat cara berpikir mereka, dan pahami mentalitas mereka. Tentu saja sebelumnya kita perlu berdoa agar Allah membuka hati mereka kepada Islam. Itu hanya salah satu cara.
Selain itu, ada sebuah link untuk kursus bebas, bagaimana menjadi da’i yang berhasil. Anda bisa menemukannya di website saya http://www.jewstoislam.com

Hamdy, Anggulla
Assalamu ‘alaikum.
Saudaraku, apa pendapat anda tentang orang bernama Sharon?

YK
Pendapat saya adalah: Dia tidak berbeda dari Neutri Karta, ”Yahudi Zionis”. Mereka maghdhubi ‘alaihim (orang-orang yang dikutuk Allah). Dan di dalam Al-Quran, mereka itu adalah “Yahudi dan Bani Isra’il”. Itulah gelar yang diberikan kepada mereka. Dulu saya tak berbeda dengan Sharon. Dulu saya juga Zionis. Tidaklah penting apa yang kita pikirkan tentang seseorang. Banyak orang Kristen menyukai muslim. Begitu juga banyak orang Yahudi dan Hindu. Tapi banyak pula yang tidak menyukai kita. Pertanyaannya adalah, apa kata Allah swt tentang orang-orang ini, dan apakah kita punya hak untuk disukai oleh mereka yang tidak disukai Allah?

Muzammil, Malaysia, insinyur
Assalamu ‘alaikum.
Berdasar pengalaman anda sendiri yang pernah ada ‘di luar pagar’, bagaimana cara terbaik untuk perdamaian kepada orang Palestina, dan juga Yahudi?
Atau perdamaian yang sebenarnya adalah sesuatu yang mustahil dicapai?
Sejumlah orang mengajukan pemikiran bahwa mayoritas Yahudi yang relijius menentang perlakukan keras Zionis terhadap orang Palestina. Benarkah pernyataan itu? Saya melihat di teve kabinet Israel juga bergabung dengan mereka.

YK
Pertama, saya bukan orang politik. Saya serahkan urusan-urusan politik Palestina kepada para pejabat Palestina terpilih. Secara pribadi, dan secara agama, saya tidak berdamai dengan Yahudi. Ini berdasar sejarah. Mereka telah merusak setiap perjanjian. Mereka membunuh para nabi. Sepanjang kesadaran saya, saya tidak berdamai dengan mereka. Begitu juga Islam. Islam tidak berdamai dengan mereka kecuali melalui jijyah (pajak diri). (Lihat artikel “Pemerintahan Rasulullah”, partaiblog.blogspot.com).
Saya ulangi sekali lagi; saya tidak berbicara untuk bangsa Palestina, saya juga tidak punya pengetahuan untuk berbicara atas nama para muslim. Ini pendapat pribadi. Wallahu a’lam. Kita harus berusaha menyelamatkan Yahudi dan Yahudi yang paling jahat, yaitu para pengikut rabbi. Rabbinical Jews (orang-orang Yahudi yang fanatik terhadap rabbi).

Naveed, Kanada
Salaam.
Apa pendapat anda dulu tentang holocaust Yahudi menurut Islam? Apa pendapat anda tentang itu setelah sekarang menjadi muslim?
Bisakah anda menjelaskan bagaimana pemikiran umum Yahudi di Israel dan Amerika tentang Palestina? Apakah pemikiran Yahudi Amerika dan Kanada berbeda dengan mereka yang tinggal di Israel tentang ketidaklegalan negara Israel dan tentang penjajahan Palestina?

YK
Sebelum Muslim, saya percaya bahwa holocaust itu memang terjadi. Dan sekarang, saya masih percaya bahwa sejumlah orang Yahudi memang dibubuh, tapi saya kira jumlah 6 juta itu tidak benar. Kita bersimpati kepada mereka sebagaimana kita juga bersimpati kepada orang-orang Rusia yang dibunuh pada waktu itu; juga pada orang-orang Polandia, Yunani, dan semua yang dibunuh (Hitler).
Sekarang saya percaya bahwa hurus “S” dalam holocaust sebaiknya diganti dengan “$”. Saya percaya bahwa pembentukan sebuah negara Islam atau Palestina, kamu para muslim dan orang-orang Palestina yang tinggal di Palestina layak mendapat ganti rugi untuk penderitaan yang ditimpakan kepada kami oleh negara Yahudi.
Banyak orang Yahudi punya pendapat yang berbeda, dan sungguh pendapat-pendapat mereka itu tidak berarti bagi saya. Sebab, tidak seperti Hizbut-Tahrir, yang berusaha membuat para muslim berpikir bahwa Amerika dan Yahudi mengendalikan dunia, (saya berpikir) bahwa yang benar adalah bertawakkal itu hanyalah  kepada Allah. Ada ayat dalam Al-Quran yang menegaskan bahwa ”kebaikan berasal dari Allah, sedangkan keburukan berasal dari kita sendiri.” (Surat An-Nisa ayat 79 dsb., Red). Hal nyata yang harus kita lakukan adalah memperkuat diri kita, bila kita ingin membebaskan Palestina. Dan Mungkin sebelum kita berjihad melawan Yahudi, lebih dulu kita harus berjihad melawan sejumlah saluran video musik Arab.

Dionisis (Ennes)
Assalamu ’alaikum.
Saya orang Yunani yang masuk Islam. Saya berdoa agar anda mendapat kebahagiaan dunia-akirat. Pertanyaan saya adalah: Bagaimana reaksi orang-orang sekitar anda, maksud saya orang-orang Israel non-muslim? Apakah mereka ”menyiksa” anda karena menjadi muslim? Saya mendoakan yang terbaik bagi anda dan mudah-mudahan Allah mencurahkan rahmat bagi anda dan keluarga anda.

YK
Pertama, saya tidak tinggal di kawasan Yahudi; saya tinggal di kawasan Palestina musli. Ya, di situ ada diskriminasi. Ya, saya pernah dipukuli para tentara Yahudi. Tapi (apa yang saya derita) tidak seburuk penderitaan mereka yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza.
Maaf saya tidak punya kisah-kisah hebat tentang penderitaan saya, dan saya yakin bahwa tidak lebih menderita dari saudara-saudara di Afganistan di bawah (pemerintahan) boneka AS, atau seperti saudara-saudara muslim di kamp-kamp konsentrasi Amerika di Kuba.

Comments
3 Responses to “Bila Yahudi Masuk Islam”
  1. You will discover certainly a great deal of details like that to take into consideration. That is a excellent point to bring up. I provide the thoughts above as general inspiration but clearly you will find questions like the one you bring up where the most vital thing is going to be working in honest very good faith. I don?t know if most effective practices have emerged around things like that, but I am certain that your job is clearly identified as a fair game. Both boys and girls feel the impact of just a moment?s pleasure, for the rest of their lives.

  2. Temudgin says:

    Sekarang webistenya jadi http://jews-for-allah.org

  3. Ahmad Haes says:

    Terimakasih infonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: