Gypsy Oh Gypsy!

Banyak orang mengenal Mama Laurent, sebagai paranormal, setidaknya lewat iklan televisi. Tapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa ia berdarah Gypsy. Dan, sementara ia bisa hidup layak dan cukup terhormat di Jakarta, saudara-saudara sedarahnya di Rusia hanya menjadi warga kelas dua yang selalu menjadi sasaran perlakuan dikriminatif dari pemerintah dan sesama warga.

Mama Laurent, peramal top (tapi sering salah?) Indonesia berdarah Gypsy.

Wartawan dari FRANCE 24 menemui orang-orang Gypsy yang tinggal di Chudovo, sebuah kota yang letaknya sekitar 100 km dari kota Saint-Petersburg selatan. Komunitas beranggota 2000 orang tinggal di kawasan itu tak lama setelah bencana (ledakan instalasi nuklir) Chernobyl tahun 1986.

Selama 20 tahun, pemerintah setempat tidak memedulikan kehadiran mereka.  Tapi kejatuhan Uni Soviet mengubah segalanya, antara lain tanah jadi harus didaftar dan dibeli. Musim semi tahun 2007, polisi dan tentara menghancurkan perumahan kaum Gypsy. Saat ini agaknya mereka sedang terancam lagi.

Sejak tahun 2005, pemerintah telah memperketat hukum pemilikan tanah. Alhasil, mereka memerintahkan pemusnahan salah satu perkemahan kaum Gypsy yang terletak beberapa meter dekat sebuah pabrik aspal yang telah ditutup lima tahun lalu, demi alasan-alasan kesehatan. Anehnya, rumah-rumah orang Rusia yang letaknya 50 meter dari situ tidak terkena ancaman apa pun.

Musim semi berikutnya, kaum Gypsy harus sudah pindah. Dengan pembayaran 4000 rubel, mereka bisa menempati kawasan berlumpur yang dijepit jalan kendaraan bermotor dan rel kerea api, dan tidak ada gedung sekolah yang dekat dari situ. Di situ pun, mereka disambut dengan sikap agak bermusuhan. “Kami tahu persis perilaku mereka. Mereka mencuri kayu bakar, mereka membuat kekacauan di mana-mana,” kata seorang wanita penduduk desa, yang mengaku hendak mengirim petisi ke Moskow untuk mencegah kaum Gypsy pindah ke tempat tersebut.

Para penguasa lokal juga tak sudi memperlakukan mereka secara lebih baik. Pemerintah setempat tak mau mendafar mereka. Karena itu mereka kehilangan segala hak pelayanan kesehatan, segala bantuan keluarga, dan akhirnya segala hak hidup yang legal.

Apa yang mereka terima di Chudovo bukanlah satu-satunya kasus. Sejak tahun 2006, setengah juta kaum Gypsy Rusia mengalami pengusiran. Walau mendapat kecaman dari lembaga-lembaga HAM dan peringatan dari PBB, pemerintah federasi Rusia tidak pernah melakukan apa pun untuk menyelesaikan masalah kaum Gypsy.

* Untuk mengetahui lebih jauh identitas orang Gypsy, bacalah di Wikipedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: