Bangkai Berjalan

Berjalan dari gang ke gang

dan mengetuk pintu demi pintu

serta menyapa teman demi teman

mencari barangkali ada yang mau tahu apa kataMu, Tuhan

Rasanya seperti tersesat di hamparan kuburan!

Hanya gundukan tanah

tembok -tembok beku

dan patok-patok bertulisan nama-nama

Walau dibujuk dan dirayu, bahkan sampai diteriaki

dan ditendang

tak ada yang terusik, apalagi tersentak bangkit

menyambut ajakan

O, sunyi nian lorong-lorong penjaja Qur’an!

Sementara di jalan-jalan, dan pasar-pasar

dan di segenap tempat keramaian,

manusia menyemut berjibun,

beriringan dan berdesakan

seperti bangkai-bangkai ikan

dalam mesin pengalengan

Semua pasrah pada arus yang membius

mencucuk hidung

dan menyeret tanpa ampun

ke jurang kekalahan

jebakan setan

Masya’Allah!

21/7/2007

Advertisements
Comments
2 Responses to “Bangkai Berjalan”
  1. Good article, thanks! Can you explain the second paragraph more?

  2. Ahmad Haes says:

    Rasanya seperti tersesat di hamparan kuburan!

    Hanya gundukan tanah

    tembok -tembok beku

    dan patok-patok bertulisan nama-nama

    I have a feeling as entering a graveyard, where there is only land and tombstone… surely I can’t speak to them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: