Pengorbanan Seorang Anak (2)

Awal  bulan  Agustus, Cinnamon mulai disidang.  Brown  tidak menghadiri persidangannya. Ia sudah dikirimi surat panggilan oleh jaksa  penuntut, Mike Maguire, tapi katanya ia sakit  liver,  sehingga tidak bisa meninggalkan rumah.

Brown  mungkin bermaksud menghindari sesuatu yang bisa  terungkap di pengadilan. Dr. Thomas Howell, ahli psikologi kesehatan yang bekerja di Orange County Departement of Mental Health, telah mewawancarainya  sebelum sebelum acara persidangann. Ia  mengungkapkan pada pengadilan bahwa Brown bercerita tentang latar  belakang kehidupannya yang keras. Ia pernah mengancam untuk bunuh diri dan membunuh ibu Cinnamon setelah mereka bercerai. Ia juga senang menggunakan senjata.

Brown  lahir dalam keluarga yang besar.  Banyak  kebutuhannya sebagai anak tidak terpenuhi, bahkan akhirnya ia harus meninggalkan rumah dalam umur 14 tahun.

“Apa pengaruhnya terhadap Cinnamon?”

“Para orangtua belajar mengurus anak, mendisiplinkan  mereka, terutama dari orangtua mereka sendiri. Brown mengaku mulai  memukul  putrinya  ketika sang putri berumur 12 tahun.  Dan  Cinnamon ternyata anak yang tahan pukul. Brown pernah mencambuknya  dengan ikat pinggang untuk membuatnya menangis, tapi anak itu tidak juga menangis.”

Dr. Howell juga menceritakan bahwa Brown pernah tiga kali masuk rumah sakit jiwa, karena hendak bunuh diri dan membunuh orang lain. Ia juga kadang-kadang bersikap terlalu cemas. Pengalamannya masuk penjara di masa kanak-kanak, karena tuduhan membunuh,  membuatnya  mengalami stress luar biasa, yang  membuatnya  menderita tekanan  darah tinggi, radang usus, alergi, dan lain-lain.  Jadi, keadaan  jiwa Brown boleh dikatakan kurang sehat, dan itu  berpengaruh pada caranya menghadapi anak remaja seperti Cinnamon.

Dr.Kaushal Sharma, yang mewawancari Cinnamon sebelum persidangan,  mengatakan bahwa reaksi di gadis terhadap  pembunuhan  itu adalah “penolakan luar biasa”.

“Beberapa  kali,” kata sang dokter, “ia bangkit  dari  kursi, hendak  meninggalkan  ruang wawancara. Ia mengatakan  bahwa   aku membuatnya sebal. Ia bilang aku tidak mempunyai kepentingan untuk mengatakan  bahwa ibu tirinya mungkin sudah mati.  Ia  mengatakan tak ingin bicara tentang apa pun, karena tidak ada yang harus dibicarakan. Secara keseluruhan, keakuannya itu sangat tidak kooperatif, bermusuhan, dan penuh kemarahan.”

Dr.  Sharma  mengatakan bahwa pada diri  Cinnamon  tidak  ada tanda-tanda yang membenarkan dugaan bahwa ia “tidak bisa membedakan antara benar dan salah”. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda delusi, halusinasi, dan sakit mental.

Namun,  setelah menempuh lima hari persidangan, Cinnamon  dinyatakan bersalah. Ia harus tinggal sampai usia 27 tahun di California  Youth Authority. Bila tujuh tahun pertama ia  berkelakuan baik, hukumannya akan dikurangi dua tahun, dan catatan kejahatannya akan dihapus.

Dengan demikian, kasus pembunuhan itu pun ditutup.

***

Linda sebenarnya adalah istri kelima Brown. Ketika  ‘melamar’ Linda yang baru berusia 16 tahun, umur Brown kira-kira 25  tahun, dan waktu itu ia sudah menduda dua kali. Namun pernikahannya  dengan Linda ketika itu hanya bertahan dua bulan kurang enam  hari. Setelah  menceraikan Linda, Brown pergi ke tempat  tinggalnya  di Riverside,  dan pada bulan Mei tahun 1980 ia menikah lagi  dengan wanita lain di Las Vegas. Pernikahan ini juga tidak bertahan  lama.

Namun  kendati kehidupan emosionalnya tidak beres,  kariernya terus menanjak. Tahun 1970an ia lulus dari Control Data Institute sebagai teknisi komputer. Tahun 1978 ia bekerja di Sperry  Univac di Irvine. Tahun berikutnya ia bekerja di ConRac Airport  Systems di  Monrovia, lalu pindah ke Memorex di Fullerton,  sampai  tahun 1981. Sambil berpindah-pindah tempat kerja, ia terus  mempelajari seluk-beluk  komputer, sehingga akhirnya ia menjadi seorang  ahli yang  langka di bidang high tec ini. Ia bahkan mampu  menciptakan ramuan yang berguna untuk mencuci disket yang oleh pemiliknya dianggap  sudah  rusak dan datanya hilang. Rumus  ramuan  berbentuk cairan itu dirahasiakannya. “Hanya ada dua orang yang  mengetahui formula  Coca-Cola,” katanya kepada McLean  ketika  memeriksanya. “Dan  hanya dua orang pula yang mengetahui formula ciaran  tersebut, yaitu saya dan Linda.”

Jelas, karena formula rahasianya itulah ia menjadi kaya.

Tahun  1982 ia menikah kembali dengan Linda,  yang  merupakan perkawinan kelimanya dalam tempo sepuluh tahun. Tentu saja  Linda sudah  pernah berhubungan dengan lelaki lain. Karena  itu  kakak-kakaknya heran ketika ia bersedia kembali pada Brown. Namun Linda yang keras kepala mengatakan bahwa Brown bisa pergi ke mana-mana, sedangkan para lelaki yang menjadi pacarnya tidak bisa demikian.

Setelah menikah untuk kedua kalinya dengan Linda, Brown mengusulkan agar Patti, yang telah berusia 14 tahun, ikut bersama mereka. Konon Patti adalah perusuh di rumahnya. Iamembutuhkan  figur  ayah. Brown menawarkan yang dibutuhkan gadis  itu,  termasuk uang. Ethel, ibu mertua Brown yang waktu itu ingin membuka bisnis pertamanan, meminta uang sebanyak lima ribu dolar, sebagai syarat pembolehannya membawa Patti, putri bungsunya.

Selama tinggal bersama kakak kandung dan kakak iparnya, Patti berkali-kali diajak berpindah-pindah rumah di kawasan  California Selatan, mulai dari Anaheim, Yorba Linda, Brea, Yucca Valley, dan  akhirnya  Ocean  Breeze. Sementara usaha pertamanan  Ethel  tidak pernah mengalami kemajuan.

Setelah kematian Linda, Brown membawa Patti pindah ke  sebuah rumah sederhana di Breckenridge, di kota Orange, kemudian  pindah lagi ke Summitridge.

Cinnamon dikirim ke California Youth Authority bulan  September  1985.  Ayahnya menjenguknya agak teratur,  sambil  berulang-ulang  mengatakan bahwa Patti akan segera pindah  (tidak  tinggal bersamanya  lagi), tapi semakin lama ia semakin jarang  menjenguk  Cinnamon.

Cinnamon  mengetahui tentang rumah mereka  di  Breckenriidge, tapi setelah pindah ke tempat berikutnya Brown hampir tidak  pernah mengatakan apa pun tentang rumah barunya. Ia cuma  mengatakan bahwa letaknya tidak jauh dari Ocean Breeze. Katanya pula, ia tidak  ingin Cinnamon meneleponnya ke rumah barunya itu, karena  ia sedang  mengerjakan tugas negara yang sangat dijaga  keamanannya. Ia  juga tidak mengijinkan keluarga Patti berkunjung ke  rumahnya itu, sehingga berbulan-bulan lamanya mereka tidak pernah  datang. Mereka berusaha melupakan kematian Linda, tapi itu sulit  dilakukan. Mereka tidak bisa melupakan atau memahami pembunuhan itu sepenuhnya. Luka mereka terlalu parah. Tidak ada seorang pun  dalam

keluarga  Linda yang merasa puas dengan hasil pemeriksaan  pengadilan.

Para detektif yang menangani kasus itu juga tidak semua merasa puas, terutama detektif bernama Jay Newell. Meski secara hukum sang pembunuh sudah dipenjarakan, Newell dengan penuh rasa  penasaran terus mengawasi Brown. Ia semakin mencurigai Brown  setelah melalui penelitiannya ia mengetahui bahwa Brown sering  mengabaikan kewajiban membayar pajak.

Sementara  itu Cinnamon menjalani ‘hukuman’ dengan  baik.  Di penjara  anak-anak itu ia bahkan menjadi pelajar yang jauh  lebih baik  daripada ketika ia tinggal bersama ibunya atau ayahnya.  Ia juga bisa melakukan pekerjaan paruh waktu, dan karena itu ia bisa menabung. Ia pun bergabung dengan perkumpulan gereja, dan  mempunyai pacar.

Cinnamon  bisa bergaul dengan anak-anak belasan tahun  maupun orang-orang  dewasa. Orang menyukai wajahnya yang cantik dan  senyumnya yang lembut, rambutnya yang panjang dan pirang, kecerdikannya dan kelakuannya yang baik. Ia merupakan orang yang  berguna

di  penjara.  Namun satu-satunya orang yang  dipercayainya  untuk mendengarkan  cerita masa lalunya adalah Bonnie  Song,  pacarnya. Suatu ketika ia mengatakan bahwa ia pernah berpikir untuk menemui petugas hukum, untuk mengungkapkan sesuatu yang diketahuinya tentang pembunuhan ibu tirinya.

Tanggal  5 Januari 1987, hampir lima tahun  sejak  pembunuhan Linda, kantor kejaksaan Orange County District menerima surat dari  O.J. Harkey, seorang Parole Officer yang  mewakili  Cinnamon. Dalam suratnya ia mengatakan bahwa sehubungan dengan  pemeriksaan ulang  atas kasus Cinnamon, kejaksaan hendaknya mewawancarai  Arthur Brown, kakek Cinnamon dari pihak ayah. “Banyak bukti  mengarahkan  bahwa Cinnamon mungkin tidak terlibat dalam kasus  pembu

nuhan itu,” katanya.

Tanggal 28 Januari 1987, Jay Newell menyamar sebagai agen real  estate dengan nama Jerry Walker. Ia pergi ke rumah  Brown  di Summitridge, namun tidak segera masuk sebelum Arthur keluar  dari rumah  itu. Setelah bertemu Arthur, ia segera  menyebutkan  siapa dirinya, lalu bertanya tentang pembunuhan itu. Arthur Brown  yang kagum  pada anaknya yang pintar cari uang, sedangkan  ia  sendiri selama hidupnya selalu merasa sulit mendapatkan uang walau  sedolar, ternyata tidak keberatan untuk bicara pada Newell. namun  ia nampak gelisah. Saat itu rupanya Brown ada di dalam. Setelah  Arthur  yakin bahwa pembicaraannya tidak akan terdengar  Brown,  ia berkata pata Newel, “Setelah berbicara dengan Cinnamon, aku  tahu siapa sebenarnya otak di balik kejadian itu.”

Arthur bercerita tentang pertentangan antara Linda dan  adiknya sendiri, Patti. Juga tentang pertentangan antara Linda,  Alan Bailey (kakak  Linda) dengan Brown, sehubungan dengan  pemotongan gaji  Alan  karena ia sering datang terlambat  ke  tempat  kerja. Brown kesal pada Alan yang dianggapnya malas, padahal ia memasukkannya sebagai karyawan perusahaannya hanya karena kasihan.

“Kupertaruhkan nyawaku demi keyakinanku bahwa Cinnamon  bukan pelaku  tunggal dalam pembunuhan itu,” kata Arthur pada Jay  Newell, sang detektif.

Menurut  Arthur  pula, ia pernah mendengar  Patti  mengatakan bahwa ia mendengar Linda bicara pada seseorang untuk  menyingkirkan  Brown, supaya ia bisa menguasai bisnisnya. Karena itu  Patti bersumpah untuk melenyapkan Linda sebelum Linda melaksanakan rencananya.

“Bila kuungkapkan semuanya,” kata Arthur kemudian, “aku  akan kehilangan putraku, cucuku, dan cucuku yang satu lagi.”

Newel jadi penasaran mendengar kata-kata Arthur itu, tapi  pada saat itulah Brown keluar. Semula ia nampak mencurigai  Newell, tapi karena bicara Newel meyakinkan, bahwa ia agen dari real estate, Brown percaya.

Tiga  minggu kemudian, tanggal 20 Februari, Newell, Fred  McLean,  dan Dick Fredricson dari kejaksaan, pergi  ke  California Youth Authority untuk menemui O.J. Harkey, namun mereka tidak bicara dengan Cinnamon.

Tanggal  4  Maret, Fredricson menyurati  Harkey,  mengabarkan bahwa  berdasarkan wawancara Newel dengan Arthur,  sang  detektif menyimpulkan bahwa Arthur yakin tentang keterlibatan Patti  dalam pembunuhan Linda.

“Tidak aneh bila sang kekek mencurigai keterlibatan orang lain  dalam kasus pembunuhan itu. Semua orang yang mengamati  kasus inii  memang merasa heran dengan keterangan Brown dan Patti  yang tidak  tetap. Jadi ada kemungkinan salah satu di  antara  mereka, atau  mereka berdua, terlibat. Namun tanpa kemungkinan  itu  pun, Cinnamon jelas tidak bersalah. Bukti ceritanya tentang pembunuhan itu  yang cukup runtun memang mengesankan bahwa ia pelaku  pembunuhan itu. Namun jelas ia bukan otaknya.

***

Bulan demi bulan berlalu tanpa berita baru tentang kasus itu. Cinnamon tetap di penjara anak-anak, dan para detektif memusatkan perhatian pada kasus-kasus lain. Hanya satu hal yang berubah bagi Cinnamon, yaitu melalui kakeknya ia tahu bahwa Patti masih  tinggal  di  rumah ayahnya. Arthur menyebutkan bahwa rumah  Brown  di Summitridge sangat besar, mewah, dan tentu mahal. Lebih indah dari  rumahnya di Ocean Breeze dulu. Brown dan Patti  kadang-kadang mengabaikan  Krystal,  kata Arthur. Berita yang  terakhir  itulah yang  menyakitkan Cinnamon, karena ia sangat  menyayangi  adiknya yang dilahirkan Linda itu.

Awal tahun 1987 Patti hamil. Tanggal 29 September ia melahirkan  putri yang diberi nama Heather. Ayah anak itu konon  bernama Doug, yang melarikan diri sebelum sang bayi lahir.

Cinnamon kini bukan lagi gadis berusia 14 tahun yang naif dan terasing di rumah Brown. Selama ini ia merasa Patti sebagai  sumber  gangguan bagi dirinya. Kemudian ayahnyalah yang  menjanjikan untuk mengeluarkan Patti dari rumahnya sejak awal Cinnamon  masuk penjara. Namun kini Cinnamon sadar bahwa ia tidak lagi punya siapa-siapa.

Memang tak ada yang tahu, kecuali Brown dan Patti, bahwa  mereka pada tanggal 1 Juli 1986 terbang ke Las Vegas, untuk menikah di sebuah gereja.

Dua tahun setelah perkawinan itu, tanggal 3 Juli 1988, Cinnamon  telah menjadi gadis dewasa berusia 18 tahun. Ia  tidak  lagi harus meminta nasihat orang lain sebelum berhubungan dengan pihak berwajib.

Tanggal 29 Juli ia menemui Jay Newell. Tiga tahun setelah menerima vonis, Cinnamon akhirnya siap untuk membuka rahasia pembunuhan itu. Ia punya banyak sekali ‘simpanan’ untuk dibicarakan.

“Aku tahu bahwa ayahku bersalah, tapi dulu aku masih  terlalu muda untuk menyadari hal itu,” kata Cinnamon kepda Newell.  “kini aku tahu bahwa sekarang adalah saatnya bagi ayahku untuk bertanggung jawab atas kejadian itu. Aku sendiri terlibat karena aku mengetahui apa yang akan terjadi ketika itu, tapi aku tidak  terlibat dalam tindakan pembunuhan itu.”

“Ceritakanlah segala yang kauketahui tentang kasus itu,” kata Newell.

“Waktu  itu ayahku mengatakan bahwa Linda  akan  membunuhnya. Linda akan membunuh ayahku bersama saudara kembarnya.”

Brown, kata Cinnamon, mengatakan, “Kita harus melakukan sesutu kalau kau tidak ingin ayahmu terbunuh.” Cinnamon menjawab, “Apa  yang harus kulakukan?” Lalu kata Brown, “Kita harus  pikirkan bagaimana cara menyingkirkan dia. Bagaimana kalau aku pergi  saja dari  kota  ini?” Cinnamon jadi cemas. “Jangan  pergi,”  katanya. Lalu kata Brown pula, “Kalau begitu, kau harus membantuku.”

Suatu hari, tutur Cinnamon pula, ia memergoki ayahnya  berciuman dengan Patti. Itu membuatnya sangat kecewa. Tapi Brown  membujuknya,  dan mengancamnya agar ia tidak bercerita kepada  siapa pun. Namun keadaan selanjutnya menjadi semakin tidak menyenangkan

bagi  Cinnamon. Ayahnya sering pergi berdua dengan  Patti,  meski kadang-kadang Cinnamon diajak ikut serta.

Pernah suatu ketika Cinnamon mendengar mereka berunding  tentang  cara melenyapkan Linda. Patti menyarankan agar Linda  didorong  dari van ketika sedang lari kencang,  sehingga  mengesankan terjadi  kecelakaan. Bila perlu sebelumnya kepala  Linda  dipukul dulu sampai pingsan. Cinnamon hanya mendengarkan segala yang  mereka rundingkan. Selain dia, ternyata ayah Brown juga turut  mendengar,  karena saat itu ia pun ikut dalam kendaraan yang  mereka

tumpangi. Sebagian yang didengarnya kemudian diceritakan Cinnamon kepada  ibunya, meski ayahnya telah melarangnya bercerita  kepada siapa pun.

Kemudian, lanjut Cinnamon, ayahnya mengatakan bahwa pembubuhan itu harus dilakukan secepatnya. Pada malam sebelum  pembunuhan itu dilakukan, Brown menyuruh Cinnamon menulis sesuatu. Selanjutnya, malam itu Cinnamon dibangunkan Brown dari tidurnya di  dalam

trailer. Brown memberinya sejumlah pil, lalu menyuruhnya  keluar. Brown  sendiri kemudian masuk ke kamarnya, dan keluar lagi  untuk memberikan sejumlah pil lagi kepada Cinnamon.

Brown mengatakan bahwa dengan pil-pil itu Cinnamon akan  terkesan telah berusaha membunuh diri, karena menyesali perbuatannya membunuh Linda. Kemudian Cinnamon mendengar suara tembakan,  yang membuatnya gemetar ketakutan. Selanjutnya ia merasa obat yang diminumnya telah sangat mempengaruhi dirinya.

Ketika Cinnamon hendak ke pengadilan, dan ketika ia di  rumah sakit, kata Cinnamon pula, Brown menekankan agar ia tutup  mulut. “Aku mengikuti segala perintahnya, karena aku percaya  kepadanya, dan karena aku menganggap ia di pihak yang benar,” kata Cinnamon.

“Bagaimana  tentang senjata yang dipergunakan untuk  membunuh Linda?” tanya sang detektif. “Dari mana asal senjata itu?”

“Menurut  mereka, pistol itu milik Linda.  Ayahku  membawanya dari kamarnya, lalau Patti mengelapnya dengan handuk di kamarnya. Aku  tanya Patti apa yang akan dilakukannya dengan senjata  itui. Patti  mengatakan, ‘Diamlah!’ Ayahku kemudian datang,  memberikan pil, lalu menyuruhku keluar.”

“Pernahkah mereka menyuruhmu membawa senjata?”

“Ya,  sehari  atau beberapa hari sebelum itu,  karena  mereka hendak pergi ke gunung bersama kakekku. Aku membawa sejumlah senjata ke van; sejumlah senapan dan pistol.”

“Pernahkah kau berhubungan dengan ayahmu belakangan ini?”

“Aku  berbicara dengannya sekitar empat minggu lalu. Aku  memintanya agar mengirimkan sejumlah barang yang kubutuhkan.  Itulah satu-satunya alasanku untuk berbicara padanya.”

“Pernahkah kau berbicara secara khusus dengan ayahmu  tentang sesuatu  yang ia minta kaulakukan malam itu, misalnya supaya  kau masuk penjara?”

“Ya,  kucoba  berbicara padanya tentang itu. Tapi  ia  bilang ‘tidak tahu’. Katanya aku tidak akan lama di penjara. Itulah yang ia katakan. Taspi ia tidak pernah menjelaskan apa yang terjadi.”

“Kau tidak pernah berbicara tentang pembunuhan Linda  melalui telepon.”

“Tidak pernah sama sekali. Pada waktu ia berkunjung pun tidak pernah. Kalau aku coba bicara soal itu, ia pura-pura tidak mendengar.”

“Bagaimana dengan Patti? Pernahkah kaubicarakan tentang  pembunuhan itu dengannya?”

“Patti  tidak pernah membesukku, dan tidak  pernah  berbicara denganku lewat telepon. Pernah ia menerima teleponku. Katanya  ia sayang padaku, rindu padaku. Tapi aku segera meminta untuk bicara dengan ayahku. Aku sama sekali tidak berkomunikasi dengannya.”

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: