Berita Kematian Noordin M Top Versi The New York Times

Empat sket wajah Noordin M Top yang diedarkan Polri, dan - kanan -  wajahnya setelah tewas (dari Metro TV).

Empat sket wajah Noordin M Top yang diedarkan Polri, dan - kanan - wajahnya setelah tewas (dari Metro TV).

JAKARTA, Indonesia —  Salah seorang dari para teroris yang paling dicari di Asia Tenggara, buronan pemimpin Islamist yang bertanggung-jawab dalam mengoranisir serangan-serangan paling mematikan di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini, telah terbunuh dalam sebuah baku tembak enam jam di Jawa Tengah hari Kamis, kata polisi Indonesia.

Kapolri Jen. Bambang Hendarso Danuri, memperlihatkan gambar satu dari empat teroris yang dikatakan telah tewas dalam serangan itu, yaitu Aji, yang juga dikenal sebagai Ario Sudarso.

Polisi mengatakan empat orang terbunuh dalam serangan itu, dan sebuah gambar sidik jari yang dimiliki Polri dipastikan cocok dengan orang yang dicari, yaitu Noordin Muhammad Top, 41. Mereka mengatakan bahwa tes DNA sedang dilakukan untuk pemastian final.

“Kami yakin Noordin M. Top telah tewas,” kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers. “Dalam bulan Ramadhan yang suci ini, negara Indonesia telah mendapat berkah.”

Mr. Top diduga telah mengorganisir serangan pada tahun 2003 dan 2004 di JW Marriot Hotel dan Keduataan Australia di Jakarta; pemboman bunuh diri di Bali tahun 2005, yang menewaskan lebih dari 20 orang; dan pemboman bunuh diri pada bulan Juli lalu di JW Marriot Hotel dan Ritz-Carlton Hotel di Jakarta, yang menewaskan tujuh orang, enam di antaranya orang asing.

Polisi dan petugas keamanan telah mencari Mr Noordin hampir selama 10 tahun. Serangan pada rumah di Solo itu dimulai pada Rabu larut malam, kata polisi, setelah dua orang yang dicurigai ditahan dan menunjukkan tempat para teroris itu. Namun sebelumnya polisi tidak tahu bahwa di rumah itu ada Mr. Noordin.

Polisi mengatakan bahwa sekitar empat jam menjelang serangan, terjadi ledakan keras di dalam rumah, kemungkinan bom bunuh diri, yang menyebabkan kematian empat orang tersebut. Tiga orang yang hidup ditahan.

Ketika memeriksa rumah, polisi menemukan 440 pon bahan peledak, sebuah senapan mesin M-16 lengkap dengan pelurunya, sebuah laptop dan sejumlah dokumen. Mr. Danuri mengatakan dokumen-dokumen itu mengungkapkan hubungan-hubungan antara kelompok-kelompok militan Indonesia dengan Al Qaeda, tapi ia tidak mengungkapkan secara jelas.

Ia jua mengatakan bahwa salah seorang yang tewas adalah Bagus Budi Pranoto, yang diduga merupakan salah satu pelaku pemboman hotel-hotel pada bulan Juli lalu.

Mr. Pranoto, yang juga disebut Urwah, dikenal sebagai orang yang paling dekat dengan Mr. Noordin, kata pihak-pihak berwenang, yang bekerja sama dengannya dalam mempersiapkan pemboman Kedubes Australia tahun 2004. Polisi telah menahan Mr. Pranoto dua bulan sebelum pengeboman, tapi ia dibebaskan pada tahun 2007. Sebuah laporan dari International Crisis Group menyebutkan bahwa Mr. Pranoto tampaknya “melakukan kontak baru yang hampir mendadak”  dengan Mr. Noordin setelah ia bebas dari tahanan polisi.

Dua orang lain yang tewas adalah Adib Susilo, pemilik rumah (yang benar pengontrak, Red.), dan seorang pria bernama Aji, yang menurut polisi merupakan binaan Azahari Husin, seorang ahli bom dari Malaysia, yang datang ke Indonesia bersama Mr. Noordin, tapi telah tewas oleh serangan polisi Indonesia dalam sebuah rumah di tahun 2005 (di Batu, Malang).

Mr. Noordin yang lahir di Malaysia, menikmati status legendaris di kalangan militan karena kemampuannya menghindari penangkapan selama bertahun-tahun. Polisi mengatakan bahwa mereka hanya terlambat beberapa menit untuk menangkapnya dalam beberapa kesempatan, termasuk pada bulan Agustus lalu, ketika mereka mengira bahwa mereka telah sukses menjebak Mr. Noordin di sebuah rumah di lingkungan masyarakat pertanian di Jawa Tengah (Temanggung). Setelah 16 jam baku tembak, polisi hanya menemukan satu jasad, yaitu Ibrohim, seorang militan Indonesia yang dipercaya polisi menjadi pelaksana serangan Juli berdasar panduan Mr. Noordin. Mr. Ibrohim sebelumnya bekerja sebagai perangkai bunga di hotel Marriot dab Ritz-Carlton.

Mr. Noordin pernah menjadi pemimpin senior dan pencari dana bagi kelompok teroris regional Jemaah Islamiyah. Dia keluar dari kelompok itu pada tahun 2002, ketika dukungan untuk serangan kekerasan melemah di tengah Jemaah Islamiyah.

Dalam video tahun 2005, dia mengaku sebagai wakil Al Qaeda di Asia Tenggara, dengan menyebut dirinya sebagai “Al Qaeda untuk kepulauan Melayu” (Al Qaeda for the Malay archipelago).

Polisi mengatakan bahwa Mr. Noordin dikenal sebagai perekrut berwibawa, yang terus giat mencari dukungan sampai hari kematiannya.

***

(Peter Gelling melaporkan dari Jakarta, dan Mark McDonald dari Hong Kong).

Dipublikasi pada September 17, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: