Jusuf Kalla: Harus Ada Kriteria Tentukan Kalender Islam

Ini terjadi pada tahun 2007!

Jusuf Kalla: Harus ada satu kriteria...

Jusuf Kalla: Harus ada satu kriteria...

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla mengharapkan umat Islam bisa menyetujui adanya satu kriteria untuk menentukan kalender Islam khususnya saat penentuan tanggal 1 Syawal (Idul Fitri) sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.

“Yang penting kita harus mengkaji dan menyepakati satu kriteria, baru kita bisa bersatu. Selama masih ada tiga kriteria, maka sampai satu abad pun tidak akan bersatu,” kata Wapres M Jusuf Kalla saat membuka simposium internasional Upaya Penyatuan Kelender Islam Internasional di Jakarta, Selasa (4/9) malam.

Simposium ini diprakarsai oleh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah). Sebelumnya Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku simposium ini diselenggarakan karena adanya lontaran keinginginan dari Wapres Jusuf Kalla agar tidak terjadi lagi perbedaan penentuan kalender Islam khususnya tanggal 1 Syawal.

Kalla menjelaskan selama ini di Indonesia seringkali terjadi perbedaan dalam penentuan tanggal 1 Syawal (Idul Fitri). Perbedaan tersebut baru kelihatan setiap tahun sekali. Untuk hari-hari lainnya, tambah Wapres, meski ada perbedaan namun tidak menonjol. “Kadang-kadang kalau ada perbedaan soal 1 Muharam, tidak terlalu menonjol, tapi begitu 1 Syawal terjadi perbedaan, langsung menonjol,” kata Wapres.

Dien Syamsuddin, mengadakan simposium karena wapres?

Din Syamsuddin, mengadakan simposium karena wapres?

Untuk masalah penentuan kalender Islam ini, tambahnya, sebenarnya menjadi masalah internasional. Dan oleh karena itu tidak akan cukup jika hanya dibicarakan dalam satu atau dua pertemuan. Kalla menjelaskan bahwa yang menjadi masalah untuk penyatuan kalender Islam ini ada dua hal.

Pertama, kriteria apa yang harus dipakai untuk menentukan. Apakah hilal (melihat bulan), atau menggunakan hitungan (hisab), atau campuran keduanya. Kedua, apa batasan yang harus dipakai. Apakah batasannya adalah wilayah negara atau umat.

Wapres mencontohkan selama ini di Indonesia dalam melihat bulan batasan yang digunakan adalah batas negara. Misalnya bulan sudah dilihat orang Merauke yang jaraknya sekitar delapan jam penerbangan, maka langsung diputuskan dan berlaku dari Sabang sampai Merauke. “Nah, bagaimana kalau orang Pakistan yang melihat bulan? Padahal jaraknya sekitar tujuh jam penerbangan,” kata Wapres.

Oleh karena itu Wapres mengharapkan yang paling penting adalah bagaimana menentukan kriteria (satu kriteria). Baru kemudian bagaimana menentukan batas-batas negara atau umat. Memang untuk masalah ini, tambah Wapres diperlukan beberapa kali pertemuan. Menurut dia yang diutamakan terlebih dahulu adalah penyatuan kriteria yang ada. “Selama masih ada tiga kriteria, sampai seabad pun tidak akan ada titik temu,” kata Wapres.

Wapres mengatakan jika ada kompromi dan duduk bersama, semua bisa bersatu. “Yang penting kita sepakati satu kriterianya. Jika masih tiga tak akan ketemu. Jadi harus ada yang mundur dan maju supaya sama.” ▲

(Harian Republika/ KBN Antara, 6/9/2007).

Comments
One Response to “Jusuf Kalla: Harus Ada Kriteria Tentukan Kalender Islam”
  1. Interesting article, thank you! Could you tell me about the second paragraph in more detail?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: