Rapat Para Tikus

Abah Hideung, guru silat, bahasa Arab dan sejarah Islam. Pernah mukim 13 tahun di Arab, dan sempat jalan-jalan ke Israel.

Abah Hideung, guru silat, bahasa Arab dan sejarah Islam. Pernah mukim 13 tahun di Arab, dan sempat jalan-jalan ke Israel.

Kemarin malam, dalam acara buka bersama, Abah (bapak) kesayangan kami – Abah Hideung – yang jauh-jauh datang dari Sukabumi menyampaikan kuliah sejarah yang sangat menarik.

Sebelumnya, beliau mengatakan bahwa materi yang akan disampaikan mungkin berbeda dengan yang biasa kita dengar dan baca. Bila tidak siap, lebih baik jangan dilanjutkan.

Saya segera mengomando teman-teman supaya mengatakan siap. Mereka teriak bareng, “Siaaap!”

“E eh, jangan seperti rapat tikus ya?” kata Abah.

“Maksudnya apa, Bah?”

“Begini: Para tikus kan pernah rapat. Mereka merundingkan tentang cara mengetahui kedatangan kucing, supaya tidak selalu disergap secara mendadak seperti biasanya. Akhirnya ada yang mengajukan ide agar memakaikan kalung yang disertai bel di leher si kucing. Ide itu langsung disetujui semua hadirin. Tapi, kata pemimpin rapat, siapa yang berani memakaikan kalung itu di leher si kucing? Hadirin tak ada yang menjawab!”

Duh, Si Abah, jangan samain kita ama tikus doong!

Ayo, mana kucingnya?

Sini, biar saya yang pasang kalung itu di lehernya!

Tapi, gimana kalau kucingnya adalah Noordin M Top?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: