Hari Ini, Prita Disidang Lagi

"Sejauh menyangkut e-mail itu, itulah yang terjadi," kata Prita di depan sidang.

"Sejauh menyangkut e-mail itu, itulah yang terjadi," kata Prita di depan sidang.

Beberapa hari belakangan kita mendengar dan membaca berita bahwa Prita Mulyasari telah melakukan perdamaian dengan RS Omni Internasional (Omni). Jabat tangan Prita dengan pihak Omni bahkan sudah ditayangkan sejumlah televisi.

Penggagas perdamaian itu adalah M. Saleh, Pjs Walikota Tangerang.

Tapi, setelah ‘shooting salam-salaman’ itu, perdamaian rupanya tidak benar-benar terjadi. Mengapa?

“Mereka meminta saya membuat permohonan maaf. Saya bersama kuasa hukum, menolak,” kata Prita kepada wartawan.

Alhasil, hari ini (Rabu 19 Agustus 2009), persidangan pun digelar kembali di Pengadilan Negeri Tangerang, dengan tuduhan yang sama, yaitu pelanggaran atas pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 3 UU No 11/ 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Untuk itu, Prita diancam hukuman 6 tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.
Sebelumnya, perkara ini telah ‘diselesaikan’ lewat putusan sela. Prita dibebaskan. Namun jaksa mengajukan verzet (Belanda: perlawanan) terhadap putusan hakim, yang dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi Banten. Dengan demikian, persidangan pun digelar kembali.

Saksi yang dihadirkan Omni, antara lain Dr Hengky, yang menangani Prita Mulyasari di Omni. Ia mengaku kesal namanya dicemarkan. “Saya merasa yang ditulis itu tidak benar!” katanya. Selain itu ia juga keberatan dengan tulisan Prita yang menyebutkan adanya penipuan oleh Omni.

Lantas, apa jawab Prita?
“Menyangkut email itu, itulah yang terjadi,” kata Prita tegas.

Sementara pihak pengacaranya sendiri yakin bahwa dalam persidangan ini Prita akan menang. Dan bila kalah, sang pengacara mengatakan ada tiga undang-undang yang “diperkosa”, yaitu (1) UU HAM, (2) UU perlindungan hak konsumen, dan (3) UU nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, yang antara lain menyatakan bahwa pasien mempunyai hak mendapat penjelasan tentang tindakan yang dilakukan dokter terhadap dirinya, yang justru tidak didapatkan Prita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: