‘Kontak Batin’ Saya Dengan Rendra

Si Burung Merak, Sang Rajawali.

Si Burung Merak, Sang Rajawali.

Sebagai peminat sastra, nama WS Rendra tentulah tidak asing bagi saya. Dia sangat menarik bukan hanya karena puisi-puisi, drama-drama, dan pidato-pidato budayanya yang sarat protes terhadap kezaliman penguasa, tapi juga karena gayanya yang khas, dan tentu juga karena keterbukaan dan kepeduliannya terhadap manusia dan kemanusiaan. Dan – last but not least – Rendra juga menarik karena fisiknya. Ia tingggi, tegap, dan tampan.

‘Kontak batin’ pertama saya dengannya terjadi antara tahun 1985-1987, ketika saya bersama seorang teman menulis buku biografi berjudul Johnny Sembiring: Antara Tembok Dan Tuhan. Sebelum dibukukan, naskahnya dimuat secara bersambung (selama tiga bulanan, kalau tak salah) dalam harian Prioritas (yang setelah dibredel pemerintah Orba kemudian berubah menjadi Media Indonesia).

“Mas Rendra” – begitu saya menyebutnya – mengatakan bahwa beliau mengikuti (membaca) cerita bersambung tersebut setiap hari. Dan, bila cerita itu mau difilmkan, katanya, ia ingin menjadi sutradaranya. Sebuah pernyataan yang membuat kami tersanjung!

Tapi, sayangnya, cerita yang terkandung dalam biografi tersebut tidak memungkinkan untuk difilmkan pada masa itu. Tak bakal ada produser yang berani ambil risiko!

Selanjutnya, ketika cerber itu dibukukan, Mas Rendra ‘menghadiahkan’ sebuah puisinya, Sang Rajawali, yang kemudian kami muat di sampul belakang buku Johnny Sembiring tersebut.

Buku itu mendapat tanggapan cukup luas. Resensinya muncul di beberapa majalah berita dan surat kabar. Di antara para penulis resensinya ada yang mengatakan bahwa puisi Sang Rajawali tak cocok untuk Johnny Sembiring.

Tentu saja, saya sendiri tahu sejak awal bahwa (isi) puisi itu memang bukan ‘milik’ Johnny Sembiring, seorang penjahat di tahun 1960an. Tapi kejujuran dan keberanian Johnny Sembiring untuk menelanjangi diri, dikagumi oleh Rendra. Saya kira, itulah alasan Rendra memberikan puisinya kepada kami.

Sementara (isi) puisi itu – tak akan salah – adalah gambaran jiwa Rendra sendiri!

Ya. Rendra bukan hanya burung merak yang berkonotasi flamboyant dalam arti brightly colored, very energetic and showy (berwarna cerah, penuh semangat dan menarik perhatian), tapi ia juga si burung rajawali yang gagah perkasa dan galak, dalam arti harfiah maupun kiasan.

Ketika mendengar bahwa jenazah Mbah Surip dimakamkan di lingkungan rumah Rendra, sementara ia sendiri sedang terbaring sakit di rumah sakit, saya sempat menggumamkan dugaan bahwa Rendra bakal segera menyusul salah seorang sahabatnya itu. Dan ketika dugaan itu terbukti tiga hari kemudian, saya tersentak dan termangu-mangu.

Ya Allah! Saya tak tahu ini isyarat apa.

Tapi, menurut para sufi, maut adalah tanda cinta sejati  (Al-mautu ayatu hubbi-shadiq), karena antara sang pecinta dan yang dicinta bisa bertemu.

Tak ada yang menyebut Rendra sebagai sufi.

Tapi bahwa ia mencintai Tuhannya, hal itu ditegaskan lewat puisinya yang ia tulis di rumah sakit Mitra Keluarga pada tanggal 31 Juli 2009.

Aku lemas

Tapi tak berdaya

Aku tidak sambat rasa sakit

Atau gagal

Aku pengin makan tajin

Aku tidak pernah sesak nafas

Tapi tubuhku tidak memuaskan

untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku

dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam

Aku ingin meningkatkan pengabdian

kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

***

Kita telah kehilangan salah satu manusia Indonesia yang unik dan hebat.

Entah kapan bakal muncul lagi orang seperti Rendra.

Selamat jalan, Mas!

Saya ingin suatu ketika kita bisa berjumpa.

Advertisements
Comments
2 Responses to “‘Kontak Batin’ Saya Dengan Rendra”
  1. nurul huda says:

    top!!!!

  2. You made some good points there. I looked on the internet for the issue and found most people will consent with your site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: