Pilih Nama Anak Cara Islam

Islam menekankan agar para Muslim memberikan nama-nama yang baik kepada anak-anak mereka. Dilaporkan dalam hadis riwayat Abu Dawud bahwa Rasulullah saw pernah mengatakan, “Kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Karena itu gunakanlah nama-nama yang bagus.”

Dalam memilih nama-nama, Syaikh Yusuf Al-Qaradawi memberikan petunjuk   seperti berikut ini.

“Islam tidak mengharuskan para Muslim memilih nama-nama tertentu, baik Arab maupun bukan Arab; untuk anak lelaki maupun perempuan.

Namun, pencarian nama anak hendaknya dilakukan berdasar tuntunan Islam, yaitu:
1. Pilih nama yang baik, yang tidak dibenci orang dan tidak pula ditolak oleh si anak sendiri ketika ia sudah besar; karena nama-nama yang dipilih mengisyaratkan hal-hal buruk, berkonotasi jahat, merupakan nama tokoh-tokoh yang terkenal kejam, suka menindas, dan sebagainya. Dalam hal ini, kita dapati bahwa Rasulullah saw biasa mengganti nama-nama yang buruk dengan nama-nama yang baik. Beliau pernah mengubah nama Qalilah (kecil; sedikit) menjadi Katsirah (besar; banyak), Ãsiyah (pendosa; pembangkang) menjadi Jamïlah (cantik; indah), dll.

2. Seorang Muslim hendaknya jangan menamai anaknya ‘Abdul-Ka’bah (hamba Ka’bah), ‘Abdun-Nabi (Hamba Nabi), ‘Abdul-Husayn (hamba Husayn), dan nama-nama lain yang mengisyaratkan ‘ubudiyyah (pengabdian) kepada selain Allah. Ibnu Hazm mengatakan bahwa pemberian nama demikian itu disepakati ulama sebagai haram, kecuali nama ‘Abdul-Mutthalib.[1]

3. Seorang Muslim sebaiknya tidak memilih nama-nama yang mengesankan kepentingan dan keagungan diri. Ini didukung oleh sebuah hadis yang menegaskan bahwa, “Nama yang paling dibenci Allah di akhirat adalah nama orang yang menyebut dirinya Raja Di Raja, karena Allah adalah raja segala raja. (Hadis Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).

Kaum Muslim juga dilarang menamai anak-anak mereka dengan Al-Asmã’ul-Husnã, seperti Ar-Rahmãn (Sang Pengasih), Al-Khãliq (Sang Pencipta), dsb.

Juga dilarang menggunakan sifat-sifat Allah dengan tanda ma’rifah-nya (Al), seperti Al-‘Azïz (Yang Mahakuasa) Al-Hakïm (Yang Mahabijaksana) sebagai nama anak. Tapi sifat-sifat tersebut boleh digunakan bila tidak dilengkapi tanda ma’rifah-(definitive)-nya, misalnya ‘Azïz, Hakïm, dst.

4. Dianjurkan agar para Muslim menamai anak mereka dengan nama-nama Rasul dan orang-orang shalih, untuk mengenang mereka, sehingga mereka menjadi teladan, dan si anak mengikuti jejak mereka.

Di atas segalanya, yang terbaik adalah nama-nama yang menunjukkan kerendahan di hadapan Allah, seperti yang diisyaratkan dalam sebuah hadis: “Nama-nama yang terbaik dalam pandangan Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdur-Rahmãn. (Hadis riwayat Muslim, Abdu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Jelasnya, nama tersebut terdiri dari dua kata; yang pertama ‘abd(un) dan yang kedua diambil dari Al-Asmã’ul-Husnã seperti Al-‘Alïm(u) (menjadi ‘Abdul-‘Alïm), dan seterusnya.

5. Tidak ada salahnya menggunakan nama bukan Arab, selagi mengandung arti yang baik dalam bahasa yang bersangkutan. Meski para Muslim pertama adalah bangsa Arab yang hidup di alam Arab, mereka tidak pernah mengusik nama-nama bukan Arab, baik lelaki maupun wanita. Nama salah satu istri Rasulullah adalah Mariyah (yang melahirkan anak beliau yang diberi nama Ibrahim). Nama ini lazim digunakan bangsa Qubti (Coptic).

Nama para mu’min terdahulu banyak diambil dari nama tumbuhan, seperti Tahlah, Salamah, Hanzalah, dll. Juga nama-nama hewan dan unggas seperti Asad, Saqr dll. Bahkan juga nama-nama benda dan bagian alam, seperti Bahr, Jabal, dll. Selain itu, mereka juga menggunakan kata sifat seprti ‘Amir, Salim, juga nama-nama Nabi seperti Ibrahim dan Yusuf.

(Yusuf Al-Qaradawi/Islamonline.net)


[1] Mungkin karena ini nama kakek Rasulullah saw. Tapi, dalam hal ini mereka telah melakukan pengecualian yang salah, karena tidak konsisten pada prinsip bahwa pemberian nama itu tidak boleh mengisyaratkan pengabdian kepada selain Allah!

Comments
13 Responses to “Pilih Nama Anak Cara Islam”
  1. rika says:

    pak, sy termsk org yg khaw ttg pendidikan anak2 sy. sy khaw memasukkan ke sekolah yang salah, atau mendidik dg cara yg salah. Sepanjang yg saya baca, banyak sekali org2 itu mendefinisikan pendidikan yg baik itu bagaimana, dan bermacam2 pula. Saya jd bingung. Klo bisa minta tlg dikaji pak, di dalam Islam, Pendidikan itu apa, bagaimana tujuannya, bagaimana caranya, berdasarkan kajian hadist dan Quran. Saya butuh sekali pegangan utk mendidik anak2 sy. Sorry ya OOT dari artikelnya, abis mo kirim via SMS ntar ga smua sampe lagi hehehehe

  2. didi taridi says:

    bang, tolong tambah lagi penjelasannya tentang cara mendidik anak. perlukah mendidik anak sejak masa kehamilan?

  3. santo says:

    kalo nama anak saya Khalifah hafidz al ghazi….termasuk yang dilarang ya? (Karena ada (AL))….mohon dijelaskan kepada saya yang sangat awam ilmu ini?

    Barangkali sama juga kalo nama anak Muhammad Azka ar Rafi ya???

  4. Ahmad Haes says:

    1. Khalifah berati wakil, pengganti Nabi (penerus tugas Nabi); pemimpin umat. Hafids berarti penjaga, pemelihara. Al-Ghazi berarti sang penyerang, si jago perang, sang prajurit, dsb.
    Huruf AL bukan masalahnya, tapi nama tersebut mempunyai pengertian yang rancu, kacau. (Khalifah pemelihara prajurit?).
    2. Muhammad artinya terpuji. Azka berarti murni, jujur dsb. Ar-Rafi’ berarti tinggi, berderajat tinggi, dsb. Nama ini berarti: terpuji – jujur – berderajat tinggi. Bagus maksudnya.

  5. Rijal says:

    Mas Ahmad, abdul mutholib itu artinya apa mas?

  6. Ahmad Haes says:

    Hamba atau budak Mutholib.

  7. Rijal says:

    O.. Jd mutholib itu bukan gelar toh hanya sebuah nama?

  8. Ahmad Haes says:

    Setiap nama, bila dipilih/digunakan orang beradab, pasti mempunyai makna tertentu. Tentang Muthalib, saya tdak tahu apa-apa. Bila anda tahu, silakan berbagi ilmu.

  9. Rijal says:

    Saya bukan ahli shorof mas. Justru sy mo blajar dr artikel2 smpyan.

  10. anton saputra says:

    ass..nama anak saya beri nama :Muhammad Ismail Du’a.sbagai panggilan du’a..muhammad saya pahami sabagai simbol perjuangan tanpa henti.ismail saya anggap sebagai simbol pengorbanan (adalah konsekwensi dari perjuangan.,juga muhammad lahirdari nasab ismail,secara rasial yg membedakannya dari yahudi dan Du’a,jujur saja saya terinspirasi dari ulasan artikel abg tentang shalat=salawat=da’wah=du’a(harapan= visi=cita2). jadi arti lengkapnya (sebagai doa saya) semoga anak ini siap berjuang,siap berkorban demi cita2 islam yg dirisalahkan kepada para nabi. juga arti sebagai penerus dakwahnya para nabi. bener ga bg?klu ternyata saya salah,bisa saya rubah namanya.mumpung akte belum dibuat.mohon keterangannya bg..terimakasih

  11. anton saputra says:

    oh ya tambahan..menurut keluarga istri saya nama ini jelek dan norak..saya jadi bingung..padahal menrt saya nama ini punya makna yg dalam..hehe..betul ga bg?

  12. Ahmad Haes says:

    Mungkin yg dianggap jelek dan norak (oleh yang tidak mengerti!) adalah nama belakangnya, Du’a. Coba nama belakangnya diganti dengan yang searti, misalnya Shalla (berdo’a, berharap, dsb), dan taruh di depan, jadi nama depan. Nama Shalla Muhammad Ismail, dengan panggilan Shalla, saya kira cukup keren!

  13. Trina Pierce says:

    When I found this page was like wow. Thank you for putting your effort in making this article.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: