Filsuf Itu Bernama Mbah Surip

Ya, filsuf itu bernama Mbah Surip.

Dan filosofinya adalah “tak gendong ke mana-mana”.

Dan lagi, ia menggendong tanpa rasa dibebani sedikit pun.

Bahkan sebaliknya, kepada yang digendong ia selalu mengatakan, “I love you full!”

Ah, Mbah Surip!

Sedihnya, dia pergi begitu cepat!

Tapi pasti butuh waktu sangat lama untuk melupakan rupanya, penampilannya, gayanya, tawanya, dan teriakan khasnya.

Enak toh?

Mantep toh?

Hua ha ha ha ha!

Filsafat Mbah Surip

Tentang lagu ‘fenomenal’ berjudul Tak Gendong itu (yang katanya diciptakan sejak tahun 1983), sekali waktu ia katakan bahwa sumber ilhamnya adalah semut, yang sering ia perhatikan. Mereka selalu berjalan, berbaris, pergi ke mana-mana secara bersama-sama.

Kebersamaan atau togetherness para semut itulah yang kemudian diplesetkannya menjadi tak gendong

(bahasa Jawa, yang berarti “kugendong”).

Tentu saja, dari togetherness menjadi tak gendong bukan hanya plesetan, tapi juga sebuah ‘lompatan’. Atau, dengan itu Mbah Surip mungkin ingin mengatakan bahwa (syair) lagu Tak Gendong mengandung dua filosofi atau makna.

Pada satu sisi, ia ingin mengingatkan pentingnya kebersamaan (togetherness; gotong royong) seperti para semut. Di sini lain, ia seperti ingin memesankan pula pentingnya ‘menggendong’

sebagai ungkapan cinta.

Selain itu, ‘lompatan’ lainnya, ternyata dikatakan pada suatu waktu bahwa dengan lagu Tak Gendong itu ia ingin mengajak orang belajar dari kesalahan, khususnya kesalahan sendiri.

Lho, apa hubungannya kesalahan dengan kegiatan atau perilaku menggendong?

‘Sinonim’ dari menggendong, antara lain, adalah memangku, memeluk, mendukung, menganut, dan sebagainya. Dengan

catatan, seperti ditekankan Mbah Surip, perilaku menggendong dan segala sinonimnya itu dilakukan dengan sepenuh cinta! Dengan tanpa rasa dibebani.

Bisa jadi yang kita gendong itu adalah anak, kekasih, profesi, hobi, tugas, amanat, kepercayaan, agama, atau apa pun, yang kepadanya kita katakan secara verbal (bunyi) atau tidak, ungkapan rasa I love you full.


Gambar dari TV-One dan Metro-TV.

Dengan adanya I love you full (kucintai kau sepenuh hari) itulah, kita selalu atau sering tidak menyadari bahwa yang kita ‘gendong’ itu adalah sesuatu yang salah; sesuatu yang justru menjadi sumber kesulitan hidup kita sendiri.

Di situlah, menurut pengamatan saya, letak kedalam filosofi lagu Tak Gendong yang syairnya sederhana, jenaka dan nakal itu.

Sebuah filosofi yang menggugat pilihan-pilihan manusia.

Kugendong.

Kudukung.

Kubela.

Kujaga.

Dengan segala cara.

Dengan cinta tanpa tanya dan curiga.

Itulah, pada hakikatnya, ciri manusia yang selalu “tergesa-gesa”, yang di dalam Al-Qurãn (surat Al-Isra’ ayat 11) disebut dengan istilah ‘ajûlan.

Sikap ‘ajûlan itulah yang membuat manusia cenderung menolak da’wah Allah. Karena ia berpikir bahwa idenya lebih baik dari ide siapa pun, termasuk ‘ide’ (ajaran; wahyu)  Allah.

Dengan demikian, idenya itulah yang selalu ‘digendong’ ke mana-mana, dengan sepenuh cinta. Dan selanjutnya, otomatis, idenya itulah pula yang selalu dida’wahkan (dipropagandakan; dipromosikan) ke mana-mana, di mana-mana, kepada siapa saja.

Surat Al-Baqarah ayat 165, menegaskan bahwa dalam sikap demikian itu terdapat fondasi (landasan) bernama cinta!

Dengan cinta itulah, segalanya menjadi:

Enak toh?

Mantep toh?

Hua ha ha ha!

***

Selamat jalan Mbah Surip.

I love you full!

Comments
One Response to “Filsuf Itu Bernama Mbah Surip”
  1. Lata says:

    selamat jalan mbah fenomenal… dan satu lagi… kemarin kita juga telah kehilangan seorang legenda, sang burung mereak telah pergi meninggalkan kita… turut berduka cita atas nama anak bangsa, semoga amal ibadah mereka diterima di sisi-Nya… dan keluarga yang ditinggalkan, dikuatkan hatinya… amien 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: