Kecerobohan Dan Atau Fitnah (?)

Irena Handono.

Irena Handono.

Seorang Ibu dua anak (dan sedang hamil anak ketiga) mengirim email yang isinya meminta saya membuka situs eramuslim untuk membaca kasus yang belakangan (sekitar5 bulan) menimpa Hj. Irena Handono, seorang muslimah mantan biarawati yang sibuk berda’wah dan mendirikan Irena Center di Bekasi.

Kasusnya, dalam versi website Sabili adalah sebagai berikut.

Irena Handono : Saya Siap Mubahallah

Rabu, 01 Juli 2009 10:27

(Sehubungan) Maraknya pemberitaan yang mengatakan bahwa Irena Handono -mantan biarawati yang kini aktif dalam pembinaan mualaf- terlihat keluar dari gereja di Singapura, berpakaian lengkap bak biarawati, maka digelarlah konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. Acara yang diprakarsai oleh Kafala Komunika ini berlangsung Rabu (1/7) di Maroush Restaurant, Hotel Crown Semanggi Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama dan perwakilan organisasi dakwah seperti Ketua MUI KH.Cholil Ridwan, Ketua Garda Umat Islam KH. Sulaiman Zachawerus, Tokoh Daarut Tauhid Hj. Ningrum Maurice, Pimpinan Komunitas Cinta Illahi Ust. Kemal Faisal Ferik, Indonesian Comercial Jockey M. Dive Novio, dan ketua Tim Advokasi Irena Handono M. Ichsan, SH serta sejumlah ulama lainnya.

Acara bertajuk “Mengenal Mubahallah sebagai Perangkat Sumpah Tertinggi Dalam Islam, sebuah studi kasus atas fitnah ustadzah Hj. Irena Handono” ini digelar sebagai bentuk upaya penolakan Irena Handono atas fitnah yang menimpa dirinya,

“Selama ini, saya diam saja selama 150 hari”, ujarnya.

Ia juga mengatakan siap bermubahallah kepada pihak-pihak yang memfitnah dirinya. “Ishlah hanya untuk orang-orang mukmin, jika kepada orang fasik kita dituntut untuk bermubahallah, itu kata Allah”, lanjutnya.

Atas saran dari beberapa ulama, ia juga mengajukan tuntutan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Mubahallah tersebut direncanakan akan digelar di Sekretariat Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) di Bandung pada Sabtu, 4 Juli 2009.

Irena Handono merupakan muslimah mantan biarawati yang kini aktif membina para muallaf melalui yayasannya Irena Center. Ia juga aktif menulis buku-buku mengenai upaya kristenisasi dan fitnah-fitnah yang menimpa Islam.

Irena dituduh oleh Diki Chandra, sekretaris jenderal forum ARIMATEA sebagai ‘penyusup’. Tuduhan ini bermula dari pernyataan Imam Safari yang mengaku melihat Irena Handono keluar dari salah satu gereja di Singapura. Tanpa mengklarifikasi masalah ini kepada Irena Handono, Diki Chandra lalu mempublikasikan berita tersebut melalui weblog atas nama Forum ARIMATEA. (Fiqi Listya)

Saya, terus terang, tidak mempercayai ‘laporan’ ARIMATEA itu, terutama berdasar pengamatan atas sepak terjang dan pemikiran Irena sendiri, yang mengajak umat Islam memperbaiki pemahaman terhadap agama sendiri, dan tentu  tampak mustahil menjadi pendukung kebenaran ‘laporan’ tersebut.

Bagaimana gerangan pemikiran Irena itu?

Salah satunya tercermin dalam tulisan di bawah ini.

Salah satu buku Irena Handono

Salah satu buku Irena Handono

Irena Handono: Korupsi-Pornografi Marak, Apakah Bukti Cinta Pada Rasul?

Jumat, 21/03/2008 13:23 WIB

eramuslim– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kecintaan terhadap Rasulullah seperti tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia, patut dipertanyakan, sebab negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini dicatat dunia masuk peringkat kedua terkenal dengan pornografi. Dan dalam kejahatan korupsi masuk urutan peringkat tertinggi kelima didunia, dan kedua di Asia Tenggara.

“Mayoritas penduduk Indonesia muslim, tapi kenapa Indonesia selalu mempunyai rapot merah, itu menjadi pernyataan bagi kita, “ujar Penasehat Muslimah Peduli Umat (MPU) Hj. Irena Handono dalam tausyiah Peringatan Maulid Nabi Muhammad, di Masjid Abdullah, Jakarta Timur, Kamis(20/3).

Ia mengatakan, kenapa Indonesia selalu masuk peringatan tertinggi untuk hal-hal yang negatif itu, disebabkan dua faktor yaitu secara internal, rata-rata umat Islam Indonesia, tetapi agama Islamnya keturunan atau yang biasa disebut Islam KTP.

“Karena merasa agama itu sebagai warisan tujuh turunan, jadi terbiasa malas mempelajari Islam, sehingga mereka tidak kenal dengan Islam, bahkan Rasulnya, ” katanya.

Sedangkan, faktor secara eksternal penyebab rapor merah selalu disandang oleh Indonesia, sebagai akibat skenario global untuk melemahkan Islam di tanah air melalui jalur budaya, pola perilaku yang sengaja melemahkan iman dan akidah umat Islam.

Irena menegaskan, faktor eksternal itu harus terus diwaspadai oleh umat Islam, untuk merubahsupaya tidak terus menerus menjadi peringkat tertinggi untuk hal yang buruk. Sebagaimanasudah diingat oleh Allah SWTdalam firmannnya dalam surat Al-Baqarah: 120,
di mana kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho, sebelum umat Islam mengikuti mereka.

“Yahudi dan Nasrani tidak akan berhenti berjuangan untuk memurtadkan umat Islam dengan ‘milahnya’, yaitu melalui agama, budaya, dan pola pikir, ini yang dipakai untuk memurtadkan umat Islam, ” tegasnya.

Buku lain Irena Handono

Buku lain Irena Handono

Ia mengatakan, upaya perusakan akidah Islam saat ini sudah sangat nyata dilakukan, misalnya pada saat bencana alam umat Islam ditawarkan bantuan gratis yang dapat ditukar dengan iman dan akidah. Dan yang paling berbahaya budaya melalui tayangan televisi yang menonjolkan, kekerasan, syirik, dan pornografi. Serta budaya perayaan Valentine, yang akhir-akhir ini marak ‘dipuja’ generasi muda Indonesia.

“Negeri ini akan hancur, kalau pemudanya rusak, memang yang menjadi sasaran mereka adalah generasi muda dan ibu mereka. Budaya asli mereka rusak dengan maksiat berkemas kasih sayang, ” imbuh Anggota Forum Komunikasi Lembaga Pembina Muallaf (FKLPM) ini.

Dalam kesempatan itu, Irena mengingatkan, umat Islam untuk bangkit dan tidak terlena dengan pengkikisan keimana dan akidah yang dapat menyebabkan kehancuran pada generasi di masa datang.

Ia mengajak, untuk kembali memperlajari ajaran Islam secara benar, merapat barisan, dan bersatu untuk menghindari tipu daya yang akan memecah belah umat. (novel)

Setelah membaca majalah Sabili No. 25 TH. xvi 2 juli 2009/9 Rajab 1430 (yang sudah beredar jauh hari sebelumnya), saya menyimpulkan bahwa kasus Irena vs Dicky Chandra sudah selesai.

Tapi rupanya belum; karena berita di atas dan di bawah ini ternyata masih muncul.

Irena Handono Mengajak Diki Candra Mubahalah

Rabu, 01/07/2009 15:20 WIB

Konflik antara Diki Candra dari lembaga Arimatea dengan Irena Handono sepertinya tak lagi bisa dibendung. Setelah kemarin kubu Diki melangsungkan konfrensi pers, hari ini (Rabu 1/7) kubu Irena yang mengundang wartawan untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus penegasan soal langkah Irena untuk mengajak kubu Diki melakukan mubahalah.

Mubahalah, menurut KH Khalil Ridwan yang turut hadir di acara ini, merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw. ketika dua pihak yang berseteru ingin menentukan siapa yang benar. Dan masing-masing pihak menyertakan keluarga mereka untuk siap mendapat murka Allah berupa adzabNya jika ternyata berada di pihak yang salah. “Ini pernah dilakukan Rasulullah terhadap dua orang nashara dari Najran yang merasa bahwa Rasul salah dalam soal agama. Ternyata, dua orang Najran itu mengundurkan diri karena takut,” jelas Ustadz Khalil yang juga salah seorang ketua Majelis Ulama Indonesia.

Dari pihak Diki, seperti yang tergambar dalam rekaman video yang diputar di acara Irena ini, ajakan mubahalah ini siap untuk ia ikuti.

Sedianya, mubahalah akan dilangsungkan pada tanggal 4 Juli mendatang di salah satu masjid di Bandung. Siap sebagai pengarah acara mubahalah ini adalah Ustadz Athian Ali yang sudah dikonfirmasi oleh pihak Irena Handono.

Kronologi konflik antara Diki Candra dengan Irena Handono yang keduanya sama-sama bergerak dalam lembaga kristologi dengan istitusi yang berbeda bermula dari surat pernyataan seseorang yang bernama Imam Safari. Pada tanggal 13 September 2008, Imam menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia melihat Irena Handono keluar dari sebuah gereja di Singapura dan mengenakan busana layaknya seorang biarawati. Dan surat pernyataan ini pun dipublikasi di website Arimatea.

Sejak itu, berbagai pihak termasuk salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia melakukan konfirmasi kepada Irena. Apa benar Irena murtad? Bahkan, tuduhan tidak sekedar itu, malah berkembang menjadi intrik-intrik. Bahwa, Irena dituduh sebagai penyusup dan mempunyai sebuah misi untuk sengaja dimasukkan ke dalam kelompok Islam oleh pihak-pihak tertentu.

Akibat isu ini, beberapa mualaf yang memang sangat gandrung dengan ceramah-ceramah Irena Handono mulai mengalami goncangan. Bahkan, dua orang remaja yang baru masuk Islam, karena menemukan isu ini, dilaporkan kembali ke agama lama mereka alias murtad. “Akibat isu ini, saya dapat kabar bahwa dua remaja kembali ke agama lama mereka,” ujar Irena dengan nada miris.

Setelah seratus lima puluh hari pihak Irena diam terhadap tuduhan dan isu ini, akhirnya pada Mei lalu, tim pengacara Irena mengadukan Diki Candra selaku Sekjen Lembaga Arimatea dan seseorang yang bernama Imam Safari ke pihak polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, beberapa pihak dari lembaga dakwah Islam juga melakukan tabayun dan ishlah terhadap kedua belah pihak. Sayangnya, upaya ini mengalami jalan buntu. Atas nasihat dari beberapa ustadz, di antaranya KH Khalil Ridwan dan Athian Ali, akhirnya jalan mubahalah ini diambil.

Beberapa tokoh hadir di acara konferensi pers oleh pihak Irena Handono untuk memberikan kesaksian tentang pribadi Irena yang tidak mungkin seperti yang dituduhkan oleh isu tersebut. Di antara mereka Ningrum Maurice dari Daarut Tauhid, Nurdiyati Akma dari Muslimah Peduli Umat, Ratna Zuhry dari Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam, Kemal Faisal Ferik dari Komunitas Cinta Ilahi, dan KH Sulaiman Zachawerus dari Garda Umat Islam.

Sang ibu, pengirim emali tersebut, mungkin ingin saya menanggapi kasus ini, khususnya yang berkenaan dengan mubahalah. IsyaAllah, nanti saya akan menulisnya sedikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: