Kematian MJ: Gagal Jantung Lebih Mematikan Dari Serangan Jantung!

Michael Jackson, -melambai kepada suppoter ketika meninggalkan Santa Barbara County Courthouse California 13 Juni 2005.

Michael Jackson, -melambai kepada suppoter ketika meninggalkan Santa Barbara County Courthouse California 13 Juni 2005.

Kamis 25 Juni 2009, ikon bintang pop Michael Jackson mengalami gagal jantung (cardiac arrest), yang selanjutnya dikabarkan sebagai penyebab kematiannya dalam usia 50 tahun. Rincian tentang kematiannya masih akan terus diberitakan, tapi teman-teman dan keluarganya mengatakan bahwa mereka pernah memprihatinkan MJ yang belakangan menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit.

Brian Oxman, pengacara dan juru bicara keluarga MJ mengatakan kepada CNN bahwa orang-orang di sekeliling MJ “menjamin” dia dalam penggunaan obat-obatan. MJ menderita banyak cedera, termasuk patah tulang punggung dan tulang kaki karena jatuh di panggung, kata Oxman.

“Bila anda menganggap kasus Anna Nicole Smith sebagai pelecehan, hal itu tidak sebanding dengan yang kami saksikan dalam kehidupan MJ,” kata Oxman kepada CNN. “Saya tak tahu sejauh apa dampak obat-obat yang ia gunakan, tapi laporan-laporan yang kami terima dalam keluarga menyatakan bahwa dampaknya memang besar. Ini adalah hal yang saya takutkan, dan juga merupakan hal yang telah saya peringatkan.”

Douglas Zipes, MD, profesor termasur Indiana University Medical Center dan mantan ketua American College of Cardiology, mengatakan bahwa penyalahgunaan obat bisa menyebabkan gagal jantung.

“Pasti obat-obatan, bagi orang seperti MJ, harus diperhitungkan,” katanya. “Kita tahu bahwa obat-obatan seperti kokain dan ampetamin bisa memicu gagal jantung dengan sendirinya, dan kadar yang berlipat ganda pada akhirnya benar-benar menimbulkan gagal jantung.”

MJ juga diperkirakan terlalu kurus. Dikabarkan bahwa pada tahun 2003 beratnya 120 pon (sekitar 60 kg). Laporan berikutnya menyebutkan bahwa body mass index­-nya adalah 16 atau 17. Padahal keadaan di bawah angka 18.5 suda dianggap underweight (di bawah standar berat badan normal, terlalu kurus).

Dalam bulan-bulan terakhir, teman-teman dan keluarganya menggambarkan keadaan MJ yang malah lebih rapuh. Produser film Bryan Michael Stoller, yang mengunjungi MJ bulan April, mengatakan kepada majalah People, “Aku memeluknya, dan kurasa aku memeluk tulang belulang.”

Dan seorang fan yang baru-baru ini berjumpa MJ dalam sebuah tour menulis dalam email minggu ini bahwa, “Dia (seperti) tengkorak.”

Terlalu kurus = berbahaya

Menurut Dr. Zipes, menurunnya berat badan yang berlebihan bisa menimbulkan ketidaknormalan electrolyte. Dua electrolyte yang sangat penting, potassium dan magnesium, benar-benar sangat penting dalam menjaga kenormalan aktifitas listrik jantung,” katanya. “Bila salah satu atau keduanya sangat lemah, bisa terjadi gagal jantung.”

Faktor lain yang berpengaruh pada MJ, kata Dr.Zipes, mungkin stres.

“Dia dalam tekanan stres yang luar biasa. Masalah hukum dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak, utang finansial, rencana perjalanan, setelah bertahun-tahun tidak dia lakukan; itu pasti sangat menekan,” katanya. “Semua hal ini pastilah sangat menekan (stressful), dan stres bisa berperan dalam perkembangan penyakit jantung koroner serta kematian mendadak.”

Lebih bahaya daripada serangan jantung

Secara umum, gagal jantung jauh lebih berbahaya daripada serangan jantung.

Ketika terjadi gagal jantung, jantung benar-benar mogok berdetak dan bergetar denan kontraksi yang tak menentu. Biasanya defibrillator digunakan untuk menormalkan kembali jantung. Bila tidak, kematian pun tak bisa dihindari. Orang yang mengalami gagal jantung biasanya semaput, hilang kesadaran, dan berhenti bernapas.

“Jantung berhenti berkontraksi (menguncup, menciut) tapi sebenarnya ia berdetak, dengan catatan anda memahami berdetak ini dalam konteks peristiwa kelistrikan. Kadar pada bilik bawah jantung, ventricles, adalah 400 sampai 600 kali per menit. Itu adalah ventricular fibrillation (pengerutan serat atau berkas otot jantung yang sangat cepat. Padahal pada orang dewasa yang normal kadarnya adalah 70 detak per menit). “Bila itu meningkat secara dramatis (berlebihan), maka jantung akan tampak seperti sekantong cacing (kecil) yang liar. Tidak ada kontraksi yang efektif.”

Kebalikan dari tayangan-tayangan televisi yang menggambarkan kesembuhan pasien-pasien dari gagal jantung, dalam kenyataan kesempatan untuk pulih dari gagal jantung adalah langka. Bila orang yang menyaksikan kejadian segera melakukan cardiopulmonary resuscitation (teknik pemulihan jantung dan paru-paru) sampai jantung bisa ‘dikaetkan’ untuk berdetak secara normal kembali, kesempatan hidup bisa lebih besar.

Skitar 95 persen penderita gagal jantung mati sebelum tiba di rumah sakit. Secara keseluruhan, sekitar 1000 kasus gagal jantung terjadi setiap hari di AS. Kasarnya, dalam setahun terjadi 350,000 kasus.

Serangan jantung

Serangan jantung terjadi karena berkurangnya aliran darah ke jantung, yang bisa menyebabkan sangat sakit pada dada, yang disebut angina, diiringi dengan cucuran keringat, pusing, dunia seperti sedang kiamat, dan terjadi kematian pada jaringan dalam bagian otot jantung. Berlawanan dengan gagal jantung,  pasien yang mengalami serangan jantung tidak hilang kesadaran. Bila mereka mendapat pertolongan medis secara cepat, pada umumnya mereka tertolong.

Kasus serangan jantung terjadi dua kali lipat gagal jantung. Dan serangan jantung bisa berkembang menjadi gagal jantung, bila tidak segera dirawat.

Serangan jantung lebih sering terjadi pada penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kegemukan, dan biabetes. Sementara gagal jantung bisa terjadi karena banyak faktor, termasuk penyakit jantung, tenggelam, kena strum, tercekik atau leher tersumbat, dan cedera yang gawat.

(Theresa Tamkins, Health.com)

Advertisements
Comments
One Response to “Kematian MJ: Gagal Jantung Lebih Mematikan Dari Serangan Jantung!”
  1. sok teu 7 kliling says:

    Gagal jantung didefinisikan sebagai kondisi
    dimana jantung tidak lagi dapat memompakan
    cukup darah ke jaringan tubuh. Keadaan ini dapat
    timbul dengan atau tanpa penyakit jantung.
    Gangguan fungsi jantung dapat berupa gangguan
    fungsi diastolik atau sistolik, gangguan irama
    jantung, atau ketidaksesuaian preload dan afterload.
    Keadaan ini dapat menyebabkan kematian pada
    pasien.2 (kardiolog FK UNUD)

    Cardiac Arrest adalah terhentinya pompa jantung secara mendadak yang bersifat reversible, dan dapat bersifat irreversible jika tidak dilakukan intervensi segera(Robert,2001).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: