Jihad Akbar Dan Penegakan Hukum

Jihad menurut anda (?).

Jihad menurut anda (?).

Apa yang dimaksud dengan “jihad”?

Simak kata-kata Abu Bakar ketika ia terpilih sebagai khalifah!

“Saudara-saudara sekalian,” kata Abu Bakar seperti tercatat dalam kitab Kanzul-‘Ummal, “Aku telah terpilih sebagai pemimpin kalian, padahal aku bukan yang terbaik di antara kalian. Karena itu, bila aku menunaikan tugas dengan baik, bantulah aku. Sebaliknya, bila aku melakukan tugas dengan buruk, tentanglah aku. Kebenaran (dalam menjalankan tugas) adalah amanat, ketidak-jujuran adalah khianat. Sehubungan dengan itu, orang yang lemah di antara kalian (yang haknya dirampas) menjadi kuat bagiku, sehingga akan kukembalikan kepadanya haknya, in sya-Allah(u). Sebaliknya orang yang kuat di antara kalian (yang mengambil hak si lemah), menjadi lemah bagiku, sehingga akan kuambil darinya hak orang yang dirampasnya. Jangan ada seorang pun di antara kalian yang mengabaikan jihad, karena pasti Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Patuhilah aku selagi aku patuh pada Allah serta meneladai rasulnya. Bila aku berbuat sebaliknya, maka terlepaslah kewajiban kalian untum mematuhiku.”

Perhatikanlah bahwa jihad dalam konteks pidato Abu Bakar sama sekali berbeda dari jihad yang dipahami sementara orang sekarang.

Jihad akbar

Nabi Muhammad membagi jihad menjadi dua, yaitu jihad kecil (jihadul-asghari) dan jihad besar (jihadul-akbari) melalui ucapannya yang terkenal sekembalinya dari Perang Badr (tahun 2 H, 624 M). Jihad kecil adalah perang fisik, perang untuk mempertahankan kedaulatan negara, yang baru dilakukan di tanah bernama Badr itu (sekitar 136 Km di sebelah Baratdaya Madinah). Sementara jihad besar adalah perang melawan (hawa) nafsu.

Selama ini perang melawan nafsu selalu dipahami sebagai perang individual,  parsial, dan otomatis tidak ada hubungan langsung dengan penyelengaraan negara. Padahal, bila kita ungkap konteks sejarahnya, perang melawan nafsu itu justru berjalin berkelindan dengan urusan negara, bahkan merupakan tangung-jawab negara (pemerintah). Bagaimana logikanya?

'Tafsir' lain tentang jihad.

'Tafsir' lain tentang jihad.

Pertama, pelampiasan nafsu selalu berhubungan dengan hukum. Ketika seseorang hendak ‘melampiaskan’ nafsu seks, misalnya, hukum yang disepakatinya akan membayanginya. Siapa yang menjadi lawannya ketika melampiaskan nafsu itu, menjadi penentu bagi nilai sexual intercourse yang dilakukan, apakah jatuh menjadi halal atau haram. Bila pilihan hanya diserahkan kepada individu, hanya orang yang ‘kuat iman’ yang bisa melakukan hubungan seks secara sah menurut hukum, yaitu dalam lembaga pernikahan. Dengan demikian, negara sebagai lembaga hukum dalam ukuran besar, memang berkewajiban untuk menjaga agar warganya mengindahkan hukum, alias tidak mengumbar nafsu seenaknya.

Kedua, ucapan itu dikeluarkan oleh Nabi Muhammad, yang di medan perang Badr bertindak sebagai panglima perang, dan sekembali dari sana ia mulai menata masyarakat Madinah dengan tatanan hukum, dan ia sendiri kemudian menjadi kepala negara di sana.  Hal itu merupakan isyarat bahwa jihad besar (perang melawan nafsu) itu tidak dilakukan secara individual tapi secara bersama-sama, dilakukan oleh pemimpin bersama rakyatnya. Jihad itu juga tidak dilakukan secara parsial, dengan hanya memerangi nafsu (kejahatan) tertentu, tapi dilakukan secara menyeluruh dan sistematik, untuk memerangi segala penyakit (mental; moral) manusia, yang menjadi warga sebuah negara.

Itulah yang diungkapkan Abu Bakar, dengan bahasanya sendiri, dalam pidatonya di atas. Termasuk ketika ia menyebut kebenaran dan pengkhiatan, hubungannya adalah dengan penegakan hukum itu.

Abu Bakar juga menyinggung bahwa pelanggaran hukum biasanya dilakukan oleh orang-orang kuat (pejabat, orang kaya, preman), yang dengan kekuatannya itu mereka potensial merampas hak orang-orang lemah. Diisyaratkan oleh Abu Bakar bahwa orang kuat hanya bisa ditaklukkan oleh orang terkuat (khalifah, presiden), dan hanya orang terkuat pula yang mampu mengembalikan hak orang lemah. Dengan kata lain, jihad akbar di sini berarti menutup segala kemungkinan terjadinya ‘perampokan’ orang kuat atas orang lemah dalam arti seluas-luasnya.

Sebentar lagi kita memilih presiden.

Kita berharap, mudah-mudahan presiden terpilih akan mengingat kata-kata Abu Bakar, yang mungkin sempat ditemuinya dalam tumpukan kepustakaan politiknya.

Kita berharap agar ia memahami konsep pembagian jihad tersebut dengan sebaik-baiknya. Ketika terjun ke dalam kegiatan kampanye, yang makan banyak tenaga dan biaya, mudah-mudahan ia sadar bahwa itu hanya sebuah jihad kecil, yang harus dilakukan semata-mata demi meraih sebuah sarana bernama kekuasaan. Selanjutnya, kekuasaan itu pastilah akan digunakannya untuk melaksanakan jihad tahap berikutnya, yang lebih memakan enerji dan biaya, yang lebih banyak tantangan, rintangan, dan godaannya. Jihad melawan segala bentuk nafsu yang ada pada setiap warga negara dan penyelenggara negara.

Itulah jihad besar, yang bentuk konkretnya adalah penegakan hukum.

Comments
5 Responses to “Jihad Akbar Dan Penegakan Hukum”
  1. dinoyudha says:

    Semoga calon presiden dan wakil presiden sempat membaca tulisan ini atau shirah nabawiyah atau sirah sahabat. Salam ukhuwwah Pak.. 🙂

  2. Ahmad Haes says:

    Salam ukhuwwah! Terimakasih untuk kunjungan anda!

  3. James Lee says:

    Rekaman Khotbah Osama Bin Laden

    Rekaman Khotbah Osama Bin Laden, dalam membangkitkan semangat para mujahidin
    untuk berjihad di Palestina, Iraq dan Afghanistan dalam berjuang melawan bangsa
    kafir. Rekaman yang berasal dari stasiun TV Al-Jazeera ini dapat di download
    secara gratis di http://www.ziddu.com/download/5155755/Rekaman_Khotbah_Osama_Bin_Laden.zip.html

  4. Ahmad Haes says:

    Soal itu, serahkan kepada kehendak bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: