Standar Ganda Obama, Presiden Dhimmi Pertama Amerika (Analisis Atas Pidato-Pidato Obama)

Oleh Tommy DeSeno

Dengan pidato-pidatonya Presiden Obama bertindak lebih jauh dan lebih jauh dalam menggembosi Kristenitas di Amerika seraya menggelembungkan para Muslim di sini dan di seluruh dunia.

Bagi bangsa Amerika ini tampak – paling bagus – sebagai pilihan retorika yang buruk dan tak bisa diandalkan, atau – paling buruk – sebagai perwujudan dari anggapan tersembunyi Obama, yang kini dimunculkan.

Bagi para Muslim, bagaimana pun, hal itu mempunyai makna lebih dalam berkenaan dengan konsep “Dhimmi”, ketaklukan agama-agama lain pada Islam. Saya akan menjelaskan hal itu lebih rinci di akhir kolm ini, tapi pertama-tama ijinkanlah saya menguji pembuktian bawa Obama menggembosi orang-orang Kristen seraya menggelembungkan orang-orang Islam.

Hal itu dimulai dalam sebuah pidatonya di tahun 2007 ketika ia mengatakan, “Bagaimana pun keadaan kita dahulu, sekarang kita bukan lagi bangsa Kristen.” Dalam pidato itu juga ia mengeritik para pemimpin Kristen, menuduh mereka telah menggunakan agama untuk tujuan-tujuan politik.

Saya menduga ia berpikir bahwa “Jihad” adalah sebuah istilah Kristen.

Ia mengulang lagi bahwa “Amerika bukan sebuah bangsa Kristen” beberapa minggu kemudian. Namun pernyataan itu hampir tak terdengar selama kampanye karena media menutup kontroversi Obama dengan segala cara. Bila tidak demikian, mungkin mereka sendiri memang tidak memahami kaitan-kaitan kata-kata Obama dengan konsep “Dhimmi” bagi para Muslim di seluruh dunia.

Salah satu janji-janji kampanyenya adalah untuk berpidato “di sebuah ibukota besar Muslim” dalam masa seratus hari jabatannya sebagai presiden.

Satu-satunya pidato demikian itu telah dilakukannya di Turki. Dalam sebuah konferensi pers sebelum pidatonya, Obama mengatakan, “Salah satu dari kekuatan besar Amerika Serikat adalah – meski seperti telah saya sebutkan, kita mempunyai penduduk Kristen yang sangat besar, (namun)  kita tidak menganggap diri kita sebagai sebuah bangsa Kristen…”

Ia terus mengatakan bahwa Amerika juga bukan sebuah bangsa Muslim atau Yahudi,  tak ada seorang pun pernah beranggapan demikian. Penekanannya, karena itu, adalah sekali lagi berusaha meyakinkan apa yang diketahui dunia bahwa ia tidak menganggap Amereka, dengan 78.5% penduduk Kristennya, “bukan sebuah bangsa Kristen.”

Tiga kali dalam dua tahun sudah cukup, Bapak Presiden. Saya mengerti betul bahwa anda tidak memandang Amerika sebagai “bangsa Kristen.”

Barangkali yang dimaksud sang Presiden adalah bahwa Amerika memiliki pemerintahan yang sekular. Memang benar bahwa kita mempunyai Konstitusi Republik (Constitutional Republic) yang tidak secara gamblang menyebutkan agama negara tapi mengijinkan pelaksanaan agama apa pun.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah ia juga memandang bangsa-bangsa berpenduduk mayoritas Muslim dengan cara yang sama? Pernahkah ia mengajukan hal itu sebanyak tiga kali sebagai penegasan bahwa mereka bukan “bangsa-bangsa Muslim”? Sungguh munafik, ia tak pernah menyatakan itu.

Bila Turki adalah tempatnya yang pertama di “ibukota Muslim”, kenapa ia menyebutnya demikian (ibukota Muslim)?. Seperti Amerika, Turki mempunyai Konstitusi Republik yang tidak membolehkan adanya agama negara tapi mengijinkan pelaksanaan agama apa pun. Di mana standar gandanya? Menurut Obama, Turki adalah Muslim tapi Amerika bukan Kristen.

Dalam pidatonya di Turki, seperti pidatonya di Mesir, Presiden Obama menyebut masa lalunya di tengah bangsa “Mayoritas Muslim”, Indonesia. Sebutan “Mayoritas Muslim” adalah retorika elok Obama untuk menghindari penyebutan “Bangsa Muslim”. Sekali lagi, perhatikan standar gandanya. Seperti Amereika dan Turki, Indonesia mempunyai Konstitusi Republik yang tidak menyebutkan agama negara tapi mengijinkan pelaksanaan agama apa pun.

Lebih lanjut, demi penggembosan Kristenitas sambil menggelembungkan keberadaan Muslim, pada tanggal 14 Juni, Presiden Obama mengatakan kepada televisi Prancis, “Bila anda menghitung jumlah sebenarnya penduduk muslim  Amerika, kami akan menjadi salah satu negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia.” Dalam pidatonya di Kairo (4 Juni) ia menyebut penduduk Muslim Amerika berjumlah 7 juta.

Menurut CIA World Factbook, di Amerika hanya ada 1.8 juta Muslim. Presiden Einstein (salah satu julukan Obama) telah salah hitung hampir 400%.

Ia bahkan salah dalam penyebutan penduduk Muslim Amerika sebagai “salah satu yang terbesar di dunia.” Dengan mengambil angka penggelembungannya yang kelewatan, di dunia ini terdapat 30 sampai 35 negara berpenduduk Muslim lebih banyak dari Amerika. Dan bila kita hentikan kebohongannya, lalu kita gunakan jumlah sebenarnya, maka komunitas Muslim Amerika paling banter hanya menempati urutan ke-50. Tentu saja bukan salah satu yang terbesar.

Sekali lagi kita melihat usaha Obama menggelembungkan Muslim dengan melebihkan jumlah mereka, dengan mengatakan bahwa Amerika akan menjadi “salah satu negara Muslim terbesar, seraya menekankan bahwa Amerika “bukan negara Kristen”, walaupun jumlah orang Kristen Amerika menempati urutan ke-1 di dunia dan hari kelahiran Kristus menjadi salah satu hari libur bangsa Amerika.

Usaha-usaha penting Obama untuk menggelembungkan status Muslim menjadi lebih besar dari aslinya, sambil menggemboskan Kristenitas, adalah berkaitan dengan konsep yang di dunia Muslim disebut “Dhimmi”.

Dalam konteks sejarah, istilah “Dhimmi” digunakan untuk menyebut orang-orang Kristen dan Yahudi di negara-negara Muslim. Itu berarti pengurangan status hukum dan hak-hak.  Hak-hak politik mereka dibatasi. Pelaksanaan Kristenitas dan Yahudisme hanya diijinkan bila agama-agama itu tunduk pada Islam, dan mereka harus membayar pajak pada penguasa Muslim. Secara keseluruhan, konsep itu berporos pada pandangan bahwa orang Kristen dan Yahudi berderajat hina, sebaliknya Muslim berderajat mulia.

Obama tanpa tedeng aling-aling menyatakan hasratnya memunculkan sisi baik bangsa-bangsa Muslim. Ia jelas tidak ragu-ragu menggembosi Kristenitas, sejalan dengan tradisi “Dhimmi” Muslim untuk melakukan hal itu. Menyedihkan, (karena) itu adalah isyarat rasis. ***

(Dari FOX News Blogs » FOX Forum » Tommy De Seno

June 5th, 2009 8:13 AM Eastern. Lebih lanjut lihatlah pada www.JustifiedRight.com)

Comments
One Response to “Standar Ganda Obama, Presiden Dhimmi Pertama Amerika (Analisis Atas Pidato-Pidato Obama)”
  1. dinoyudha says:

    selalu konspirasi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: