Mengapa Harus Membela Manohara?

Kita harus membela Manohara – sedikitnya –  dengan alasan-alasan yang dikemukakan Manohara dan ibunya kepada pers, sebagai berikut:

1. Manohara dikawini secara paksa

Manohara tidak pernah dilamar secara baik-baik dan resmi. Ia hanya diminta datang ke Malaysia (Kelantan), dan setelah itu tidak diijinkan untuk kembali. Mereka menikahkan Manohara kepada ‘suaminya’ entah dengan hukum dan cara apa. Bila menggunakan hukum Islam, Manohara harus didampingi walinya, dan ia hanya bisa dinikahi bila tidak dalam keadaan terpaksa, ketakutan dan sebagainya.

Bila mereka muslim, tentu mereka juga tahu bagaimana cara-cara Islam dalam melamar, menyelenggarakan pernikahan, dan menjalin hubungan dengan pihak mertua serta besan, dan dalam hal itu kekayaan dan atau kekuasaan mereka tidak akan menjadi alasan untuk mengubah apa pun yang sudah ditetapkan Allah dalam ajaranNya.

2. Manohara dianggap property

Setelah menikah – entah dengan hukum dan cara apa! – ‘suaminya’ tidak memperlakukan Manohara sebagaimana layaknya seorang istri, yang harus disayangi, dilindungi, dan juga dihormati harga dirinya sebagai istri dan manusia.

Apa yang terjadi adalah sebaliknya. Manohara diperlakukan sebagai property (barang milik) pribadi ‘suaminya’, dianggap sebagai boneka, dan bahkan pemuas nafsu ‘suaminya’ yang tidak wajar.

Manohara ditempatkan di kamar rahasia yang hanya bisa dibuka oleh ‘suaminya’ sendiri, dan di situ ia mengalami perlakuan tidak wajar dari orang yang disebut ‘suaminya’.

Perlakukan tidak wajar itu mencakup pemukulan, penyiletan, dan penyuntikan dengan zat tertentu. Bahkan ketika di hotel, di Singapura, ketika Manohara berteriak-teriak ingin bertemu ibunya, ia juga hendak diberi suntikan penenang.

3. Manohara tidak boleh bertemu ibu dan keluarganya

Sebagai akibat bahwa ia dianggap property, maka ia tidak boleh bertemu ibu dan keluarganya, bahkan berkomunikasi lewat telepon pun tidak boleh. Ini sungguh ganjil. Bagaimana seorang ‘suami’ bisa menghalangi istrinya bertemu dan atau berkomunikasi dengan ibunya sendiri? Dan mengapa pula hal itu dibiarkan saja oleh keluarga si ‘suami’, seolah mereka berkonspirasi (bersekongkol) dengan si ‘suami’ untuk melakukan kejahatan itu? Hukum apa yang mereka gunakan sebagai landasan? Hukum Melayu, terlebih hukum Islam, tak ada yang membolehkan kejahatan seperti itu! Satu-satunya hukum yang membolehkan berbuat demikian hanyalah hukum rimba!

Daisy Fajarina, melakukan apa pun demi anaknya. (Gbr: tidakmenarik.wordpress.com)

Daisy Fajarina, melakukan apa pun demi anaknya. (Gbr: tidakmenarik.wordpress.com)

4. Ibu Manohara tidak gila mental atau gila harta

Selama ini ada tuduhan bahwa Daisy Fajarina, ibu Manohara gila (sakit) mental dan gila harta adalah omong kosong belaka. Bagaimana mungkin orang gila bisa bicara jelas, terarah, dan menyuruh anaknya berdoa, dan mengajarkan doa tertentu? Bila ia gila harta, apa buktinya? Berapa banyak uang, perhiasan, mobil, rumah yang pernah diterimanya dari Kelantan?

Soal perhiasan, misalnya, jangankan ibunya, bahkan Manohara sendiri hanya diberi pinjaman perhiasan-perhiasan untuk sekadar bersandiwara di depan publik. Setelah itu, segala perhiasan dicopot lagi oleh pemilikinya, pihak kerajaan.

5. Mereka sangat arogan

Apa yang dilakukan keluarga Kelantan terhadap Manohara dan keluarganya adalah salah satu bentuk arogansi (takkabur) orang Malaysia yang memandang bangsa kita rendah, miskin, dan bisa dibeli. Mereka tidak mau bersikap sebagai tetangga yang baik, apakah karena alasan serumpun atau karena alasan seagama. Mereka lebih cenderung memperlihatkan sikap seperti bangsa-bangsa penjajah, yang memandang kita inlander yang layak diperlakukan sebagai kacung atau jongos.

Dengan demikian, membela Manohara berarti membela martabat bangsa yang sedang diinjak-injak oleh bangsa yang bertetangga dan katanya serumpun serta seagama dengan kita.

Mari kita jadikan Manohara sebagai ikon penegakan kembali harkat bangsa!

***

Surat Manohara kepada ‘suaminya’:

Aku menikah denganmu karena mencintaimu, dan kupikir kamu mencintaiku. Tapi kamu telah menunjukkan sikap tidak menghormatiku. Sulit kuungkapkan dengan kata-kata betapa sakit hatiku di malam perkawinan kita. Kau tahu saat itu aku sedang datang bulan (haid), tapi kau katakan, “Tidur denganku, atau keluar dari kamar!”

Aku mungkin baru berusia enam belas tahun, tapi aku adalah istrimu. Tapi kau terus bersikap tidak sangat dewasa. Aku heran, jangan-jangan kau memang tidak mencintaiku. … (selanjutnya tulisan kurang terbaca).

Bila aku istri dan partnermu, jangan pernah lagi sebut aku property-mu. Kau tak pernah membayar apa pun padaku. Kau tak pernah menepati apa pun yang kaujanjikan. … (kurang jelas). Kau katakan pada orang-orang bahwa kau membantuku dan ibuku … (kurang jelas).

Advertisements
Comments
11 Responses to “Mengapa Harus Membela Manohara?”
  1. semutsmart says:

    Ulasan yang menarik, bahkan baru dari tulisan ini saya ingin mengetahui tentang “Manohara”..
    Namun, alangkah bijaknya jika kitapun tidak suudzon terhadap orang lain, apalagi memandang sebuah bangsa secara umum.. bukankah KDRT seperti ini banyak dijumpai disekeliling kita? apa dengan demikian seluruh bangsa menjadi tertuduh? saya rasa tidak..
    Ini bukan masalah bangsa, melainkan dalam lingkup keluarga.. saya berpendapat lebih baik masalah ini tidak lagi menjadi pembahasan pelik media elektronik dan blog.. nanti hati kita teracuni dengan gosip..

  2. Prissie says:

    I am Malaysian and I am not defending the Prince. We have 9 royal families in Malaysia. Only a few are actually pretty decent and could be proud of. While Kelantan has never been known for being womanizer, they are known for their lack of intelligence.

    But reading the story of Manohara other that what is printed in Malaysia, I wonder the following:

    1. WHY her PARENTS let her marry at the age of 16?????
    2. WHY she married him 6 months after she was raped by him (according to the story that I read)
    3. WHY, when she managed to get away in October )2 months after her marriage), did she go back to him?
    4. WHY, knowing that she had been abused by him, did the mother and sister accepted his invitation to go for umrah?
    5. WHERE is her father?

    I have never had good opinion of the Malaysian royal families but honestly, I dont have a good one of Manohara’s mother either. I honestly hope Manohara would get the divorce. Some Malaysian men wont divorce their unwanted wife (gantung tak bertali)in order to let her move on with their life. So, I hope she wont be subjected to such abuse. All the best to her with her new life.

  3. Ahmad Haes says:

    1. According to the story, Manohara was sexual abused (raped) at the first time she invited to come to Kelantan. That’s why her mother reluctantly gave permition to the prince to mary her daughter.
    2. When she got away in October, the prince persuaded her and her mother to go to Mecca for umrah, and then the prince took Manohara by force to back to Kelantan.
    3. They accepted the invitation for umrah because they thought the prince was regreted what he have done to her wife and had good intention to correct his mistakes.
    4. His father is in America, and maybe he was the one who urge the FBI to help Manohara in Singapore.

    Thanks for your precious information about the royal families.

  4. khosasi says:

    It’s about Human right.
    Manohara is right, why a prince has to be. Definetly we are Indonesian, we have human right, please understand that Manohara also a humanbeing, if she has good life in Kelantan, she would not try to go away from Kelantan. Enough…
    Sipadan and Ligitan is taken already..!!! Do not ever take Our Human Right… Enough.. Enough… Enough… Enoughhhhhhhh!!!! I
    Love Indonesia…..

  5. Maulana says:

    Wahai..saudaraku malaysian people…
    Wahai..saudaraku seiman…
    Dalam kehidupan ini ada yang benar & salah…
    Kesalahan bukan hanya dilakukan oleh orang miskin, orang yang rendah derajadnya atau orang bodoh …
    Tapi orang kaya, orang yang tinggi derajadnya atau orang pintar pun banyak yang berbuat kesalahan…
    Tidak ada asap kalau tidak ada api….
    Itulah yang terjadi pada kasus Manohara ini dan kasus ambalat….
    So…Lets thinking clearly….
    Jangan karena rusak nila setitik rusak rusuk sebelanga…..
    We are a moslem … Must be united for a best of life…..

  6. mila says:

    pelik banget….cantik orangnya….katanya didera, main sinetron pun lucu gayanya…enggak ada trauma????…beda sekali sama nirmala bonat dan siti hajar.

  7. riri reza says:

    untuk mila: sepertinya kamu tidak suka dengan manohara. kamu ada dendam dengan dia? apakah kamu pernah disakiti olehnya sehingga kamu tidak peduli dengan keadaanya? atau kamu iri dengan dia? apa kamu pikir berita tentang mano itu bohong dan direkayasa? bisakah kamu membuktikan kebohongan-kebohongannya? dan apa kamu pikir pihak kelantan yang benar? apa kamu bisa membuktikan kebenaran-kebenaran pihak kelantan?

  8. mimi says:

    Ada beberapa perkara yang terabai;
    Memahami peran, fungsi dan protokol institusi di raja Melayu Malaysia.
    Rakyat Malaysia tidak melenting dalam kes Manohara bukan kerana menyokong penuh Putera Fakhry, tetapi kami faham situasi institusi ini, tanpa menafikan masalah yang berlaku antara mereka berdua serius, tetapi tindakan istana di Kelantan tidak masuk campur adalah perkara biasa bagi kami, sebab itu rakyat biasa di Malaysia jarang nak hulur anak dara kat orang istana, mereka bangsawan dan kami memahami ego itu, so manohara dan ibunya, jangan sakit hati, ada rakyat biasa yang kahwin dengan keluarga di raja Malaysia dianugerahkan nama lain utk sesuaikan dengan ciri Melayu Islam dan nama bapa tidak disebut, malah lawatan keluarga bukan masuk istana tetapi ada rumah tetamu lain,normal! belum lagi cerita yang lain-lain, memang ciri orang Melayu klasik lelaki dominan dan isteri pasrah ciri ini mesti ada walau sikit, kalau mimpi nak dilayan macam keluarga diraja sebagai besan atau menantu,rasa standard macam dari keluarga bangsawan satu perkara mustahil, itu ego itu, sebab itu eloknya putera ni kahwin dengan ahli keluarga bangsawan macam abangnya, Putera Faris, putera mahkota kahwin dengan kerabat lama di Raja Patani, Kelas gitu….hehehe, kah kah kah!

  9. Lulldapull says:

    Salaam,

    Sebelum melihat kasus ini secara mendalam dan detail, sebaiknya Saudara Haes menahan diri untuk tidak menggunakan agama dalam menilai kasus ini. Malaysia adalah saudara seiman kita lepas dari keburukan yang mereka lakukan terhadap kita.

    Tidak layak menganggap saudara seiman sebagai musuh HANYA KARENA ulah sementara orang yang buruk. Saya tak membela siapa-siapa disini karena masalah ini perlu dicermati 1000 kali. Sekali lagi masalah ini harus didudukkan ke dalam proporsi sesungguhnya, yaitu dugaan kasus kekerasan rumah tangga.

  10. hiqa ain" says:

    di mana -mana sekalipun akan ada permusuhan… imam sendiri pernah menghalau anaknya yang liar dan memalukan airmukanya … malah terus memutuskan hubungan siratulrahim… sedangkan memutuskan siratulrahim itu dosa hukumnya…..

    kesimpulannya, berkenaan kes monahara sejauh mana kita tahu akan cerita hal sebenar? tentang permasalah kelambu mano n TT?

    SIAPA yang boleh membuktikan yang diceritakan oleh mano itu benar? begitu juga dipihak kelantan sendiri…

    kita yang hanya membaca… melihat berita2 tidak perlu mempercayai 100% dan terus mencentuskan permusuhan…siapa kita? siapa kita untuk meramalkan yang kedepan? kita sendiri tidak tahu adakah masih ada cinta dihati mano terhadap TT yang didambakan selama ini.

    pengajaran nya… bg si ibu-ibu yang budiman… fikir byk kali sebelum menyerahkan anak kita kepada pengiran..atau kepada siapa-siapa saja.. jangan yang dikendung keciciran..yang dikejar tak dapat…. kesian ya umurnya 16 tahun di beri kawin dengan pengiran… malah bukan dari indonesia …dari negara yang lain.

    jgn pula kecantikan melebihi segalanya… ya ,,, yang lain ditolah ketepi…kecantikan itu penting untuk zuriat… tapi jika ianya hanya kecantikan malah disulami dengan hati yang busuk… ianya tidak guna…

    dessy… mano .. n TT seharusnya menilai sejauh mana kesilapan yang dilakukan…. apa dalang disebalik semua ini ( walaupun siapa kita unutk menasihati meraka? terutama TT? )….

    MEMINJAM KATA-KATA SAUDARA……. Tapi bila hanya pendapat pribadi, maka dia bisa benar, bisa juga salah. Dan begitu juga penilaian anda!

    ADIOS……..

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] melihat situs sumber silahkan klik disini Possibly related posts: (automatically generated)malingsial’s site […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: