Syarat Keselamatan

Sebuah DVD tentang Bibel.Menurut  sebuah Hadis, ada 24.000 orang rasul yang  meng­antarai Adam   dan Muhammad. Di antara mereka,   yang  tercatat    dalam kitab-kitab suci dan sejarah, hanya Nabi   Muhammad  yang hukumnya masih utuh dan murni.

Kristen  termasuk salah  satu  agama besar di dunia, tapi nilai  sejarah  Kitab Sucinya  yang  banyak itu oleh mayoritas umat  Kristen  hanya empat  kitab yang dianggap otentik, namun yang empat itu  pun ditulis  oleh  orang-orang yang tidak pernah  bertemu  Yesus. Tidak  diketahui pula dari mana para penulis itu  mendapatkan informasi  untuk bahan tulisan mereka. Pada  akhirnya  bahkan timbul keraguan tentang kebenaran bahwa para penulis itu   memang  benar-benar telah menulis keempat Bible  tersebut.   Sejumlah  kritikus Amerika bahkan dengan sangat berani  menyatakan keraguan mereka tentang keberadaan Yesus itu sendiri.

Musa pun merupakan seorang nabi besar. Tapi kitab  yang konon berasal  darinya, menurut  Encyclopaedia  Britannica, baru  ditulis beberapa ratus tahun setelah Musa tiada. Karena itulah  dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru terdapat bagian-bagian yang memalukan bila dikatakan berasal dari para rasul  Allah.  Bahkan  di dalamnya terdapat   tuduhan-tuduhan menjijikkan  yang  diarahkan kepada para  rasul  yang suci.

Mengapa Kitab-Kitab Tuhan itu begitu mudah dimodifikasi  dan diinterpolasi?  Bila pertanyaan ini ditinjau  melalui   sudut pandang Quran,  tampaklah bahwa para rasul dulu  itu      hanya diutus  untuk suatu zaman, untuk satu kaum,  di satu  negeri. Hukum  yang mereka ajarkan tidak mempunyai sifat  universal, sehingga  karena itu tidak perlu dipelihara untuk  dilestarikan.[1] Karena keadaannya yang demikian, maka  pantaslah  bila hukum-hukumnya secara bertahap diberi sisipan, sampai akhirnya datang penutup para Nabi, yang oleh Quran digambarkan:

Tegaskanlah  Muhammad: Aku diutus untuk  kalian  semua  oleh Tuhan yang menguasai bumi dan langit.

Muhammad  diutus sebagai pembimbing  dan  pemimpin bagi   manusia  di  barat maupun di timur, untuk  orang  Arab maupun   Persia. Mempunyai iman seperti dirinya adalah syarat keselamatan   bagi seluruh umat manusia. Allah  bahkan juga menegaskan bahwa  seandainya  Nabi Muhammad hidup  di zaman para  rasul terdahulu,  mereka  akan beriman kepadanya dan  mendu-kungnya. Firmannya dalam Al-Quran:

“Dan   Allah mengambil sumpah para nabi: Bila aku  wahyukan  sebuah kitab kepada kalian dan membuat kalian bijaksana, lalu  datang ke hadapan kalian seorang Rasul Allah yang  me­ngoreksi Kitab yang diwahyukan kepada kalian, berimanlah  ke­padanya dan berilah dukungan.”[2]


[1] Penerjemah setuju bahwa kitab-kitab yang dibawa para rasul terdahulu  terdahulu memang telah dicemari,  bahkan  dirusak, sehingga  kita tidak mungkin lagi menggunakannya sebagai  pedoman hidup. Tapi benarkah bahwa kitab-kitab Allah yang   terdahulu  itu tidak mempunyai sifat universal?  Bukankah  semua berasal  dari Allah,  dan Al-Quran sendiri  menyatakan  bahwa wahyu  yang diterima Muhammad itu juga pernah diwahyukan   kepada  Nuh, Ibrahim, Ismail, Musa, sampai Isa?  Agaknya  dalam perkara ini kita harus ekstra hati-hati; jangan sampai karena ingin  menonjolkan  Quran secara tidak  langsung  kita  malah ‘menuduh’ Allah tidak mempunyai wawasan universal. (AH)

[2] Mungkin yang dimaksud penulis adalah surat Ali Imran  ayat 81.  Terjemahan selengkapnya ayat tersebut kurang-lebih  demi kian:  Pada  suatu  ketika Allah  menuntut  janji  para  nabi (dengan mengatakan), “Bila kuberikan pada kalian sebuah kitab berisi  hikmah (=hukum, peraturan), kemudian  datang  seorang rasul  yang mengoreksi kitab yang ada pada kalian,  hendaklah kalian beriman kepadanya dan mendukungnya.” Allah menegaskan, “Akankah  kalian berikrar untuk mematuhi  perjanjianKu  ini?” Mereka  menjawab, “Kami berikrar.”  Allah  menegaskan,  “Maka jadilah kalian para saksi, dan aku pun menjadi saksi  bersama kalian.” Ayat ini mungkin dijadikan salah satu dalil  untuk menyatakan bahwa hukum Allah berubah dari masa ke masa.  Tapi penerjemah memahami ayat ini sebagai suatu pengandaian, untuk meng-gambarkan  kepatuhan para nabi terhadap  perintah  Allah. (AH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: