Para Rasul Adalah Manusia Biasa

Nabi Jonah (Yunus), dalam imajinasi...

Nabi Jonah (Yunus), dalam imajinasi...

Menurut   ajaran  Islam,  seorang  rasul  bukanlah titisan Allah,   bukan pula penjelamaan Allah  dalam  wujud rasul   (manusia).   Islam dengan  tegas  menyatakan  bahwa para  rasul   adalah  manusia biasa.  Umat Kristen  mengetahui bahwa  Isa  lahir tanpa  bapak,  mereka lantas  mengembangkan secara bertahap  (evolve)  gagasan tanpa dasar  bahwa   Isa adalah putra  Allah. Tapi  Islam menyatakan  bahwa Adam lahir tanpa ayah dan  ibu, dan ia disebut sebagai bapak manusia.[1]

Pada    setiap zaman muncul pemikiran  ganjil  yang menolak  kemanusiaan  para rasul. Tapi bila  para  rasul  itu bukan   manusia,  lalu  apakah gerangan mereka? Mereka  pasti bukan  Tuhan, karena  Tuhan tidak membutuhkan sekutu  (teman, pendamping). Mereka juga pasti bukan malaikat, karena manusia lebih unggul dari malaikat. Di depan para malaikat, Allah menganugerahkan hak  kekhalifahan  kepada  manusia,     yang dengan jelas  membuktikan  keunggulan  manusia  atas  para malaikat.   Jadi,  dari  makhluk  jenis  apakah  rasul itu?

Kenyataannya manusia memang  sering  melupakan bahwa  dirinya adalah    makhluk  Allah yang  paling unggul,  yang  oleh  Dia sendiri dipilih   sebagai wakil  (khalifah).   Jadi  memang sudah menjadi  hak  istimewa bagi  manusia bila para nabi dan rasul muncul  dari  kalangan manusia.  Dengan demikian orang-orang bodoh yang  menganggap rasul  bukan manusia harus menyebutkan mereka  itu  termasuk makhluk  apa. Para rasul diutus untuk menjadi pemandu. Bila mereka  bukan manusia, bagaimana mungkin mereka bisa  menjadi contoh sebagai manusia sempurna? Bila mereka luput dari  duka dan penderitaan,   bagaimana  mungkin   mereka bisa menghibur?

Bila  mereka tidak merasakan haus dan lapar, bagaimana  mungkin mereka  bisa menghilangkan haus dan  lapar? Bila mereka tak  pernah merasakan sakit, bagaimana mereka bisa  menyembuhkan?  Bila mereka bukan manusia, kita bisa mengabaikan   perintah  Tuhan dengan dalih bahwa kita tidak bisa mengikuti jejak sang   rasul.  Memang itulah tujuan Allah memilih  rasul  dari kalangan manusia sendiri, yaitu supaya manusia  tidak lagi punya dalih   untuk membangkang. Al-Quran  menguraikan  kemanusiaan para rasul dalam berbagai ayat:

Herankah kalian karena datang peringatan dari Tuhan  melalui seorang lelaki seperti kalian, yang mengingatkan agar  kalian bertawkwa,  agar  semoga kalian mendapat rahmat? (surat  Al­-A’raf). [2]

(Hai  Muhammad),  sungguh para rasul yang Kami  utus  sebelum dirimu  adalah manusia (lelaki), warga negeri yang Kami  beri wahyu. (Surat Yusuf). [3]

Para  rasul  itu menegaskan: Sungguh kami ini  hanya  manusia seperti  kalian, namun Allah memberikan anugerah kepada  para abdi yang mematuhi kehendakNya… (surat Ibrahim). [4]


[1] Berarti Isa adalah salah satu “anak Adam”. (AH)

[2] ayat 63. (AH)

[3] ayat 109. (AH)

[4] ayat 11. (AH)

Comments
5 Responses to “Para Rasul Adalah Manusia Biasa”
  1. didi says:

    bang kalo saya mau nyumbang tulisan gmn caranya? makasih

  2. Ahmad Haes says:

    Kirim ke alamat e-mail: ahmadhaes@yahoo.com. Tapi tulisan harus lulus seleksi persyaratan isi dan bahasa. Kalau mau nulis secara bebas tanpa harus diseleksi, bikin saja blog sendiri. Gampang, cepat, gratis.

  3. Duta says:

    ahahahaha setuju klo bgtu bgaimana yah Muhammad kok bsa ke langit 🙂

  4. Ahmad Haes says:

    Coba perhatikan surat Al-Isra ayat 93, yg berisi antara lain tantangan agar beliau naik ke langit, dan perhatikan jawaban beliau untuk itu.

  5. Duta says:

    bukankah Allah mnjelaskan bhwa diturunkan rosul dri golongan kamu sendiri artinya manusia biasa yg hanya memiki kmapuan 2 dimensi air dan udara…jika Muhammad dpat mlakukan sesuatu yg kita nggap mustahil..secara kajian Ilmu (karna alam adalah bukti ilmu yg paling sempurna )lantas knapa hrus susah payah berdakwah mnyerukan syiar islam bukankah ckup alakazam..smua mnusia dibumi adalah muslim…jujur sampai hri ini sya blum menukan jwaban yg pasti berkenaan dgn perjalanan tsb kcuali kejeniusan rosul dan sahabat ktika mnyusun kitab langit scara sempurna yg ktika itu dicetak dgn kertas yg berbahan pelpah kurma …Allah tdak mungkin plin plan dlm mnurunkan kalam ilmunya…krna ilmunya tk pernah slah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: