Kausar Niazi (4): Badan Bergerak Karena Jiwa

RARA di Istana Anak2

Suatu ketika sejumlah orang kafir ditangkap, dan  mereka harus menghadapi risiko hukuman mati. Mereka dihadapkan  kepada Imam Abu Hanifah, yang kemudian bertanya kepada mereka:

“Bila ada orang yang bercerita kepada kalian bahwa ia  melihat perahu penuh muatan berlayar di lautan luas tanpa nakhoda, bagaimana tanggapan kalian?” Mereka mengatakan bahwa  di antara mereka tidak ada seorang pun yang mempercayai  cerita itu. “Mengapa bisa begitu?” tanya Abu Hanifah. “Kalian tidak mempercayai sebuah perahu bisa berlayar tanpa nakhoda,  tapi mengapa kalian percaya  bahwa alam semesta ini terjadi tanpa pencipta?”

Argumentasi ini membuat mereka terperangah,  dan akhirnya mereka masuk Islam.

Keraguan  (skeptisme) sudah menjadi gaya hidup di  zaman modern  ini,  dan manusia yang sudah bisa berlalu-lalang  di angkasa  telah terbang semakin jauh dari  kebenaran  hakiki.

Tak  ada  orang yang mengakui ada rumah tanpa ada  penghuni, sebuah ladang tanpa petani, atau sebuah arloji tanpa pembuat arloji. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa pencipta.  Tapi para  ilmuwan dan sarjana ingin kita meyakini  kebalikannya, dengan merancang dalih-dalih picik untuk ‘membuktikan’ bahwa alam semesta ini terjadi sendiri begitu saja. Namun sebenarnya tak ada orang yang bisa membantah sang Pencipta. Rumi menggambarkan dengan indah:

Badan bergerak  karena jiwa;

walau anda tak melihat jiwa

Dengan pergerakan badan,

Anda mengetahui adanya jiwa.

Jagat  tubuh  kita dihidupkan oleh jiwa, tapi sang  jiwa tidak  kelihatan.  Kita mengakui hadirnya jiwa lewat  bukti-bukti kehidupan dan pergerakan badan:

Akal yang menggerakkan harus dikuatkan dengan iman;

Sebab sesuatu yang bergerak di situ haruslah

sesuatu yang menyebabkan pergerakan.

Akal itu sendiri tidak mempunyai wujud bendawi, tapi dapat dikenali secara simbolik dengan membedakan antara  kebijaksanaan dan ketololan. Maulana Rumi menegaskan bahwa Allah juga  tidak nampak, dan tidak bisa dilihat oleh mata. Namun  setiap keajaiban alam dengan jelas  memaklumkan  sang Pencipta, kekuasaanNya, kemampuanNya, dan keagunganNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: