Kausar Niazi (2): Tauhid Tidak Bertentangan Dengan Akal

OTAK2Bila kita berbicara tentang Tuhan, ahli pikir bertanya:

“Bagaimana orang bisa menerima (ajaran tentang) adanya Zat yang menurut agama dia itu ada selamanya?”

Bila pikiran tunduk pada kecenderungan untuk murtad, maka ia selalu siap melempar ajaran apa pun sejauh mungkin.

Demi mengusir sikap cenderung menolak (skeptis) seperti itu, Imam Rabbani Mujaddad Alfi-Sani memberikan suatu gambaran jitu.

Untuk menegaskan bahwa ajaran tentang keesaan Allah tidak bertentangan dengan akal, ia mengatakan bahwa ajaran tersebut terletak di luar jangkauan akal.

Keterbatasan akal manusia membuat manusia tidak mampu menyelami kedalaman ajaran itu.

Bila kita katakan kepada hewan bahwa manusia bisa terbang, ia tak akan mengerti. Tentu saja karena kecerdasan hewan sangat terbatas. Selain itu orang akan mengatakan bahwa hewan sepintar apa pun tetap saja hewan.

Selanjutnya ambil saja contoh dari perkembangan manusia sendiri. Sesuatu yang dua ratus tahun lalu dianggap mustahil, sekarang sudah menjadi sangat wajar. Bila kepada orang yang hidup dua ratus tahun lalu dikatakan bahwa sebuah bom atom mampu menghancurkan kota seluas l2 mil persegi, menyebabkan l0.000 orang lenyap jadi debu, dan 126.000 orang lagi mati karena reaksi berantainya, apa yang melintas dalam pikiran mereka?

Mereka pasti beranggapan bahwa itu cuma omong kosong.

Tapi dapatkah penyangkalan mereka itu menghilangkan bencana yang disebabkan bom atom?

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat sesuatu yang tidak kita pikirkan. Misalnya, kita tak pernah melihat sebuah pohon, lalu ada orang mengatakan bahwa pohon itu bermula dari sebutir biji kecil yang ditanam dalam tanah, kemudian ia menyeruak keluar dari kuburannya, tumbuh menjadi besar dan kuat, menghasilkan buah, kayunya dapat dijadikan bahan bakar dan membangun rumah, akan percayakah kita padanya? Tidakkah kita malah akan mengatakan bahwa itu cuma sebuah bualan besar?

Ya, kita bisa membantah. Tapi fakta adalah fakta. Kesimpulannya: menilai sesuatu yang tidak dipahami sebagai “tidak masuk akal” adalah sikap yang sangat bodoh. Karena itulah orang bijak terbesar di dunia itu mengimbau agar kita memandang ajaran tentang Tuhan sebagai sesuatu yang lebih tinggi dari akal manusia.

Abu Hurairah mengutip sabda Rasulullah saw:

“Setan menemui anda, lalu bertanya siapa yang menciptakan ini dan itu. Ia bahkan menanyakan siapa yang menciptakan penciptamu! Bila ia sudah bertanya demikian, carilah perlindungan Allah, dan hentikan semua percakapan dengan setan.”

Abu Bakar berkata, “Mahaagung Dia yang telah memperkenalkan diriNya kepada makhlukNya dengan satu cara yang membuktikan bahwa Dia di luar kemampuan manusia untuk memahami.”

Akbar Allahabadi, seorang penyair, menulis:

Engkau terlihat oleh Hati, bukan oleh mata,

Dan ini, kusadari, adalah cara untuk mengenalMu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: