Price The Value!

Erwin Armada, sang pemimpin redaksi, dengan majalah kebanggaannya.

Erwin Armada, sang pemimpin redaksi, dengan majalah kebanggaannya.

Temukan, atau ciptakan, nilai sebuah barang, agar anda bisa pasang harga untuk itu. Ya, tetapkan harga (price) berapa saja, selagi anda yakin bahwa orang memang membutuhkan nilai (value) barang itu.

Itulah inti rahasia dagang. Dan, harap diingat, yang disebut nilai itu pun tidak harus selalu “sesuatu yang sangat dibutuhkan” atau kebutuhan pokok. Ia bisa saja hanya sesuatu yang menyentil naluri keisengan, atau sesuatu yang bisa masuk ke sebuah relung yang tersembunyi nun jauh di lubuk hati, yang di dalamnya kebetulan ada ‘gatal’ yang menunggu digaruk.

Berdagang untuk memasok kebutuhan dasar adalah kuno, atau bahkan bodoh. Pedagang sejati adalah mereka yang mampu mengembangkan kebutuhan, membuat kebutuhan jadi beranak-pinak, bercucu dan bercicit.

Pedagang sejati tak ubahnya seniman, yang kekayaan kreatifnya bisa  diukur lewat imjinasinya yang tak pernah mati, bahkan hidup begitu lincah… dan kadang liar.

Sebenarnya, memang imajinasilah yang membuat dunia perdagangan menjadi menarik dan ramai. Imajinasilah yang menyulap barang asing tampil seperti sebuah kebutuhan yang hilang dan ditemukan. Sayangnya, imajinasi pula yang membuat sesuatu yang haram, mesum,  menjijikkan, bahkan kejam dan mencelakakan, menjadi ‘sah’ diperdagangkan.

Istilah sah (Arab: shahh, shahih) pada mulanya adalah “benar menurut hukum” alias legal. Tapi dalam dunia ‘bisnis’, yang disebut sah itu adalah apa pun yang bisa dijual. Dengan kata lain, tidak ada kata haram dalam dunia bisnis. Bahkan, semakin haram suatu produk (menurut agama), samakin tinggi nilai jualnya.

Contoh yang paling menarik, adalah kasus majalah Playboy versi Indonesia (MPI) tempo hari (yang sekarang tampaknya sudah lenyap dari pasar!).

Lewat kasus ini kita bukan hanya bisa belajar teori murahan – bahwa wanita bisa dijual – tapi juga bahwa citra (image) yang dimiliki sebuah produk ternyata merupakan nilai tambah (adding value) yang bisa dijual mahal.

Rp.39.000 untuk Jawa, dan Rp.40.000 untuk luar Jawa, adalah harga majalah termahal di Indonesia. Tapi, dengan citra mesumnya, MPI di pasar bisa dijual dengan harga Rp.60.000 sampai Rp.75.000. Bahkan, menurut seorang teman, ketika penerbitan edisi kedua terpaksa harus ditunda (karena banyaknya protes), di sebuah toko di Jakarta MPI dilelang dengan harga awal Rp.600.000  (enam ratus ribu rupiah).

Maklum, ia segera menjadi barang langka (walau sebenarnya sang penerbit bisa mencetak ulang diam-diam).

Dengan citra mesumnya, Playboy bukan hanya bisa dijual mahal, tapi juga diburu banyak orang. Dan, untuk MPI, ia bukan hanya diuntungkan oleh citra (= value) mesumnya, tapi juga diberi nilai tambah semata-mata karena terbit di Indonesia.

Hal itu, sama sekali tak ada hubungan dengan warga Indonesia yang merupakan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Nilai tambah MPI hanyalah karena ia menjawab kerinduan banyak orang yang pernah membeli dan membaca versinya di berbagai negara Barat. Merekalah yang manjadi pembeli dan sales MPI. Sedangkan umat Islam yang menentang hanyalah pengiklan tambahan belaka.

Sejarah majalah Playboy versi Indonesia boleh dikatakan sudah berakhir (?).

Kini, pertanyaan serius bagi kita adalah: “Kapan kita bisa menciptakan nilai tambah pada da’wah Islam, sehingga Islam bisa tampil dengan citra ‘seksi’ dan membuat orang penasaran?”∆

Advertisements
Comments
2 Responses to “Price The Value!”
  1. I just couldn’t depart your web site before suggesting that I really enjoyed the usual info a person supply on your guests? Is going to be again frequently in order to check up on new posts

  2. Greetings! Very useful advice in this particular post!
    It is the little changes that will make the greatest changes.
    Thanks for sharing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: