Mengapa Antasari (dll) Salah Mengutip Dalil?

antasari-azhar2Setelah melalui proses pemeriksaan polisi dan kemudian statusnya ’ditingkatkan’ dari saksi menjadi terdakwa (4 Mei), Antasari Azhar (AA) digiring ke ruang tahanan. Ketika itulah, menurut seorang pengacaranya, AA berbisik kepadanya bahwa Jenderal Sudirman pernah mengatakan, ”Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan!”

Saya dan anda pun mungkin sudah sering mendengar orang mengutip ’peribahasa’ itu, atau anda sendiri malah pernah mengutipnya. Tapi, tahukah anda bahwa ’peribahasa’ itu sebenarnya berasal dari Al-Qurãn (Al-Baqarah ayat 191), dan bukan bersumber dari Jenderal Sudirman?

Terus terang, saya sering sedih mendengar banyak tokoh muslim salah atau keliru seperti AA. Tapi, kita boleh maklum bahwa sebagai sebagai sarjana hukum yang jadi ketua KPK (yang sebelumnya pernah jadi jaksa), AA mungkin tak sempat membaca Al-Qurãn. Dan di almamaternya dulu, mungkin, tak pernah ada mata kuliah ”perbandingan hukum Belanda dan hukum Islam/Al-Qurãn”.

Yang cukup ’parah’ adalah seorang wakil PPP dalam sebuah debat di televisi, yang fasih mengutip sebuah dalil dalam bahasa Arab, yang katanya sebuah Hadis. Padahal, dalil itu adalah (juga) ayat Al-Qurãn.

Tapi, ada yang lebih parah. Suatu ketika dalam sebuah acara sahur di televisi, Gus Dur gus-dur3dihadirkan sebagai narasumber acara kuis. Seorang artis membacakan pertanyaan kuis yang berbunyi: ”Berapakah jumlah ayat dalam surat Al-Muddattsir?” Lalu ada pemirsa yang menjawab ”empat ayat”, dan ada pula yang menjawab ”lima ayat”. Kemudian sang artis bertanya pada Gus Dur, ”Yang benar berapa, Gus? Empat atau lima?” Gus menjawab dengan memilih salah satu jawaban pemirsa itu. Alhasil, seorang penjawab kuis mendapat hadiah uang.

Padahal, jumlah ayat dalam surat tersebut adalah 56.

rani-juliani

Rani Juliani, sang caddy/mahasiswi

Bila anda bukan orang terpelajar dan bukan tokoh, mengutip dalil yang anda pungut di pinggir jalan pun tidak masalah. Bahkan  ‘mahasiswi’ seperti Rani Juliani, yang konon diperebutkan oleh AA dan korban penembakan itu (Nasrudin Zulkarnaen), juga bisa dimaklumi ketika di depan wartawan membaca doa makan (Allahumma barik lana fi ma razaqtana…) dengan maksud minta perlindungan kepada “yang di atas”.

Tapi, bila anda sarjana dan tokoh, kesalahan mengutip dalil bisa berakibat menurunkan kredibilitas anda.

Setidaknya, ada sejumlah orang yang anda buat kecewa atau merasa prihatin.

Comments
2 Responses to “Mengapa Antasari (dll) Salah Mengutip Dalil?”
  1. Ncadvertise says:

    Kasihan Antasari, tapi kasus ini kayaknya juga menutupi kekisruhan pemilu ya
    kujungi juga Newbie dari Komunitas Blogger Banyuwangi 57net.co.cc

  2. rika says:

    hahaha, pasti pak husein salah satu orang yg ga dimenangin kuis itu ama si gus dur.. ngiri ya.. 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: