Bela Rakyat = be… rak?

Amrozi: "Waduuuh, ganti aja namanya! Baunya sampe ke kuburan tuh!"

Amrozi: "Baunya sampe ke kuburan tuh!

Ini sebuah gurauan (humor) tapi bisa juga dianggap sindiran politis.

Sumbernya dari seorang teman. Sebut saja namanya Iwal, anak Betawi tulen, yang memang suka bercanda dan kreatif melahirkan humor-humor baru.

Salah satu humor barunya adalah tentang sebuah partai (fiktif) bernama Bela Rakyat, yang ketika melakukan kampanye ternyata malah ditinggalkan orang-orang, khususnya wong cilik , yang semula datang berduyun-duyun. Mengapa?

Soalnya, sang jurkam, yang juga menyebut dirinya sebagai capres, waktu berdiri di panggung lantas saja berteriak sambil mengacungkan kepalan ke langit, “Saudara-saudara sekalian, jangan lupa pilih Berak! Contreng Berak! Menangkan Berak! Hidup Berak! Sekali Berak tetap Berak!”

Di antara hadirin ada yang bergegas pergi sambil menggerutu, “Nama partainya sih bagus, Bela Rakyat. Tapi singkatannya itu…!”

Gerutuan itu ditimpali oleh temannya, “Mungkin maksudnya mau jujur, Bang!” katanya.

“Jujur apaan?”

“Yaa itu… mereka yang bilang bela rakyat, bela rakyat itu… sebenarnya cuman berak!”

Anda tahu? Berak dalam ‘kamus’ orang Betawi selain berarti buang air besar, juga bisa berarti ngibul alias bohong. Kata itu digunakan untuk mengeraskan arti kata bohong, yang seringkali memang menjijikkan.

Mohon maaf, bila anda merasa jijik membaca tulisan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: