Silakan Nikmati Islam Atau Sate Hot Plate!

Teman saya di Jombang, Jawa Timur, selalu ‘marah-marah’ kepada banyakcakmet orang – mungkin termasuk saya dan dirinya juga! – yang katanya asyik menikmamti Islam. Lho, apa salahnya menikmati Islam? Bukankah Islam memang sebuah nikmat (ni’mat) dari Allah yang selalu disebutkan para khatib di setiap mimbar Jum’at dan di mimbar apa pun? Kata mereka, dalam pendahuluan khutbah atau ceramah, “Al-hamdu lillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberi kita nikmat iman dan nikmat Islam…” dan seterusnya.
Mereka, para khatib dan penceramah itu, juga sering menegaskan bahwa nikmat iman dan nikmat Islam adalah nikmat tertinggi yang diberikan Allah kepada para hambaNya. Karena itu kedua nikmat itulah yang paling harus disyukuri oleh kita, dalam arti kita harus sering-sering mengucapkan “al-hamdu lillah” untuk kedua nikmat (anugerah) itu.
Tapi teman saya itu punya pemikiran lain.
Bagi dia,Islam bukanlah nikmat dalam arti anugerah yang diturunkan Allah seperti segumpal roti untuk kita kerubuti sampai ludas. Justru celakalah kita bila ternyata kita malah berpikir dan berbuat begitu. Di mana letak celakanya? Yaa pada Islam yang jadi ludas (ludes, habis) itu!
Lho, memangnya Islam itu bisa ludas toh?
Mengapa tidak?
Bukankah Rasulullah pun pernah ‘meramal’ bahwa suatu hari nanti Islam hanya akan tinggal namanya, Al-Quran hanya tinggal tulisannya? Indikasinya, kata Rasulullah, masjid-masjid mereka (atau kita?) ramai oleh pangunjung tapi sepi atau kosong dari pentunjuk! Dalam bahasa teman saya tadi, itulah gambaran bahwa Islam sudah bangkrut.
Tapi kapankah kebangkrutan Islam itu terjadi?
Entah kapan bermulanya, tapi di mata teman saya, sekarang ini Islam memang sudah bangkrut.
Hebatnya, mungkin karena Islam itu adalah ‘perusahaan’ Allah, dalam kebangkrutannya pun toh ia (Islam) masih bisa dinikmati. Masih bisa dimanfaatkan.
Oleh siapa?
Oleh kita.
Yang mengaku umat Islam.
Itulah, agaknya, yang membuat teman saya geram. Sangat geram.
Islam yang jatuh terkapar, diserbu oleh umatnya dengan cara seperti burung-burung pemakan bangkai yang lapar. Mereka membelah, memotong, mencabik-cabik, mencincang-cincang, menyantap, mengunyah, dan kemudian memberakkan dan memuntahkannya di mana-mana?
Anehnya, berak dan muntah mereka itu pun kok dinikmati banyak orang!
Anda boleh mengatakan gambaran itu kasar, vulgar, tidak sopan, tidak senonoh, dan sama sekali tidak benar.
Tapi, siapa di antara anda berani mengatakan bahwa Islam sedang tegak tinggi menjulang?
Siapa yang berani mengatakan bahwa Islam sekarang tidak tercabik-cabik dan tercincang-cincang?
Dan siapa yang berani mengatakan bahwa di antara kita banyak yang jadi pemulung, yang memunguti serpihan-serpihan Islam untuk dimakan dan diperdagangkan?
Dalam banasa gamblangnya, banyak di antara kita memanfaatkan Islam untuk cari makan, cari nama, cari jodoh, cari pengaruh, dan cari jabatan.

Bila di antara anda masih ada yang berani mengatakan sebaliknya, silakan temui teman saya itu.
Namanya Slamet Abdul Hamid.
Dia biasa disebut Cak Met atau Cak Hamid.
Dia tinggal di Jombang, Jawa Timur.
Dia membuka sebuah restoran Hot Plate di Jalan Raya Perak.
Temuilah dia.
Bila bukan untuk mendebat pemikirannya, mampir lah di restorannya untuk sekadar mencicipi sate hot plate-nya. Dan bila anda ingin makan secara gratis, karena tak punya uang atau dompet anda hilang, sebutlah nama saya. Katakan bahwa anda teman atau saudara saya.
Walau dia bilang Islam sudah bangkrut, mudah-mudahan restorannya tidak bangkrut karena dia kini lebih sibuk ‘menjual’ pemikirannya ketimbang mengurusi usahanya.
Tapi itulah cara dia untuk mengatakan bahwa dia tidak sudi menikmati Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: