Cara Memilih Pemimpin

PEMERINTAHAN RASULULLAH 9

Ellison, seorang anggota senat AS yang muslim, meminta dirinya disumpah dengan Al-Quran (2007).

Ellison, seorang anggota senat AS yang muslim, meminta dirinya disumpah dengan Al-Quran (2007).

Perhatikanlah butir ke-9 dari Khutbah Wadâ’ pada bab sebelum ini: Patuhilah pemimpin yang menegakkan kitâbullah, walaupun ia (mantan) budak hitam asal Habsyi.
Apakah gerangan ‘landasan hukum’ dari perkataan Nabi itu?
Sebuah hadis memaparkan tentang ‘rahasia’ pemilihan pemimpin (imâm):

عن أبى مسعود قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقدَمُهُمْ سِنًّا وَلَا يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ  الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ وَلَا يَقْعُدُ فِى بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ

Dari nara sumber Abu Mas’ud, katanya Rasulullah saw pernah berpesan: “Yang (berhak) mengimami kaum ini (mu’min) adalah seseorang di antara mereka yang paling memahami kitâbullah (Al-Qurân). Bila ada beberapa orang yang sama dalam pemahaman kitâbullah, maka (pilihlah) yang paling mengetahui as-sunnah. Bila ada beberapa orang yang sama dalam pengetahuan tentang as-sunnah (sebagai tambahan bagi pemahaman kitâbullah), maka pilihah yang paling dulu hijrah (= lihat track record-nya). Bila ada beberapa orang yang sama dalam hal hijrah (sebagai tambahan bagi pemahaman kitâbullah dan as-sunnah), maka pilihlah yang paling tua. Selanjutnya, tidak layak seorang lelaki (imâm) mengimami (= merampas wewenang) lelaki lain (imâm lain) di wilayah kekuasannya, sebagaimana ia tak layak duduk di atas kursi kehormatannya di rumahnya (wilayah kekuasaannya), kecuali bila mendapat ijin darinya.

Hadis ini dengan gamblang menggambarkan bahwa seorang imam (pemimpin) dipilih oleh kaum beriman berdasarkan pemahamannya atas standard book (kitab acuan) kaum beriman itu sendiri yakni kitabullah. Ini adalah tolak ukur pokok. Yaitu sebagai penegasan bahwa yang menjadi imam yang sebenarnya adalah kitabullah itu sendiri. Si oknum (pribadi) yang dinobatkan sebagai imam pada hakikatanya hanyalah wakil dari kitabullah. Kata lain untuk wakil adalah khalïfah.
Selanjutnya, untuk semakin menegaskan kepantasannya dipilih sebagai imam, ia harus diukur lagi dengan kriteria tambahan, yaitu pengetahuan tentang sunnah rasul (yang merupakan sisi lain dari kitabullah), sejarah hijrahnya, dan bahkan dipungkas dengan satu bonus pemberian dari Allah secara langsung yaitu umur.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Cara Memilih Pemimpin”
  1. reza says:

    yg mana coba.?? SBY, JK, MEGY Z, atau GUS HIDINK

  2. Tanti says:

    Pemimpin itu harus mempunyai mata hati. Mata hati itu Nur’aini. Nur’aini itu dari al Qur’an. Adakah pemimpin-pemimpin kita yg mempunyai mata hati? Masa ada pr pemimpin yg di ributkan itu cm utk kepentingan sendiri koq bukan fastabiul khair yg di ributkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: