Bisakah Anda Menghitung Dari Satu Sampai Sejuta?

serius8

Young Master Drew, a schoolboy in Waterloo, Iowa, ran home one day and told his mother, Martha, an amazing piece of information that he had learned that day in school. It was imposible, his teacher said, to count up to one million. Martha Drew did not believe this, so she sat down at her typewriter and began to type out every number from one to one million. Five years and 2,473 sheets of paper later, she finished.

(That’s Life, Treasure Press, London, 1989)

Bila anda menghitung setiap saat, satu detik satu bilangan, 24 jam tanpa henti, maka diperlukan waktu 31.688 tahun untuk mencapai angka 1 triliun!
(Internet).

baderuKutipan di atas, yang pertama, mengisahkan seorang anak sekolah yang mendengar dari gurunya bahwa kita tidak bisa menghitung dari satu sampai sejuta. Tapi ibunya tidak percaya. Ia segera bertekun mengetik angka demi angka, dari satu sampai sejuta. Untuk itu – ternyata – ia menghabiskan 2.473 lembar kertas, dan waktu lima tahun! Kutipan kedua, saya dapat dari sebuah electronic book yang tidak menyebutkan sumbernya.
Kisah itu saya baca dalam buku kumpulan humor setebal 623 halaman, yang seluruhnya diambil dari kisah-kisah nyata. Bisa dibayangkan betapa tekunnya para penyusun buku tersebut. Dan kisah itu, yang saya baca ulang setelah bukunya tersim-pan selama belasan tahun, bukan hanya menghibur tapi juga membuat saya mendapatkan percikan kebijakan.
Selama ini, soal menghitung dari satu sampai sejuta mungkin hanya kita anggap sebagai gampang dan remeh, dan karena itu kita tidak merasa perlu untuk melakukannya. Tapi, ternyata ada juga orang yang cukup ‘gila’ seperti tokoh Martha Drew dalam kisah di atas, yang ingin mengalami sendiri menghitung dari satu sampai sejuta.
Selain menggelikan, perbuatan Martha Drew juga mengagumkan. Ia punya rasa penasaran besar untuk membuktikan apa yang diyakininya sebagai kepastian. Terutama bila keyakinan itu memang bersifat matematis, bukan spekulasi.
Pelajaran terpenting darinya – bagi saya – adalah bahwa “kepastian mate-matis” itu adalah “kebenaran tak terbantah”, karena logis (masuk akal) dan bisa dirumuskan secara jelas, sehingga karena itu mewujukannya menjadi kenyataan yang kasat mata adalah kepastian yang mutlak bila kita cukup tergoda, gregetan, dan tidak takut berkorban.
Sayangnya, kebanyakan orang lebih suka membiarkan nyalinya digerogoti bayang-bayang kegagalan, sehingga apa yang semula diketahuinya sebagai kebenaran ilmiah, akhirnya dibiarkan terpuruk di pojok pemahaman, sampai akhirnya mati tertimbun kealfaan.
Kebanyakan kita memang lebih suka menyebut atau menulis langsung angka sejuta, dan menolak untuk menghitungnya mulai dari satu. Kita selalu menganggap proses sebagai sebagai jerat, dan jarak sebagai pemborosan. Padahal, roket yang bisa mencapai bulan itu – bila memang benar-benar ada! – dibuat oleh banyak orang, melampaui rumitnya rangkaian studi berbagai bidang keilmuan, yang dilakukan banyak generasi, dan memakan banyak sekali biaya. Kesimpulannya?  Orang yang cenderung mengabaikan proses pada dasarnya adalah egois, tidak sabaran, dan tak ingin menyumbangkan sesuatu yang penting bagi keturunannya di masa mendatang.
Memang, kita tidak perlu meniru ‘kegilaan’ Martha Drew. Kita tidak perlu ”buang-buang” waktu lagi untuk menghitung dari satu sampai sejuta, walau misalnya dengan tujuan untuk memecahkan rekornya, sehingga nama kita bisa masuk Guiness Book World  of Records. Rekor itu, walau misalnya bisa kita pecahkan, sama sekali tidak ada manfaat, selain pencapaian kepuasan pribadi, yang juga bernilai semu.serius-bingung-ngantuk
Tapi, kegilaan Martha Drew layak kita jadikan sebagai semacam ”rumus” matematis untuk mencapai cita-cita yang ditegakkan di atas landasan kebenaran ilmiah. Artinya, bila cita-cita itu memang punya landasan yang ilmiah, apalagi didukung fakta-fakta historis, bahkan kebenaran posisi geografis, dan ditambah lagi dengan penemuan-penemuan antropologis dan sebagainya, maka langkah-langkah untuk melakukan pembangunan ulang (rekonstruksi) tentu menjadi logis belaka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: