yahudi
  • Keyakinan tentang adanya Allah adalah prestasi intelektual tertinggi!
  • Saya adalah manusia biasa seperti anda. Bila yang saya kemukakan adalah ajaran Allah, maka itu pastilah benar. Tapi bila hanya pendapat pribadi, maka dia bisa benar, bisa juga salah. Dan begitu juga penilaian anda!

  • Dari mana anda datang? (Dicatat mulai 17 Nov 2009)

    free counters
  • Terimakasih atas KUNJUNGAN ANDA!

    • 584,353

Simbologi Dalam Islam

  Selalu saya ingin menulis tentang simbol (lambang) dalam Islam, dan selalu ingin saya katakan bahwa bidang ini telah dilewatkan atau diabaikan oleh para ahli tafsir. Dan akan saya katakan walau beribu kali, bahwa pengabaian tentang simbol ini telah menghilangkan separuh dari keutuhan Al-Qurãn alias Islam itu sendiri! Sehubungan dengan itulah, berkali-kali saya sampaikan secara … Continue reading

yahudi

Allah Kok Kalah Sama Yahudi?

Sejak awal membaca kebakaran Israel, yang oleh sebagian orang dianggap adzab, saya berkata dalam hati, “Lihat! Mereka bisa memadamkan tidak?! Bila mereka bisa memadamkan, berarti mereka bisa menandingi Allah! Dan itu jelas tidak mungkin. Lalu, kebakaran itu, siapa penyebabnya? Pertanyaannya sama dengan ketika gedung kembar WTC ‘katanya’ ambruk karena terbakar setelah ditabrak pesawat. Kok bisa? … Continue reading

Analisis Îmãn (21)

Pemilik gagasan penentu makna Teori Isa Bugis, yang menegaskan bahwa bahasa Al-Qurãn bukan Bahasa Arab, tapi serumpun dengan Bahasa Arab, jelas merupakan teori yang kotroversial; yang antara lain, menyebabkan dia divonis sesat. Tapi di balik itu, sebenarnya kita patut menghargai usahanya untuk memurnikan makna Al-Qurãn, teruma supaya selamat dari pengaruh ‘bentuk kesadaran’ (pikiran; paham; isme) … Continue reading

Analisis Îmãn (20)

BAHASA ALLAH DAN NABI Suatu hari di tempat pengajian, saya mendapat pertanyaan yang sangat menarik dari seorang peserta, “Di antara banyak ragam dan dialek bahasa Arab yang ada sekarang, bahasa Arab manakah yang dulu digunakan oleh Nabi Muhammad dalam pergaulan sehari-hari?” “Pertanyaan bagus!” saya bilang. “Dan jawabannya adalah: tentu saja yang beliau gunakan bukanlah bahasa … Continue reading

Analisis Îmãn (19)

  Al-Qurãn : Imam dalam Rattil Secara umum, Al-Qurãn adalah imam dalam segala segi kehidupan mu’min. Secara khusus ia juga merupakan imam dalam mengkaji (rattil) dirinya sendiri. Pemahaman ini dapat kita simpulkan misalnya dari Suarat al-Baqarah ayat 185, yang antara lain menegaskan bahwa Al-Qurãn hudan li l-nasi wa bayyinatin  min al-huda wa l-furqan. Dalam penggalan … Continue reading

Analisis Îmãn (18)

Atha’na: Kenyataan Iman Atha’na adalah kelanjutan dari sami’na. Sami’na yang terdiri dari rattil dan shalat, dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan penguasaan ilmu (Al-Qurãn). Bisa juga dikatakan bahwa sami’na adalah proses ‘aqdun bil-qalbi, yaitu penanaman ilmu ke dalam jiwa (pikiran dan perasaan). Maka dengan demikian atha’na adalah: pertama, proses iqrarun bil-lisan, atau ‘pelisanan’ yaitu menyatakan secara … Continue reading

Analisis Îmãn (17)

Kemampuan Membaca Sama dengan mendengar, membaca pun merupakan sarana input. Namun membaca memerlukan konsentrasi lebih banyak daripada mendengar, terutama karena ketika membaca telinga tetap bisa mendengar, dan mata bisa tergoda melihat pemandangan yang lain. Karena itu, untuk dapat membaca dengan baik, ada kalanya dibutuhkan situasi dan kondisi yang khusus. Surat Al-Muzzammil, misalnya, secara tegas menyebutkan … Continue reading

Analisis Îmãn (16)

Kemampuan Mendengar Kemampuan berpikir ditandai dengan adanya kemampuan mendengar. Untuk itulah Allah membekali manusia dengan alat pendengaran. (al-A’raf ayat 179; an-Nahl ayat 78). Bahkan menurut para ahli embriologi, alat pendengaran (telinga) tumbuh lebih dulu sebelum indera-indera yang lain. Ini menandakan betapa pentingnya alat pendengaran. Bahkan, kata para dokter, sejak dalam kandungan manusia sudah mempunyai kemampuan … Continue reading

Analisis Îmãn (15)

Ukuran bebas masalah Ukuran apakah yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa para calon pelaku rattil telah bebas dari maslah-masalah tersebut? Ukuran pertama, tentu saja berupa bebasnya mereka dari segala pengaruh budaya, isme, atau idealisme apapun, sehingga ketika berhadapan dengan Al-Qurãn tidak membawa bekal pra-konsepsi (pemikiran awal) apa pun, kecuali keinginan untuk mengetahui isi Al-Qurãn secara … Continue reading