Berita Tentang Isa Bugis, Sepuluh Tahun Lalu

IMG_0133

Tulisan di bawah ini diambil dari majalah GATRA yang terbit 6 Desember 2003.

Gerakan Pembaru Sang Ahli Tafsir

Dianggap terpengaruh ajaran sosialis komunis Partai Ba’ath di Irak. 

Soekarno konon pernah menugasi Isa Bugis memper dalam Islam.

Masjid At-Taqwa sekarang. Tak lagi digunakan. (Foto diambil sekitar 4 bulan yang lalu).

Masjid At-Taqwa sekarang. Tak lagi digunakan. (Foto diambil sekitar 4 bulan yang lalu).

Sayup-sayup azan salat Jumat berkumandang dari Masjid At-Taqwa di Dusun Bandarharapan, Kecamatan Terbangibesar, Lampung Tengah. Sebenarnya wujud At-Taqwa hanya berupa aula seluas 14 x 18 meter.

Tak ada plang nama masjid dan kubah laiknya masjid. Azan juga dikumandangkan tanpa pengeras suara. Bahkan beduk pun tidak ada. Tempat wudu juga tidak ada. Jamaah harus menimba air sumur yang terletak di samping masjid.

Tepat pukul 12.00, Sain Muid, naik mimbar. Setelah memberi salam, pria berusia 55 tahun itu duduk di belakang mimbar. Azan kedua dikumandangkan. Sain kemudian segera berkhotbah tentang pentingnya iman dalam Islam. Pada salat Jumat kali ini, At-Taqwa diisi jamaah sebanyak tiga saf.

Sekilas tak ada yang berbeda dari jamaah At-taqwa. Tapi, ketika Sain melafalkan ayat-ayat tadi, terlihat ada yang tak biasa. Ia tak melantunkan ayat-ayat surat ketika sembahyang.

Sain mengucapkannya seperti bercakap-cakap biasa. “Bahasa Al-Quran itu bahasa percakapan, bukan bahasa nyanyian. Jadi, kayak bercakap-cakap,” tutur Jajat Sudrajat, 48 tahun, seorang jamaah salat, kepada GATRA.

Itulah salah satu ciri khas aliran Islam yang sering disebut “Isa Bugis” ini. Disebut demikian karena dibawakan Isa Bugis yang berasal dari Aceh (Lihat: Kiai Sandal Jepit dari Buge Lor). Ajaran yang dibawakan Isa berkembang pesat menjadi komunitas tersendiri pada 1970-an.

Ternyata, belakangan berbagai ajaran dan panutan Isa Bugis dianggap bertentangan dengan tuntunan Al-quran dan hadis. Kalangan ulama pun resah. Mereka menganggap Isa Bugis aliran sesat. Pemerintah akhirnya resmi melarang kegiatan Isa Bugis.

Dibandingkan dengan berbagai aliran Islam yang pernah hidup di Indonesia, gerakan  Isa Bugis agak berbeda. Mereka tak menutup diri seperti ajaran Islam Jamaah atau gerakan Inkar Sunnah. Setiap pendatang atau orang baru dipersilakan bergabung dengan kelompok mereka. Atau bisa ikut pengajian bersama.

Penampilan jamaah Isa Bugis juga tak banyak berbeda dengan umat Islam umumnya. Tak semua kaum wanitanya berjilbab. Kaum pria pun tak mesti memasang janggut lebat di dagu mereka. Mereka melaksanakan hampir semua yang diwajibkan Al-Quran.

Tapi, bagi yang jeli, memang terlihat beberapa perbedaan, terutama dalam beribadah.  Ajaran ini merunut jauh ke belakang sejak 1960-an. Awalnya, Isa Bugis muncul bukan di Lampung, melainkan nun jauh di pulau seberang, Desa Bunung Puyuh, Sukabumi, Jawa Barat.

Di sanalah Isa memulai ajarannya dengan mendirikan lembaga pendidikan yang disebut Pembina Masyarkat Baru, yang sering disingkat dengan Pembaru, pada 28 Agustus 1966. Di sana Isa menjadi ketua sekaligus pembina.

Pembaru merupakan peleburan dari yayasan Ad Dakwah, yang bermarkas di Cibadak, Sukabumi, dengan Yayasan Dakwah Jakarta, tempat Isa aktif sebelumnya. Versi lain mengatakan, Isa hanya menjadi salah satu dosen ilmu tafsir di Pembaru. Yang menjadi ketua adalah seorang ulama dari Yayasan Dakwah Sukabumi tadi.

Sebagai reakan baru ketika itu, Pembaru segera mendapat perhatian. Sesuai dengan namanya, Pembaru menawarkan cara pandang baru dalam memahami dan beribadah dalam Islam. Pembaru segera mendapat simpati dari masyarakat.

Alalagi, ketika itu, pembaru membuka kesempatan belajar secara gratis. Peminatnya membludak, mencapai ratusan orang. Padahal, fasilitas ruangan terbatas. Maka, para siswa belajar di aula yang luas. Itulah satu-satunya ruang kelas yang ada. Kuliah diberikan seminggu sekali.

Seorang pengikut setia Isa Bugis, Ahmad, sebut saja begitu, mengaku sempat mengenyam pendidikan Pembaru.  “Ketika itu, Isa hanya mengajarkan tafsir,” kata Ahmad, yang kini tinggal di Bandarharapan. Ajaran Isa sangat berkesan bagi Ahmad. “Dia guru terbaik saya,” katanya.

Toh, dalam perkembangannya, ajaran Isa kemudian dipandang aneh oleh sebagian ulama. Dalam hal beribadah, mereka tak bisa ditawar. Walaupun mengaku terbuka dengan masyarakat umum, mereka tak menerima orang luar untuk menjadi imam salat mereka.

Itu digambarkan dalam penelitian Afif H.M. pada buku Gerakan Islam Kontemporer di Indonesia (1989). Afif melihat orang di luar gerakan Isa Bugis dianggap belum sempurna benar keagamaannya. Karena itu, belum bisa memimpin salat. Kecuali kalau ia bergabung dengan aliran ini.

Selain itu, kaum Isa Bugis dituding menyepelekan Al-Quran. Berbagai cerita dalam Al-Quran, seperti kisah Nabi Musa dan Nabi Ibrahim, dipandang dongeng belaka. Yang paling parah, pemerintahan Orde Baru ketika itu mengendus gerakan Isa Bugis berbau komunis (lihat: Akbiat Penafsiran Bebas).

Karena itulah, belakangan para ulama memandang perkembangan ajaran Isa Bugis melenceng dari koridor Al-Quran dan hadis. Ajaran Isa Bugis sudah dianggap sesat. Rapat alim ulama Isam se-Sukabumi, 3 September 1968, memutuskan bahwa Pembaru adalah ajaran menyesatkan.

Pernyataan ini juga mendapat sambutan dari berbagai organisasi Islam lainnya. Gerakan Isa Bugis mulai dikucilkan. Bahkan, pada 17 Agustus 1968, salat Jumat di Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug, diulang ulama setempat. Pasalnya, salat Jumat itu dipimpin seorang pengikut Isa Bugis.

Akibatnya, Komando Distrik Militer 0607 Sukabumi pun turun tangan. Mereka mengeluarkan surat keputusan melarang Isa Bugis berceramah di Sukabumi. Selain itu, Kepolisian Resor Sukabumi mengeluarkan larangan bagi mahasiswa Pembaru untuk berdakwa di wilayah Sukabumi.

Departemen Agama segera turun tangan. Mereka menurunkan peneliti dari Proyek Pengawasan Kegiatan Keagamaan dan Aliran-Aliran/Faham-Faham. Amin Djamaluddin, peneliti aliran-aliran sesat dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam, juga dimintai pendapatnya. “Menurut saya, aliran ini jelas-jelas aliran sesat,” kata Amin.

Apalagi, ternyata hasil penelitian itu cukup mengagetkan: gerakan Isa Bugis terpengaruh gerakan komunis internasional. “Itu bisa dilihat dari hubungan mereka dengan Partai Ba’ath di Irak,” kata Amin kepada wartawan GATRA Rini Anggraini.

Partai Ba’ath ketika itu baru saja berkuasa. Partai itu memang beraliran kekiri-kirian, yakni sosialis komunis. Nah, pendirian Pembaru, menurut Amin, sedikit banyak terilhami oleh Partai Ba’ath ini. Ba’ath  bisa diartikan bangkitnya masyarakat baru.

Para pengikut Isa Bugis pun gerah. Kegiatan Pembaru segera mereka bubarkan. Bahkan, mereka kemudian berangsur-angsur pindah ke Lampung. Kebetulan ketika itu sedang ada program transmigrasi swakarsa.

Sejumlah pengikut Isa Bugis memandang peristiwa ini mirip yang dilakukan Rasulullah. Yaitu ketika Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah. Menurut pengamatan GATRA, sisa-sisa ajaran Isa Bugis memang terlihat di Bandarharapan, tapi tidak berkembang.

Bandarharapan berjarak 37 kilometer dar Kotabumi, Lampung Tengah. Dusun ini awalnya memang sengaja dibuka untuk menampung para transmigran swakarsa pata tahun 1979. Ke sinilah para pengikut Isa Bugis kemudian mengungsi.

Mereka datang bercampur bersama transmigran lainnya secara bergelombang. Awalnya, ketika baru dibuka, Bandarharapan Cuma dihuni 55 kep0ala keluarga (KK). Mereka, kata Kepala Dusun Bandarharapan, Kursi Sukmawijaya, 63 tahun, membeli tanah seharga Rp70.000 per hektar. “Ada juga yang beli rumah sekalian seharga Rp250.000 per unit dari warga asli,” tutur Kursi.

Setelah itu, Bandarharapan berkembang. Banyak juga warga Jawa Barat, seperti Bogor,  Garut, dan Bandung, ingin ikut mengadu nasib di Bandarharapan. Sekarang Bandarharapan mempunyai 205 KK. “rumah yang baru dibangun mencapai …5 unit,” kata Kursi, yang menjabat kepala dusun sejak 2001. Luas lahan Bandarharapan mencapai 285 hektare, terdiri dari dua rukun warga dan sembilan rukun tetangga.

Jika dilihat dari sarana fisik, Bandarharapan memang sangat menantikan bantuan pemerintah. Jalan dusun belum tersentuh aspal. Sarana trasportasi dan listrik juga belum masuk ke sana. Namun, untuk mengatakan Bandarharapan ketinggalan zaman, nanti dulu.

Mereka memasang genset untuk menggantikan tak hadirnya jaringan PLN di sana. Untuk sekadar menonton televisi atau mendengarkan lagu dangdut. Ada juga beberapa yang sudah memajang sepeda motor dan mobil di depan rumahnya.

Tapi, Bandarharapan tak memperhatikan masalah materi belaka. Masalah pendidikan mereka pun harus diperhatikan.

IMG_0135

Gedung SMP yang kini tak lagi dipakai…

Bandarharapan kini memiliki sekolah, mulai taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.

“Sekarang ini banyak juga yang alumni beberapa perguruan tinggi terkenal,” kata Kursi. Misalnya dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia, dan Universitas Lampung. “Anak saya sendiri lulusan Jurusan Administrasi Negara UGM tahun 1996,” tutur Kursi sembari tersenyum.

Kursi pun mengaku tak tahu persis bagaimana perkembangan komunitas Isa Bugis di Bandarharapan. Saat ini, kata Kursi, memang banyak kelompok pengajian di Bandarharapan. “Tapi, kalau lebih dari sekadar pengajian, saya tidak tahu,” kata Kursi.

Sebelum salat Jumat tadi, di At-Taqwa memang lebih dulu diadakan pengajian. Sain juga yang memberikan ceramah. Ketika itu, pengajian dihadiri lima orang, yang rata-rata sudah separuh baya. Mereka duduk melingkar. Masing-masing memegang al-Quran dengan ayat-ayat dalam tulisan arab gundul.

Selain Sain, Jajat juga rajin memberikan ceramah. Pria asal Cibadak, Sukabumi, ini mengaku pernah diundang ceramah sampai ke Bandar Lampung. “Saya laget juga, waktu dikumpulkan, murid saya ternyata mencapai 3.000 orang,” kata Jajat.

Menurut penelitian Afif H.M. tadi, kelompok pengajian dalam struktur komunitas Isa Bugis menjadi bagian penting. Kelompok pengajian inilah yang bersentuhan langsung sekaligus membina anggota.

Di atas kelompok pengajian, ada yang disebut koordinator wilayah. Para koordinator ini kemudian dibawahkan oleh pusat. Firman Seponada, 36 tahun, mengaku dulu pernah mengikuti pengajian ala Isa Bugis ini.

“Pengajian itu biasanya diadakan setelah salat isya,” kata Firman. Lama pengajian biasanya tiga-empat jam. “Tapi, saya hanya mengikuti delapan kali. Itu hanya tahap persiapan,” ujarnya. Firman, yang kini aktif di HMI Cabang Bandar Lampung, mengaku lama-kelamaan tak cocok.

Menurut Firman, Isa Bugis tak menyampaikan ajaran Islam dengan terbuka. Pengikutnya kini hanya melakukan pengajian dalam jumlah kecil. “Kira-kira tak sampai lima orang. Itu hanya dilakukan dari rumah ke rumah,” kata Firman.

Walau begitu, baik Sain maupun Jajat membantah keras jika mereka dikatakan pengikut Isa Bugis. “Tapi, saya bukan pengikutnya,” kata Sain. Soalnya, selain Isa, Sain mengaku banyak menimba ilmu dari berbagai kiai lainnya. “Saya juga pernah mondok di Pesantren Modern Gontor selama empat tahun,” katanya.

Bagi Sain, Isa tak lebih dari mengaji Islam yang dibawa Nabi Muhammad. “Kalau ada yang salah, tentu akan kami tinggalkan. Tapi, kalau yang benar, akan kami ikuti,” kata Sain.

Pria Garut, Jawa Barat, itu tak melihat siapa yang menyampaikan suatu ajaran, tapi apakah yang dia bicarakan itu benar atau tidak. Jajat berpendapat sama dengan Sain. “Saya juga bukan pengikut Isa Bugis,” katanya. Jika seseorang belajar pada seorang guru atau ulama, belum tentu langsung dianggap sebagai pengikutnya. “Misalnya saya belajar pada Buya Hamka, lalu apakah saya lantas dikatakan pengikutnya? Kan, tidak begitu,” kata Jajat.∆

Akibat Penafsiran Bebas

Dalam menyampaikan ajarannya, gerakan Isa Bugis cukup teratur dan sistematis. Menurut Ahmad, bukan nama sebenarnya, seorang pengikut setia Isa, ajaran itu disalurkan dalam tiga tingkat studi. Tiap-tiap tahap itu disampaikan dalam bentuk pengajian.

Pertama-tama adalah tahap persiapan. Di sini akan diajarkan tentang penciptaan alam, manusia, dan kehidupan. Lamanya studi tahap persiapan ini sampai 8-9 kali pertemuan. Tahap kedua disebut tahap dasar. Tahap ini khusus mendalami arti hakikat hidup.

Tahap kedua ini memerlukan sampai 13 kali pertemuan. Setelah itu, barulah dilaksanakan tahap lanjut. Pada tahap ini, diadakan pembahasan Al-Quran, baik dari sisi bahasa, sastra, maupun maknanya. Lama pertemuan tak terbatas.

Sekilas memang tidak ada yang istimewa dalam ajaran-ajaran Isa Bugis. Toh, banyak ulama dan warga resah dengan ajaran yang dibawakannya. Amin Djamaluddin, peneliti dari aliran-aliran sesat dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam, menyampaikan setumpuk bukti.

“Ajaran mereka menyebabkan banyak terjadi salah tafsir di masyarakat,” kata Amin. Salah satu contohnya, ajaran Isa Bugis menganggap kisah-kisah Al-Quran tak lebih dari dongeng belaka.

Menanggapi hal ini, Ahmad mengatakan bahwa pendapat seperti itu ada alasannya. Misalnya saja tentang mukjizat tongkat Nabi Musa yang membelah lautan. “Di dalam Al-Quran, tongkat itu sebenarnya bermakna majas (bukan makna sebenarnya). Makna kata tadi bisa juga berarti jamaah. Terserah orang ingin mengartikan yang mana,” tutur Ahmad.

Ridwan, bukan nama sebenarnya, yang juga pengikut setia Isa, tak mengerti kenapa Isa Bugis dikatakan sesat. “Isa itu hanya mengajarkan dan mengkaji Al-Quran secara tepat. Soal teknis pelaksanaannya diserahkan pada masing-masing jamaah,” katanya.

Walau begitu, menurut penelitian Amin, masalah Isa Bugis tak sekadar tentang penafsiran dongeng dan pelaksanaan ibadah. Beberapa prinsip ajarannya sudah melenceng dari Al-Quran. “Mereka menafsirkan ayat-ayat Al-Quran begitu bebas menurut seleranya sendiri,” kata Amin kepada wartawan GATRA Rini Anggraini.

Dalam menafsirkan Al-Quran, Isa Bugis tak memperhatikan ilmu asbanun nuzul dan ilmu lain yang berhubungan dengan Al-Quran. Amin memiliki sebagian tafsir Al-Quran ala Isa Bugis. Ia mengaku pusing membacanya. “Saya tidak mengerti dari mana ia bisa menafsirkan seperti itu,” ujar Amin.

Amin mencontohkan tafsir ayat pertama surat Al-Fatihah menurut Isa Bugis: “Atas nama Allah menurut jaran IlmuNya, yaitu Nur ialah Al-Quran menurut praktis sunnah RasulNya lawan zulumat menurut sunnah syiathan yang akan memberi kepastian atas pilihan ini.” Selain itu, kata Amin, masih ada tafsiran ayat-ayat lain yang menyesatkan.

Di sisi lain, penelitian Amin menemukan Isa Bugis juga mengadopsi beberapa prinsip gerakan komunis internasional. Misalnya saja pandangan Isa Bugis tetang hak milik. Manusia dianggap tak mempunyai milik perseorangan. Semua harta kekayaan manusia adalah amanat Tuhan yang merupakan milik bersama yang bersifat komunal.

Bukan itu saja, beberapa ucapan anak didik Isa Bugis dan ajarannya dipandang meresahkan masyarakat. Misalnya, Isa Bugis menganggap air zamzam adalah air bekas bangkai orang-orang Arab; semua buku tafsir yang pernah dibuat alim ulama ketinggalan zaman; ilmu fi9kih, tauhid, dan sebagainya adalah syirik; dan sebagainya.

Pendeknya Isa Bugis berusaha mengilmiahkan Tuhan dan menafsirkan Islam seenaknya sendiri. “Itulah yang membuat ia sesat,” kata Amin. ∆

Kiai Sandal Jepit Dari Lor Buge

Majalah GATRA, yang memuat artikel ini.

Majalah GATRA, yang memuat artikel ini.

Walaupun menyandang nama “Bugis”, Isa sama sekali tak ada hubungan dengan suku dari Makasar itu. Isa berasal dari Aceh dengan nama Muhammad Isa. Cerita asal-muasalnya ada dua versi.

Yang pertama percaya, Isa lahir di Kecamatan Kota Bhakti, Pidie, pada 1926. Pada umur 21 tahun, ia sudah mengabdikan diri membela Islam dengan menjadi anggota Laskar Mujahidin Aceh, yang mirip laskar Hisbullah atau Sabi8lillah yang didirikan di pulau Jawa.

Setelah menamatkan pendidikan menengahnya di Aceh, Isa hijrah ke Jakarta. Ia meneruskan pendidikan di universitas Islam Jakarta, namun tak pernah selesai. Selama itu, Isa aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Mulai ikut Gerakan Pemuda Islam Indonesia hingga Persatuan Perjuangan Seluruh Indonesia sampai 1952.

Pemahaman dan perjuangan Isa makin matang setelah ia bergabung dengan Masyumi pada 1958-1959. Setelah itu, Isa bekerja di Jawatan Penerangan Agama Jakarta sampai 1963.

Tak berhenti di situ. Ia kemudian keluat dan menjadi pedagang kelontongan. Namun, Isa tak meninggalkan aktivitas keagamaannya. Sambil berdagang, ia berdakwah kepada masyarakat di kawasan Jakarta, Tangerang, juga daerah Sukabumi. Nsah, ketika di Sukabumi-lah, Isa kemudian mendirikan Pembaru.

Versi lain menyebutkan, Isa berasal dari Lor Buge, Kuta Blang, Lhoksumawe. Menurut Sain Mujahid, warga Bandarlampung, dari sanalah sebutan “Bugis” kemudian melekat pada diri Isa. Soalnya, menurut Sain, Isa sempat mengenyam pendidikan di Padang. Guru-gurunya di Padang tampaknya kesulitan menyebut Lor Buge dearah asal Isa. Lama-kelamaan, kata “Buge” ini berubah jadi “Bugis”. Jadilah ia disebut Isa Bugis.

Menurut seorang pengikut setia Isa Bugis, Ahmad, bukan nama sebenarnya, perawakan Isa tinggi besar. Sehari-hari, menurut Ahmah, penampilan Isa jauh dari seorang ulama. Atribut utama dengan serban, peci, atau sarung tak pernah melekat di badannya. “Dia malah sering berkaus oblong, bercelana drill, lengkap dengan sandal jepit,” kata Ahmad. Rambutnya juga selalu dipangkas cepak ala tentara.

Bakat politik dan dakwah Isa cepat terasah ketika ia bergabung dengan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) pada 1955. Organisasi ini adalah onderbouw-nya Partai Masyumi. Ketika itulah, konon, Isa sempat menjadi perhatian tokoh-tokoh nasional.

Misalnya, masih menurut Ahmad, Ketua Umum Masyumi, M. Natsir, pernah meminta pendapat Isa. Ceritanya, saat Pemili 1955, perolehan suara Masyumi kalah jauh dibandingkan dengan Partai Nasional Indonesia dan Partai Komunis Indonesia.

Natsir penasaran, mengapa partai Islam bisa kalah. Padahal, 90% penduduk Indonesia beragama Islam. Natsir pun mengumpulkan para pemikir di kalangan Masyumi sekaligus GPII.

Di situ kemudian Natsir membentuk tim yang terdiri dari 20-an orang. Tugas tim itu apa lagi kalau bukan mengkaji kekalahan perolehan suara. Di sanalah mereka berdebat, saling mengadu argumentasi peenyebab kekalahan. Jika tak bisa lagi berdebat, ia mengundurkan diri.

Akhirnya, menurut Ahmad, tinggal Isa dan Soleh Iskandar, seorang ulama dari Pondok Pesantren
Al-Falah, bogor. Keduanya berdebat cukup lama. Tapi, akhirnya Soleh menyerah. “Tinggal Isa sendiri,” kata Ahmad.

Natsir segera menanyakan pemikiran Isa yang mampu dipertahankannya dalam tim.  Menurut Isa, Masyumi ketika itu kalah karena ada yang keliru dalam sistematika dasar dan tujuan politik Masyumi.

Mengembangkan partai Islam, kata Isa, harus berpedoman pada empat hal. Yakni iman kepada Allah, menjalankan syariat Islam, memperkuat manajemen. “Dan terakhir tujuannya haruslah ikhsan,” kata Ahmad, menirukan Isa.

Bahkan, menurut Ahmad, tak hanya Natsir yang pernah terpesona oleh Isa. Bung Karno sang proklamator pun pernah menunjuk Isa dengan tugas kedua. Menurut Ahmad, dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi, Soekarno pernah prihatin pada kondisi Islam.

“Kalaupun saya mengkritik Islam, bukan berarti saya benci Islam,” kata Bung Karno, seperti dikisahkan Ahmad. Menurut Ahmad, Bung Karno ketika itu menganggap Islam tak dipraktekkan dengan sebenarnya.

Karena itu, kata Ahmad, Bung Karno membentuk tim yang terdiri dari tiga orang. “Gali Islam yang sebenarnya,” kata Bung Karno kepada mereka. Satu di antara ketiga orang itu tak lain adalah Isa. “Akhirnya Isa sendiri yang mampu bertahan dan memperdalam agama,” kata Ahmad lagi.

Toh, versi lain menyatakan sebaliknya. Isa Bugis adalah pribadi yang ambisius dan mau menang sendiri. Seperti termakatub dalam buku yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam: “Jika Isa tidak mendapat tempat dalam suatu organisasi, ia memilih mendirikan organisasi sendiri, seperti lembaga Pembaru itu.” Lembaga yang kemudian membuat heboh. ∆

*** NUR HIDAYAT DAN SUGIANTO (BANDAR LAMPUNG)

About these ads
Comments
28 Responses to “Berita Tentang Isa Bugis, Sepuluh Tahun Lalu”
  1. Azhar says:

    Menyimak dari Semarang

  2. Harun says:

    W Muhamad Harun, w ketmu ALQ dari Isa bugis ketika w 17 thn, ketika w masih STM dan W masih spaham dgn isa bugis samapai sekarng.Ini Apa ya ? Skarang w 26 thn dan w juga udah kuliah.Kami hidup normal memaklumi perbedaan yang ada.

    Sia-sia u bikin beginian.W cuman mo commentar Pak Isa tidak sesat.Klo cerita yang lengkap itu si Ahmad, or itu siapa ulamanya namanya lupa w?klo kasih informasi yg lengkap jangn mojok-mojokin orang.

    W sekarang lebih dewasa.Mungkin klo w baca articel ini 6 or 7 thn yg lalu. kalian Semua udah w ajakin maen bacok-bacokan nyok.dah kita ribut aja, maklum w STM daerah jakarta.sering twuran,dan itu masalalau w yg paling kelam

    Tapi Alq ngrubah w, ketika kelas 2 STM.w kenal ALQ, sampai sekarang

    W jadi orang yg berguna. W jadi guru 1 thn di sekolah swasta. w kulia, w ngajar bhs.inggris di IEC.
    trz jadi foreman jepang, trz jadi banyaklah itu semua karna kesadaran ILMU (ALQ).dan itu w lakuin diluar meraka yg mengenal Pak Isa.Bukan mau ngebela pak isa. ya klo cerita or nulis article yg beneran dikit, yg Objective W kuliah w tau Isi article u,

    Nglakuin hal yg bener itu bagus, tapi ngerasa dirinya bener itu bagus ngak ya???? Yg bener itu milik Allah.Jangan Mojok-mjokin Pak Isa.Klo Tongkat itu apa Majas N. Musa Itu Ahli Perang dilaut dgan tongkat itu bisa diartika ilmu, Maka dgn Ilmu Pula Nabi Musa Membelah lautan. Ilmu apa??? tau ga ? Ilmu menurut barat science is organised principle body by fact, ilmu adalah rangkain2 ketrang-ketrangan teratur yg didukung oleh faktanya, or mau pake ilmu menurut arab alilmun nurun bilfaqod ya, ilmu pancaran dari dalam hati??? menurut Eloh dong or menurut w gitu kan dari hati ? tapi w ga mu menurut barat or Arab. w mau menurt AlQ = U buka ALQ Arahman, Tapi mungkin u ga ngerti tar disitu ketemu difinis ilmu menurut ALQ. Musa Membelah laut dng tongkat itu bhsa sastra. U orang indonesia kan? taulah sastra.ya gampangya bhsa ungkapan .Musa ngebalah laut pake tongkat.Ya Artinya Musa Itu Ahli dalam perang dilaut dngn ilmunya N.Musa ngjakin perang ma tentara firaun di lautan.Jadi bukan berarti laut dibelah pake tongkat,Atuh susah.Trz Alfatihah aduh u pada liat ga itu asbabun nuzulnya gimana ba, or bi, itu kan kata jar majrur bismilahi, di ddepan bi masih ada Ana,kenapa Bi itu ga bisa jadi pokok kalimat Sekolah ga si, Masa dengan jadi pokok kalimat?menjadi jdi poko kalimat? ana dari mana dari N.Muhammad SAW, bismilah itu harapan Nabi Muhammad. setalah 3 thn dari gua hiro bru turun alfatihah, Maka Kata Nabi Muhamad ana bismilahirahmanirahim,karna sbelumnya bismikaallah huma ankatuka binti bikadza.trz dalam alfatihaha tulisan ana ga ada kenapa? karana Allah ngbuatnya begitu, tapi inget klo u belajar Sharf itu fasohatil kalam alamul mahdubf,kata yg sudah diketahui tidak perlu diulang, tulisan Ana nya emang ga ada tapi makna itu tetep harus diabawa.
    Alfatihah itu kata Nabi setalh diangkt jadi Rasull Mudah-mudahan saya hidup menurut ilmunya Allah yang telah mengajarkan AlQ lagi pemberi kepastian hidup menurut pilihan masing-masing.U Semua ga bakal ngarti klo u anggap Alq itu bahasa Arab, Why? Cz Di AlQ itu Ada ayat Ina Anjalnahu Quranan arabiyun,dalam hukum sharaf.arabiyun haruf (ya) yg berakhir diakhir dan bertasjid itu ya nisbah, ya pembangsaan, hukumnya alnisbatunsainilasain walaisalahum sawa un, ya nisbah itu menserumpunkan,membangsakan, mensejeniskan sswatu dngan yg lainya, So Alquran diturunkan Serumpun dengan bhasa arab, yg namanya serumpun serupa tapi tak sama.Klo kalian bertanya ko artinya beda? ya gampang jawabnya ALQ bukan Bhasa Arab Bro! Klo menurut kalian ALQ Bhsa Arab, U coret Kalam Allah ina anjalnahu quranan arabiyun, tasjidnya aja dibelkang (ya), coret berani Ga?????????? woi berani GA.? berani GA?

    Bismilahirahman nirahim ;
    Mudah-mudahan saya hidup menurut ilmunya Allah (ALQ) yang telah mengajarkan AlQ lagi memberi kepastian hidup menurut pilihan hidup masing-masing.
    Alhamdulilah hirabil Alamin:
    Mudah-mudahn saya menjadi penyanjung hidup atas satu pilihan ILMU Allah (ALQ) pembimbing semesta kehidupan.
    Arahman nirahim: yang telah menajarkan ALQ lagi pemberi kepastian hidup menurut pilihan masing-masing.
    Malikiyaumidin: yang merajai jalanya sejarah hidup menurut satu penataan,

    Sia2 klo kalian ngjelekin pak isa, sia-sia sudah terlambat,kami sudah membaur dalam masyarakt indonesia gak keliatan.Sekarang kami lebih flexible. Pak Isa bilang jangan ngerusak sistem yg sudah ada. silakan kalian dengan sistem hidup kalian yg sekarang, kami hanya ingin mempelajri ALQ apa adanya.Jika kalo saya M.Harun sesat, menyesatkan, salah bidaah or apaalah menurut kalian.
    ya doa saya(M.Harun) mudah-mudahan saya ini mati besok ketabrak mobil karna saya sesat dan menyesatkan biarkan saya berismbah darah besok karna kesesatan saya.ya Allah jika belom ajal saya jadikan saya orang gila dipinggir jalan ya Allah atas kesesatan saya.

    Tapi jika ALQ yang keluar dari mulut pak isa karna kebersihan hati beliu itu karunia dari Allah.Karna Satu kepastian Sejarah

    Do’a Saya wasalalahu alamuhamadin wa alaahi wasalam:
    Semoga Allah dgn ALQ menurut sunah pararasulnya yang telah memenuhi harapan peri kehidupan N.Muhammad dan para pendukunya sehingga mereka hidup dangan Islam satu-satunya penataan hidup tangguh tiada tanding memenuhi harapan hidup saya kelak.

    Tolong jangan fitnah kami,
    Jangan Fitnah apa yg kami pelajari ALQ,
    Tolong jangan fitnah Pak Isa,

    Terimaksih.

  3. Harun says:

    W udah Cek Ditoko sebelah w mau apus nih koment w yg diatas, Aduh Pak Ahmad Sorry ya,cz w memposisikan diri w sbagai orang awam,haduhhhhhh tau cara ngapusnya ga Pak Ahmad???Esmosi w tadi.

  4. AZ-ZABANIYYAH says:

    bro M. Harun, tau pepatah ” mulut mu adalah harimau mu…..?

    kalo memang bro M. Harun punya persepsi yg lebih Objektif Ilmiah msR coba dong buktiin…!

    coba tunjukin, seperti apa DAKWAH yg bener2 objektif ILMI-ah msR….?

    kritik yg “berbobot” adalah kritik yg di iringi dgn solusi kongrit bro…!
    gak cukup cuma rame protes doang…! apalagi nyerocos omongan yg kagak ada nilai ILMI-ah nya barang secuil pun… itu sich ciri orang yg kagak ngerti omongan nya sendiri…

    rattil kan bukan cuma bolak-balik lembaran Qur-an di atas meja…
    IMAN kagak cukup cuma duduk kumpul2 kebo rame2 berkicau indah segudang retorika dalil2 ILMI-ah, tapi kagak ada realisasi program kongret yg operasional bagi pribadi, keluarga & bangsa…

  5. ramlan says:

    Isa bugis memang sesat dan menyesatkan . . .

  6. joko bedono says:

    kalau kita beli tv baru. maka akan ada brosur. brosur ini bagaimana mengoperasikan tv tersebut, bukan membicarakan pabriknya. Allah menciptakan alam semesta, dan manusia sebabai khalifah di bumi, untuk itu Allah menurunkan Al Quran sebagai pedoman manusia untuk agar selamat hidup di dunia. anehnya arti bismillahhirahmannirrahim adalah, DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG. kok yang dibicarakan Allah, mana petunjuk manusia di bumi. LA TAFAKKARU FI DZATILLAH. jangan berfikir tentang dzat Allah. mana yang sesat

  7. tozh says:

    ABC yes
    Imma syaakiran wa imma kufuuran

  8. gg says:

    abc hidup dan matiku.. :)
    bdc… ngomong sama tembok!

  9. jony says:

    ABC ? merek kecap kali

  10. joko budi says:

    bismillahhirohmannirohim,adalah kallam tal atau kalimat sempurna, syarrat dari kalimat sempurna harus mempunyai muhtada atau pokok kalimat dan khabar atau keterangan kalimat. Bismillahhiromannirohim adalah firman Allah, pasti semua setuju bahwa ini adalah kalimat sempurna. dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, semua juga setuju ini adalah artinya. semua juga setuju ini bukan kalimat sempurna, Dari Allah kalimat sempurna, akan tetapi diartikan menjadi kalimat tidak sempurna. Siapa yang salah?

  11. Ahmad Haes says:

    1. Kallam tal: yg benar kalam tamm, atau kalimatun tammatun
    2. Muhtada: yg benar mubtada

  12. bee Benz says:

    Buktikan mana yang benar dan yang salah !
    dan lihat kenyataan hidup yg ada sekarang.

  13. bee Benz says:

    Bagi yang tahu jaringan pengkajian Al-Qur’an MSR, tolong kasih tahu saya dimana saya bisa mengikutinya penkajiannya, saya ingin tahu bagaimana isi materi penkajiannya yang selama ini di pergunjingkan orang-orang. karena kebenaran yang saya tahu selama ini hanyalah PANCASILA.

  14. manusia semakin pintar……karena kepintaranya orang jadi lupa diri……..memandang langit lupa dimana dia berpijak]. islam,iman dan taqwa bukan sekedar teori,alqur,an di turunkan untuk di baca dan difahami isinya, terus di terapkan di dalam perilaku diri,yang insya’ALLOH sudah pada tau, perbedaan pendapat, perbedaan sudut pandang, janganlah di jadikan perdebatan, islam juga beneka tunggal ika. itu semua menunjukan keagungan ALLOH, membuktikan bahwa ALLOH gudangnya ilmu……saya mau tanya, apakah anda sudah hafal surat alfatihah?????????????

  15. adinda says:

    mau nanya mas bro….,AHMAD yang mana ya?….jangan asal jeplak aja,,

  16. Ahmad Haes says:

    Coba baca ulang. Berita ini diambil dari majalah Gatra yang terbit 6 Desember 2003. Nama Ahmad digunakan penulis berita hanya sbg nama samaran utk org yang diwawancara, bukan nama sebenarnya. Sekali lagi, itu hanya nama samaran.

  17. reza says:

    Jangan menilai atau mencari tau sendiri kalau kalian tidak mengerti jangan menfitnah orng lain …
    Tau dulu isinya baru menyatakan sesuatu itu benar atau tidak kalau hanya ngomongan belaka buat apa , tanpa pembuktiaan , kalau kalaian menilai sesat silahkan di pedebatkan undang para ulama2 MUI yg mewakili negara terus kita kaji dimata letak kesesatannnya jgn meneliti sendiri padahal ga tau makna dri isi nyaaa …
    Selamat berpuasa waasaalam….

  18. reza says:

    Udah jangan memfitnah kalo ga ada kejelasan dan kebenarannya , dosa loh katanya kalo memfitnah orng , apa lagi mecakup orang banyak …. Mending biarkan waktu yg menjawab ….

  19. jawatengah says:

    selamanya abc tetap hidup dihati kita bagi orang yang berfikir

  20. jawatengah says:

    oke

  21. ariyhs says:

    Diiiin…… Jamaluddiiiiiiin,sepintas saya lihat ,sampeyan seperti anthek nya imperialis. ngasih penilaian terhadap sesuatu nggak berani adu muka melakukan survey tanya-jawab ke P’Isa ,tapi sudah ngasih judgement ” sesaaaat ” . ngono ikuu gayaa Yahudii caaakkk.
    jangan – 2 , otak sampeyan-2 sudah koplak terkontaminasiii uang haraaam Dept.AGAMA ?

  22. ABah ANom says:

    akurrr….!!!
    Alq adalah standard book yg “la raiba fiihi”..
    Alq bukanlah sekedar kumpulan dongeng purbakala unt menina-bobokan alam fikiran yg objective.
    sblk-nya Alq adalah pedoman untuk hidup manusia di muka bumi (hudan lin naas), yg di dlm’nya adalah penjelasan2 tentang pedoman itu sendiri (wa bayyinaatin minal hudaa).
    so, Alq ga butuh juru tafsir kampungan yg tdk memahami fashohatul kalam…!!!
    pokoknya ABC >> ahadun dwech…!!!

  23. pria idaman says:

    SALAM SANTUN; SALAM ABC sabar aja mas bro serahkan semuanya pd ALLAH,yg penting sudah di sampaikan,mau tidaknya itu urusan mereka dan mereka akan di minta pertanggung jawaban atas perkatan mereka…. S’moga kurun 2 segera tampil.

  24. monok says:

    ini wadah untuk berbagi tulisan dan pemikiran kawan, ya silakan berbagi
    atau mau membahas sebuah tema atau masalah tertentu silakan

  25. ghozali says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudara saudara sekalian, Alquran menurut sunnah rasul tidak memerintahkan untuk berselisih, kalaupun ada perselisihan kembalikan atau pelajari lagi alquran. Dan lagi , bersikap dan berpikirlah dengan objektif ilmiah bagi yang sudah mempelajari alquran. karena Allah dengan alquran menurut sunnah rasulNya memerintahkan itu. Jika kita masih bersikap dan berkata secara anarkis dan mengikuti emosi , sama saja dengan para fanatik yang bersikap negatif terhadap alquran menurut sunnah rasulNya. kembalikanlah semua perselisihan kepada AlQuran, biarkan orang-orang yang negatif terhadap Allah dengan Al Quran menurut sunnah rasulnya berkata apapun karena itu hak mereka. benar jika melihat kemunkaran maka perangilah, tapi ingat dimulai dari diri sendiri.

    Semoga anda sekalian hidup dengan islam satu-satunya penataan hidup tiada tanding.

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  26. HEGY says:

    lucu saya mah ngeliat berita gatra itu…
    masuk,,dengarkan,,pelajari,,BEGITU CARA nya
    mau tidak mau itu hak kalian,,sesat menurut kalian ya silahkan!!!!
    JANGAN SETENGAH JALAN MEMPELAJARI SESUATU,,JNGAN ADUK2KAN ,,GA BAGUS,,!!!!!
    sayaa memposting comment saya ditahun 2014,,sudah terasa mas brooo,,kurun ke_2 bakal terbit,,salah satu nya muncul kalian yg berteriak sesat kepada KAMI DGN AJARAN KAMI…\

  27. Sofyan says:

    Wa
    laa
    tahinuu wa laa tahzanuu wa an-tumul a’launa in
    kuntum mu’miniin
    Artinya :
    139. “Maka kalian atas pilihan Nur ms Rasul ini,
    jangan merasa rendah diri juga jangan berkecil
    hati. Sebaliknya kalian dengan al-Qur’an ms
    Rasul ini, adalah diatas segala jikalaulah kalian
    itu benar-benar hidup berpandangan dan
    bersikap menurut yang demikian”.
    139. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan
    janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal
    kamulah orang-orang yang paling tinggi
    (derajatnya), jika kamu orang-orang yang
    beriman”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 995 other followers

%d bloggers like this: