Kajian Wahyu Pertama (3): Pragmatisme Isa Bugis

Dalam  rangkaian kuliah yang diberinya judul  “Nuzulul­-Qur’an” (berlangsung di Jakarta, dimulai pada tanggal 22 Sep­tember 1986)[1], dalam kuliah pertamanya, Isa Bugis mengajukan suatu tinjauan  atas peristiwa turunnya wahyu pertama itu, yang disebutnya sebagai “pengkajian pragmatis”. Ia menegaskan bahwa dalam pengkajian pragmatis itu “bahasa itu sendiri  ha­rus dipahami secara kondisional dan proporsional dari  makna­nya yang melambangkan situasi pada terjadinya Nuzulul-Quran”.

Dengan kata-katanya itu agaknya Isa Bugis mengajak para penafsir  Al-Qurãn untuk mengaitkan kata iqra dalam surat  Al­-’Alaq,  atau  surat itu sendiri  secara  keseluruhan,  dengan situasi  dan kondisi saat turunnya.

Bagi Isa Bugis,  agaknya, makna dari iqra, atau wahyu pertama itu, adalah lambang  atau gambaran bagi situasi pada saat itu. Dengan kata lain,  wahyu pertama itu, antara lain, berperan memberikan informasi  atau ilustrasi  bagi situasi dan kondisi masyarakat setempat  (lo­kal,  regional) pada masa itu. Tentu tanpa melupakan  kemung­kinan adanya pengaruh-pengaruh luar.

Dengan demikian, tinjauan pragmatis yang ditawarkan Isa Bugis itu bisa diterjemahkan sebagai “tinjauan terbatas” atau “tinjauan terikat”. Yaitu, seperti kata Isa Bugis, peninjauan yang dilakukan dengan batasan kondisi (keadaan yang berkaitan dengan barang, orang atau kejadian) dan proporsi  (penempatan yang  pas), untuk memperoleh ‘bayangan’ dari suatu situasi (keadaan pada suatu masa) yang menjadi latar belakang  turun­nya Al-Qurãan. Tinjauan ini dilakukan di sini khususnya untuk me­mahami isi surat Al-Alaq secara ‘keseluruhan’.

Isa Bugis memulainya dengan pengertian kata qalam,  de­ngan uraian sebagai berikut:

Formal  atau verbalnya, istilah al-qalam sama  de­ngan pena. Pada abad ketujuh, kira-kira istilah al-qalam ini dikhususkan kepada benda yang diruncingkan. Tapi ka­lau dikembalikan kepada qallama sebagai kata  kerjanya, maka formal atau verbalnya di sini sama dengan  membikin qalam. Tapi yang dimaksud qalam secara pragmatis  adalah datangnya Jibril ke Gua Hira, kemudian mengajukan suatu spanduk kepada Nabi Muhammad, yang bertulisan surat  Al­’Alaq  ayat 1-5, kira-kira seperti  spanduk,  dihadapkan kepada Nabi Muhammad yang sedang berkhalwat di Gua Hira. Kemudian Muhammad menjawab: Ma ana bi-qãri’.

Masalahnya secara verbal/formal (jawaban itu) sama dengan (artinya) Muhammad tidak bisa membaca. Tapi secara pragmatis,  dihubungkan deng-an selesainya penurunan wahyu pertama ini, ketika Nabi Muhammad bergegas pulang, maka  di kala Muhammad bergegas meninggalkan  Gua  Hira, Jibril berkata: “Muhammad, anda Rasulullah.”

Selesai  diturunkannya wahyu ini,  maka  sekaligus penurunan  wahyu pertama ini merupakan pengangkatan  Mu­hammad menjadi Rasulullah.

Isa  Bugis  menegaskan bahwa  istilah  Rasulullah sama dengan  (berarti)  uswatun hasanah.  Al-Quran  sebagai  wahyu adalah  sebagai  input kepada  Muhammad,  yang  selanjutnya, setelah menyatu dengan Muhammad, maka Muhammad menjadi uswah (teladan). Selanjutnya, yang beruswah kepada Muham-mad disebut mutawakki­lun atau mu’minun, atau ‘abdun, dsb.

Bagi si mu’min (termasuk Muhammad sebagai manusia  bia­sa, bukan rasul, Quran berperan sebagai imam. “Muhammad sen­diri  (pribadi) walaupun bertindih dengan  Rasulullah,  tetap menjadi  ‘abdun (hamba), menjadi  mutawakkilun (representa­tive)”,  kata Isa Bugis. Jadi,  tidak boleh ‘ada  apa-apanya’ dari  pribadi Muhammad. Karena setelah wahyu masuk  ke  dalam pribadi  Muhammad, maka segala ucapan yang  merupakan  output dari Nabi Muhammad, adalah output yang sama dengan input. Ma­ka kemudian, karena itu, muncullah Al-Quran sebagai Ashdaqal- Hadits.[2]

Kembali kepada surat Al-’Alaq, Isa Bugis mengajukan te­ori  muhaddatsah (etika percakapan). Menurutnya, ketika  ayat pertama surat tersebut dibacakan Jibril, Muhammad tahu  bahwa dirinya menjadi lawan bicara. Dus, pada ayat itu, iqra  bismi rabbika,  ada  lawan bicara yang tidak (perlu)  disebut  tapi tetap  tersirat,  yaitu anta, yang tidak lain  dari  Muham-mad sendiri.  Sebagai  orang yang dibesarkan “di  lingkungan  is­tana”, yang mengalami perkembangan kebudayaan, Muhammad pasti tahu  bahwa  bila  ia menjawab bunyi ayat  itu,  maka  status dirinya sebagai khitab (lawan bicara, komunikan) akan berubah menjadi  mutakallim wahdah (pembicara,  komu-nikator).  Dengan demi-kian,  anta, yang tersirat dalam ayat pertama  itu,  akan berubah  menjadi ana, yang tersirat atau terucapkan  langsung dari jawaban Muhammad. Menurut Isa Bugis, bila hal itu terja­di,  yaitu Muhammad menjawab wahyu yang  disampaikan  Jibril, maka tindakan Muhammad itu bisa menjadi preseden yang buruk.

Jelasnya, Isa Bugis yakin, bahwa Muhammad yang  merupakan  suatu pribadi ‘berbudaya istana’, sebenarnya tahu  bahwa ia  bisa  menjawab ayat pertama itu dengan  kata-kata:  (ana) bismi rabbi… Tapi bila ia menjawab demikian, dan karena itu jawaban tersebut harus (?) dibukukan ke dalam Quran, jelaslah bahwa ana bismi rabbi itu adalah ciptaan Muhammad!

Tapi ternyata Muhammad memang tidak menjawab  demikian, tapi  menjawab  dengan perkataan Ma ana bi-qãri’.  Oleh  sebab itu, kata Isa Bugis, maka jawaban Muhammad itu bisa saja  diterjemahkan “Saya tidak bisa membaca”, dalam arti “Saya  tidak boleh  membaca”.  Sebab  kalau dibaca,  nanti  Muhammad  yang dipersiapkan  menjadi ‘abduhu wa rasululuhu (hamba dan  rasul Allah) sudah tidak lagi mutawakkilun. Sudah ada  embel-embel­nya.

Isa Bugis meminta agar kita memperhatikan ayat berikut­nya dalam surat Al-’Alaq, khususnya ayat kedelapan yang  ber­bunyi:  Inna ila rabbika ruj’a….

Raja’a  -  yarji’u – ruju’an secara  verbal  diartikan “kem-bali”,  katanya.  Tapi  kemudian  ia  mengingatkan  bahwa mas-dar  dari  kata kerja raja’a, yaitu  ruju’an, disalin  ke dalam bahasa Indonesia menjadi “rujukan”, yang sering  diper­gunakan dalam dunia jurnalistik.

Rujukan berarti referensi, katanya. Ayat di atas (surat Al-’Alaq ayat 8) adalah penegasan agar (ajaran) Tuhan (Allah) dijadikan rujukan. Menurut Isa bugis, ayat tersebut  menegas­kan bahwa setiap kalimat harus ‘dikembalikan’  (di-rujuk-kan) kepada  tempat pengambilannya. Karena itu secara  verbal/for­mal, penerjemahan ruj’a menjadi “kembali” (dalam pengertian “kembali ke rahmatullah”, mati) adalah salah.

Yang kedua, masih kata Isa bugis, arti lain menurut ka­mus, ruj’a sama dengan jawabu-risalah, surat jawaban. Jikalau wahyu  adalah risalah, surat kiriman dari Allah, maka  segala yang diminta sebagai jawabannya adalah “jawabu-risalah”. Maka  untuk itu Allah memperingatkan dengan lanjutan (wahyu  perta­ma) surat ‘Alaq:

Sebaliknya, manusia benar-benar keterlaluan;

Karena beranggapan dirinya kaya pengetahuan;

Padahal sebenarnya (ajaran) Tuhanmulah

yang layak jadi rujukan.

Apakah kamu perhatikan orang yang melarang

Seorang hamba melaksanakan shalat?

Yakinkah kami bahwa ia melarang berdasar petunjuk

Dalam arti menyuruhmu bertakwa?

Tahukah (pula) kamu bila ia (hanya) berdusta

dan menyesatkan?[3]

Isa  Bugis menegaskan bahwa Muhammad tidak  akan  mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan ia menyadari ke­nyataan  itu. “Semua jawaban harus kembali kepada risalah  Al­lah,” katanya.

Selain itu, Isa Bugis mengatakan bahwa arti kata qara-a (yang  kemudian melahirkan kata iqra sebagai  kata  perintah) adalah: mempercakapkan apa yang ternukil dalam sebuah  kitab, atau  meletakkan pandangan terhadap pandangan yang  termaktub dalam kitab itu sendiri.[4] Singkatnya, “membaca sehingga yang dibaca itu menjadi pandangan yang membaca”.

“Sekarang,  dengan  pemakaian  (arti)  bacalah,  (lalu) dijawab  saya tidak bisa membaca, terwakili tidak makna  yang terkandung di dalam kata iqra?” tanya Isa Bugis.

Karena beranggapan bahwa terjemahan tersebut tidak  me­wakili arti kata iqra, maka ia mengajukan terjemahan alterna­tif,  yaitu: “Baca, sehingga anda yang membaca menjadi  (ber­pandangan)  menurut ilmu pembimbing anda”. Sama  dengan  (be­rarti)  dimaksud  di sini “hidup  berpandangan  dan  bersikap menurut ilmu yang diberikan Pembimbing anda”.

Pengertian  iqra seperti itulah yang membuat  Muham-mad, dengan penuh kesadaran akan ketidakmampuannya, memberikan Ja­waban: Ma ana bi-qãri’.

Jawaban  tersebut adalah gambaran bahwa Muhammad  belum berpandangan  menurut pembimbingnya. Juga meru-pakan  gambaran bahwa  Muhammad sadar bahwa jawaban dari perintah  itu  nanti tergantung  dari jawaban yang diberikan Allah juga,  sehingga Muhammad benar-benar hanya ‘abidun dan mutawakkilun. Perintah dari  Allah, jawabannya juga dari Allah. Menurut  Isa  Bugis, jawabannya adalah surat Al-Fatihah; yang oleh sebagian ulama konon  disepakati  sebagai wahyu  kedua.  “Al-Fatihah  dengan tujuh ayat ini benar-benar bisa membentuk pandangan si pemba­ca”, katanya.


[1] Penulis mengetahuinya melalui transkripsi dari rekaman kuliah tersebut.

[2] Ada sebuah Hadis yang mengatakan bahwa kitabullah, Quran, adalah  ashdaqal­hadits (hadis yang paling benar).

[3] Terjemahan dari penulis.

[4] Ini merupakan terjemahan bebas Isa Bugis atas definisi yang termaktub dalam kamus                  Al-Munjid: nathaqa bil-maktubi fihi aw alqa-nazhra ‘alaihi.

About these ads
Comments
220 Responses to “Kajian Wahyu Pertama (3): Pragmatisme Isa Bugis”
  1. east boog says:

    ck ck ck ck…..

    pelacur intelektual dakwah AQ msR nongol di internet!

    pengen di bilang pinter ya oom

  2. Ahmad Haes says:

    He he… tau aja ente! Lumayan lah kalo dianggap pinter mah. Siapa tau dianggap guru bangsa kayak Gus Dur! Yaa daripada jadi murid gagal… Ga berbuat apa-apa, selain ngelamunin Kurun Kedua yang ga kunjung muncul.

    Eh, ngomong2, baru kenal internet ya? Coba klik link di bawah ini:

    http://www.facebook.com/home.php?#!/pages/Komunitas-simpatisan-Alquran-Menurut-Sunnah-Rasul/168177383206685

  3. harta sujarwo says:

    anjing menggongong kafilah berlalu…kalau gak setuju jgn hujat…anda contoh aja pola rasul..ada gak rasul menghujat?…setiap perbuatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban..jgn gatal mulut dan gatal tangan..ibda’ binafsihi..

  4. dipa arsala says:

    aneh….. anda bisa mengatakan anjing menggonggong kafilah berlalu…
    bisa berbicara demikian berarti tau benar apa yang anda prtahankan..
    kalau tidak tahu jangan2 andalah yang di maksud..
    mata terselubunng hatii tertutup….
    subhnallah…

  5. dipa arsala says:

    ahmad haes > keberatan ni dengan kata-kata ente ” selain ngelamunin Kurun Kedua yang ga kunjung muncul”
    ana yakin pasti muncul..

  6. Ahmad Haes says:

    Saya tidak pernah meragukan janji dan ilmu Allah. Tapi saya tak pernah yakin pada ramalan manusia selain Rasulullah. Lebih tak percaya lagi pada manusia-manusia yang hanya melamun. Dan harap diperhatikan bahwa perkataan saya bukan ditujukan kepada anda. Jadi apa urusannya anda merasa keberatan?
    Wahai, yang merasa jadi pendukung Al-Qur’an MSR, saya membuat blog ini dengan keyakinan bahwa ini memang harus saya lakukan demi menerobos kebuntuan da’wah. Bila ini salah, biar Allah yang menghentikan saya dengan caraNya. Anda tak usah merasa resah dan gelisah, karena saya tidak melibatkan anda dalam pekerjaan ini.
    Lain soal bila anda mempunyai argumen yang objektif ilmiah untuk meminta saya berhenti, ajukan argumen anda! Jangan cuma mengejek! Jangan hanya mengandalkan praduga dan emosi, apalagi dengan sikap sok pahlawan. Buktikan bahwa Al-Qur’an MSR itu terwujud dalam diri anda, sebelum anda menghakimi orang lain dengan cara kekanakan.

  7. 600 dimensi says:

    ocehan manusia tak akan habis-habisnya saudaraku, dimaklumi saja karena ruang waktu dzulumat yang kita arungi, sehingga keobjektifan ilmiah masih terselubungi dengan idealisme dan naturalisme, saya pun masih berupaya untuk sebisa mungkin dengan memohon kepada ALLAHURobbi mudah-mudahan terhindar dari efek si jago merah dan buah si malakama.

  8. lapak says:

    sdr2 yg terhormat…knp seh kita ga saling support aja, knp selalu ada kebencian diantara kita, kita harus akui bahwa kita adalah generasi gagal,gimana ga gagal cuma masalah ginian doang kok pake ribut, saran dari saya : untuk yang menghujat kalau bisa pake otak dong, buat yang punya blog ga usah repot dong,sekiranya ada kalimat hujatan tinggal dihapus aja, ga usah ditampilkan, kritik yg membangun boleh tp kritik hujatan ngapain diladeni,itu cuma bikin suasana tambah kacau, saya tahu didalam hati sanubari sdr2 semua adalah ingin mewujudkan satu kehidupan hasanah,tp sayang kalian wujudkan dgn subjektifisme kalian, sadarilah bahwa kita masih dalam genggaman dzulumat mssy, jadi kalau ada kekurangan tolong di ingatkan jangan dihujat, saya ingatkan sekali lagi bahwa hidup adalah pilihan ILMU, jadi kemukakanlah argument kalian atas dasar satu pilihan ILMU bukan atas dasar subjektifisme, semoga kita semua mampu intropeksi diri,mampu memendam dalam2 subjektifisme kita sehingga tidak lagi muncul kepermukaan……..

  9. Ahmad Haes says:

    1. Seratus persen setuju dengan isi ‘komen’ anda!
    2. Saya berusaha untuk adil dengan menampilkan semua komentar yang masuk, baik yang pro maupun yang kontra, kecuali bila komentarnya saya anggap membahayakan upaya da’wah yang sedang saya jalankan. Saya tampilkan komentar2 yang kontra, karena saya sadar bahwa saya bukan manusia sempurna. Selain itu, bila komentarnya memang benar2 tidak ilmiah, tapi bisa mengundang diskusi ilmiah, tetap ditampilkan; dengan harapan ada yang menanggapi secara ilmiah. Kira2 seperti yang anda lakukan sekarang.
    3. Seharusnya kita sadar bahwa da’wah Al-Quran itu harus dilakukan oleh satu komunitas yang solid, yang masing2 individunya menyadari bahwa gerakan da’wah itu harus dilakukan dengan berbagai cara dan melalui berbagai aspek kehidupan; bukan hanya dengan satu cara dan satu aspek saja. Hal yang saya lakukan sekarang, misalnya, hanyalah upaya kecil untuk mengisi kekosongan da’wah tertulis, khususnya di dunia maya (internet). Tapi ini bukan satu2nya. Selain ini, saya dan teman2 juga melakukan berbagai kegiatan lain, dalam kerangka da’wah.
    4. Terimakasih untuk masukan anda yang sangat berharga!

  10. aduk2an says:

    maaf pa, saya baru beberapa thn ngaji al quran msr, yg saya tau kalau itu intruksi dari guru besar apapun pasti di jalankan, kalau ini website merasa bkn dr ib mk ini inisiatif sendiri, jd apapun argumen bp psti pribadi jangan membawa2 nama ini dakwah alquran msr. Trims semoga s3hat slalu

  11. Ahmad Haes says:

    Apakah da’wah Al-Qur’an itu sebuah PT milik anda dan kelompok anda?
    Tak ada orang atau kelompok apa pun yang berhak mengklaim Al-Quran-Sunnah Rasul sebagai miliknya/mereka. Saya tidak peduli da’wah saya ini inisiatif pribadi atau bukan, direstui satu kelompok atau dikutuk siapa pun. Saya hanya ingin menda’wahkan Al-Qur’an. Itulah gelora jiwa saya. Titik.
    Saya kenal seseorang yang saya anggap guru besar, tapi guru sejati saya adalah Allah dan RasulNya.

  12. lapak says:

    aduk2an…..!!!! lapak mau tanya nch…..anda ngaji al quran msr atas intruksi siapa???????????????
    anda bilang : “yg saya tau kalau itu intruksi dari guru besar apapun pasti di jalankan”
    yang benerrrrrrrrr………..coba anda chek deh semua peserta study yg anda kenal,berapa persenkah beliau2 itu menjalankan intruksi guru besar??????
    emang ada manusia yg mampu inisiatif ???? semua argument pasti di dasari oleh satu informasi ILMU,
    entah itu ILMU yg positif dan atau negatif, ingat…!!! manusia itu makhluk informatif bukan makhluk inisiatif,
    manusia sangat tergantung kpd informasi,selanjutnya komperatif yakni suka membandingkan informasi yg telah dia diterima, selanjutnya alternatif yakni diatas informasi yg telah dia komparasikan itu maka dia menentukan pilihan’y, dia juga orientatif yakni selalu menatap ke masa depan,baik dengan orientasi ILMU maupun orientasi kenyataan.
    anda sudah beberapa tahun ngaji,berarti sudah tahunan dong????kemana aja bossss???
    dulu lapak beberapa bulan ngaji,sekarang ga lagi,tapi lapak menyadari ga gampang sadari diri,
    mudah2an lapak mampu menjadi pengantar siapapun generasi bangsa yang mau masuk gerbang kemerdekaan……………….salam sejahtera selalu tuk generasi bangsa yang mau…….

  13. coki maroki says:

    udahlah pusing banget sih “,,, kan emang gak ada paksaan dalam memilih udh biarin aja “”

  14. Eka Riana says:

    Mantab, satu kajian yang luar biasa yang belum pernah saya dapatkan selama ini.

    Terima kasih

  15. pakdeDarier says:

    Saya anggap ‘artikel’ dan komentar2-nya, sbg sbh FORUM DISKUSI.. Semoga dg cara sederhana ini, kita bisa menemukan kebenaran dalam bersikap dan berpandangan menrt Alqur’an yg mnjd sunnahnya pr rasul.

    Saya suka dg diskusi ini !!

    Silahkan dilanjut..!

  16. feri sapran says:

    Peace om, Slow Pak, Nyantai gan, Semua yang ada disini di dorong oleh satu paradigma berpikir yang sama. Buat Om East : komment nya ajib, mantap dan maknyos tapi mohon jangan kenceng-kenceng, cost beda-beda tipis nih antara yang pintar dan pengen dianggap. Pak Ahmad keep going and be more better, Agan-agan yang lain salam hangat dari saya.

    Senang bisa ngobrol dengan kawan-kawan sekalian, Apapun itu ini lah yang terbaik untuk saat ini, semoga saya dan anda-anda kalian semua hidup menurut apa yang telah diintruksikan melalui kitab.

    I love U all

    Feri Sapran, Pagar Dewa Bengkulu, 081271444045,

  17. asep_aphew says:

    hidup alquran menurut sunah rosul..

  18. Ence setiawan - sumbagut. says:

    Saya sangat setuju dgn pak ahmad,
    udah waktu nya dunia tau ttg dakwah AQ msR,
    “STRATEGI” YG BAIK HARUS BERJALAN SIMULTAN DGN “TAKTIK” YG BAIK.
    tp… kalo bisa pak ahmad jgn tanggung2…!!!
    Supaya lebih efektif, sarankan saya, Sampaikan aja seluruh materi dakwah AQ msR ini ke CIA, NSA, M16, MOSSAD, universitas2 besar yg ada di ISRAEL & AMRIK, LSM-LSM yahudi, konglomerat2 yahudi,
    kali aja mrk tertarik & mau mendanai perkembangan dakwah AQ msR pak ahmad…
    Lumayan kan…?
    Kan “NILAI YG BENAR MAMPU DI TANTANG!”

  19. Ahmad Haes says:

    Coba anda perhatikan! pengunjung kedua terbanyak dari blog ini berasal dari Amerika! Mungkin mereka adalah orang Indonesia yg tingggal disana, tapi juga tak mustahil di antara mereka ada yang berlatar belakang organisasi2 yg anda maksud. Namun, yg pasti, bangsa Indonesia adalah sasaran pertama; kecuali bila mereka sudah benar2 tidak mau. Kalau begitu, selamat menunggu azab Allah!

  20. sabun pikiran says:

    mohon izin pak, tulisan bapak sya muat dalam blog sya, atas berkenannya saya ucapkan terima kasih.

  21. Ahmad Haes says:

    Silakan!

  22. Ence setiawan - sumbagut. says:

    Ente mo menerobos kebuntuan Dakwah AQ msR ??!
    Hebat beneeer…!!
    Tau dari mana ente kalo dakwah AQ msR sdh buntu??!
    Yg perlu di terobos tuh, otak ente yg udah buntu!!
    Ente bilang kami ini murid gagal yg cuma ngelamunin kurun ke-2, tanpa melakukan apa??!
    Lantas apa contoh murid berhasil itu seperti ente?!
    Ente mah cuma baru bisa “maling” tulisan2 & omongan2 ISA BUGIS!!
    Emangnye masalah “GARIS IMAN” & kurun ke-2, bacot ente yg nentu-in “SCHEDULE”nye musti kapan?
    Koq bisa2nye ente bilang kami cuma ngelamunin kurun ke-2 tanpa melakukan apa2??!
    Kalo ente bilang guru sejati ente adalah ALLAH & RasulNya,
    harus nye ente kagak usah bawa2 nama, atau pake tulisan2, & omongan2 ISA BUGIS, dlm setiap tulisan2 ente di blog ini,
    cukup aje ente bilang : “dari guru sejati ane : ALLAH & RasulNya!”
    atau
    “dari : GUSDUR sang guru bangsa, junjungan & idola hidup ente!”
    ya… ane do’a in deh, moga2 ente bisa mencapai tujuan akhir hidup ente, yakni menjadi “orang pinter”seperti idola hidup ente GUSDUR sang guru bangsa, yg ente puja2 setinggi langit.
    Amiiien….!

    ENCE SETIAWAN.
    BLK BINJAI, Medan, SUMBAGUT.
    081375141977

  23. Ahmad Haes says:

    Terimakasih untuk doa anda wahai pemilik QMSR.

  24. harta sujarwo says:

    saya, isa bugis, ence setiawan dan ahmad haes dll. adalah sama2 manusia yg punya hak untuk beralternatif apakah mau khair atau syar. dan dalam perjalanan sejarah semuanya tidak luput dari lupa diri. tidak luput dari salah.
    kata Allah tsumma innakum ayyuhadhaluunal mukadzibuun..jadi masing2 kita tahu diri aja buat apa saling tuding, saling menyalahkan. emangnya gak boleh mengkritisi pandangan isa bugis sesuai AQ msr atau tidak..?emangnya isa bugis gak boleh khilaf..? emangnya isa bugis gak boleh diperingatkan, bukankah mu’min itu yg saling ingat-mengingatkan. emangnya kita harus tergantung pada isa bugis 100 persen, apakah gak boleh belajar dari jahudi, kalau ilmunya adalah bagian dari ilmu Allah ( AQ msr ) knp tidak…tanggapilah ilmu, perhatikan apa yg disampaikan jgn perhatikan siapa yg menyampaikan, cukuplah Allah dg AQ msr sebagai pemberi kesaksian atas siapa yg beriman haq dan beriman bathil, gak perlulah or lain kita perlihatkan utk saksikan keimanan kita

    saya sangat kagum dengan pemahaman isa bugis tapi saya lebih kagum bahwa pemahaman isa bugis adalah bersumber dari Allah jika yg disampaikan AQ msr, tapi ketika yg disampaikan pragmatisme subyektifisme isa bugis maka itu bukan dari Allah, itulah bedanya isa bugis dengan Allah yg tiada tanding. saya harus tidak takut kepada anda2 yg sok ilmuwan tapi saya takut pada apa yg anda sampaikan jika satu kebnaran ilmiah yg belum saya ketahui dari Allah. selalu ada kebenaran yg belum kita ketahui. jgn kultus individu. karena laa ilaaha illaalah muhammadarasulullah

  25. harta sujarwo says:

    (Firman Allah kepada Nabi Muhammad), Tegaskan: “Hai Ahli Kitab! Mari kita mengacu pada kalimatin sawã (yang bisa menjadi pendamai) antara kami dan kalian! Yaitu bahwa kita hanya akan mengabdi Allah, dalam arti tidak akan pernah membagi hati dengan sesuatu apa pun selainNya. Yakni bahwa dia, siapa pun di antara kita, tidak akan pernah menjadikan siapa pun, selain Allah (dengan ajaranNya), sebagai pandu-pandu kehidupan.” Bila mereka memalingkan muka, maka tegaskan, “Saksikanlah oleh kalian bahwa kami adalah orang-orang yang pasti kukuh dalam kepatuhan terhadap Allah (muslim)!”

    Seperti anda lihat, ayat ini menggambarkan sosok Rasulullah (Nabi Muhammad) bersama umat beliau, para muslim, yang pada masanya harus berhadapan dengan dua Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Jelas tegas bahwa mereka (Rasulullah bersama umat sezamannya) disuruh Allah untuk mengajukan kalimatin sawã kepada lawan bicara mereka.

  26. harta sujarwo says:

    Lalu, apa itu kalimatin sawã?
    Ada sebagian cendekiawan muslim Indonesia (dikomandoi Nurcholis Madjid, bila tak salah) menerjemahkan kalimatin sawã menjadi common platform.
    Kata kuncinya di sini adalah platform; terjemahan bebas untuk kalimatin (bentuk aslinya kalimatun).
    Arti awal dari platform adalah peron, yang bisa kita jumpai di stasiun kereta api. Selain itu, platform juga bisa berarti panggung (stage), atau mimbar (podium). Dalam kaitan dengan partai politik, platform adalah program.
    Sungguh menarik bahwa dalam bahasa Inggris ternyata program/programme tidak mempunyai sinonim. Hanya ada penjelasan dalam sejumlah kamus bahwa program bisa berarti: 1. daftar, 2. rencana, 3. acara televisi/radio, 4. penetapan waktu, 5. data yang dimasukkan ke dalam komputer.
    Jadi, apakah common platform itu berarti “program bersama”?
    Tepatkah bila kalimatin sawã diartikan sebagai “program bersama” para muslim, kaum Yahudi, dan kaum Nasrani?
    Atau, bila bukan program bersama, bisakah ia diartikan sebagai “kecenderungan bersama”, atau “keinginan bersama”?

  27. harta sujarwo says:

    Jawabannya, sebenarnya ada pada ayat itu sendiri; yang menegaskan bahwa yang dimaksud dengan kalimatin sawã itu – apa pun terjemahannya – adalah ikrar bahwa:… kita hanya akan mengabdi Allah, dalam arti tidak akan pernah membagi hati dengan sesuatu apa pun selainNya. Yakni bahwa dia, siapa pun di antara kita, tidak akan pernah menjadikan siapa pun, selain Allah (dengan ajaranNya), sebagai pandu-pandu kehidupan.
    Bila kita cukup tekun membaca sejarah agama-agama yang disebut sebagai “agama-agama samawi” alias “agama langit”, yaitu (kronologis) Yahudi, Nasrani, dan Islam, kita tahu betul bahwa ayat ini tidak akan bisa dipahami dengan baik bila tidak memahami latar belakang sejarahnya.
    Intinya – terlepas dari perjalanan sejarah belakangan – adalah klaim (pengakuan) tentang monoteisme. Tentang keesaan Tuhan.
    Konon, para pemeluk agama-agama samawi itu, semua mengaku hanya punya satu Tuhan, yang oleh kaum muslim disebut dengan nama “Allah”.
    Dan, karena tugas Nabi Muhammad – dengan Al-Qurãnnya – adalah sebagai mushaddiq (pemanggil kembali kepada kebenaran versi Al-Qurãn!), maka bunyi kalimatin sawã-nya adalah: “… kita hanya mengabdi Allah, dengan tidak membagi hati kepada tuhan-tuhan selain Dia.”

  28. harta sujarwo says:

    Jadi, ayat ini adalah tantangan untuk membuktikan klaim tersebut.
    Selanjutnya, setidaknya menurut saya, tantangan itu tidak hanya berlaku bagi kaum Yahudi dan atau Nasrani, tapi – terutama – justru bagi yang mengklaim sebagai muslim itu sendiri!
    Ya! Bila kita muslim, ayo buktikan bahwa kita “hanya mengabdi Allah, dengan tidak membagi hati kepada tuhan-tuhan selain Dia.”
    Dalam pemikiran teologis bangsa Indonesia, kata tuhan selalu dihubungkan dengan Sang Mahapencipta. Tapi Al-Qurãn menjelaskan bahwa tuhan (rabb; ilah) bisa muncul dalam bentuk apa saja.
    Bahkan – jangan kaget – tuhan itu bahkan bisa muncul dalam bentuk madzhab atau aliran ke-Islam-an yang kita anut, yang kita anggap sebagai satu-satunya yang benar.
    Dengan demikian, saya kira sudah jelas bahwa kehadiran Kalisa diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa apa pun klaim kita tentang “kebenaran kita”, semua harus sanggup menjawab tantangan surat Ali ‘Imrãn ayat 64. Semua harus menjadikan kalimatin sawã (yaitu bahwa kita hanya akan mengabdi Allah, dalam arti tidak akan pernah membagi hati dengan sesuatu apa pun selainNya. Yakni bahwa dia, siapa pun di antara kita, tidak akan pernah menjadikan siapa pun, selain Allah (dengan ajaranNya), sebagai pandu-pandu kehidupan) sebagai tolok ukur.

  29. harta sujarwo says:

    Pangantar Da’wah (Pendahuluan)
    Pengertian Istilah da’wah
    Da’wah adalah salah satu masdar dari kata kerja da’a—yad’u; masdar lainnya adalah du’â’, yang diindonesiakan menajdi doa .
    Dalam Al-Qurân, kedua masdar itu kadang digunakan dalam pengertian yang sama, sesuai dengan karinah (qarïnah) atau posisinya dalam kalimat. Contoh:
    قال ربّ إنّى دعوت قومى ليلا و نهارا فلم يزدهم دُعَاءِى إلاّ فرارا…

    (Nuh) mengeluh, “Tuhanku, aku benar-benar telah menda’wahi (دعوت) kaumku siang dan malam, tapi (kegiatan) da’wahku (دعاءى) itu hanyalah membuat mereka semakin lari (menjauh dariku)…[surat Nuh ayat 5).

    وأنذرالناسَ يومَ يأتيهم العذابُ فيقولُ الذين ظلموا ربّنا أخِّرنا إلى أجل قريب نُجِبْ دَعْوَتَكَ و نتّبعِ الرسل …

    Ingatkanlah manusia tentang saat munculnya azab, sehingga orang-orang zhalim mengemis, “Tuhan kami! undurkanlah sedikit ajal kami, (maka) kami akan menyambut da’wah anda (دعوتك) , yakni kami akan mematuhi para rasul…[surat Ibrahim ayat 44]

    Demikian juga halnya makna harfiah kata kerja da’ â, ditentukan oleh karinahnya. Misalnya, da’â-hu (دعاه) bisa mempunyai dua arti, yaitu meminta kepadanya dan meminta tolong kepadanya (استعانه). Sementara da’ â fulânan (دعا فلانا) berarti menyebut atau menamakan seseorang, atau meminta seseorang untuk datang (= memanggil). Untuk makna meminta seseorang untuk datang (= memanggil), juga digunakan kata da’â bihi (دعا به). Sedangkan da’â -hu ilâl-amri (دعاه إلى الأمر) berarti mengajak atau mendorong seseorang untuk menjalankan perintah atau melakukan suatu urusan.
    Secara umum, menurut kamus bahasa Arab, da’wah (dan juga du’a) berarti ajakan, seruan, panggilan, undangan, tawaran, anjuran, dorongan, permintaan, permohonan, harapan dan sebagainya. Secara khusus, sebagai istilah, da’wah yang kita maksud adalah da’wah ajaran Allah (Al-Qurân); sehingga bila kita gunakan segala pengertian harfiah da’wah itu, maka da’wah yang kita maksud adalah ajakan, seruan, panggilan, undangan, tawaran, anjuran, dorongan, permintaan, permohonan, harapan untuk hidup dengan ajaran Allah (Al-Qurân).
    Demikianlah pengertian harfiahnya. Pengertian itu tidak bisa memberikan gambaran yang jelas dan rinci tentang da’wah, baik yang sudah kita ketahui secara apriori (tidak langsung) maupun yang dikehendaki Allah dalam Al-Qurân.

  30. harta sujarwo says:

    Hipotesis
    Kajian kita tentang da’wah ini berangkat dari apriori; yaitu dari pengetahuan awal tentang da’wah yang sudah kita terima dari berbagai sumber (guru, bacaan, dsb.), yang tentu tidak bisa dibuang begitu saja sebelum mengetahui pengertian yang sebenarnya yang bersumber dari Al-Qurân dan Al-Hadits.
    Dengan menggunakan pengetahuan yang bersifat apriori itulah, di sini saya ajukan sebuah hipotesis bahwa istilah da’wah (الدعوة) pada dasarnya bisa digambarkan sebagai Siapa menyampaikan Apa dengan cara Bagaimana kepada Siapa untuk mencapai Apa. Untuk lebih jelasnya hipotesis tersebut kita uraikan sebagai berikut:

    Siapa 1, adalah pokok permasalahan tentang para pelaku da’wah (الداعى). Jadi, siapa di sini bermakna majemuk, bukan hanya untuk satu orang. Lebih tegasnya lagi, siapa di sini digunakan untuk menyebut pribadi-pribadi (setiap orang) yang melakukan kegiatan da’wah, baik mereka tergabung dalam suatu organisasi (lembaga) yang menjalankan proses da’wah, ataupun yang hanya menjalankan da’wah secara sendirian (individual). Merekalah yang selama ini bertanggung-jawab sebagai para pelaksana kegiatan da’wah, dan karena itu pula mereka pun bertanggung-jawab atas segala hasil kerja da’wah yang nampak.

    Apa 1, adalah pokok pembahasan tentang bahan (materi) yang mereka sampaikan, baik secara lisan maupun lewat tulisan, yang mereka sampaikan dalam berbagai kesempatan dan media (buku, majalah, koran buletin, brosur dsb). Materi da’wah yang mereka sampaikan tentu sangat berkaitan dengan hasil da’wah yang nampak dalam kenyataan hidup umat Islam.

    Bagaimana, adalah pokok pembahasan tentang kiat atau teknik penyampaian bahan. Titik beratnya adalah pada ketrampilan da’i dalam menyajikan bahan di medan da’wah.

    Siapa 2, adalah pokok pembahasan tentang sasaran da’wah yang mereka tuju atau garap, yakni pengenalan (identifikasi) kelas-kelas masyarakat atau kelompok-kelompok mad’u.

    Apa 2, adalah pokok pembahasan tentang tujuan-tujuan da’wah yang hendak mereka capai, dan hasil-hasil yang bisa kita saksikan.

  31. harta sujarwo says:

    Untuk lebih jelasnya, marilah pokok-pokok permasalahan di atas itu kita urai satu demi satu, dengan lebih dulu memeriksa beberapa buku tentang da’wah.
    Perlu dicatat bahwa buku-buku tentang da’wah yang beredar di pasaran jumlahnya sangat sedikit, dan kebanyakan berukuran tipis, sehingga otomatis kandungan isinya menjadi sangat miskin. Sementara yang agak tebal juga umumnya belum mampu memberikan gambaran tentang da’wah Al-Qurمn secara cukup utuh.

    Para pelaksana da’wah (da’i)
    Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya al Kandahlawi r.a. mengatakan dalam bukunya, Fadhâilil-A’mâl bab Fadhilah Tabligh mengutip surat Fussilat ayat 33:

    ومَن أحسنُ قولا مِمن دعا إلى الله وعمِل صالحا و قال إنّنى مِن المسلمين

    Siapakah yang lebih baik da’wahnya daripada orang yang berda’wah untuk menegakkan ajaran Allah seraya (ia sendiri) melakukan tindakan yang tepat (shalih) serta menegaskan, “Sungguh, aku ini hanyalah seorang muslim (patuh terhadap Allah).

    Kemudian ia menulis:

    …para Nabi a.s. berdakwah dengan cara memperlihatkan mukjizat, para ulama berdakwah dengan hujjah dan dalil-dalil, para mujahid berdakwah dengan pedangnya, para muadzdzin berdakwah dengan adzannya. Pendek kata, barangsiapa menyeru manusia kepada kebaikan, maka dia berhak mendapatkan kehormatan seperti disebutkan ayat di atas, baik menyeru kepada amalan zhahir ataupun amalan batin seperti para ahli tasawuf yang mengajak kepada ma’rifatullah (mengenal Allah).

    Dr. Sayyid Muhammad Nuh menulis dalam Fiqhud Da’wah al Fardiyyah fil Manhajil Islami:

    … kaum muslimin dengan kemampuannya yang ada pada dirinya, bisa menjadikan setiap amal yang diperbuat dan setiap aktifitas yang dilaksanakan sebagai jalan untuk berda’wah menunjukkan manusia ke jalan yang lurus. Seorang dokter, insinyur, astrolog, geolog, ahli sejarah, apoteker, petani, pedagang, pengrajin dan lain sebagainya —dengan ilmu yang mereka miliki— amat potensial untuk menjadi du’at ilallah. Ini tentunya apabila mereka betul-betul itqan (bersungguh-sungguh) dengan profesinya. Serta berkeyakinan bahwa profesi yang ditekuni itu adalah sarana untuk bertaqarrub kepada Allah. Titik tolak dari kerangka ini adalah bahwa setiap manusia mempunyai amal untuk dijadikan ma’isyah yang dengan amal itu pula ia bisa memberi manfaat kepada sesamanya. Sedangkan da’wah adalah fardhu ‘ain yang harus dilakukan siapa saja.
    Keseimbangan ini tidak mungkin dapat direalisasikan kecuali manakala seorang muslim menjadikan seluruh hidupnya untuk berda’wah ilallah. Kaum muslimin generasi awal telah memahami hakikat ini. Mereka berda’wah dan mengajak manusia ke dalam pangkuan Islam dengan cara memanfaatkan profesi keseharian mereka baik sebagai guru, pedagang atau petani. …

    M. Natsir, dalam buku Fiqhud Da’wah, menulis:

    …da’wah dalam arti yang luas, adalah kewajiban yang harus dipikul oleh tiap-tiap Mulsim dan Muslimah. Tidak boleh seorang Muslim dan Muslimah menghindarkan daripadanya.
    Da’wah dalam arti amar ma’ruf nahi mungkar adalah syarat mutlak bagi kesempurnaan dan keselamatan hidup masyarakat. Ini adalah kewajiban sebagai pembawaan fithrah manusia selaku social being, (makhluk ijtimaie); dan kewajiban yang ditegaskan oleh Risalah: oleh Kitabullah dan Sunnah Rasul!
    Bukan monopoli golongan yang disebut “Ulama” atau “Cerdik-Cendekiawan”.
    Bagaimana suatu masyarakat mendapat kemajuan apabila para anggotanya yang mempunyai ilmu, banyak sedikitnya, baik dunia atau diny, tidak bersedia mengembangkan apa yang ada pada mereka di antara sesama anggota masyarakat?
    Suatu illmu yang bermanfaat, tiap-tiap yang khair dan ma’ruf, yang baik, patut dan pantas, bisa terbit dari tiap seorang anggota masyarakat. Dan tiap-tiap benih kebenaran itu mempunyai daya berkembangnya sendiri; tinggal lagi menaburkan dan memupuknya.
    Oleh karena itu pembawa Risalah berpesan:

    بَلِّغُوا عَنِّى وَلَو أَيَةً

    Sampaikanlah daripadaku sekalipun satu ayat. (“Ayat” dalam arti luas).

  32. harta sujarwo says:

    Tiga kutipan di atas boleh dikatakan sudah cukup untuk mewakili pandangan umum para ahli dari luar dan dalam negeri; yang pertama mewakili ulama India, yang kedua mewakili ulama Arab, yang ketiga mewakili ulama Indonesia. Mereka sepakat menyatakan bahwa da’wah pada hakikatnya merupakan kewajiban setiap pribadi, sesuai dengan kadar kemampuannya.
    Sayangnya, mereka tidak memaparkan bagaimana cara untuk membuat setiap pribadi bisa tampil sebagai da’i. Apakah mereka dibiarkan tumbuh sendiri, atau ada sistem yang bisa menjamin agar setiap orang berperan serta dalam kegiatan da’wah? Dari buku-buku yang ada, terkesan bahwa sistem itu tidak ada, dan nampaknya buku-buku itu memang ditulis hanya untuk orang-orang yang ingin menjadi da’i profesional. Bahkan ada kesan bahwa da’i adalah “orang yang dilahirkan sebagai da’i” (lahir dengan membawa bakat da’i), bukan dibentuk melalui semacam proses pendidikan.
    Ada sebuah buku berjudul Kepribadian Dai yang ditulis Dr. Irwan Prayitno. Dilihat dari judul dan tebalnya (734 halaman) buku ini tampak ‘menjanjikan’ sebagai pedoman pembentukan pribadi da’i yang utuh dan tangguh. Tapi, setelah diperiksa, ternyata sistematika penyusunannya (daftar isinya) demikian rancu, sehingga kita jadi bingung tentang kepribadian da’i macam apa yang hendak dibentuk buku ini. Selain itu, cara penulisannya juga tidak menarik.

    Bahan (materi) da’wah
    Sepanjang penelitian penulis, di antara mereka (bukan hanya yang tiga orang itu) belum ada satu pun yang menegaskan bahwa da’wah yang dimaksud adalah da’wah dalam rangka menyampaikan (mengajarkan) Al-Qurân.
    Mereka pada umumnya hanya menyatakan bahwa da’wah yang dimaksud adalah menyampaikan ajaran Islam; dan yang mereka maksud dengan ajaran Islam itu pada akhirnya muncul dalam wujud ilmu tauhid, fiqh, akhlaq, dan tasawuf. Sementara penyampaian Al-Qurمn hanya dilakukan dengan cara mengajar membaca, mulai dari mengeja, meningkat pada pelajaran tajwid, dan berpuncak pada pelajaran melagukan bacaan dengan berbagai lagu.
    Ada juga mereka mengajarkan hafalan dan tafsir Al-Qurân, tapi hanya untuk kalangan khusus (biasanya para calon da’i).
    Sebuah lembaga penghafalan Al-Qurân bernama Jam’iyah Litahfidh Al-Qur’an (disingkat JatiQu), memberikan gambaran bagaimana mereka menyampaikan Al-Qurân kepada masyarakat. Dalam selebarannya yang, antara lain, menawarkan program bimbingan menghafal, membaca dan tahsin Al-Qurân, tertulis juga tawaran tentang tafsir tematik:

    Dapat membaca Al-Qur’an seharusnya juga diringi dengan pemahaman makna kandungannya. Di sini juga para pengajar dapat memberikan bimgingan Tafsir melalui tema-tema yang disesuaikan dengan kecende-rungan masyarakat (sebagai pemecahan masalah kehidupan pribadi). Misalkan yang jadi pedagang, tafsir yang dikaji ayat-ayat tentang berdagang, begitu juga yang bergerak dalam hal perbankan dsb.

    Jadi, boleh dikatakan program da’wah mereka pada umumnya bersifat memberikan pandangan umum tentang Islam, kemudian pokok-pokok kepercayaan yang terdapat dalam rumusan Rukun Iman, disusul dengan petunjuk-petunjuk praktis ibadah (ritual) seperti yang dirumuskan dalam Rukun Islam, dan diakhiri dengan gambaran-gambaran perilaku baik dan mulia dalam rumusan akhlaq/tasawuf.

  33. harta sujarwo says:

    Kaifiat (strategi & taktik) da’wah
    Dalam buku-buku tentang da’wah, kaifiat atau strategi dan taktik da’wah pada umumnya cuma dikemukakan sisi teknisnya, khususnya tentang “bagaimana cara mengajar” (how to teach). Dalam buku karangan M. Natsir yang menjadi kebanggaan Dewan Da’wah Islamiyah Jakarta, Fiqhud Da’wah, pada bab Kaifiat Dan Adab Da’wah, yang dibahas cuma sekitar Hikmah dalam arti mengenal golongan, Hikmah dalam arti kemampuan memilih saat, bila harus bicara, bila harus diam, Hikmah dalam mengadakan kontak pemikiran dan mencari titik pertemuan, sebagai tempat bertolak, untuk maju secara sistematis, Hikmah tidak melepaskan sibghah, Memilih dan menyusun kata yang tepat, Hikmah dalam cara perpisahan, Hikmah dengan arti Uswah Hasanah dan Lisanul Hal, … Mawaddah Fil-Qurba: Jembatan Rasa…
    Kadang terkesan pada kita bahwa berda’wah itu sama dengan berpidato atau berceramah saja, sehingga dalam buku-buku, juga di perguruan tinggi yang mengajarkan da’wah, dalam arti how to teach itu, diajarkanlah ilmu kemahiran berpidato (retorika), agar pidato itu memikat dan mengesankan.
    Fathi Yakan, misalnya, mengatakan:

    Seorang da’i dapat dianggap sukses jika ia mempunyai kemampuan memberikan kesan mendalam pada orang-orang yang menerima seruan dan buah pikirannya, walaupun mereka itu mempunyai perbedaan dalam cara hidup dan tradisi atau latar belakang sosial. Bahkan ia mampu menguasai dan mempengaruhi perilaku serta pikiran sejumlah orang sekaligus. Dengan demikian, penguasaan da’wah sebagai suatu keampuhan dan ketinggian budi atau kesucian iman yang dianugerahi Allah akan sangat menentukan kedudukan para da’i sebagai pemberi petunjuk danpimpinan masyarakat, serta sanggup menghimpun orang banyak dan menarik perhatian atau simpati mereka.

    Saya menemukan sebuah buku yang judulnya cukup menarik, yaitu Cara Para Nabi Berdakwah, karangan Syaikh DR. Rabi’ Bin hadi ‘Umair Al-Madkhaly. Dari buku ini, semula saya berharap untuk mendapatkan gambaran tentang da’wah para nabi secara utuh. Tapi ternyata, dalam buku ini pun gambaran tentang da’wah para nabi itu boleh dikatakan kabur. Penulisnya cuma memberikan gambaran umum bahwa da’wah-da’wah setiap (para) nabi, pertama, setiap mereka berjalan di atas manhaj yang menyeru kepada tauhidullah, dan hanya menyembah kepadaNya. Kemudian, mereka menerima penghinaan, pendustaan dan celaan dari kaumnya, … Selanjutnya, digamabarkanlah bagaimana penderitaan Nabi Nuh, Ibrahim, Yusuf, Musa, dan Nabi Muhammad dengan para sahabatnya.
    Buku lainnya, yang cukup menarik adalah Sejarah Dan Metode Dakwah Nabi, karangan Ali Mustafa Yaqub. Tapi, sekali lagi, dari buku ini pun kita tidak bisa mengharapkan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang da’wah Nabi Muhammad. Yang ‘menarik’, buku ini agaknya ditulis karena penulisnya tergelitik menyaksikan sejumlah artis yang kadang tampil berda’wah, dan sejumlah mubaligh yang akrab dengan para artis dan dunia mereka yang ‘menyerempet-nyerempet bahaya’. Dalam kesimpulannya, ditegaskan oleh penulis bahwa hal itu tak pernah dilakukan oleh Nabi.

  34. harta sujarwo says:

    Sasaran da’wah (mad’u)
    Jamaluddin Kafie, dalam bukunya yang berjudul Psikologi Dakwah menjelaskan tentang obyek (sasaran) da’wah demikian:

    Sudah jelas kiranya bahwa objek dakwah adalah manusia, mulai dari individu, keluarga, kelompok, golongan, kaum, massa dan umat seluruhnya. Sudah jelas pula bahwa setiap insan yang normal, dewasa dan beradab, pada umumnya mempunyai cita-cita mencapai kebahagiaan hidup. Cita-cita yang luhur itu kemudian dimanifesta-sikan dalam bentuk keinginan-keinginan yang akhirnya mengarah kepada tujuan hidupnya di dunia ini. Dakwah sudah menggaris bawahi tujuan manusia itu serta memasukkannya ke dalam agenda jadwal tugasnya amar ma’ruf — nahi mungkar.
    Manusia sebagai objek dakwah dapat digolongkan menurut klasnya masing-masing serta menurut lapangan kehidupannya. Akan tetapi menurut pendekatan psikologis, manusia hanya bisa didekati dari tiga sisi, yaitu sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk ber-Ketuhanan.

    Sungguh memprihatinkan, buku-buku tentang da’wah yang ada di pasaran tidak satu pun yang berusaha mengurai pembagian sasaran da’wah berdasarkan paparan Al-Qurân.

  35. harta sujarwo says:

    Tujuan da’wah
    Para penulis buku tentang da’wah pada umumnya tidak menggambarkan dengan gamblang tentang tujuan akhir da’wah. Segi ini merupakan titik terlemah dari buku-buku da’wah itu.
    Ali Mustafa Yaqub, misalnya, dalam bukunya yang berjudul Sejarah Dan Metode Dakwah Nabi, pada bab Tugas-tugas Pokok Nabi SAW, menyatakan bahwa tugas mereka (para rasul) sejak Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw adalah sama, yaitu:

    Menyeru umat manusia untuk hanya beribadah kepada Allah.
    Menyampaikan ajaran Allah kepada manusia.
    Memberikan hidayah kepada umat manusia.
    Memberikan teladan yang baik.
    Memperingatkan manusia tentang kehidupan akhirat.
    Mengubah orientasi duniawi menjadi orientasi ukhrawi.

    Ini hanya salah satu contoh dari seorang ‘pakar’ yang bingung membedakan antara TIU dan TIK da’wah. Atau dengan kata lain, sang pakar ini bingung membedakan antara pandangan deduktif (umum) dan induktif (khusus) tentang apa yang disampaikan para rasul, yakni ajaran Allah. Coba perhatikan keenam butir di atas! Bukankah, dalam sistematika ilmu yang benar, seharusnya ia menempatkan butir kedua pada urutan pertama? Setelah itu, butir-butir selainnya pada hakikatnya hanyalah mewakili aspek-aspek khusus dari butir pertama (ajaran Allah).
    Jamaluddin Kafie mengatakan bahwa ilmu da’wah sampai sekarang belum ada pengakuan secara resmi sejak kapan ia disebut “Dakwatologi”. Masalahnya bagi kita bukan lah pengakuan resmi tentang ilmu da’wah, tapi yang disebut ilmu da’wah yang sudah dikembangkan dan diterapkan sekarang itu sudah bernilai ilmiah atau belum? Artinya, bila ia disebut ilmu, maka di dalamnya sudah harus tercermin atau tersimpul dasar-dasar (prinsip) keilmuan yang diakui, yaitu harus mencakup metode (prosedur) yang jelas dan pasti, sistematika (paparan, atau rangkaian keterangan yang runtun dan kompak), analitika (pendataan, keterangan pembuktian), dan obyektifita (kebenaran yang gamblang, sehingga bisa direkonstruksi). Bila hal-hal seperti itu bisa kita temukan, maka sah lah ia sebagai ilmu. Sayang, pada buku-buku tentang da’wah yang ada, kita tidak menemukan hal itu. Apa yang disebut Jamaluddin Kafie sebagai “Dakwatologi” itu, kenyataannya hanyalah menumpang pada ilmu komunikasi.
    Seperti dirumuskan Lasswell, komunikasi pada hakikatnya mempunyai lima unsur, yaitu Siapa mengatakan Apa kepada siapa melalui Saluran Mana dengan dampak Apa? (Who says What to whom through Which Channel with What effect?). Atau, seperti terkesan dari buku-buku yang ada, yang disebut ilmu da’wah itu bahkan tampak hanya nebeng pada retorika.
    Ilmu da’wah memang ada hubungannya dengan ilmu komunikasi dan retorika. Bahkan, boleh jadi ilmu komunikasi dan retorika hanyalah sempalan saja dari ilmu da’wah yang diajarkan Allah kepada para rasul. Bila kita mempelajari ilmu komunikasi, lantas dari situ kita menyusun ilmu da’wah, tegak lah ilmu komunikasi yang dikembangkan manusia, dan sebaliknya hancur lah ilmu da’wah yang diajarkan Allah dan dikembangkan para rasul. ∆

  36. tirta says:

    yg sudah mendapat kajian al quran menurut sunah rasul….tolong mengingat bagai mana nabi menanggapi orang2 yg tidak mau. mari kita hindari dengan seindah-indahnya……………..hahahaha mari kita lebih menekankan pada pribadi kita masing2, karena sejak zaman nabi adam sampai masa muhammad yg mau dengan al quran jumlahnya juga segitu-gitu aja ok…maaf klo ad yg salah…….semoga al quran suatu sistem yang tangguh menjadi pandangan dan sikap hidup kita.
    amin

  37. nur says:

    jangan memikirkan ego kita….
    pikirkan diri kita sendiri……
    jangan berdiri sendiri…..
    ayo kita bangun bersama al-quran menurut sunah rosul….

  38. Lost says:

    Pendukung Abi Muhammad Isa baik yang masih dalam Sistem maupun pecahan nya memang paling pandai berteori dan berargumentasi, tapi dalam praktek nya menyedihkan. Jangan kan memberi pengaruh terhadap bangsa, terhadap sesama nya saja terpecah belah.

    Mana itu Kal jasadi?
    Apa kabar Ruhamau Bainahum?
    Sudah sampai mana Zakat satu Sistem Ekonomi?

    Dakwah puluhan tahun, Rattil Puluhan Tahun, Mana HASILNYA? Sudah Mewujud Apa?
    Sinis terhadap selain peserta pengajian Alqur’an Menurut Sunnah Rasul, seraya mencibir “Huh Islamisme”, sudah lebih baik kah dari mereka yang di cibir?

    Fasih berkata naturalis dan idealis, sudah bisa lepas dari yang dua itu?
    Lantang berteriak KAFIR, KUFUR, DZULUMAT….Iman di hati sudah setebal apa?

    Berhentilah saling friksi, tidak melihatkah pada tanda tanda jaman? Tak memperhatikan kah pada kondisi bangsa? Mana solusi mu duhai para insan pendamba kurun kedua? Sudah sesiap apa kah terhadap tantangan jaman yang akan menjelang wahai yang merasa diri paling benar?

  39. harta sujarwo says:

    wayaquuluuna mataa haadzaa alwa’du in kuntum shaadiqiina

    [21:38] Mereka yg bersikap negatif terhadap AQ msr berkata: “Kapankah janji pasti kebangkitan AQ msr itu akan datang, jika kamu sekaIian adalah orang-orang yg obyektif ilmiah sesuai AQ msr ?”

  40. harta sujarwo says:

    bal ta/tiihim baghtatan fatabhatuhum falaa yastathii’uuna raddahaa walaa hum yunzharuuna

    [21:40] Tetapi kehancuran kebatilan dz mssy berbarengan kebangkitan kebenaran AQ msr akan datang kepada mereka dengan secara tiba – tiba maka membuat mereka menjadi panik, sehingga mereka tidak sanggup mencegahnyanya karena mereka tidak mau diberikan pandangan hidup sesuai AQ msr

  41. ABC yes BDC no says:

    bicara dakwah AMSR coba kita kembalikan kepada rujukannya yakni Inna ila rabbika ruj’a, didalam dakwah para rasul semua mengacu pada Strategi dan Taktik dakwah, memang menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan untuk mencapai Q ke II, akan tetapi ada perintah untuk teguh bertahan walau dalam keadaan menyesakan dada atau menegakan bulu roma ….., tapi sayang kebanyakan manusia keburu nafsu ….,
    kadang kita terlalu mabuk pada strategi umum ….. (pencapaian Q II), padahal di dalam strategi umum ada Strategi Khusus …… (Pribadi dan Rumah Tangga) yg dibayangi oleh tabung ajal, apakah sudah anda sampaikan pada diri dan keluarga ..??!!!!

  42. ABC yes BDC no says:

    Apakah sudah Anda Mantapkan Diri dan Keluarga Anda ….. untuk mau hidup ABC tdk BDC ????!!!!!, iman tidak perlu di publikasi, jangan telunjuk lurus keingking berkait ……, untuk itu mari lihat diri ….. sudahkah kita siap melenyapkan DIRI DAN SEGALA KEAKUAN nya …..????!!!!! hanya anda dan Allah lah yang tau ….

  43. harta sujarwo says:

    Sesama penyanjung AQ msr seharusnya tidak perlu saling tuding dan saling hina, kecuali saling menyingatkan atau menyampaikan kesadaran ilmiah menurut Allah.

    dari pada kita saling bermusuhan lebih baik kita saling bergandengan tangan menggempur wilayah da’wah yg sedang menggoyang AQ msr oleh mukadzbibuun melalui Blok Abu salma sbb:

    http://abasalma.wordpress.com/2008/11/14/diskusi-dengan-pengikut-isa-bugis/#comment-3145

  44. kudus says:

    hai.. sesama Aqmsr bersatulah jangan hiraukan mereka yang dz mssy.

  45. kudus says:

    biarkan yg no ABC mari kita bangun kerukunan yang abadi ….

  46. G21 says:

    Setuju dgN “ABC YES,BDC NO”

  47. tozh says:

    fully agree – POSITIP ABC , negatif BDC

  48. G21 says:

    Jangan sampai menganggu kepentingan umum……..ini msh pnggung mereka…bkn panggung kita……..so bina lah diri anda sndr dl…& org2 terdekat,bkn dakwah sec umum bgini…..kl mau dakwah sec terang2an sekalian aj ceramah di forum umum lainnya…/ DDPN ISLAM GARIS EKSTRIM LAINNYA CNTH…..FPI….& liat respon nya kl ngga dIbilang “darah mereka halal di bunuh”…mati konyol…ingat “INI MSH PANGGUNG MEREKA”……di forum maya aj reaksinya aj bgini..bgmn di forum ddpn khalayak org bnyk….ckckck…

  49. kudus says:

    Yang BDC ingat Sunami Jepang yg ABC mari Ratil terus…. okey…

  50. wati says:

    ABC……jangan bertengkar shabat,…..bersatulah,…

  51. kudus says:

    siaap….. asal sesama ABC.

  52. Sapli says:

    Untuk kawan2 semuanya RUANG LINGKUP IMAN =PERCAYA ITU SAMPAI DIMANA? RUANG LINGKUP IMAN =PANDANGAN DN SKP HDP ITU SAMPAI DIMANA? Kita kaji lagi yuk mana yng lebih biadab orang yng tau ilmu tp tdk mau terhadap yng dia tau setelah menanggapi aqmsr,dngn orang yng tdk atau blm tau ilmu(iman percaya) dn 1 hal lg disalah 1 grup di fb sering ada tulisan JANGAN ANDA SEPERTI LILIN YNG MEMBERI CAHAYA YNG REDUP TP MENGHANCURKAN DIRI SENDIRI.artinya apa ya? Mari kita introspeksi dr masing2 dngn aqmsr.

  53. kudus says:

    Instopeksi diri memang lebih baik dari pada banyak omong yang tak tahu ..apa itu arti hidup menurut Aqmsr…

  54. maharani says:

    haasibuu anfusakum qabla an thaasabuu ….

  55. kudus says:

    yg ABC harus bergandeng tangan untuk membendung BDC…untk menuju kekurun ke 2..

  56. Yakni bahwa dia, siapa pun di antara kita, tidak akan pernah menjadikan siapa pun, selain Allah (dengan ajaranNya), sebagai pandu-pandu kehidupan) sebagai tolok ukur.

    Ajaran Alah menurut sunnah Rasul ?

    Siapakah yang di maksud Rasul ?

    Muhammadkah ?

    Isa bugiskah ?

    Ingast manusia adalah makhluq informatif !

    Lantas siapakah yang mengajari Isa Bugis ?

    Bagaimana semua orang kalau mau belajar AMSR harus kepada Isa bugis ?

    Dan siapapun yang mendakwahkan AMSR akan tetapi tidak dalam bimbingan Isa bugis di sebut maling-maling ilmu campur aduk dzulumat dan nur ?

    Bagaimana ini ?

    Coba kita jawab dulu pertanyaan berikut :

    Siapakah isa bugis ini ?

    nabi atau manusia biasa ?

    Terus apa kedudukan dia dalam dakwah AMSR ?

    Bagaimana jika dia mati ?

    Siapa yang melanjutkan ?

    Sementara Q II belum muncul.

  57. Pengikut isa bugis semua bodoh dan dibodohi harus manut isa bugis. katanya manusia adalah manusia informatif maka yang mau tau AMSR harus ngikut isa bugis.

    Kalau isa bugis bukan manusia infarmatif

    Kalau dia menjiplak ilmu shorof para ulama sunnah bukan mencampur aduk nur dan dzulumat

    kalau dia menukil shorofnya para ulama bukan maling ilmu

    kaifah kadzlik ?

    hadza syaiun ajib …………..!

    Wahai sadarlah kaum muslimin. sekali lagi sadar

    Al Qur’an ini Allah yang akan menjaganya.

    Apa maksud penjagaan Allah ?

    apakah hanya menjaga keutuhan teks al-qur’an ?

    tentu tidak ?

    Allah menjaga cara membacanya

    Allah menjaga pula makna-maknanya

    Allah menjaga pula maksud yang terkandung

    Allah menjaga semua tentang alqur’an itu.

    Sehingga ada ilmu tajuwid

    sehingga ada ilmu nahwu shorof

    sehingga ada ilmu ushul fiqih

    dan berbagai cabang ilmu islam.

    Coba bayangan jika tidak ada ilmu shorof dengan apa kita akan membaca kata-kata alqu’an

    coba bayangkan jika tidak ada ilmu nahwu dengan apa kita akan membaca sebuah isim itu marfu atau manshub

    kalau tidak ada kamus dengan apa kita akan memahami kata qoro’a ?

    Kemudian datang Isa Bugis menyalahkan semua ilmu-ilmu itu

    Kemudian dengan apa isa bugis membaca al-qur’an ?

    Siapa yang mengajari ?

    Malaikat Jibril ?

    Atau Allah sendiri ?

    Disinilah letak kelemahan Isa Bugis ?

    Coba kalau dia mengaku nabi seperti Mushadeq lebih gentel rasanya ?

    Mengaku yang lain salah harus berguru kepadanya sementara dia tidak punya guru namun tidak maupula mengaku sebagai nabi ……..Kasihan.

    Namun mengaku akan menegakkan Qurun ke dua

    kalau kurun ke satu yang menegakkan adalah Nabi Muhammad

    Kurun ke dua yang akan menegakkan adalah Dia kenapa dia tidak mengaku sebagai nabi ?

    Maka dari itu kaum muslimin ….
    yang masih punya iman
    yang masih punya pikirian
    tinggalkan isa bugis

    sungguh dia maling ilmu shorof
    ilmu nahwu dan dia aku sebagai ilmu dia ilmu alqur’an menurut sunnah rasul
    padahal ilmu shorof itu telah ada sebelum dia lahir

    sadar wahai kaum muslimin kembalilah kepada islam tinggalkan isa bugis dengan ajaran sesatnya.

  58. kudus says:

    wahai yg tidak mau Aqmsr …. kamu memang benar tapi munurut egomu bukan menurut Aqmsr ..sadarlah bahwa kamu itu memang pantas sebagai dzulumat tulen … sdarlah kaji ulang Aqmsr.

  59. Hermanto says:

    Kalau tidak salah ni, Pak Isa Bugis (Moh. Isa ?) kan mengajak untuk mengkaji Al Quran, dan dalam mengkaji itu beliau juga menggunakan perangkat perangkat yang ada seperti nahu shorof dll. dan kalau tidak salah juga ni beliau menekankan dalam mengkaji Al Quran TIDAK BOLEH MENURUT SAYA, Tetapi HARUS menurut SUNNAH RASUL MUHAMMAD SAW. dan yang boleh menterjemahkan Al Quran bukan cuma seseorang atau satu organisasi, tapi siapa saja yang ingin tahu dan kalau sudah tahu berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkannya.

  60. Herianto : Anda tidak faham ajaran Isa Bugis ya.

    yang di maksud menurut sunnah rasul maksudnya menurut Isa Bugis

    jadi siapa saja yang menterjemahkan dan mengartikan al qur’an tidak sesuai isa bugis ya dzulumat.

    Dan siapa saja yang menterjemahkan mirip seperti isa bugis akan tetapi tidak mau diatus dan dalam pengawasan isa bugis disebut maling-maling pencampur adukkan nur dan dzulumat.

    Contoh dari itu sangat jelas yaitu guru saya sendiri namanya Pak Masykur orang gondang kecamatan cepiring kabupaten kendal jawa tengah.

    Tanya Isa Bugis pasti kalau dia belum pikun akan ingat siapa murid yang sangat cerdas dan akhirnya dia tuduh sebagai maling ilmu ya itu dia Pak Masykur.

    Tanyakan juga sama Isa Bugis apakah dia kenal Abu Masruh kakak saya insya Allah kenal.

    dan saya sudah belajar pengantar iman baik dari pak masykur yang dituduh maling pencampur aduk nur dan dzulumat maupun dari pak masyruh kakak saya.

    saya juga sudah belajar pengantar bahasa al-qur’an, idul fitri kembali kepada sistem zakat.

    Semua itu pemahaman isa bugis. Jadi alqu’an menurut sunnah rasul adalah alqur’an menurut isa bugis.

  61. kudus says:

    kamu memang benar belio mengajarkan untuk mengaji alquan .. bukan maling nahwu sorof atau ilmu.. belio hanya memberi informasi dan meluruskan mau dan tidak itu terserah individu masing2 .. mereka yang negatif terhadap aqmsr muadah2an otaknya dicuci dgn ajaran yang kelak akan menjadi satu2nya pembina kehidupan.

  62. Kadir Purwanto says:

    Tak semua benda di dunia ini harus masuk akal. Memang betul semua ajaran Islam harus disebut menurut al Qur-an menurut sunnah Rasul. Jangankan mau mencari kebenaran dalam rangka menjadi pengabdi solid “pada dan” menurut ajaran Allah menurut sunnah Rasul, mencari makan, cara makan, buang apa yg lepas dimakan pun perlu ilmu. Sebab, kalau cara makan sesuatu makanan pun tak ada ilmu, susahlah.
    Mukjizat para Rasulullah tak lojik, kayak dongeng 1001 malam, kurun ini masih kurun Mekkah. bila kurun Mekkah maka kita harus bersiap untuk disiksa macam para sahabat RA terawal masuk Islam. Maka banyak hukum2 yg tak boleh ditegakkan, termasuk hal farait dan jual beli misalnya. Pembangunan masjidpun tak boleh, sebab di kurun Mekkah cuma ada Masjidil Haram. Susahlah macam ini….
    Bila nak terjemahkan surah al Ikhlas aja sebegitu rumit berputar belit, macemana mau terjemah surah2 yg panjang. Ayat2 bab hukum farait misalnya kalau diterjemahkan macam surah al Ikhlas macemana agaknya terjemahannya.

    Penyeberangan Laut Merah pimpinan Nabi Musa AS menjadi dongeng dek karena laut terbelah oleh pukulan tongkat Nabi Musa AS. Katanya, coba bayangkan lebarnya laut Merah, boleh dibilang selebar jarak Belawan-Sibolga atau lebih. Tak masuk di akal Fir’aun dan bala tentaranya ngejar gak pakai kendaraan yg canggih menurut masa itu dan gak bisa terkejar Nabi Musa AS cs. Masuk akal, sebagai pelarian Nabi musa AS cs memang betul2 berlari dikejar karena gak punya kelengkapan transportasi. Jarak pantai barat ke pantai timur laut Merah jauh juga lo, katakan seperti jarak Belawan-Sibolba tadi. Lari di tengah2 laut terbelah begitu? Apa bani Israel gak capek? Maka, mustahil Fir’aun yg sebagai maharaja tentu punya transportasi canggih gak bisa mengejar mereka. Makanya, kisah itu dongeng belaka.
    Tapi pak Isa lupa, bukan semua lebar laut Merah sebegitu jauh, kitapun tak punya berita bagian laut Merah sebelah mana yg diseberangi. Lihat atlas, penghujung atas laut Merah cuma beberapa kilo dan meter saja, Pak Isa. Boleh aja kisah itu diterjemah begini. Utk menyeberangi laut Merah, Nabi Musa AS cs punya armada sebagai terjemahan tongkat yg membelah laut. Fir,aun pun tentu punya armada, maka berperanglah 2 armada ini di tengah laut, pemenangnya Nabi Musa AS cs. Itu kata Pak Isa, maka ada nilai nur di situ.
    Tetapi bukan semua di dunia ini harus bisa diterima akal,Pak. Saya pernah ikut menguruskan pengkebumian jenazah tetangga pada thn 1996. Almarhum tingginya sama dgn saya 165 cm dan badannya kecil mcm saya juga berat 52 kg. Banyak masalah ketika memandikan, sumur tiba2 kering, beratnya minta ampun, 10 org gak terangkat. Kain kapan gak cukup, keranda untuk ngusung bisa patah. Gotong royong kami mandikan di sungai dihantar buldozer. Sampai di kubur, lobangnya gak muat2. Masuk akal Pak Isa?
    Mukjizat utk para Rasul itu urusan Allah dan patut pun mereka dapat. Ada perintah Allah yg bisa diterima akal dan ada yg kita cuma harus mengikut saja, contohnya dalam shalat kenapa harus ruku’ itu begini, sujud begitu.Kita ikut saja apa yg Allah suruh, itu hak Allah…Wa Allahu a’lam

  63. N-drik says:

    Saya gk tau mau koment apa lagi, kalian emg hebat2 dch…
    Tapi saya percaya ajaran tsb. (abu) gk mudah untuk saya (kerbau) jangkau..
    berat berat dan berat…!!

  64. G21 says:

    Abu salma……”telunjuk lurus kelingking berkait”…..

  65. Paman says:

    Abu salma@lebay,sdh tdk asing dngn komen anda tentang alqur’an menurut sunnah rasul yng anda kemukakan bkn jawaban tentang permasalahan hidup,tp yng anda kemukakan kebenciam anda terhadap seseorang,dn kpd suatu kelompok,ketinggalan kereta kamu mas orang cari solusi tantangan hidup bkn mencaci maki,dn yng disayangkan anda mencap seseorang atw kelompok sesat ttp buktinya dr thn 60 an smp skrng itu tdk terbukti krn kl terbukti sdh dibabat habis bro.dr situ bisa ditebak kl anda itu adlh orang yng berbicara berdasarkan perasaan(benci).yng merasa calon pendukung aqmsr untuk mengubah dunia tdk bs tdk harus dimulai dr dr sendiri,itu bukan kata saya,,,

  66. kojaw'86 says:

    sadar diri tahu segala..
    salah paham sumber bencana…
    ingat kawan 3langkah kedepan adalah kematian kita(kita tidak tahu kapan ajal kita datang)…jangan terlena dengan kurun ke2…kurun ke2 itulah jangka panjang…jangka pendeknya ketika ajal menjemput kita…maka sadar dirilah dan bersenandung haraplah menurut ILMU-NYA. semoga kita hidup mencapai 1tujuan khasanah di dunia & khasanah di akhirat. amiin. ABC

  67. kojaw'86 says:

    @PAMAN: LIKE IT

    ISA BUGIS TIDAK BISA BIKIN AJARAN, JADI ALQ MSR ITU BUKAN AJARAN ISA BUGIS. PAHAM!!!!

  68. kudus says:

    Aqmsr adalah ajaran Allah… Isa bugis adalah penerus ajaran Allah … kurun ke 2 pasti datang ..kita bina diri sendiri masalah ajal urusan Allah mudah2an kelak menjadi penyanjung ajaran Allah satu2nya pemersatu…

  69. ABU SALAMA MUHAMMAD FUCKRUROZI AL KADZIB, AYO MUBAHALAH!!!!!!!! says:

    yang terhormat,
    YANG DIPERTUAN AGUNG MAHA RAJA DI RAJA SYAIKH IMAM WALIYULLAH ABU SALMA MUHAMMAD FUCKRUROZI AL KADZIB.

    kalau ente emang merasa paling tau tentang nilai hidup BENAR dan SALAH yang HAQ dari ALLAH,

    ente tantang aja ISA BUGIS dan para pendukung ajarannya buat MUBAHALAH ama ente kontra pengikut-pengikut ajaran SALAFI dan santri-santri ente semuannye,

    kita berhadapan, berkumpul, berjabat tangan, bersama-sama mengundang AZAB dan LAKNAT ALLAH terhadap siapa dan atau golongan mana yg telah berlaku aduk-adukan terhadap ajaran ALLAH yg HAQ,

    kalau bisa sekalian aja ente undang semua media massa, TV, koran, majalah buat meliput, biar semua orang pada liat dan tau bahwa YANG DIPERTUAN AGUNG MAHA RAJA DI RAJA SYAIKH IMAM WALIYULLAH ABU SALMA MUHAMMAD FUCKRUROZI AL KADZIB adalah yg paling tau dan penegak ajaran ALLAH yg paling benar di muka bumi, dan ISA BUGIS dan pendukubngnya adalah penyebar aliran sesat.

    biar ISA BUGIS ditangkap dan penjara karena udah nyebarkan aliran sesat di Indonesia.

    BERANI ENTE??????????????????????????????????????????????????????????

    harus nya berani doooooooo…ng!!!!!!
    karena ente pasti tau motto hidup: “NILAI YANG BENAR MAMPU DI TANTANG”,
    kan ente yg bilang sendiri, kalau ente pernah ngaji ama ISA BUGIS?

    ISA BUGIS gak bakal kabur koq kalau ente tantangin MUBAHALAH,

    sebaliknya kalau ente kagak berani…

    ente dan pengikut2 ente mah kagak lebih dari sekedar pengecut stress & frustasi yang cuma bisa bikin FITNAH dan ngoceh2 gak keruan di blog gratisan….!

  70. RANDY says:

    waduh… baru tau sekarng… ih seru juga nih…
    tapi klo boleh ikutan untuk semua yg baca coba cermati semua tulisan yg ada…
    yg intonasinya naik, menjelek2kan orag lain, dll ..kita baca dengan penuh lapang dada (jgn marah ini kenyataan ) dan lakukan sebaliknya dengan intonasi rendah sopan dll….saya juga pernah study aq.msr, sya juga ngaji dtempat saya, d ktr dng berbagai guru, semua saya tampung dan saya pelajari … soal pilihan.. hanya saya yg tau dan Allah tentunya….
    tujuan akhir kita adalah hasanah dunia dan hasanah akhirat …. titik
    tidak bisa dengan nafas yg ngos2an krena rasa marah/ benci pada yg beda….
    semoga kita semua berhasil dalam menggapai janah…. amiennnnn

  71. kudus says:

    Abu salma adalah seseorang yg patah hati dan dendam membara, dia edan dg pangkat mungkin dipanggil aja sebutan syeh abu salma biar dia masuk surga dan dikelilingi bidadari cantik baru otaknya waras, biarkan dia ngoceh seperti anjing menggonggong biarkan dia menghujat sampai kering meronta biarkan dia dendam sampai puas … baru Allah melaknatnya.. sekarang yang ABC bertahanlah walaupun ada badai menghadang kaji terus AQMSR…

  72. Ahmad Haes says:

    Saya setuju dg anda sdr Randy. Menyatakan kebenaran hrs dengan pikiran jernih dan hati yang terbuka, supaya bisa tetap ilmiah dan simpatik.

  73. VS yahudi says:

    Wah.. Wah…, ada propokator tuh..!!!, srigala berbulu domba, lidah biawak bercabang dua, tombak berbalut sutra…

    Emang yahudi…, hasadan min indi anfusihim.., buka topeng anda bung…!!, pasang lebel yahudi anda..!!

    Wahai para pendukung Nur MSR, jgn mau di adu domba.., jgn ketipu siasat yahudi, tugas kita memperbaiki diri dg rattil dan dibina dg shalat, selebih ny bukan urusan kita.

  74. hope says:

    ternyata gagasan dr materi aqmsr yg sy dpt hampir 20 th lalu,pembuktianya sdh hampir terjadi semua sekarang,..baik masalh peserta aqmr itu sendiri maupun masalah peradaban dunia dzulumat yg ditandai hancurnya negara 2 arab ,(ternyata engga ngarang jg ya)sangat bernilai ilmu Allah ini untuk saya pribadi bisa memahami kenyataan hidup skrg…tinggal sy dan keluarga lebih memantapkan diri dgn nilai iman ABC,mudah2n bisa dipastikan Allah untuk saya ,dan keluarga,dan jg berharap u, anda semua yg mau Abc.saat ini yahudi bisa menggunakan media apapun u/ menghalagi setiap yg mau ABC dr kiri,kanan atas depan anda …maka setiap hr mantapkan diri dgn rattil ,setiap ayat dipahami dn dibawa dlm shalat yg bisa didengar oleh k7 lembaga panca indra kita..mudah2an itu menjd perisai anda dlm mengadikan hidup dengan ajran Allah Aqmsr ini sampai anda istirahat(mudah2an bukan mjd golongan org yg diistirahatkan),..syukur2 bisa masuk ke dalam barisan Q2 layaknya “onta yg mask ke lubang jarum’ sangat terbatas memang pendukung Ajaran allah Aqmsr ini. so get ready ..jgn memusingkan berbagai hujatan krtikan yg memang tak bs dihindari,hrs terjadi..krn itu kepastian Allah.

  75. Ahmad Haes says:

    InsyaAllah. Aamiin!

  76. winda sriwardani says:

    wah…wah..ternyata yang berpandangan kepada QMSR bnyak…al-hamdulillah…ayooo kita tunjukan kebenaran kepada mereka, perangi mereka dengan idiologi QMSR..ciptakan kehidupan ABC….wahai yang berpandangan kepada DZmssy tungulah kehancuran kalian

  77. kudus says:

    sippp…………… yang dzmt tidak ada tempat dimuka bumi..harus pergi jauh..

  78. een says:

    tetap dalam ratiil, jangan terpengaruh dengan ajaran yahudi yang sudah mendarah daging, tetapkan BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, jadikan ALQ MSR sebagai PANGLIMA HIDUP AJARAN TIADA TANDING…

  79. kudus says:

    okey……..

  80. delta nur says:

    Alhamdulillaahi,ABC,gabah jika tidak tergesek [ proses ] ga jadi beras,begitupun ilmu [ garis iman ] dahsyat AQMSR.teguh bertahanlah.. saudara semua,hmm..yg sy tau,semua Intelejen d Dunia ini udah pd tau tentang AQMSR ini,dan mrk sdh mnytkn,bhw,akn dan trs brsha untk menghntikannya scr lgsg / tdk..jd berhati2lah saudaraku..a’uudzu billaahi minasy
    Syaithaanirrajiimi..

  81. Bruce lee panjaitan sinaga says:

    Al- Quran menurut Sunnah rasul adalah Kitabullah wa Sunnaturrasul sebagai warisan nabi yg paling paripurna. Cukuplah yg demikian sebagai rujukan setiap perselisihan di antara kalian. Semoga kalian sudi menyadarkan diri sesuai yg demikian. yaitu jgnlah kalian duduk sebangku terhadap mereka yg berlaku negatif yg membuat kalian semodel dengan mereka. Sebarkan tatanan hidup Islam yg penuh kedamaian bukan tatanan hidup yg saling bermusuhan. tiada paksaan dalam tatanan hidup Islam. sungguh telah dijelaskan secara sistematis yg rusydu minal ghayyi. Sebenarnya Al- Quran bukan tuk diperdebatkan tapi dikaji dan didiskusikan serta diuji dalam kenyataan hidup. karena Allah mempedomani ( dengan Alquran menurut sunnah rasulNya ) bagi siapa yg berkehendak hidup sesuai pedoman Alquran. trims. wassalam

  82. kudus says:

    Memang manusia hidup atas pilihan ilmu , mari kita berpikir sejenak ..apakah ada dakwah lain yg sehebat dakwah Aqmsr ..dakwah yg lain hanyalah membikin perut gendut.. maka kencangkan ikat pinggang untuk terus dakwah Aqmsr sampai kurun ke 2 tiba..

  83. erik_sidewa_ketawa says:

    baru baca uy……… mantab lah……. :

    SAYA MAH JADI PENENGAH SAJAH LAH…… GAK TAU APA-APA….. BACA TULIS QUR’AN AJAH KAGAK BISA…

    biar lebih puas bagi yang ribut-ribut. karna yang bagaimanapun benar atau salah Allah yang menentukan O.K.

    bagaimana kalau kumpul di lapangan saling berjabat tangan dan mengucapkan beberapa kalimat
    ” KALAU KEYAKINAN YANG SAYA PEGANG TEGUH INI SALAH, MAKA SAYA BESERTA KELUARGA DAN TUJUH TURUNAN YANG SUDAH MENINGGAL DAN TUJUH TURUNAN YANG AKAN DATANG AKAN MENDAPAT LAKNAT ALLAH SWT DAN TIDAK AKAN MASUK JANNAH SAMPAI KAPAN PUN JUGA ”

    bagaimana?????……………. pasti lebih seruu….. seru sekalian alam

  84. setyobudi says:

    banyak bener yg hidup dlm bayangan, mari kt sama2 cari yg asli agar tdk saling memfitnah

  85. pengelana says:

    sebaiknya kt harus bangga dg adanya bpk isa sbgai anak bangsa indonesia mencoba membuka bagaimana pribadi yg merasa dirinya muslim dpt belajar secara mandiri untk mengetahui aql melalui tata bahasa aql , shg setiap insan dpt memahami isi dr aql secara utuh bukan hanya katanya atau critanya, sy kira beliau sangat berharap setelah memahami nya masing2 individu dpt hidup dg aql, mengapa yg mangaku diri nya muslim tdk membuat suatu sitem yg lebih canggih lg dr beliau , mk akan terjadi kompetisi yg sehat ,jd jangan lah kt saling menghujat pd saudara2 kt yg berniat baik

  86. kudus says:

    itu pemikiran yg positif dan membangun mari kita cari solusi yg obyektif ilmiah…

  87. fikri jajuli says:

    haduuh, para petinggi agama dan organisasi pada ribuut .
    hahah :D, salam abc, inti masalah ini cuma satu
    HIDUP ADALAH PILIHAN.
    jangan paksa untuk memilih dan dipilih lah.

  88. siiin ya says:

    ABC mari kita bergandeng tangan untuk menjadi hal yang terbaik siramilah hati kita dgn Alquran msr , jangan jadi ranting patah yg kering dan putus…..

  89. kudus says:

    ABC mari kita bergandeng tangan untuk menjadi hal yang terbaik siramilah hati kita dgn Alquran msr , jangan jadi ranting patah yg kering dan putus…..

  90. lukman says:

    ada pelajaran yg dapat dipetik

  91. dedek hidayat says:

    maju terus pak ahmad husein….

  92. isnayni says:

    assalamualaikum..kok jadi pada saling baku hantam?,ingat saudara2ku,Pergeseran iman,salah satunya adalah faktor intern,marilah kita semua rujuk,walaupn sdh lama sy tidak study,tapi sy merasa sedih melihat saudara2 saya salng pecah belah,sy rindu dengn kehidupan sy,sewaktu diproyek,[daerah cipanas jabar],disana tdk ada baku hantam,kami sling menghormati,segala perbedaan kami rujukan kembali kpd pedomn hidp kita,kan masng2 sudh studi,sudh rattil,shalat,shaum,sdh furqon,lalu mengapa ini terjadi?

  93. isnayni says:

    yg mash/pernh study tingktkan saja rattil,shalatnya,jangan terpancing subyektifnya,hanya merugikn diri sendiri,abu tdk mengintruksikan kita untk berdebat kusir,ingat kita yg mash/pernah studipun blm tentu benar apalagi yg blm pernah studi,jangn lupa!kita tinggl dilingkungn masyarkt majemuk,jadi kita hrs tetp tegh bertahn atas satu prinsip

  94. ramadhan says:

    siapapun berhak berpendapat. “hanya anda dan ALLAH yang mengetahui apa yg menjadi isi hati anda”. saya tidak bisa menilai seseorang dr sebuah komentar. “hanya dirirnya lah yg tahu siapa dirinya”

  95. isnayni says:

    oke deh..lanjutkan,debat kusirnya…

  96. BABI palsu says:

    He hee hee mo nanya nih, apa bener menurut AMSR nabi isa itu memiliki BAPAK, tolooong segera jawab berikut dengan penjelasannya berdasar AMSR,
    juga apa bener pengiikut / murid AMSR ga percaya adanya Mukzizat para nabi dan apakah di luar murid AMSR semuanya dzullumat

    sekali lagi harap di jawab dengan singkat tapi jelas…TERIMAKASIH

  97. Ahmad Haes says:

    Pemilik blog ini tak pernah membahas tema-tema yang anda sebutkan. Bila anda mendengarnya dari orang lain, silakan minta jawaban kepada yang bersangkutan. Blog ini tidak mewakili aliran apa pun. Untuk jelasnya, silakan baca tulisan berjudul “Untuk Siapa”.

  98. BABI palsu says:

    oh ane ga menujukan pertanyaan ane ke pemilik Blog ini. maaf….
    ane menujukan pertanyaan ke pengikut Isa Bugis (Soalnya ane pernah ketemu muka dengan Beliau (isa Bugis) secara pribadi).
    pertanyaan ane lagi buat penunggu Qurun ke dua
    1. apa iya Nabi isa Punya BAPAK
    2. apa iya pengikut AMSR disebut NUR dan yg diluar disebut Dzulumat
    3. apa iya mukzizat yg diberikan Allah kepada nabi-nabi hanya dongeng Lampu aladin.
    4. apa iya AlQuran Bukan bahasa arab ???…
    tolong jelaskan Maksud
    * QS > Ar Ra’d : 37,
    * An Nahl : 103,
    * Fushshilat : 44,
    * Ibrahim : 4,
    * Az Zumar : 28,
    * Asy Syu’araa’ : 194-195
    * Thaahaa : 113,
    * Az Zukhruf : 3
    * Al Ahqaaf : 12,
    * Asy Syuura : 7,
    * Fushshilat : 3.

    mereka (AMSR) mengatakan bahwa orang YAHUDI mengetahui inti alquran dan kita hanya diberi kulitnya saja.

    maaf ane rada mengebu-gebu (soalnya keluarga ane sdh banyak nyang ikut ni aliran ngaco)

    Hayo Jawab hai pengikut Isa Bugis…ane nunggu jawaban Ente…

  99. cyrus says:

    tak usah kita merasa diri paling benar. Karena sebenarnya kita smua sama2 mencari kebenaran. Semoga dinnul islam tegak di indonesia. Sehingga akan muncul kehidupan saling memakmurkan, saling membahagiakan.

  100. BABI palsu says:

    apa susahnya menjawab. kalau ente merasa benar berdasarkan Alquran, kenapa musti takut,

    kan ane sdh bertanya sesuai dengan Alquran, apa alquran ente beda dengan alquran ane ???

    apa ajaran ente hanya buat orang tertentu dengan motto kebo-kebo maju barongan-barongan mundur ???

    makanya jangan bilang kalau Alquran bukan bahasa Arab,

  101. ardiansyah says:

    (anaa) bismillahirrahmaanirrahim
    pk +h.jar(bi) +ismi (al asmaa,u)
    + Allah(isim alam/isim jamid)
    +arrahmaan( ‘allamal qur’aan(qadruhu khiruhu wa syarruhu minAllah) + arrahiim (qada’uhu)

  102. andi says:

    babi palsu,

    tujuan anda bertanya itu apa?

    kalau sudah merasa benar gak perlu bertanya.

  103. BABI palsu says:

    @ Seluruh Umatnya (Isa Bugis yg bukan orang bugis).

    Ane bukan hanya sekedar bertanya, dan ane juga secara pribadi ga ngaku sdh benar, tapi ane bertanya mengenai alquran yg KALIAN terjemahkan semau udel ustadz ente,

    dan menurut pengamatan mata kepala ana sendiri, Keluarga Ane yg tadinya rajin sholat di masjid, setelah ikut-ikutan ngaji AMSR malah sekarang kagak pernah lagi nongol dimesjid,
    kalau sholat juga cuma dianggap LATIHAN dan pemahaman jadi ngaco bin amburaddul, wong ngajinya ga bawa alquran,

    nerjemahin ga pake alat nahwu syorof karena alquran bukan bahasa ARAB, apa itu bukan ngaco bin amburadul tuh.

    makanya jawab aja pertanyaan ane di atas kan cuma 4 Point (Pertanyaan.)

    karena ane punya masukan dari ustadz ente bahwa
    1 Alquran bukan Bahasa ARAB tapi Bahasa WAHYU
    2.Nabi ISA AS ga mungkin ga punya BAPAK, karena bapak biologisnya ada, namanya YUSUF.
    3.Umat QMSR Nur yg lain Dzulumat (Bodoh bin Goblok)
    4.mukzizat yg diberikan ALLAH kepada para Nabi kalian bilang isapan jempol belaka alias dongeng anak2.
    Contohnya : Nabi ISA menghidupkan orang mati bukan mati sebenarnya tapi mati Hatinya dan lain sebagainya

    apa benar yg saya dapatkan seperti itu. makanya saya bertanya kepada seluruh pengikut QMSR siapapun untuk menjawabnya, jangan pertanyaan dijawab dengan pertanyaan.

    orang yg seperti itu ragu dengan keyakinannya sendiri,

    Ane masih menunggu jawaban kalian.

  104. Ali wardana says:

    jawabanya gampak kok.

    silakhan saja bertanya pada yang mengemukaan hal tersebut. silakan bertanya pada Isa Bugis, karena beliau yang mengemukakan hal tersebut. atau baca diktat / materi kuliah beliau sehingga bisa menjadi lebih tau apa alasan beliau mentafsirkan seperti itu.

    Bagi yang belum mengerti jangan jawab pertanyaan demi memuaskan hati. karena tanpa objektif ilmiah semuanya hanya omong kosong.

  105. aghson says:

    b p s >> bpk dateng aja sama saudara yg ngaji, biar jawabanya obyektif ilmia , dan kalau ga sesuai jg ga apa 2 kok. syukur kalau bpk punya modal pengetahuan tata bahasa bisa bantu buat tenaga pengajar.

  106. BABI palsu says:

    >> Ali wardana
    Bagi yang belum mengerti jangan jawab pertanyaan demi memuaskan hati
    karena tanpa objektif ilmiah semuanya hanya omong kosong.

    Dengan tidak menjawab pertanyaan sesederhana itu berarti memang kajian menurut isa Bugis DKK sulit disederhanakan, dan sulit juga di cerna orang kebanyakan terlalu exclusive.

    >> aghson
    Ane sdh terlalu sering berdiskusi / mendengarkan penjelasan2 / kajian ayat2 tertentu seperti yg ane tanyakan di atas. sangat berbeda dengan Tafsir Ulama-ulama besar.

    jadi sebaiknya kajilah Alquran berdasarkan Nahwu + Syorof yg benar
    karena Alquran sdh jelas adalah diturunkan dalam bahasa arab yg jelas.

    kalau ada yg mengatakan Alquran bukan BAHASA ARAB jelas itu sangat keliru, bahkan sdh menolak 11 (sebelas) ayat Alquran nur Karim.
    Yaitu QS > Ar Ra’d : 37,* An Nahl : 103,* Fushshilat : 44, * Ibrahim : 4,* Az Zumar : 28,* Asy Syu’araa’ : 194-195* Thaahaa : 113,* Az Zukhruf : 3* Al Ahqaaf : 12,* Asy Syuura : 7,* Fushshilat : 3.

    nabi Isa jelas Dilahirkan kedunia karena kekuasaan Allah SWT. seperti Halnya Nabi Adam As.

    kalau ada yg berpendapat Nabi Isa mempunyai bapak Biologis namanya Yusuf itu jelas ada di Alkitab perjanjian baru (injil). (Matius 13 : 55)

    Sdh, ane bosen dengan jawaban yg plintat plintut, pertanyaan ane, ane tutup sendiri karena ga mungkin mendapat jawaban dari pihak Isa Bugis.

    Keyakinan ente ya buat ente, keyakinan ane ya buat ane, di luar itu semua tanggung jawab masing-masing.

    yang penting sebagai berkeyakinan Islam sholat 5 waktu itu wajib kalau ga sholat jelas di hitung DOSA.

  107. kalian orang orang pintar kenapa kalian tidak bersatu kan sudah ada wadahnya di bekasi kenapa harus mendirikan komunitas Al Qur’an msr lagi ? kalian hanya ingin mengaduk ngaduk dan mempropokasi ingin mengadu domba aja ! apa kalian orang orang barisan sakit hati yg ingin menjatuhkan yg ada klo kalian ingin belajar Al Qur’an msr.belajarlah yg benar, jangan dengerin Abu Salama dia salah satu penghalang jalan nya dakwah ini dia orang yg sakit hati klo berani datang aja kesana debat dengan IB .

  108. andi says:

    babi palsu,

    nama anti saja pake samaran, pribadi anti juga samaran kali ye, pake topeng.
    kalau merasa benar ngapain pake nickname segala.
    mana ada yang mau jawab pertanyaan anti, kalau anti masih pake topeng,
    dan lagi menjawab pertanyaan anti di comment ini sama saja mubazir.
    Tujuan anti bertanya bukan untuk mencari kebenaran,
    karena anti sudah berhati miring sebelum bertanya.

    emangnya anti sudah diskusi sama siapa saja dari pengikut isa bugis, dan
    sudah sejauh mana diskusi anti dengan isa bugis sendiri tentang AQ-MSR?

    to abu salma “cemen”, knp repot2 sampe ngisi komen di sini,
    blog nya dah sepi ya? gak ada yg nanggapi, kacian deh…..

  109. kudus says:

    babi ngepet memang bikin repot… ngambil ilmunya dari sampah yhd ..makanya bikin ulah bin ngaco… oke oke kalo orang belum tau ya seperti babingepet itu…

  110. aghson says:

    babi p s >> Nabi Isa itu jasadnya kan manusia ,sama dg kita ,kalau beda bagaimana kebenaran proses penciptaan manusia dalam Al Qur,an ?

  111. BABI palsu says:

    > kudus + Andi
    Asalnya dari NABI PALSU , cuma ga pantas bilang nabi, pantasnya N nya di ganti B he hee heee

    >aghson
    Nabi Isa itu jasadnya kan manusia ,sama dg kita ,kalau beda bagaimana kebenaran proses penciptaan manusia dalam Al Qur,an ?

    *** Demikian juga Nabi Adam, Jasadnya ya Seperti kamu itu MANUSIA padahal siapa nama Bapaknya dan siapa nama ibunya Nabi Adam ?????

    Allah menciptakam MANUSIA
    * ada yg tidak memiliki BAPAK dan IBU Nabi ADAM AS
    * Ada yang TIDAK memiliki IBU tapi memiliki Bapak Biologis >>> Siti HAWA
    * ada yang TIDAK memiliki BAPAK tapi memiliki Ibu biologis >>> Nabi ISA AS
    Ketiga orang itu adalah berbeda dengan kita manusia biasa
    tidak seperti kita yg memiliki bapak dan ibu

    kalau anda berpendapat bahwa nabi Adam Hasil dari Evolusi sesuai pendapat Si DARWIN silahkan saja, berarti anda sudah menolak seluruh firman Allah dalam Alquran.

    Coba simak dalam2 uraian tersebut dibawah ini

    3. Ali ‘Imran 59-61
    Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka Katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta

    sampai HATI kalian meg”gelari” Ulama-ulama besar dengan Dzulumat, bahkan kalian samakan Ulama ulama dengan YAHUDI Laknatullah
    apakah anda beragama islam karena isa Bugis. TIDAK, kalian ber -ISLAM karena Ulama-Ulama Masyhur yang kalian gelari dengan Dzulumat itu.

  112. aghson says:

    bps >> selamat jika anda islam karna ulama 2 besar dan mashur dan saya juga ga pernah kenal siapa itu isa bugis secara fisik , tapi saya suka baca blog ini penulisnya Ahmad Husain lebih bisa dimengerti bahasanya tentang islam.dan saya juga akan respon tulisan bpk jika memang bisa di mengerti. tapi teori yg anda sebutkan sy blm bisa mengerti masalah orang tua nabi yg bukan nabi tapi ga di ceritakan dlm kitab anda artikan ga ada. katanya kitab itui bukan catatan silsilah biologis ..tapi arsip kandungan ilmu yg kita jadikan pengendali hidup.
    seperti adam ber istri hawa iitu dari mana ?coba bpk lihat lagi kalimatnya pasangan adam itu istri atau suami menurut ilmu sharaf bpk .bentuknya kalimat laki atau perempuan pasangan di situ .

  113. aghson says:

    bps >>sutan rambing melahirkan petinju berkelas dunia ber nama cris jon
    yg dikandung sutan rambing kan ilmu bertinju , bukan bayi crisjon yg ga ada ibunya
    di sini kan cerita olah raga bukan silsilah biologis cris jon .begitu juga kitab cerita panduan ilmu konsep hidup yg haq bukan cerita sisilah biologis..maaf jika salah karna itu juga hasil kami suka baca baca.sementara itu kesimpulan yg kami dapat.dan sy akan respon juga koreksi dari bpk.
    dan sekali lagi maaf karna saya islam turunan,dan masih perlu banyak belajar.

  114. Urikss says:

    mantab……lanjut terus….kajian al quran menurut sunnah rosul yes….dzulumatm mssy no???

  115. wahh Blog ini jadi ramai trafficnya juga naik… :P

    ABC Yes BDC No.. !!!

  116. BABI palsu says:

    @ Urikss >>> Kudunya kalian introspeksi sendiri, dari segi bahasa aja kalian udah ngaco
    bilang Alquran bukan bahasa Arab, tapi kalian menggunakan bahasa arab. apa ga keblinger tuh
    Apa bukan sebaliknya,……. kalian yg dzullumat

    @Aghson
    >>> seperti adam ber istri hawa iitu dari mana ?coba bpk lihat lagi kalimatnya pasangan adam itu istri atau suami menurut ilmu sharaf bpk .bentuknya kalimat laki atau perempuan pasangan di situ .

    Anda meragukan Adam adalah Laki2 dan Siti Hawa itu Wanita ???…..Anda sendiri laki apa wanita
    kalau anda Laki2 dan beristri apakah isteri anda laki2 apa wanita ???
    kalau anda laki2 dan beristeri laki2 >>> itu namanya Apa, (ngaco nih)

    AN NISAA’ (WANITA) 1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

  117. BABI palsu says:

    Saya ada usul kepada Isa Bugis Dkk (kajian al quran menurut sunnah rosul)

    coba Cetak rangkuman terjemahan Alquran dari ayat pertama hingga ayat terakhir. dalam sebuah buku menurut AMSR bukan berupa catatan atau diktat yang sulit diminta pertanggung jawaban secara akademik,……… kemudian kalian jual di tiap toko buku, seperti Alquran terjemahan yang ada sekarang ini, kalau kalian punya kemampuan membuatnya

    jangan cuma bisanya mentertawakan dan mengejek yg sdh berupaya keras menterjemahkan Alquran, tapi kalian sendiri gak mau mencetak terjemahan alquran menurut Versi Anda, karena kalian takut kepada manusia bukan takut kepada Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta raya ini.(Syirik tuh namanya)

  118. aghson says:

    bps >>
    AN NISAA’ (WANITA) 1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

    bagaimana kebenaran surat ini kalau ada orang lahir tanpa bapak ?
    terserah bagi yg percaya kepada selain surat yg anda kutip ini .

    namanya pasangan belum tentu suami istri,kalau guru pasanganya murid,kalau Adam itu nabi pasanganya ya umatnya , walaupun dia itu juga beristri ,tapi ini masalah ilmu bukan masalah keluarga dan namanya umat itu ada laki2 dan ada perempuan .

  119. BABI palsu says:

    *) bagaimana kebenaran surat ini kalau ada orang lahir tanpa bapak ?
    terserah bagi yg percaya kepada selain surat yg anda kutip ini .

    *) namanya pasangan belum tentu suami istri,kalau guru pasanganya murid,kalau Adam itu nabi pasanganya ya umatnya , walaupun dia itu juga beristri ,tapi ini masalah ilmu bukan masalah keluarga dan namanya umat itu ada laki2 dan ada perempuan .

    Coba anda perhatikan

    AN NISAA’ (WANITA) 1. Hai sekalian manusia,
    bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri,
    dan dari padanya Allah menciptakan isterinya;
    dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

    Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta

    satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.

    Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

    Kalau anda menolak Terjemahan ini
    maka terjemahkan surat AN NISAA’ ayat 1 (menurut pemahaman anda).

  120. BABI palsu says:

    Saya jadi bertanya-tanya sendiri, perihal pemahaman anda mengenai terjemaahan Alquran,
    Jadi kalau menurut anda, bagaimana perihal penciptaan Nabi Adam,
    Apakah anda tidak meyakini kalau nabi Adam Diciptakan Langsung Oleh Allah, ?

  121. Babi Palsu says:

    Apakah AQSMR tidak meyakini kalau Nabi Adam Diciptakan Langsung oleh Allah ???
    Karena Nabi Adam Tidak Memiliki Ibu dan Bapak !!!!!

    jadi dari mana datangnya Nabi Adam ???

  122. aghson says:

    semua yg ada di alam ini ciptaan Allah temasuk Adam soal langsung apa proses itu urusan Allah
    dan Adam itu Nabi pertama dan datangnya juga ciptaan Allah
    dan yg harus kita ikuti itu konsep hidup yg di bawakan oleh Nabi . bukan asal usul fisik yg semuanya itu haq Allah.

  123. imed says:

    begitu banyak pembelajaran yang dapat di ambil dari debat dan diskusi ini, tapi tambah banyak pula pembelajaran yang dapat diambil bila pertanyaan dari account babi palsu dijawab,,,,,, teman2 dri AMSR menjawab tidak akan menjawab pertanyaan tersebut jika pertanyaan tersebut ditujukan secara subjektif dan sudah miring dari awal, tetapi saya disini sebagai orang yang belum paham apa-apa juga meminta pertanyaan tersebut dapat di jawab sebagai pembelajaran,,,,,
    secepatnya mohon di jawab

  124. Cak hamid says:

    Subkhanallah, smua kita sibuk berbuat MENENTANG ALLAH dg berbagai argumentasi.Tatkala berwacana selangit saf ke7 ya? tetapi realitas hidup kita msh tetap dicomberan bikinan yahudi kan? Seyogyanya saatnya kita tdk lagi bicara DAKWAH(one man show) lagi, tapi bgmn KT HIDUP dg Qmsr dan keluar dari comberan! Itu lbh bernilai drpd debat kunyuk turun temurun sprti itu. Lagian masak gak tau bhw 14 abad umat ini baca Qur’an, hasilnya PASTI RIBUT. ini krn tdk ingin taat Tuhan, mk tdk tau lawan/kawan tdk tau KERJAAN.

  125. aghson says:

    i md >> maaf pak saya juga pembaca untuk informasi lihat di kanan atas ada tulisan ketik yg anda cari masukan tulisan NAPAK TILAS SORGA ADAM .

  126. Babi Palsu says:

    Kalau sdh menganggap semua adalah rekayasa yahudi, kemudian menganggap AQSMR yang paling benar, diskusi apapun akan jadi percuma, sia2 belaka

    Sekarang umat islam terpecah belah bukan karena kesalahan terjemahan, tapi kepala batu umatnya, yang ga mau menerapkan disiplin dan tatalaksana berhukum islam berdasarkan alquran

    cara pandang kalian ini keterlaluan, menjuluki ulama yang bikin kalian menjadi ISLAM, (jauh sebelum isa bugis lahir) dengan julukan sampah, comberan, tempat yang paling kotor najis, atau penghinaan lainnya.dan menurut saya itu sangat keterlaluan, yang mana hal itu juga sangat dilarang dalam dienul islam, ……….kalau kalian memang mengkaji Alquran.

    bukti kalian subjektive adalah setiap ditanya, kalian bukan secara objetive menjawab pertanyaan yang diajukan, tetapi malah plintat plintut bahkan meng’ignor’ pertanyaan itu.

    dan saya menjuluki kalian sangat PENGECUT karena tidak mau MENCETAK DAN MENJUAL BEBAS DIPASARAN terjemahan alquran menurut versi kalian. sehingga kalau islam sekarang salah menurut kalian, dikarenakan Alquran yang beredar adalah terjemahan YAHUDI OR DZULUMAT.

    berdasarlan data statistik (misalnya) indonesia mayoritas dienul islam, tapi coba telaah lebih dalam lagi oleh kalian, berapa yg mengaku islam yang mendirikan sholat 5 waktu, berapa banyak yang ber shaum di bulan ramadhan, berapa yang sdh memahami hukum islam kemudian berzakat , dan sebagainya
    kemudian coba perhatikan apakah negara indonesia ini sdh menerapkan hukum islam baik di pengadilan maupun pemerintahan ???

    Semua itu menurut saya pribadi bukan kesalahan menterjemahkan Alquran tetapi kita semua yang memang sangat sedikit mendapat pendidikan hukum islam secara benar….

  127. Maulidin says:

    Apa Isa bugis menguasai tata bahasa Al’quran?

  128. aghson says:

    C HMD >> mantaap betul banget pak.

  129. kudus says:

    tanya sendiri….

  130. BABI palsu says:

    Kayak anak kecil yang kepepet,

    tanya aja sendiri ………….wew…….he heee heeee…….

  131. urikss says:

    Saya setuju bahwa isi dari diskusi msh kayak “yahudi”??>???

  132. urikss says:

    Hai….Babi Palsu…??? Kamu saja membikin Nama yg menjijikkan??? itu semua sesuai dg KOMENTAR2 ANDA

  133. umi says:

    ”mudah mudahan saya mau hidup dengan ilmu allah yang telah mengajar alqur’an menurut sunnah rasul lagi yang memberi satu kepastian hidup menurut satu pilihan masing masing”

    ” hanya menurut NYA ( ALLAH dengan ALQUR’AN menurut sunnah RASUL) itulah kami hidup mengabdi dan hanya menurut NYA ( ALLAH dengan ALQUR’AN menurut sunnah RASUL) jualah kami menadahkan satu kehidupan saling tolong menolong ”

    .. smua pasti sudah tau yang baik baik jadi masing masing aja rombak diri, untuk lebih mengabdi lagi pada alqur’an menurut sunnah rasul anda ,, maaf loh ini sih cuma skedar mengingatkan .. semoga manusia bisa saling berkasi sayang ( cinta ). maaf dan maaf jangan sakit hati ya ..
    saya aja masi amburadul alias brengsek alias apalah tersaerah. salam cinta dan damai buat smua ciptaan allah. semoga kita semua masi di dalam dinul islam . amin .. maaf jika ada yang salah

  134. Babi Palsu says:

    Hai Urikss

    coba anda jawab pertanyaan saya di atas
    jangan belat belit mulu bisanya

    mampu nggak anda menjawab

  135. BRLODGE says:

    Sebetulnya simpel, anda yg kontra cuma karena tidak/belum pernah terjun langsung untuk mengetahui yg sesungguhnya maksud dari isa bugis. anda2 hanya terbawa mulut sesat! bukankah mulut lebih sesat daripada sebelum mengenal?

  136. BRLODGE says:

    Kalaupun ada orang studi AQMSR yg mulutnya bathil, mendiskreditkan yg lain, mengolok-olok, jikalau isa bugis tahu sudah pasti di tendang keluar pagar

  137. Urikss says:

    OK BANGET BRLODGE……..YANG JELAS KENYATAAN HIDUP MEREKA YANG MENGAKU “UMAT ISLAM” MASIH MEMPRIHATINKAN…..!!!!!!

  138. Babi Palsu says:

    Urikss apa maksud anda umat islam memprihatinkan ??? coba jelaskan .dimana memprihatinkannya…
    ternyata sombong sekali ya anda…apa semua pengikut AQSMR itu seperti anda gede kepala sombong, sangat merendahkan umat islam, apa anda termasuk bukan islam….

  139. ya nisbah says:

    kalau dari bahasanya yg aduk2an,si babi pernah studi,tapi tdk tahu atau pura2 tdk tahu kalau alq msr objektif,sepertinya dia mash suka dgn gaya hidup warisan nenek moyangnya,yg dia anggap sdh pasti/paling benar,atau…mungkin dia takut dandang nasinya terbalik..sangt tepat sekali kalau pertanyaan dia tdk dijawb.

  140. kudus says:

    Maksudnya umat islam yg memprihatinkan ya.. seperti kamu babi palsu.. anda itu sudah baik.. tapi baik itu belum tentu benar.. anda itu minim ilmu jadi ya mulut besar yg anda keluarkan.. oh kasihan anda sebagai pengikut islam ..mudah2an anda masuk surga yg tingkatannya ke 99.. bukan sombong kami semua berpandangan dan bersikap hidup dgn ajaran Allah yaitu Aqmsr .. kami tidak merendahkan umat islam tapi mengajak untuk menata diri untuk hidup sadar dengan dgn ajaran Allah.. bahkan mengajak untuk berpola pikir yg positif sesuai yg diajarkan para Rosul Allah.. pahammmmm.

  141. BABI palsu says:

    kudus <<< anda mengatakan saya / kami, "memprihatinkan", apa tidak sebaliknya, anda yang memprihatinkan, kalian berusaha mendirikan ajaran baru yang katanya berdasarkan sunah rosul, tapi kenyataannya kalian mudah sekali menghina orang yang sdh berjasa mengembangkan islam di seluruh dunia. termasuk anda sekarang ini, beragama islam, tak peduli islam AQSMR

    kalau kami (yg kalian beri julukan Dzulumat atau yahudi) sudah punya alquran dan terjemahan yang sdh beredar luas di masyarakat, dan di jadikan dasar hukum kami.

    mana alquran kalian yang sdh diterjemahkan, kalian juga seharusnya punya alquran yang sdh kalian terjemaahkan sendiri (kelompok AQSMR berikut Ulama2nya) kalau memang kalian bertujuan positif untuk mepersatukan umat islam.

    kalian hanya bisanya mengejek, menyudutkan, mentertawakan, meremehkan ulama dengan julukan dzulumat atau yahudi, dan lain sebagainya. yang termasuk saudara seiman kalian juga.

    coba introspeksi apakah kalian sdh sebenarnya mengikuti perintah Allah dan Nabi Muhamad SAW. ???

    ya nisbah <<<
    Kecil sekali pemikiran kamu, segala sesuatu di sangkut pautkan dengan bakul nasi. ??? saya menjawab: saya berdiskusi ini bukan untuk menegakan bakul nasi . titik
    tapi saya tergelitik bersuara karena pola pemikiran kalian yang nyeleneh ingin berbeda sendiri dan menganggap bahwa hanya kelompok kalian yang paling benar berdasarkan sunah rosul.

    BRLODGE says:
    January 27, 2012 at 8:00 am

    Kalaupun ada orang studi AQMSR yg mulutnya bathil, mendiskreditkan yg lain, mengolok-olok, jikalau isa bugis tahu sudah pasti di tendang keluar pagar

    ya tentu saja ulama kalian yang ditendang lebih dahulu keluar pagar, karena sering mengumpat Ulama yang sudah ada, dengan makian "Dzulumat/Yahudi"

  142. Rhinsok says:

    TOLONG DIBACA, GARIS BESARNYA sepertinya yang kontra terhadap ‘pa isa dengan tujuannya’ sudah terlalu egosentris dalam mencerna apa maksud dari studi ini. Manusia2 yg kontra hanyalah manusia yg menganggap bahwa studi AQMSR adalah sebuah komunitas yang menamakan AQMSR, padahal sudah jelas bahwa yang studi adl orang2 yg ingin meng-AQMSR-kan dinul islam. Tolong harap dikurangin ego nya ketika membaca bagi yg kontra, baca dengan jelas bahwa AQMSR adalah sebuah pola fikir & pandangan, dan bukanlah sebuah komunitas

    Apa, dan begitu beraninya anda menyebut AQMSR yg jelas adalah sebuah pola fikir anda sebut sesat? pikir baik2 Al-Qur’an menurut Sunnah Rasul adalah sesat? pikir dan pikir lagi bahwa AQMSR bukanlah sebuah komunitas melainkan pola fikir. nurani anda ditaruh dimana?

  143. Rhinsok says:

    Atau apakah keterangan : ‘POKOK-POKOK AJARAN ISA BUGIS’ dan ‘BEBERAPA CONTOH CARA MEREKA DALAM MENAFSIRKAN AL-QUR’AN’ adalah buatan YAHUDI yaa? yang pintar hanya menerangkan sisi2 seperti itu tanpa alasan rinci mengapa atau ditambah kata2 yang menjurus untuk/supaya dapat sintesis sebutan sesat-nya, dan bertujuan untuk kembali memecah belah. DAN bertujuan untuk, pd akhirnya disebarkan kembali oleh setiap orang yang kontra karena akibat membaca keterangan pendek yang devide et impera tsb

    HHIKS

    “wacana muw karena keterangan yang sampai padamuw sampai tidak sampai..
    cobalah menanggapi dengan sebenar-benarny menanggapi, dan ajukan pilihan setelah benar2 menanggapi…. jangan hanya dengar GOSIP!!!”

  144. Rhinsok says:

    Termasuk si babi palsu ini

  145. FRZ says:

    FITNAH KEPADA ISA BUGIS DAN KITABULLAH WA SUNNATURRASUL
    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.

    Oleh : Prof. Dr. Muhammad Abduh. SH

    Setelah cukup lama saya menelaah, membandingkan dan memverifikasi kedua belah sumber referensi antara satu dengan lainnya secara cermat, dan hati – hati. akhirnya saya terpanggil untuk mendudukkan pokok persoalan yg sesungguhnya. Kadang saya sempat tersenyum saat saya membaca referensi dari musuh -musuh saudara Isa bugis yg berupaya keras menciptakan opini publik untuk pembunuhan karakter bapak Isa bugis. kenapa saya tersenyum..? karena ternyata opini-opini dangkal yg dialamatkan berasal dari saudara Isa bugis ataupun dari kitabullah wa Sunnaturrasul, tidak saya temukan dalam diktat asli karya Isa bugis. dari mana opini-opini murahan tsb..? nah ! selidik punya selidik, ternyata mereka adalah bekas murid dari muridnya saudara isa bugis yg sakit hati akibat istrinya lebih mencintai dakwah Al-qur-an yg digemakan isa bugis. berbekal rasa sakit hati bercambur dengki maka bekerjalah pola syaithan untuk berkorban dg segala daya upaya untuk melakukan provokasi murahan. kenapa murahan ? karena adanya opini hasil aduk-adukaan dari pandangan hidup saudara isa bugis dengan opini tambahan dari penulis buku yg menjadi musuh isa bugis. dari mana saya tahu terjadi campur aduk dari opini isa bugis dg opini musuh isa bugis..? dari hasil perbandingan yg utuh. ternyata sang penulis mendapatkan sumber yg palsu yg berasal dari pihak yg dengki tsb.

    ketika itu saya menawarkan diri untuk mengadakan tuntutan atas nama Isa bugis kepada para pihak yg memfitnah beliau, tapi dg kebesaran jiwa Isa bugis, malah saya dilarang untuk mengurusi hal-hal yg beliau anggap sebagai kewajaran sebagaimana wajarnya para nabi menghadapi berbagai Fitnah dan caci maki serta hasutan oleh musuh yg dengki dan jahil.

    bagaimana fitnah itu disebarkan secara sepihak dan tanpa check and recheck diolah seolah nyata..? mari kita simak sbb:

  146. FRZ says:

    ALIRAN SESAT ISA BUGIS : KITABULLAH WA SUNATULRASUL
    oleh Darmawan Apriel Rummy pada 19 Oktober 2011 jam 16:29
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM

    Aliran sesat Isa Bugis Kitabullah wa sunaturasul

    Di alam modern ini banyak para pakar muslim yang memahami ajaran islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan cara modern pula. Namun sayang! Kebenaran yang dijadikan pegangan tersebut, justru meninggalkan kebenaran mutlak dan qoth’I dan menjadikan kebenaran semu dan relative sebagai gantinya.

    Sejumlah ilmu alat seperti ilmu tafsir, ilmu hadits, ushul fiqh dan lain-lain yang menjadi sumber pendukung untuk memahami kedua sumber Islam ditinggalkan. Mereka memandang bahwa berbagai ilmu alat tersebut sudah tidak relevan lagi dijadikan pegangan, sebagai standard dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah, karena kondisi dan situasi dunia di zaman modern ini sudah bergeser dan berubah. Jadi Al Qur’an dan As Sunnah juga harus dipahami dengan cara modern yang penuh dengan kebebasan, bukan dengan cara kuno yang banyak ikatan.

    Isa Bugis merupakan sebuah aliran yang mengajarkan adanya pembaharuan dalam ajaran Agama Islam. Ia berusaha untuk mengilmiahkan agama dan kekuasaan Tuhan dan akan menolak dan mengingkari kebenaran semua hal-hal yang tidak bisa diilmiahkan atau; tidak bisa diterima dengan akal.

    Tentang Isa Bugis
    Isa Bugis lahir di kecaqmatan kota Bhakti, Pidie, Aceh pada tahun 19262. pada umur 21 tahun, dikatakan bahwa ia mengabdikan dirinya untuk membela Islam dengan menjadi anggota Laskar Mujahidin Aceh, yang mirip dengan Laskar Hizbullah atau Sabilillah yang ada dipulau jawa.

    Setelah menamatkan pendidikan menengahnya di Aceh, Isa hijrah ke Jakarta. Ketika itu ia meneruskan pendidikan di Universitas Islam Jakarta namun tidak sampai selesai. Selama itu ia aktif dalam berbagai kiegiatan keagamaan. Mulai dari mengikuti kegiatan pemuda Islam Indonesia hingga Persatuan perjuangan seluruh Indonesia sampai tahun 1952.

    Tahun 1956-1959 Isa bergabung dengan Masyumi. Setelah itu, ia bekerja di Jawatan Penerangan Agama Jakarta sampai dengan tahun 1963. tak berhenti sampai disana, ia keluar dari pekerjaan itu dan menjadi pedagang kelontong. Namun, Isa tak meninggalkan aktivitas keagamaannya. Sambil berdagang ia juga berdakwah kepada masyarakat di kawasan Jakarta, Tanggerang, juga daerah Sukabumi.

    Pada tahun 1955 ketika bergabung dengan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) bakat politik Isa Bugis terasah dengan cepat. Ia pun ketika itu sempat menjadi perhatian tokoh nasional. Pada pemilu 1955, M.Natsir pernah meminta pendapat Isa mengenai partai Masyumi. Pada saat itu Masyumi mengalami kekalahan suara dalam pemilu. Natsir mempertanyakan mengapa partai Islam bisa kalah, padahal hamper 99% penduduk Indonesia beragama Islam. Natsir pun mengumpulkan para pemikir dikalangan Masyumi dan GPII, termasuk Isa Bugis.

    Tidak hanya itu, Isa pernah mendapatkan tugas khusus dari presiden Sukarno, terkait dengan keprihatinan Pemimpin Besar Revolusi itu pada kondisi Islam di Indonesia. Isa dan beberapa temannya ditugasi Sukarno untuk mendalami Islam.

    Perkembangan aliran Isa Bugis

    Ajaran Isa Bugis telah ada sejak tahun 1960-an. Awalnya ajaran ini muncul di desa Gunung Puyuh, Suka Bumi, Jawa Barat. Disanalah Isa memulai ajarannya. Mulanya pada 28 Agustus 1966, Isa mendirikan lembaga pendidikan yang ia namakan Pembina Masyarakat Baru yang sering disingkat pembaru.

    Aliran yang bernama “Isa Bugis” ini merekrut anggotanya di kalangan anak muda termasuk mahasiswa. Mereka bergerak secara diam-diam, sementara tempat pertemuan dan pendidikannya, dikatakan berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga amat sulit untuk dilacak. Malam Jumat merupakan malam rutin pertemuan mereka.

    Untuk menarik orang awam, dia berusaha memberikan sentuhan asesoris ilmiyah dalam doktrinnya. Sehingga bagi mereka yang benar-benar awam yang merasa apa yang diajarkan itu benar dan logis. Bahkan ada semacam kebanggaan tersendiri karena kesannya Al-Quran itu sangat ilmiyah secara teknologi. Bahkan semua fenomena di alam ini menurutnya harus ada penjelasan ilimiyahnya. Bila tidak, maka harus diingkari Perhatian dan simpati masyarakat pun ketika itu banyak diperolehnya.

    Hal ini dikarenakan saat itu Pembaru menawarkan cara pandang baru dalam memahami dan beribadah dalam islam. Kesempatan belajar secara gratis yang disediakan Pembaru membuat lembaga pendidikan ini banyak diminati. Ada kabar kalau pengikutnya mencapai ratusan orang. Padahal, fasilitas dari lembaga pendidikan ini terbatas.

    Banyak sarjana yang tertarik dengan ajaran Isa Bugis. Hampir semua Dosen Agama Islam IKIP Negeri Rawamangun Jakarta (kini namanya UNJ –Universitas Negeri Jakarta) terdiri dari pengikut Isa Bugis. Kelompok pengikut Isa Bugis di IKIP Negeri Rawamangun ini bisa dikatakan sudah menguasai pola pikiran keagamaan di IKIP. Mahasiswa yang menolak pola pemikiran Isa Bugis pasti akan sulit untuk lulus ujian mata kuliah Agama Islam.

    Para pengajar yang sudah berpaham Isa Bugis itu menyusun pelajaran agama khusus untuk mahasiswa IKIP dan dijadikan buku wajib untuk pegangan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang menjadi korban (tidak lulus) karena tidak mau mengikuti materi dalam buku itu. Setiap diadakan perlawanan, selalu mahasiswa yang dikalahkan.

    Dalam perkembanganya, ajaran Isa kemudian di pandang aneh oleh sebagian ulama. Salah satu contohnya, mereka tidak mau menerima orang luar menjadi imam sholat mereka. Mereka menganggap orang di luar gerakan Isa Bugis belum sempurna benar keagamaannya, maka dari itu dianggap belum bisa memimpin sholat, terkecuali orang tersebut telah tergabung dengan ajaran ini.

    Gerakan Isa Bugis mulai dikucilkan. Bahkan pada 17 Agustus 1968 sholat Jum’at si desa Pesawahan, kecamatan Cicurung, yang ketika itu dipimpin seorang pengikut Isa Bugis diulang oleh ulama setempat. Mereka mengeluarkan setempat. Komando Distrik 0607 di Sukabumi juga turun tangan.

    Mereka mengeluarkan surat keputusan melarang Isa Bugis berceramah di Sukabumi. Dalam waktu bersamaan, kepolisian Resor Sukabumi menerbitkan larangan yang sama. Merasa terusik, para pengikut Isa Bugis akhirnya berangsur-angsur pindah. Saat itu mereka merasa gerah dengan banyaknya larangan dan kecaman terhadap gerakan mereka. Tempat baru yang dituju adalah lampung, yang waktu itu menjadi lokasi program transmigrasi swakarsa.

    Ajaran Isa Bugis

    Isa Bugis ingin menerjemahkan dan menganalisa agama Islam berdasarkan teori pertentangan antara dua hal. Seperti ideologi komunis dengan kapitalis, antara nur dan dzhulumat. Ia berusaha untuk mengilmiahkan agama dan kekuasaan Tuhan dan akan menolak semua hal–hal yang tidak bisa diilmiahkan atau tidak bisa diterima oleh akal. Oleh karena itu ajaran Isa Bugis ini banyak diikuti oleh para intelek yang cenderung lebih menggunakan akal dan pikiran.

    Sentuhan asesori ilmiah dalam ajaran ini tampak dalam bentuk doktrin-doktrin Isa Bugis. Bagi mereka yang benar-benar awam, apa yang diajarkan itu terasa benar dan logis. Semua fenomena di alam ini menurutnya harus ada penjelasan ilmiahnya. Maka, tidak mengherankan bila ajaran ini banyak diikuti oleh para intelektual, khususnya mereka yang memuja akal dan pikiran.

    Isa Bugis berani mengingkari mukjizat para nabi (kalau saya ga berani yaa). Menurutnya, itu bohong belaka karena tidak sesuai dengan kaidah ilmiah. Hal-hal yang diingkarinya antara lain kisah Nabi Musa a.s. yang membelah laut dan kisah penyembelihan Nabi Ismail a.s.

    Ajaran ini anti dengan segala yang berbau Arab, terutama bahasa Arab. Isa Bugis adalah penantang sejati syariat Islam. Menurutnya, Nabi Muhammad saw. adalah pembangkit imperialisme Arab sedangkan ilmu-ilmu tauhid, fiqih dan sejenisnya menurutnya adalah syirik.

    Hasil penelitian di Departemen Agama RI sendiri kemudian sudah melahirkan tindakan. Yaitu secara tegas menyatakan bahwa apa yang diajarkan Isa Bugis selama ini adalah ajaran yang sesat. Dan hasil penelitian Proyek Pengawasan Kegiatan Keagamaan dan Aliran-aliran/faham-faham disebutkan,? Ada sinyalemen bahwa gerakan Lebaga Pembaharu yang dipimpin Isa Bugis ini ada hubungannya dengan gerakan komunis international dalam rangka usaha meng-come back-an sisa-sisa G 30 S/PKI di Indonesia.
    Pokok-pokok Ajaran Isa Bugis

    Air Zam-zam di mekkah adalah bekas bangkai orang arab.
    Semua kitab tafsir Al-Qur’an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena semua salah.
    Menolak semua mukjizat para nabi dan rasul, seperti kisah Nabi Musa Alaihi Salam membelah laut dengan tongkatnya dalam Al-Qur’an adalah dongeng lampu Aladin
    Nabi Ibrahim As. menyembelih Ismail adalah dongeng.
    Ka’bah adalah kubus berhala yang dikunjungi oleh turis setiap tahun.
    Ilmu fiqih, ilmu tauhid dan sejenisnya adalah syirik. Ulama yang mengajarkan ilmu ini harus disingkirkan ke Pulau Seribu.
    Al-Qur’an bukan bahasa Arab, sehingga untuk memahami Al-Qur’an tidak perlu belajar bahasa Arab, tata bahasa Arab dan sejenisnya.
    Setiap orang yang intelek diberi kebebasan untuk menafsirkan Al-Qur’an walau tidak mengerti bahasa Arab.
    Ajaran Nabi Muhammad adalah pembangkit imperialisme Arab.

    10. Ajaran Qurban pada waktu Iedul Adha tidak ada dasar kebenarannya.
    11. Mubaligh-mubaligh Islam yang menyebarkan agama ke luar tanah Arab adalah pemabuk dzulumat yang haus darah dan harta.
    12. Indonesia adalah di antara sekian banyak korban-korban dari kebiadaban Arabisme.
    13. Lembaga Pembaru (yang dipimpin oleh Isa Bugis) adalah Nur, sedangkan orang atau golongan di luar Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah Dzulumat, sesat serta kafir.
    14. Sekarang masih periode Makkah sehingga belum diwajibkan shalat, puasa dan lainnya. Begitu juga minuman yang memabukkan seperti khamar dan sejenisnya belum diharamkan.

    Beberapa Contoh Cara Mereka dalam Menafsirkan Al-Qur’an
    1. Surat Al Fiil ayat 1: “Tidakkah engkau Muhammad memperhatikan bagaimana Tuhan menghancurkan pasukan altileri yang membawa persenjataan berat (Meriam/Tank Baja/Panser)” QS. Al Fiil (105:1)

    Komentar mereka:
    Kata Fiil: yang biasa diartikan dengan Gajah oleh para Mufassir itu tidak masuk akal sehat, karena tidak mungkin Gajah bisa hidup di daerah Arab Saudi yang tandus yang tidak ada daun-daunan dan rumput-rumputan untuk makanan Gajah.

    2. Kalimat Yaumul Qiyaamah dalam Al-Qur’an, mereka artikan dengan: hari maju pembangunan (zaman pembangunan).
    Mereka mengartikan qaama–yaquumu-qiyaamatan = pembangunan. Jadi hari kiamat adalah hari majunya pembangunan, dan bukan hari akhir (qiyamat) seperti yang diartikan oleh para mufassir selama ini.

    3. Surat Al Ikhlas .
    Allahu Ahad = Allah pemersatu kehidupan.
    Allahu Shamad = Semuanya (zhulumat dan nur) tergantung kepada kepastian Allah.
    Lam yalid walam yuulad = zhulumat itu bukan pemersatu melainkan pemecah belah.
    Wa lam yakun lahu kufuwan ahad = Oleh karena itu dzulumat tidak mempan mempersatukan kehidupan.
    4. Ya bunayya laa tusyrik billahi = Wahai anakku! Janganlah membagi kekaguman hati kamu terhadap ajaran Allah ini.
    5. Idza zulzilatil ardlu zilzaalaha = Apabila datang traktor yang meratakan tanah

    Persamaan antara Isa bugis dengan Al-Qiyadah Al-Islamiyah
    Munculnya sebuah kelompok dengan nama Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang berpusat di Kampung Cibungbulan, Kabupaten Bogor dan sedang hebohnya diberitakan media massa baru-baru ini. Disinyalir oleh sebagian ulama sebagai penerus ajaran Isa Bugis. Karena, beberapa diantara ajarannya memiliki kesamaan dengan ajaran Isa Bugis. Diantara kesamaan yang menunjukkan bahwa AL Qiyadah Al-Islamiyah adalah penerus Isa Bugis adalah :
    1. Menyebut Kaum Muslimin yang mempelajari kitab-kitab hadits adalah ahlul kitab
    2. Manusia dibedakan menjadi dua kelompok Mu’min dan Kafir / Musyrik

    Orang mu’min yaitu orang-orang yang mengakui ajaran dan Kerasulan / Kepemimpinan mereka.
    Orang kafir / musyrik orang di luar mereka.

    3. Menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan ayat yang lain (ayatin bayinatin), meninggalkan hadits dan perkataan para sahabat dan para ulama tabiin.
    4. Masa sekarang sebelum tegak khilafah bagi mereka adalah masa makiyah, sehingga tidak berlaku syariat sholat lima waktu, puasa dll. Kewajiban sekarang bagi mereka adalah bangun malam dengan berdalil surat Al Muzzammil yang artinya :

    [73.1] Hai orang yang berselimut (Muhammad),
    [73.2] bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
    [73.3] (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,
    [73.4] atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
    [73.5] Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.
    [73.6] Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
    [73.7] Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
    [73.8] Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

    5. Tauhid pada mereka adalah tauhid Rububiyah dan hakimiyah. Mereka tidak menjadikan Allah sebagai satu-satunya zat yang disembah dan satu-satunya zat yang memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang sempurna (Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma wa sifat)

    Pada masa-masa sekarang, pengikut Isa Bugis tak lagi melakukan aktivitas dengan terbuka. Seiring dengan jumlah pengikutnya yang kian menyusut, berkurang pula kajian-kajian mereka. Pada dasarnya penampilan jama’ah Isa Bugis tak banyak berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Tak semua wanitanya berjilbab. Kaum pria pun tak memelihara janggut di dagu mereka (banci kali ya takut punya janggut).

    Banyak bermunculannya faham dan aliran sesat karena kurangnya pengetahuan orang-orang Islam dengan ajarannya. Sehingga dengan mudah di manfaatkan oleh orang-orang yang berniat menghancurkan Islam dengan berkedok ustadz atau kyai. Mereka dengan ilmu mereka yang sesat dengan mudah mendapat pengaruh dari masyarakat. Karena, dengan penampilan mereka yang tampak berwibawa dengan ajarannya yang menyatakan “siapa yang tidak masuk jamaah maka mereka kafir” serta kemudahan dalam ajaran ajaran mereka menimbulkan rasa simpati yang besar dalam masyarakat.

    hal2 yg aneh dan Pertanyaan2 yg tidak mungkin bisa dijawab oleh ajaran Isa bugis Kitabulla wa sunaturasul antara lain :

    banyak hal yg aneh dan mengherankan sudah saya bahas diatas, dan yg Sangat mengherankan sekali bila ada orang yang tidak mau berpegang kepada hadits. (Belum kita bicarakan hadits itu shohih atau tidak). Karena bila
    mereka tidak berpegang pada hadits maka mereka membuntungi banyak sekali ajaran Islam. Contoh pada masalah SHALAT. Bila mereka tidak mau berpegang pada hadits maka yang jadi pertanyaan :

    - Bagaimana cara shalat mereka?
    - Bagaimana cara wudhu mereka?
    - Bagaimana cara bersuci untuk bisa shalat?
    - Kapan saja waktu mereka shalat?
    - Apa saja yang mereka baca pada waktu shalat?
    - Apa saja yang membatalkan shalat mereka?

    Bila mereka tidak mau berpegang pada hadits, mereka tidak akan bisa menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut. Jawaban pertanyaan tersebut tidak akan mereka dapati meskipun membolak balik halaman halaman Mushaf Al Qur’an.
    Jawabannya ada di HADITS. Shalat itu dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, hanya akan didapati penjelasannya di HADITS tidak akan didapati di Al Qur’an karena Al Qur’an bersifat global.

    Coba kita lihat Al Maidah ayat 38
    “Pencuri laki laki dan perempuan, potonglah tangan mereka”.

    Dari ayat ini masih ada yang belum jelas, yaitu:
    - Batas pencurian yang bagaimana yang menyebabkan seseorang itu dipotong tangannya?
    - Apakah mencuri penghapus kawan kelasnya akan menyebabkan dipotong tangannya?
    - Ataukah bila mencuri pesawat terbang, monas, gunung Bromo atau pulau Bali baru dikenakan potong tangan?
    - bagaimana kalau mencuri Istri tetangga?

    Masih belum jelas lagi nih.
    - Tangan yang dipotong itu yang mana?
    - Pergelangan tangankah?
    - Atau tengah tengah tangan kah?
    - Atau pada persendian dekat pundak kah?
    - Atau suka2 algojonya? mau motong model gimana pun terserah, atau mungkin mengikuti model yg sedang trend.?

    Lagi lagi penjelasannya kita akan dapati pada hadits. Jawabannya adalah “Tidak dipotong tangan kecuali dalam curian yang mencapai 1/4 dinar atau lebih …” (HR Bukhari dan Muslim). Dan Assunnah pun menerangkan yang dipotong adalah sebatas pergelangan tangan mereka.

    sejauh yg saya pelajari, Alquran dan hadist tidak bisa dipisahkan, karena, Secara universal, fungsi hadits terhadap Al-Qur’an adalah merupakan penjabaran makna tersurat dan tersirat dari isi kandungan Al-Qur’an.

    para ‘ulama hadits merincinya menjadi 4 fungsi hadits terhadap Al-Qur’an yang intinya adalah sebagai penjabaran, dalam bahasa ilmu hadits disebut sebagai bayan, ( percuma berdiskusi dgn KWS tentang hal ini)

    Fungsi hadits terhadap Al-Qur’an secara detail ada 4, yaitu:

    1. Sebagai Bayanul Taqrir

    Dalam hal ini posisi hadits sebagai taqrir (penguat) yaitu memperkuat keterangan dari ayat-ayat Al-Qur’an, dimana hadits menjelaskan secara rinci apa yang telah dijelaskan oleh Al-Qur’an, seperti hadits tentang sholat, zakat, puasa dan haji, merupakan penjelasan dari ayat sholat, ayat zakat, ayat puasa dan ayat haji yang tertulis dalam Al-Qur’an.

    2. Sebagai Bayanul Tafsir

    Dalam hal ini hadits berfungsi sebagai tafsir Al-Qur’an. Hadits sebagai tafsir terhadap Al-Qur’an terbagi setidaknya menjadi 3 macam fungsi, yaitu:

    2.1. Sebagai Tafshilul Mujmal

    Dalam hal ini hadits memberikan penjelasan terperinci terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat universal, sering dikenal dengan istilah sebagai bayanul tafshil atau bayanul tafsir. Contoh: ayat-ayat Al-Qur’an tentang sholat, zakat, puasa dan haji diterangkan secara garis besar saja, maka dalam hal ini hadits merincikan tata cara mengamalkan sholat, zakat, puasa dan haji agat umat Muhammad dapat melaksanakannya seperti yang dilaksanakan oleh Nabi.

    2.2. Sebagai Takhshishul ‘Amm

    Dalam hal ini hadits memperkhusus ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum, dalam ilmu hadits sering dikenal dengan istilah bayanul takhshish. Contohnya: Dalam Q. S. 4. An-Nisa’, A. 11 Allah berfirman tentang haq waris secara umum saja, maka di sisi lain hadits menjabarkan ayat ini secara lebih khusus lagi tanpa mengurangi haq-haq waris yang telah bersifat umum dalam ayat tersebut.

    2.3. Sebagai Bayanul Muthlaq

    Hukum yang ada dalam Al-Qur’an bersifat mutlak amm (mutlak umum), maka dalam hal ini hadits membatasi kemutlakan hukum dalam Al-Qur’an. Contoh: Dalam Q. S. 5. Al-Maidah, A. 38 difirmankan Allah tentang hukuman bagi pencuri adalah potong tangan, tanpa membatasi batas tangan yang harus dipotong, maka hadits memberi batasan batas tangan yang harus dipotong.

    3. Sebagai Bayanul Naskhi

    Dalam hal ini hadits berfungsi sebagai pendelete (penghapus) hukum yang diterangkan dalam Al-Qur’an. Contoh: Dalam Q. S. 2. Al-Baqarah, A. 180 Allah mewajibkan kepada orang yang akan wafat memberi wasiat, kemudian hadits menjelaskan bahwa tidak wajib wasiat bagi waris.

    4. Sebagai Bayanul Tasyri’

    Dalam hal ini hadits menciptakan hukum syari’at yang belum dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an. Contoh: Dalam Al-Qur’an tidak dijelaskan tentang kedudukan hukum makan daging keledai, binatang berbelalai dan menikahi wanita bersama bibinya, maka hadits menciptakan kedudukan hukumnya dengan tegas.

    Itu saja yg bisa saya rangkum dan saya sampaikan buat teman2.tambahkan bila banyak kekurangan dlm notes ini
    maaf juga kalau notesnya berantakan :)

    wallahu ‘alam

    assalamu’alaikum wrwb

    Daftar Rujukan
    aiz, hartono, Aliran dan faham sesat di Indonesia, Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2002
    Zara, Yuanda, Aliran-Aliran Sesat di Indonesia, Yogyakarta: Banyu Media, 2007
    http://abasalma.wordpress.com, Disinyalir Al-Qiyadah Al-islamiyah adalah Aliran Isa Bugis masa kini, 12/02/08

  147. FRZ says:

    “Kutipan-kutipan yg ada dalam daftar rujukan seolah obyektif, tetapi mereka tak bisa menemukan data buku aslinya yg ditulis oleh saudara Isa bugis sendiri sebagai data primer, akan tetapi kami telah menemukan data sekunder yg mereka kutip secara subyektif. dari musuh Isa bugis yg sudah teridentifikasi, semoga akan saksikan yg haq itu haq dan yg bathil itu bathil, tanpa membuang waktu di persidangan. haha !

    hanya hukum Allah yg bernilai kepastian ilmiah membalas kejahatan siapa yg mukadzibiin, provokator, penghasut, penebar Fitnah, dan siapa yg terzhalimi dg berjiwa besar tanpa balas. kami pun hanya akan mengklarifikasi tulisan isa bugis yg aslinya yg diputarbalik atau diaduk-aduk oleh pihak negatif menjadi model nista seperti di atas. kami lakukan klarifikasi khusus hanya kepada yg berhati bersih dari motif-motif jahat.. bagi yg berhati kotor kami biarkan mereka dengan ajaran Fitnah tanpa pangkal dan ujung yg obyektif berdakwah untuk mencari2 kesalahan yg akan berbalik pada mereka sendiri.

    Wassalam.”

  148. da,an says:

    ya mestinya semua kembali pada Al Qur,an dan Hadist bukan menghakimi orang lain dg ukuran pengetahuan masing2.

  149. Urikss says:

    Askum……..
    Ma’af dari pada debat kusir, menang-menangan yang tdk ada hasilnya dan pengaruhnya dalam mengatasi kebodohan, kemiskinan dll di negeri ini, maka lebih baik kita ratil al quran MSR secara intensif….?????? ingat saudara-saudar HIDUP ADALAH PILIHAN ILMU….!!!!
    “Semoga saya hidup menurut ilmu Allah yang telah mengajarkan Al-Qur’an MSR lagi memberi kepastihan menurut pilihan masing2″
    Waskum….

  150. kudus says:

    Blog ini merpakan bahan untuk mendiskusikan inilho yang hag dan yang batil sesuai kajian Aqmsr sesuai sejarah yg dianut rosul.. tapi mengapa yg lain sewot seperti babi palsu.. ini adalah satu kenyakinan sesuai yang ditanggapi.. alquran menyajikan gambaran tentang pasti alam ungkapan untuk budaya jadi kita harus memahami isi alquran..seperti halnya sijago merah yang menghanguskan segala.. begitu pula syetan menggoda manusia sampai tak berdaya kecuali orang yang beriman.. lupakan babi palsu.. anggap saja dia tidak bisa menembus dinding yg merasa iman dgn Alquran msr..

  151. Urikss says:

    Selamat menikmati Pesta Perpecahan, Keterpurukan, Kemiskinan dan Kebodohan Abadi karena melawan Perintah Allah untk Bersatu dan Cuekin Larangan Allah agar tdk Bercerai Berai. Afala takqiluun? Afala tafakkaruun? Yahdi bihimayyasa’ (Allah dg Al qur’anNya memberi petunjuk bagi orang yg mau). Yudzillu bihi mayyasa’ (dipastikan tetap brengsek begitu bagi orang yg maunya memang begitu). Untk itu mari momen ini kita jadikan titik pijak untk BERTOBAT! Semoga momen ini membawa perubahan pemikiran utk merindukan penataan seperti Rasulullah dg masyarakatnya sbg tauladan. Aamiin……

  152. Liza Karyana says:

    weleh2 ada apa ini, emang al Quran bukan bahasa arab yah

  153. URIKSS says:

    TEPATNYA AL-QUR’AN BAHASA WAHYU

  154. suhayat says:

    Yang ABC bina terus diri kita krabat deka dan keluarga kita

  155. Ranting Patah says:

    Lumayan buat ranting patah kaya ane yang kangen study Q msr..

  156. Apri Adi says:

    Wahai Saudaraku jngan lah kalian meng judge satu aliran tanpa anda tau bagaimana referensi dari aliran tersebut,saya pun study AMSR yg diajarkan nya pun menurut saya TIDAK ADA YG MELENCENG.. karna manusia sebagai MAKHLUK ALTERNATIF itu tergantung pilihan mereka da tidak pernah ada PAKSAAN.. jadi Allah saja tidak CEREWET !

  157. ada yang tahu dan mau = apik dan harus belajar terus , ada juga yang tahu namun tidak mau – monggo saja wong isone dan tergoda demikian – malah ada yang tidak mau tahu apalagi mau – semoga sedulor kabeh akur dan jangan saling padu – dan memang kenyataanya menurut cerita =memang aneh agama yang dibawa oleh nabi kita – dan akan aneh juga nanti hilangnya – agar aneh tapi nyata bisa kita tahu dan mau dengna ajaran yang benar dan selamat dunia akhirat – ya tanya dan bertanya – pada yang tahu dan mampu dan bersumber dari sumber yang yang benar (haq) – the time is sword … pedang …kata pepatah – namun masih ada juga yg the time is money…uang…..yuk terus kita belajar agar tahu – amin yarobbal’alamin -

  158. lwel says:

    untuk babi palsu
    nabi adam dannabi isa jelas berbeda proses nya
    adam adalah ciptaan awal manusia seperti isi dunia ini. .’kunn payakunn’ . .nabi isa adalah turunan adam yang tercipta menurut ilmu yang jelas ada di quran . . ada sebuah proses penciptaan yang dapat kita pelajari menurut ilmu allah. . ada hubungan biologis. . .tolong pahami itu. .

    ketika ulama dulu dengan ilmunya mengislamkan kita termasuk isa bugis. . bukan berarti mereka yang paling benar. . .. sama halnya dengan para nabi terdahulu ibrahim.nuh musa daud isa. .dengan kitab allah mereka mengajarkan umat
    tapi waktu memuktikan bahwa ketika muhamad menjadi rasul dan alquran menjadi panfangan hidup merka kan di kasih tau sebelumya. . bahwa muhamad dengan alqurannya yang menjadi pandangan untuk hidup. . .jadi waktu dan ilmu terjawab dengan alquran. . sama kan. . .intinya mereka suruh ikutin tuh muhammad. . tapi kan ada yang mau dan nga mau. . .jadi klo ilmu dari dulu ga bisa buat islam maju ngapain dikutin. .ilmu alquran ga ada tandingannya. . berarti ulama ulama dulu perlu ditanya lagi ilmu apa yang kita dapat. . .kp sampe sekarang gini gini aja. .wkwkwkwkwkw berarti ada yang salah nih. . . termasuk ente wahai babi palsu.. . .

  159. URIKSS says:

    .jadi klo ilmu dari dulu ga bisa buat islam maju ngapain dikutin….berarti ulama ulama dulu perlu ditanya lagi ilmu apa yang kita dapat. . .kpn sampe sekarang gini gini aja…berarti ada yang salah nih. . . termasuk ente wahai babi palsu.
    ok banget Iwel!!!!!TERBUKTI DUNIA…. DAN INDONESIA MAKIN KACAU BALAU

  160. BABI palsu says:

    Bener2 kalian ini manusia sangat sombong, merasa paling berilmu. sangat2 merendahkan Ulama islam.

    Padahal kalau Ane bertanya aja kalian menjawabnya ngalor ngidul gag karuan,

  161. Manusia asli says:

    Bila sekarng ini umat tidak mengerti Qur’an, siapa lagi yg patut disalahkan? Itu jelas2 merupakan kesalahan orang2 yg anda sebut ulama itu kan, Babi tulen?

  162. Babi Palsu says:

    Bila sekarang umat tidak mengerti Alquran, Bukan salah Ulama,
    Tapi salah kamu sendiri yang tidak mau memahami Alquran dengan baik,
    dan bukan pula membelakangi ahli bahasa dengan menterjemahkan quran se enak otakmu saja..

    saya TANTANG kalian semua pengikut AQsmr, coba bikin buku terjemahan alquran menurut versi kalian, kalau kalian memang golongan yang benar.

  163. Manusia asli says:

    He, babi asli! umat itu kan emang gak tau ilmunya utk memahami Qur’an. Klo mrk tetap bodoh, beratri yg ente sebut ulama itu jg bodoh, gak bisa ngajarin!
    Trs, kenapa kami hrs bikin terjemahan versi kami? Untuk disalah-salahin sama kamu?

  164. Manusia tidak palsu says:

    Si babi ini emang babi beneran kali, bukan palsu. Dia pikir kabenaran itu hrs ditentukan oleh penilaian dia! Emang siapa elu?

  165. Merindukan Madinatul Munawarah says:

    Si Babi Palsu memang Berkepribadiaan BABI Ngepet….. Tidak membaca kenyataan sosial masyarakat………Cuman cari sepiring nasi….sungguh aktifitas yang tidak bernilai ilmiah qurani….anehnya sangat menikmati aktifitas yg tdk bernilai itu/atau bernilai sampah

  166. Merindukan Madinatul Munawarah says:

    “Undur undur”. Undur2 adalah binatang kecil yang sibuk dengan aktivitas dipojok-pojok belakang rumah yang tidak dihiraukan oleh tuan rumah. Begituulah………..gambaran aktivitas yang mengaku umat islam. Masing-masing SIBUK dengan membuat pusaran-pusaran KECIL, untuk menjebak semut dan serangga kecil, yang sama sekali tidaK dihitung oleh Gajah dan Singa yang sedang bertarung. Kaifa?????

  167. BABI palsu says:

    Heh udah ane bilang pasti kalian membelokan objek omongan, lagi dan lagi lagi…..

    tentu ajaran kalian akan di terapkan, kalau kalian bisa buat Alquran terjemahan yang bisa dibaca setiap umat islam,

    kalau perlu, seluruh indonesia bahkan seluruh dunia membaca Alquran terjemahan versi kalian. bukankah itu langkah maju buat kalian.

    kalau ga diterjemahkan versi kalian, bagaimana umat bisa memahami ajaran kalian itu.
    sedangkan kalian men judge kalau ajaran islam yang sekarang bikin umat jadi guoblok

    coba sedikit logika lurus kalian di pake jangan emosional gitu.

    kalau kalian berpikir ini ajaran khusus orang tertentu saja, malahan itu yang salah,
    kalian terlalu membanggakan diri kalian sendiri. tanpa memikirkan umat yang lain.

  168. iwel says:

    hai babi palsu atau asli . .yaa .yang penting babi lah

    jika ente bener2 memahami alquran dan merasa benar . . kenapa ente jadi babi .. dah tau babi ga boleh di dekati . . .apalagi ente menjadi babi . . .wkwkwkkwk . . jadi orang aja blum tentu bener . .malah jadi babi . .itu namanya T O L O L . . ..

    ane rasa ente merasa paling benar yah . . .hingga harus menantang orang untuk membuat tafsir quran . . . .ente klo mo ngomong belajar dulu . . . .. dimana mana yang namanya tafsir itu berbeda satu sama lainnya . .ada tafsir anu dan anu . . ..dan lain lain . .. tapi ketika tapsir itu di buat makna yang terkandung di dalam tapsir itu sendiri yang harus bisa membuat umat memahaminya . . .makanya di suruh rattil . . .sekarang klo ente baca tafsir aja . . apa ente dapat mengerti!!! . .ya klo ente mengerti mungkin ente masuk golongan orang yang mudah mengerti . . .tetapi disini kita bicara bukan untuk orang perorang . . .tetapi untuk seluruh umat di dunia umumnya . .tidak semua orang dapat memahami isi tapsir itu sendiri ..makanya rattil deh alquran

    alquran itu penerang umat . . .akan merasa simple dan mudah klo kita dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya . . dan itu butuh ratill brow .. .

    broww . . jaman sekarang klo ente perhatikan masih banyak islam yang mengikuti kebudayaan . .harusnya kebudayaan yang mengikuti islam . . .nah islam sekarang seperti itu brow . . bener ga tuh . . .ulama masih takut mengatakan salah padahal itu salah . . .bener ga tuh . .nah jadi di mana tuh brow ilmu qurannya . . . .jadi kenapa ente masih mempertahankan yang seperti itu brow . . .bener kan kaya kebo . . .tarik kesana ikut . .kesini ikut . . . .

    basic itu penting broww . . . dasar klo ente ga ngerti . . . .pondasi dasar yang kuat akan membuat progres kedepannya akan merasa lebih mantap . . . . .sama dengan iman brow . . . .klo dasar iman itu sendiri kuat insya allah akan mendasari orang untuk bisa lebih mudah akan mengerti quran tentunya dengan ilmu allah . . .

    cobalah ane tantang ente kasih pertanyaan ke ane . . . . .

    ane tunggu yah . . .

  169. Babi Palsu says:

    iwel says:
    alquran itu penerang umat . . .akan merasa simple dan mudah klo kita dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya . .

    cobalah ane tantang ente kasih pertanyaan ke ane . . . . .

    ane tunggu yah . . .<<
    * Ar Ra’d : 37,
    * An Nahl : 103,
    * Fushshilat : 44,
    * Ibrahim : 4
    ,* Az Zumar : 28,
    * Asy Syu’araa’ : 194-195
    * Thaahaa : 113,
    * Az Zukhruf : 3
    * Al Ahqaaf : 12,
    * Asy Syuura : 7,
    * Fushshilat : 3.

    terima kasih kalau menjawab

  170. Babi Palsu says:

    Tuh ente terjemahkan menurut ente, ayat Alquran tersebut diatas apa artinya,
    jangan plintat plintut lagi yah….

  171. iwel says:

    BABI . . .

    itu bukan pertanyaan . . .ente ga perlu kasih ayat ke ane musti di artikan . .ente mengerti arti sebuah pertanyaan ga . . .goblok ko di pelihara wkwkwkwkwk . . . .
    surat surat alquran bukan untuk di jadikan pertanyaan untuk lihat siapa yang paling benar .. . tapi untuk di pahami isinya dan dapat titerjemahkan dengan sikap dan prilaku yang benar . . . .kalau ente merasa ayat quran dapat di terjemahkan menurut masing masing individu? ga akan pernah dapat ente pahami dan mengerti . .karena di situ ada nilai ke egoisan orang yang menterjemahkanya untuk merasa yang paling benar . . . . .tetapi makna dari isi alquranlah yang akan mencapai nilai persamaan dari setiap individu itu sendiri . . . .

    dengan gampangnya ente kasih berbagai surat . .. tuh terjemahkan menurut ente . . ..lo harus tau . .semua harus meurut sunah rasul bukan menurut anu dan anu . .. .

    nah siapa yang plintat plintut ente atau ane . . . .okelah ane yang plintat plintut menurut ente . .tetapi plintat plintut ane karena ane debat sama ente yang notabane orang yang ga ngerti . . . . .tau kan orang yang ga ngerti . . . . .bahasahalusnya bodoh . . . .

    bukan ane ngejek nih . . tetapi ente di tanya A jawab Z . .jadi temanya apa ngalor ngidul . .. ..hehehehhe yah jadinya ga ada manfaatnya nih brow .

    belajar lagi lah . .. . .

  172. antibabi says:

    Maunya apa org ini? Menyuruh org lain terjemahin ayat tertentu pilihan dia. Emang lu sendiri bisa nerjemahin tanpa bantuan terjemahan depag?

  173. BABI palsu says:

    waduh pada marah nih kayanya, he hee hee
    biar ilmu pengetahuan kalian keluar ga apa apa lah ane di marahin….

    maksud ane sih sederhana aja
    1. menurut kalian Alquran bukan bahasa arab tetapi bahasa wahyu ?, kemudian ane bertanya model terjemahan kalian itu pake terjemahan apa !!!
    2. Nabi isa itu harus punya Bapak Biologis, ane bertanya siapa nama Bapak Biologisnya

    hanya itu saja sih pertanyaan ane,

    ko sampai sekarang ane di kerubuti jamaah Aqsmr, ga ada satu pun yang menjelaskan, padahal kalian bilang, “hidup harus berdasarkan Alquran sebagai konsep hidup yang di ajarkan Allah, supaya kalian hidupnya bener…. ngga ngaco…berperilaku berdasarkan dienul Islam

    yang ada malah ane di bilang begini begitu kata2 kasar lah menurut ane,
    sepertinya malah membuat kesan menghindar dari tema yang kalian buat sendiri.

    kalau kalian punya terjemahan alquran menurut sunah rosul. yang sdh di bukukan , kan mudah untuk di pelajari, kemudian di ikuti dengan perbuatan, menjadikan kita manusia pengikut AQmsr menjadi tauladan manusia yang lainnya, bukan kah itu tujuan kalian ratil

    merubah islam yang lalu menjadi dienul islam yang baru, yang benar menurut Aqmsr

    memang paling mudah kalau ketemu sama orang yang kritis dan kalian ga bisa menjelaskan dengan baik, maka hinalah, sudutkanlah, marahilah, curigai kalau yang bertanya itu akan mengganggu kalian, seperti yang ane alami sendiri.

  174. Merindukan Madinatul Munawarah says:

    BABI PALSU ………BABI NGEPEEEET……..RUMAH ANDA DIHUTAN KALI……..KESUKAANNYA BUAT MASALAH……MERUSAK TANAMAN PETANI……DASAR BABI…MENJIJIKKAN

  175. Isa bugis says:

    Merindukan Madinatul Munawarah says:
    May 11, 2012 at 10:18 am
    BABI PALSU ………BABI NGEPEEEET……..RUMAH ANDA DIHUTAN KALI……..KESUKAANNYA BUAT MASALAH……MERUSAK TANAMAN PETANI……DASAR BABI…MENJIJIKKAN..

    Beginikah ajaran isa bugis…………..

  176. Babi Palsu says:

    He he hee dasar si penunggu Madinatul Munawarah (Q k2 dua), tunggu aja sampai mati, ane jamin ga bakal dateng, sia sia lah penantiannmu itu

    saat inilah kalian kudu banyak beramal sholeh bukan nanti ?

  177. Dhinie says:

    Assalamu’alaikum wrwb.. Salam ABC, terimakasih buat bapak yang sudah menyediakan blog ini. Saya pernah belajar “ini” di tanah Sumatera, kapan-kapan saya ingin ikut kajian lagi. Alamatnya tidak dicantumkan di blog ini ya Pak?

  178. Ahmad Haes says:

    Tidak. Bila anda membutuhkan, tinggal minta saja.

  179. Fadiloes Bahar says:

    Assalaumu’alaikum!…Sungguh sangat menarik diskusi yang saya ikuti di blok ini…saya pernah membaca sebuah hadist ketika Umar Bin Khatab membaca kitab taurat, beliau ditegur oleh rasul Muhammad dengan kalimat “Seandanya Musa hidup pada masaku,niscaya dia akan mengikutiku”…Islam menurut sunnah Musa berarti sama dengan Islam menurut sunnah Muhammad..begitupun sampai saat sekarang AQMR adalah keterlanjutan dari sunnah Muhammad yang terdahulu…hal ini disebabkan rasul Muhammad adalah Rasul terakhir yang mendapat tugas untuk memantapkan dienul islam sebagai ajaran Allah menurut sunah rasul-Nya dan diteruskan oleh pengikut-pengikutnya sampai aat ini….saya memang belum banyak tahu tentang ajaran AQMR….saya mau belajar diblok bapak gimana caranya ? kalau saya butuh keilmuan AQMR bagaimana mintanya Pak ? teriama kasih …!

  180. Ahmad Haes says:

    Anda tinggal di mana? Bila dekat, kita bisa ketemuan. Bila jauh, saya bisa menenemani anda belajar lewat email. InsyaAllah.

  181. kalem tapi pasti says:

    tak usah banyak bicara,,jika merasa yakin buktikan saja!! karena bangsa ini butuh PEJUANG bukan PEMBUAL…

  182. zakat maneh jang saha??? (bangsa lin) says:

    gawe we gawe,,ngomong hungkul mah moal aya beres na!!!! kos kieu “saukur PERCAYA wenyah,, ari ujud euweuh….!!!!” beh…………………..

  183. Fadiloes Bahar says:

    Saya tinggal di tangerang..!

  184. Ahmad Haes says:

    Saya di Bekasi.

  185. kudus says:

    pak tolong jelaskan nuzului quran singkat saja… trim ABC.

  186. Ahmad Haes says:

    1.Turunnya Al-Quran, proses penurunan Al-Quran, 2. Pengajaran Al-Quran, pembelajaran Al-Quran, 3. Pewujudan Al-Quran, proses pewujudan Al-Quran (sbg konsep) ke dalam kenyataan hidup, dsb.

  187. Fadiloes Bahar says:

    Ass..! Apa yang harus saya lakukan untuk mempelajari islam dengan AQMR…apa boleh saya datang ketempat bapak atau di tangerang bapak punya rekan yang dapat membantu saya..?

  188. Ahmad Haes says:

    Pastikan dulu kesungguhan anda utk belajar, karena utk belajar ilmu ini cukup berat tantangannya. Selanjutnya, soal teknis, bisa diatur belakangan. Teman2 di Tangerang mungkin ada, tp saya blm tahu alamat mereka. Nanti saya akan cari informasinya.

  189. kudus says:

    Pak ahmad surat kafi …tentang didalam gua.. penjelasannya bingung gimana pak….

  190. putri says:

    pengen study tapi sulit mencari guru…di jatim Pa ahmad bersedia mengajari sy lewat email kah?
    yanipovlov@gmail.com

  191. Ahmad Haes says:

    Di Jatim, (Surabaya, Malang, misalnya), banyak teman yg bisa dihubungi. Tp bila mau belajar lewat email, sbg langkah awal, saya akan bantu. Sebagai permulaan, silakan perkenalkan diri anda kpd saya, termasuk alasan anda ingin mengikuti studi, lewat ahmadhaes@yahoo.com

  192. bagas says:

    Assalamualaikum wr.wb

    saya pernah mendengar mengenai studi Alquran MSR dari salah satu kerabat dekat saya dan sampai hari ini beliau masih aktif, Alhamdulillah kerabat saya tersebut study dan mengaplikasikan ilmu tersebut dengan sangat baik itu yang membuat saya kagum. sebenarnya saya juga tertarik untuk mengikuti study ini hanya saja ada beberapa ganjalan di dalam hati kecil saya yang membuat saya belum siap untuk ikut. salah satu diantaranya adalah mengenai shalat. pada beberapa kali kesempatan saya pernah diajak untuk terlibat dalam pertemuan dan kerja sosial bersama mereka namun pada saat tiba waktu shalat, rekan-rekan yang lebih senior dan paham tentang studi ini terlihat kurang antusias atas panggilan shalat tersebut apalagi dalam kapasitas shalat berjamaah. ada beberapa argumentasi yang mereka sampaikan kepada saya, namun saya belum bisa menerima argumentasi tersebut. dan pada saat saya bertemu dengan forum studi yang lebih besar pun berlaku hal yang demikian, mereka kurang antusias untuk shalat berjamaah dengan alasan bahwa shalat adalah satu pembinaan pribadi bukan kolektif. dan yang masih mengganjal saya adalah ketika terlibat dalam forum besar studi ini, para senior yang jauh lebih faham tentang studi ini lebih cenderung mendeskriditkan muslim di luar study dengan berbagai alasan. dan masih banyak lagi beberapa ganjalan di hati kecil saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu disini yang membuat saya belum mantab untuk ikut terlalu jauh. sehingga sampai saat ini (mohon maaf kalau saya salah)saya masih berpendapat bahwa study ini hanya baru sebatas gagasan saja dan banyak pesertanya belum mengaktualisasikan studi ini di kehidupan mereka sehari-hari

    Mohon maaf sebesar-besarnya apabila pendapat saya salah dan keliru, saya hanya mencoba mengeluarkan ganjalan-ganjalan di hati kecil saya. semoga saja dengan izin Allah suatu saat saya bisa berpartisipasi dengan study ini.

    Wassalamualaikum wr.wb

  193. Ahmad Haes says:

    Apa yg anda ceritakan itu memang benar. Banyak teman2 pengajian yang bersikap demikian karena kekeliruan mereka, terutama dalam memahami istilah sami’na dan atha’nya. Bagi mereka, sami’na (studi Al-Quran) dan atha’na (penerapan Al-Quran) adalah dua hal yang terpisah secara periodik. Periode studi, sering mereka sebut Periode Mekah, hanyalah periode (masa) menuntut ilmu/belajar, sedangkan periode atha’na, sering mereka sebut Periode Madinah, adalah periode penerapan ilmu. Sebagai salah satu dampak dr pemikiran demikian itu, mereka tidak mau melakukan shalat, karena kata mereka perintah shalat baru datang pada Periode Madinah. Sampai sekarang, pemikiran seperti itu masih diberlakukan sebagian teman. Tapi banyak juga yg sudah mengoreksi pemikiran itu. Saya dan banyak teman2, misalnya, memahami sami’na dan atha’na sebagai dua sisi mata uang, yg harus dijalankan secara serempak, sesuai situasi dan kondisi serta kemampuan kita.

  194. Untuk kawan kawan yang ingin menuliskan topic topicnya, ada forum diskusi terbaru di http://studiquran.indonesianforum.net/
    disana fasilitasnya sangat lengkap sehingga dapat lebih mudah dipahami. Mudah mudahan membantu.

  195. Ahmad Haes says:

    Terimakasih infonya!

  196. pandjiarie says:

    pak encek setiawan gak usah digubris ocehan tuhk, jangan terjerat perangkat yahudi yang bernama internet,…. ladang masih luas yang mau digarap,.. ini lahan tandus,… udah banyak pestisidanya,… jangan kan tanaman,.. petani bisa mati keracunan pestisida internet,…

  197. pandjiarie says:

    …..”Aceh – Senin, 11 Jun 2012 00:04 WIB
    Iman sebagai Pandangan dan Sikap Hidup
    Banda Aceh, (Analisa).

    Tingginya pengaruh sosial dan globalisasi berimbas terhadap kecenderungan pelanggaran ketentuan syariat islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keteguhan iman sebagai pandangan dan sikap hidup akan menjadi fondasi cara berfikir yang positif.
    Demikian disampaikan tokoh Al-Washliyah Aceh, Tgk Drs Abdul Syukur, M.Ag dalam acara yang bertajuk “pengkajian perkembangan Islam pada abad modern” di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Al-Washliyah Aceh, Sabtu (9/6).

    Iman selain diucapkan dengan lidah, juga dilaksanakan dengan hati. Bila mengucapkan pandangan secara lisan tetapi tidak diikuti kata hati, maka akan berpengaruh terhadap cara pandang seseorang. Jadi lisan dan kata hati pada prinsipnya harus selaras, seimbang dan serasi.

    Oleh karena itu, terdapat tiga unsur iman yang perlu diperhatikan yakni hati, lisan dan praktek yang kemudian akan melahirkan suatu sikap hidup dan pandangan positif.

    Menyangkut pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, perlu pemahaman konsep iman yang dimulai dari diri sendiri, dengan demikian syariat Islam akan terlaksana secara efektif dengan sendirinya.

    Selain itu, pria yang juga tokoh pendidikan Aceh ini mengajak peserta untuk melakukan pengkajian mendalam tentang makna yang terkandung dalam Al-Quran secara ilmiah.

    Permasalahan

    Lemahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki akan menjadi suatu permasalahan untuk melihat makna iman dan Islam secara detil, sehingga apa yang dipahami tidak bersifat kongkrit. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan adalah modal untuk bisa Melihat makna yang terkandung dalam Islam secara efektif……..”

    BAH rupanya udah ada ulama yang ikut nyatut omangan ISA BUGIS TERCINTA,….
    darimana dia dapat bahan Iman = Pandangandan Sikap Hidup Yaaaa,… selama inikan apapun alasannya IMAN Ya,… PERCAYA,…
    mudah-mudahan semua ummat islam khususnya di Indonesia mau mendengarkan, apa yang udah ditemukan Bpk ISA Bugis,…

    sehingga, berubah menset bangsa indonesia dan dapat memperbaiki kebobrokan bangsa yang udah sangat akut,…

    I LOVE Indonesia,….
    I LOVE ISA BUGIS,….

  198. pandjiarie says:

    Aceh – Senin, 11 Jun 2012 00:04 WIB
    Iman sebagai Pandangan dan Sikap Hidup
    Banda Aceh, (Analisa). Tingginya pengaruh sosial dan globalisasi berimbas terhadap kecenderungan pelanggaran ketentuan syariat islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keteguhan iman sebagai pandangan dan sikap hidup akan menjadi fondasi cara berfikir yang positif.
    Demikian disampaikan tokoh Al-Washliyah Aceh, Tgk Drs Abdul Syukur, M.Ag dalam acara yang bertajuk “pengkajian perkembangan Islam pada abad modern” di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Al-Washliyah Aceh, Sabtu (9/6).

    Iman selain diucapkan dengan lidah, juga dilaksanakan dengan hati. Bila mengucapkan pandangan secara lisan tetapi tidak diikuti kata hati, maka akan berpengaruh terhadap cara pandang seseorang. Jadi lisan dan kata hati pada prinsipnya harus selaras, seimbang dan serasi.

    Oleh karena itu, terdapat tiga unsur iman yang perlu diperhatikan yakni hati, lisan dan praktek yang kemudian akan melahirkan suatu sikap hidup dan pandangan positif.

    Menyangkut pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, perlu pemahaman konsep iman yang dimulai dari diri sendiri, dengan demikian syariat Islam akan terlaksana secara efektif dengan sendirinya.

    Selain itu, pria yang juga tokoh pendidikan Aceh ini mengajak peserta untuk melakukan pengkajian mendalam tentang makna yang terkandung dalam Al-Quran secara ilmiah.

    Permasalahan

    Lemahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki akan menjadi suatu permasalahan untuk melihat makna iman dan Islam secara detil, sehingga apa yang dipahami tidak bersifat kongkrit. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan adalah modal untuk bisa melihat makna yang terkandung dalam Islam secara efektif.

  199. ash-shomad says:

    sobat panjiarie, & kawan2 peseta stamsura,

    jgn terlalu “ge-er”, mabuk kemenangan & mengkultuskan Isa Bugis terlalu berlebihan, sehingga memutuskan Fungsi kerja/eksistensi ilmu Allah dlm hidup & kehidupan kita,

    IB bisa menemukan kembali AQ msR krn ada “bi idznillah”, bukan hasil usaha IB sendiri.
    IB hanya mengungkap nilai2 objektif ILMI-ah AQ msR yg masih dalam bentuk serpihan2 yg terserak, adalah tugas kita menerima AQ MsR secara ILMI-ah bukan sekedar ikut2an & terima bersih begitu saja dari sang guru besar, dgn mana selanjutnya merangkai serpihan2 yg masih berserak tsb menjadi “sebuah realitas kebenaran yg Riil” bisa di terap dlm hidup, minimal pada garis pribadi, bukan hanya sekedar corat-coret konsep hidup diatas kertas, & ramai di ujung lidah doang…!

    percuma kita sibuk ber-taon2 ramai diskusi, berbicara, AQ msR, meskipun Objektif ILMI-ah sekalipun, kalo Paradigma & aktivitas hidup sehari-hari kita masih saja sibuk bergelimang dgn nilai-nilai lama…

    bagaimana bisa, kita sibuk menerangkan ke orang2 kalo narkoba itu merusak hidup & kehidupan, sementara kita sendiri masih jadi bandar Narkoba-nya…

    bagaimana bisa, kita menerangkan ke orang2 kalo “Allah dgn AQ msR-NYA adalah satu2nya pemersatu kehidupan”, kal jasadi wahid, dll, sementara internal kita sendiri aja masih hobi cek-cok…

    mengapa ketika kita berbicara “keluar” dgn enak-nya kita menerangkan ke orang2 kalo “benar” dan “salah” harus mempunyai ukuran yg jelas, sementara ketika kita berbicara melihat kondisi ke “dalam” se-olah-olah kita tidak punya ukuran yg jelas tentang “benar” dan “salah”…?

    coba renungkan hadits di bawah ini :

    “kullunnaasi halaka, illal ‘aalimun”

    “kullu ‘aalimun halaka, illal ‘aamilun”

    “kullu ‘aamilun halaka, illal mukhlishiin”

  200. Gempur Isa Bugis says:

    Tak banyak org tau bhwa IB telah memaklumkan kegagalan dakwahnya selama 50 thn, karena ada kesalahan, dan sekarang dia sudah merubah strategi dakwahnya, utk mengejar target 2030. Sungguh disesalkan dia tdk mengumumkan kegagalan itu secara terbuka kepada semua muridnya, juga kepada bangsa Indonesia, sebagai pertanggung jawaban.
    Karenanya sungguh memalukan bila masih banyak org yang mengkultuskannya seolah dia manusia yg tak tersentuh kekeliruan dan kesalahan.

  201. mustami' says:

    GIB… orang2 yg hidup nye cuma sibuk ngurusin/nge-gossipin IB, sama “bego”-nye kayak orang2 yg mengkultuskan-nya…. ha ha ha.

  202. ash-shomad says:

    bagaimana bisa, dgn gampang-nya setiap ngajar kita menerangkan ke orang2 bahwa fungsi shalat adalah utk membina IMAN, membangun sebuah kesadaran utk hidup dengan AQ msR,

    sementara realitas kondisi internal sehari-hari kita lihat, meninggalkan sholat masih di anggap sebagai sebuah hal yg se-olah-olah “taken for granted” satu hal yg lumrah dan biasa…

    padahal konon, jelas-jelas dlm diktat pengantar SHALAT yg si susun sang guru besar, buku keramat yg menjadi panduan wajib peserta Stamsura tertulis dgn gamblang perkataan hadist yg sudah di banyak di hapal pemiliknya

    “man tarakash shalaata muta’amidan faqad kafara”

    wajar dan pantas bila banyak komentar negatif, hujatan, cacian, stigmatisasi, yg di lontarkan masyarakat indonesia di mana2 kpd peserta stamsura,

    “orang2 pengajian Isa Bugis pada males sholat…!!!”,

    senjata makan tuan!!! salah siapa…?

    masih mau sibuk nunjuk2 & menertawakan orang2 lain yg tidak tau ILMU…?

    “sebelum menunjuk, pastikan terlebih dahulu telunjuk anda bersih”

  203. joseph ezzat says:

    Saya mohon maaf sebelumnya, kalau g salah itu kuliah tgkt 2 . Saya juga ga tau kalau kuliah itu dah menyebar seperti ini, tapi mau saya komentari peryataan anda tadi, memang dalam memahami sebuah bahasa harus dilhat secara pragmatis, ngga bisa secara verbal ja, contoh” coba cek d qur’an , ketika yahudi memberikomentar tentang N Isa ,”kaifa na’lamu mahdiyan shoiba” artinya bagaimana kami bicara dengan bayi lagi dalam ayunan” (ter DepAg) kalau anda melihat ini pasti , jadi ini mu’zijat N isa masih bayi dah bisa ngomong, kalau dilihat secara verbal, padahal nabi isa dah dewasa, bagaimana? Nah makanya dilihat dari sistimatika ayat secara prgmatis ini bahasa, bahasa kiasan/majaz/balagah, misalnya saya nasehatin bapak saya,trus beliau mersa tua Tidak terima,maka dia jawb” lu masih ingusan tak usah banyak omong” apa saya ingusan? ….. Trus tadi bahwa “nabi muhammad dlm lingkungan istana”. Tadinya saya juga bingung koq bisa, setahu saya ngaji dulu muhammad anak yatim, dan buta huruF , kebetulan saya pernah tinggal d Madinah 7 tahun, kalau anda sempet naik haji,trus anda ada di masjid nabawi, anda baca alq terjemahan indonesia Versi arab, kalau g salah cavernya coklat, nah di situ insya Allah anda akan dapat jawaban di bagian depan ada sejarah N Muhammad.” Ketika d depan ka’bah ,sajadahnya tdk bole d sentuh oleh orang lain, dia selalu d dekat kakeknya Abdul muthalib, pimpinan suku qurais dari bani hasyim, dah dulu ya

  204. joseph ezzat says:

    Untuk kawan2 semua, abu salma, orang2 isa bugis, dari yang saya amati semuanya hampir senilai, artinya kalian sama-sama ngga di jalur ilmu lagi, ngeri rasanya menghadapi cacian n makian kalian ini? Ga ada cara lainkah yang lebih indah dalam menyelesaikan setiap perkara da’wah , ataupun perbedaan yang ada? Tidak malukah kalian seperti itu? Cara kalian bicara menungkapkan pendapat. Sudah diluar batas, saya ragu kalau kalian bicra atas dasar ilmu? Kalau anda pengikut alqmsr ga begitu, “wa najmu wama sawaha” bagaikan bintang (yang mengeluarkan panasnya dari dalam),” ma adholla shobihum wama ghowa” sohabatmu muhammad bukan panutan orang2 ghowa(ngawur), apa yang diucapkan muhammad “wama yantiqu qnil hawa,in hua wahyu yuha. Jadi hentikan egoisme mersa paling benar, juga kalau kalian mengikuti kaum salaf ga harus nya memudahka mengkafirkan orang, abu salma ente kaya ane dulu, ane wahabi , tapi reil ada yang harus di koreksi, belumtentu yang kita sangkakan lebih buruk, baiknya ente coba ngaji langsung sama siapa tuh Isa bugis, biar ga ada asal cerita dari orang ketiga. Ana kalau dekat ja mau nemanin ente, ane juga penasaran, tapi banyak yang dikemukakan di dalam tadi ada juga yang berkwalitas, prinsip ane sebagai penda’wah ” fa dzakir innama anta muzzakir, ingat hai kawan ini kata bentuk fiil amar ” maka ingatlah sesungguhnya kamu/anda adalah pemberi ingat, ” lasta alaihim bi musaytir ” kamu bukanlah penentu ( mau/ tdak) , trus abu salma,babi palsu ,pengikut isa bugis, kalian sudah da’wahkan , kalian ingatkan, trus ga mau ya jangan menghujat dengan kata2 kotor(tolol,bodoh dll) karna kalian ga dsitu itu trserah allah yang sampaikan ke hati kita mau atau tidak, juga tergantung audients nya punya nahwi ilaihim (kecenderungan ) terhadp yang kalian sampaikan

  205. khaerul ihsan says:

    untuk semua……” Alam naj’allahu ‘ainaini ?, walisaanan wa sapatain wa hadainahunnajdaini ? ilmu sudah sampai…. kepada kita. ABC x BDC….
    adzaalika khairunuzulan am sajjaratujjakum ? jangan ” naa siatin … kaadzbatin… khaatiatin !
    ‘ wa lanaa ‘amaalana wa lakum ‘amaalukum…..
    singkatnya masing membina diri untuk menjabi abdun… aabidun…

  206. ash-shomad says:

    @ joseph ezzat :

    nabi muhammad buta huruf atau genius?

    benar, nabi muhammad itu anak yatim, tapi beliau tidak buta huruf, beliau tidak miskin, beliau di besarkan di dalam kalangan aristokrat qurasy, keduddukan beliau sebanding dgn cucu presiden utk ukuran sekarang, apa iya cucu seorang pembesar aristokrat tidak terdidik baca tulis?

    beliau salah seorang pemimpin paling cemerlang yg pernah di lahirkan dalam sejarah, seorang ahli taktik & strategi perang, seorang diplomat ulung, seorang ahli ekonomi, seorang ahli hukum, dsb, bahkan ahli-ahli sejarah barat sekalipun banyak yg mengakui itu…

    distorsi persepsi perihal “nabi muhammad buta huruf” salah satunya ini adalah berpangkal pada ke-salah kaprah-an umat islam tentang “peristiwa gua hira”,
    saya rasa artikel di atas bisa menjawab kesalah kaprahan tsb,
    saya heran knp kebanyakan orang begitu menganggungkan sosok pribadi muhammad dgn segala sanjung puja-puji yg di kumandangkan setinggi langit…
    tapi masih tetap saja selalu mengatakan “nabi muhammad itu buta huruf”,

    bukan itu sebuah bentuk pelecehan terhadap nabi mereka sendiri…?

    alasan/argumen yg selalu di jadikan tameng pembelaan selalu saja sama : yakni kata2 “mukjizat” kehebatan/keajaiban al qur-an, suatu alasan/argumen yg bersifat kekanak-kanakan dan tidak ILMI-ah sama sekali.

  207. AB RAHMAN says:

    Di Penghujung…sejarah akan berulang..Alquran meliput semua kesadaran,…,manusia dikelompokkan menurut tanggapan untuk Hidupnya,…,semua yang selain Positif ABC ,negatif BDC..akan bertanya tanya “Ada Apa ini ?”

  208. .objektif lah…
    kalo udah nentuin pilihan. Buat yang mau belajar kek gw kan puyeng liat tulisan ampe nyebut2 hewan macam diatas,sampe ada yg ngaku hewan pula….

  209. Kuntoro Mahfudi says:

    AKU ingin gabung yg obyektif aja,berikan informasi yg HAQ dan yg BATHIL saya kan pilih menurut kemampuan daya pikir saya.

  210. Ki Topo says:

    Menjawab Babi Palsu.

    1. Methode yg saya pakai: Qs. al-Fatihah sebagai methode.
    Sistematik yang saya pakai:
    – Sistematik Nuzul Wahyu dari sepasangan Wahyu pertama yang turun yakni Qs. al-’alaq:
    1 – 5 dan Qs. al-Fatihah dilanjutkan Qs. al -Qolam: 1 – 7 diteruskan Qs. al-Muzzammil dan
    Qs. al – Muddatstsir: 1 – 7.
    – Sistematik Surat:
    – Sistematik Ayat dan Sistematik Kitab.
    – Sistematik Umum.

    2. a). Al-Qur’an Menurut Sunah Rasul saw. tidak mengajarkan tentang ada atau tidak adanya ayah biologis Nabi Isa as.
    Qs. Ali-’Imran: 59 hanya menerangkan bahan baku penciptaan Nabi Isa as. sama dengan bahan baku penciptaan Nabi Adam as.
    Hadis: An-Naasu kullukum min Adam wa Adamu min Turaabin.
    Apakah kandungan makna TURAABIN menurut Babi Palsu?
    b). Siapapun yg hidup berpedoman al-Qur’an Menurut Sunah Rasul saw. insyaallah selamat dunia-akhirat.
    c). Al-Qur’an Menurut Sunah Rasul saw. bukan dongeng. Tetapi al-Qur’an menurut pemahaman selain Rasul saw. bisa berubah menjadi dongeng.
    d). Jawaban terhadap pertanyaan anda di no. 4 sekaligus menjawab no. 5.
    – Bahasa al-Qur’an adalah bahasa lisan/ percakapan yg bunyi ujarannya sebangsa/ serumpun dengan bunyi ujaran bahasa Arab Quraish.
    – Antara bhs. Qur;an dgn bhs. Arab Quraish berbeda namun ada ikatan sampai batas2 tertentu. Apakah ikatan sampai batas2 tertentu tersebut menurut Babi Palsu?
    – Untuk meneliti bhs. Qur’an sehingga diketemukan benang merahnya sampai ke bhs.al-Asma’ Menurut Sunah Adam as. dibutuhkan para pakar Geografi, Antropologi, Geologi, Arkeologi, Biologi, Sejarah Bangsa2 berikut Bahasanya. Sudahkah anda meneliti?
    e). Qs. An-Nisa’: 1 adalah rumus dasar bagi penciptaan seluruh bangsa manusia, tidak terkecuali Nabi Adam as. dan istrinya ( Hawa ? ).
    Penjabarannya:
    – MIN NAFSIN WAHIDATIN = RUMUSAN YANG SATU. Yakni rumusan debu/ rumusan tanah = rumusan zat padat + rumusan zat cair.
    – WA KHALAQA MINHAA ZAUJAHAA = Selanjutnya Kami ciptakan dari NAFSIN WAHIDATIN SE – PASANG -AN = ADAM ( laki2 ) dan ISTRINYA ( perempuan ).
    Jadi tafsir NAFSIN WAHIDATIN = ADAM adalah dongeng. Dongeng ini diperkuat oleh Al-Qasthalani sebagaimana termuat di dalam buku ” Menyelami Makna Seruan Seruan ILAHI dalam Hadis Qudsi karya Imam An-Nawawi ‘Allamah Al-Qasthalani, Bab. 10, hal: 185.

  211. Harun says:

    Tuh kan Reme. ini Ahmad Haes ya? W memposisikan diri menjadi orang awam w malah memandang hal yang anda tulis ini malah berasumsi negatif ya w ga tau maksud dan tujuan u apa? W baca yang Article u yang sebelumnya w pikir u malah mojok-mojokin pak isa.Sorry dah w koment2 yang kaga2 Sorry bgt Bro.
    Gila w sampe curhat panjang noh ngebelain Pak Isa Di toko sebelah aduuh.
    Kenapa Harus Ada photo Pak Isa di ineternet? kan kasian Pak Isa Wajahnya tar di ingetin orang itu pak isa yg di internet Kan?Pak isa yg dibilang sesat itu kan? aduhhhhhhhh hancurr dah dunia persilatan.,
    Emang udah izin sama yang punya photo?
    sama (Pak Isa) naro photonya di internet gitu?
    emang dikasih izin sama pak isa ya????? Buseng Dah Tar Diomelin Allah Lu Pak Ahmad aduuuuuhhhhh… Dimelin Malaikat U tar hahahaha bukannya Ratil malah bikin Rame dunia persilatan.

  212. AZ-ZABANIYYAH says:

    bro M. Harun, tau pepatah ” mulut mu adalah harimau mu…..?

    kalo memang bro M. Harun punya persepsi yg lebih Objektif Ilmiah msR coba dong buktiin…!

    coba tunjukin, seperti apa DAKWAH yg bener2 objektif ILMI-ah msR….?

    kritik yg “berbobot” adalah kritik yg di iringi dgn solusi kongrit bro…!
    gak cukup cuma rame protes doang…! apalagi nyerocos omongan yg kagak ada nilai ILMI-ah nya barang secuil pun… itu sich ciri orang yg kagak ngerti omongan nya sendiri…

    rattil kan bukan cuma bolak-balik lembaran Qur-an di atas meja…
    IMAN kagak cukup cuma duduk kumpul2 kebo rame2 berkicau indah segudang retorika dalil2 ILMI-ah, tapi kagak ada realisasi program kongret yg operasional bagi pribadi, keluarga & bangsa…

  213. hakeem says:

    Alhamdulillaaaahi rabbil aalaamiinn……
    cara berpandangan anak bangsa Indonesia ternyata sudah hebat2 yah…. ayoh atuh siapin untuk mendukung tegaknya AQ yang NUR MSR.
    tantangannya nie harus setanding ekonomi ny dengan China, Rusia n Amerika, dkk.
    Salam

  214. satriav says:

    saya juga belajar Iman AQ MSR dari mulai tidak mengerti sampe2 akhirnya bingung :D
    tapi saya selalu berusaha mencoba menjadi pendengar yang baik.
    lama kelamaan terjadi pemberontakan yang bergejolak dalam hati, penolakan secara prinsip dan prasangka yang tidak2 terhadap informasi dari AQ MSR.

    saya sendiri bingung, apakah ilmu saya yg terdahulu yg menolak or diri pribadi saya yang menolak.

    akhirnya saya keluar, tapi ternyata proses pembelajaran tidak berhenti disitu saja melaikan berjalan seiring perjalanan hidup sehari2.

    singkat cerita, informasi iman AQ MSR yang saya dapati ternyata disadari terimplementasi pada kehidupan saya pribadi dan tentunya melalui proses berjalannya waktu ( tidak simsalabim sekaligus)

    sekarang saya merasakan lebih bijaksana dan lebih memiliki wawasan dalam menilai pribadi saya sendiri, dan bercermin pada AQ MSR menjadi malu rasanya menilai diri, dan sepertinya tidak sempat menilai orang lain.

    saya sudah masuk pada bab sholat, dan saya tegaskan saya mau sholat. walau masih acak2an :D
    saya akui dalam menjalani keseharian masih bercampur hitam dan putih, khoir dan syar, baik dan buruk dalam diri saya. hanya bedanya sekarang saya jadi lebih mengenal diri saya sehingga punya kemampuan untuk memenejnya.

    AQ MSR di ibaratkan sebuah resep masakan yang enak, ikuti saja tahapannya, setelah dicicipi kemudian anda tidak suka, ya silahkan ditinggalkan.

    janganlah berputus asa, tanggapi gagasan AQ dan pembuktian yang sesuai MSR akan berlangsung secara bertahap seiring berjalannya waktu.

    pada akhirnya nanti saya belum tau apakah su’ul or khusnul khotimah yang saya dapati.

    tapi saya berkeyakinan seandainya saya ditugaskan pergi ke kutub utara, saya pastikan sudah berada pada pesawat dengan jurusan kutub utara. tidak perduli umur saya habis diperjalanan.

    janganlah kalian berputus asa sehingga saling mencaci.

    hasil selalu ada pada babak akhir. :)

  215. Yusup says:

    Memang selama inih kita hanya dininabobokan ttg ajaran agama adalah dalam tehnik bagaimana menjalankan ajaran agama yg dilaksanakan secara tradisional atw turun temurun dr pendahulunya. Suatu kajian hal tersebut diatas sangat menitikberatkan kpd dasar berpikir ttg ajaran yg disampaikan, bisa menyebabkan tehnik pelaksanaan yg berbeda pula krn akibat dasar berpikirnya.. Jadi tolong dilanjutkan ttg pembahasannya..

  216. Tanti says:

    Alhamdulillah dzulumati ilainur segera berganti! Islam sbg organisasi orang2 beriman segera terwujud!

  217. Ahmad Haes says:

    InsyaAllah :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 965 other followers

%d bloggers like this: