Belasan tahun lalu, saya mempunyai tiga buku yang ditulis Kauzar Niazi (Mirror of Trinity, To The Prophet, Fundamental Truths). Salah satunya, Fundamental Truths, secara ‘iseng’ saya terjemahkan sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama (2-3 tahun). Terjemahan itu baru selesai tahun 1996, dan saya beri judul Kebenaran Yang Tak Terbantah. Saat itulah, untuk pertama kalinya, saya bisa menyelsaikan penerjemahan satu buku secara utuh. Sebelum dan sesudah itu, saya pernah coba menerjemahkan sejumlah buku, tapi karena niatnya kurang ‘kencang’, semua akhirnya tersingkir oleh urusan-urusan lain. Tahun itu juga (1996), saya coba tawarkan naskah terjemahan itu kepada seorang penerbit yang beralamat di daerah Bintaro. Tapi rupanya saya salah alamat! Beberapa bulan kemudian, ketika saya menanyakan naskah tersebut, sang penerbit mengatakan bahwa ia bersedia menerbitkan beberapa bulan ke depan. Namun, ketika saya kembali menanyakan, beliau mengatakan usaha penerbitannya sedang bermasalah, sehingga naskah saya baru bisa terbit entah kapan!
Malangnya, beliau tidak bisa menyerahkan kembali naskah berikut buku asli yang saya titipkan, karena sulit mencari! Dengan demikian, terutama karena buku asli tersebut tidak ada di tangan, saya kurang ‘pede’ untuk menyerahkan naskah itu (yang file-nya masih tersimpan di hardisk dan disket) ke penerbit lain.
Saya kemudian menge-print-nya lagi, dan membagikan foto copy-nya ke sejumlah teman.
Kini, sekitar 13 tahun kemudian, saya masih menemukan file naskah itu, yang akhirnya saya putuskan untuk saya hidangkan secara cicilan melalui blog ini, tepatnya di dalam kategori yang saya beri nama Buku Kausar Niazi. (Bila saya sempat nanti, insyaAllah, saya akan menyusunnya menjadi satu file yang utuh dalam format PDF).
Daftar buku-buku Niazi yang lain kemudian saya temukan di sejumlah website. Selain itu, tentu saja, saya juga menemukan beberapa foto beliau. Al-hamdu lillah!!!
***
Pengantar Penerjemah
Setiap orang, agaknya, bisa mengakui adanya Tuhan sebagai penguasa tunggal atas alam semesta yang merupakan hasil ciptaannya. Seandainya Allah tidak pernah mengutus para rasul, pengakuan seperti ini rasanya mudah dicapai orang-orang yang berpikir. Tapi kenyataannya Allah telah mengutus para rasul untuk menyampaikan ajaranNya sekaligus menegakkan “prosedur” yang benar menurutNya.
Posisi Rasul sangat menentukan. Rasul adalah penyampai ajaran Allah. Tanpa Rasul kita tidak akan mengenal agama Allah. Tanpa Rasul, mungkin kita terjebak dalam jargon the end justifies the means (tujuan menghalalkan cara). Ya, kita akan mengabdi Tuhan dengan cara sendiri-sendiri, karena tidak ada standarnya. Tapi dengan adanya Rasul, yang oleh Allah ditegaskan sebagai uswah hasanah, contoh yang paripurna, maka cara berbakti yang benar sudah disediakan. Siapa pun yang ingin menjadi hamba Allah, tak punya pilihan lain kecuali mengikuti teladan Rasul.
Kausar Niazi menguraikan tema tersebut dengan bahasa yang lugas dan tajam dalam bukunya yang berjudul Fundamental Truths, yang kemudian saya terjemahkan menjadi Kebenaran Yang Tak Terbantah.
Saya tahu hasil terjemahan ini tidak akan sebaik karya aslinya, karena cukup banyak hambatan untuk menghasilkan suatu karya terjemahan yang sempurna. Salah satu kesulitan saya dalam menerjemahkan karya Niazi ini adalah kenyataan bahwa ia jarang sekali menyebutkan nama surat serta nomor dari ayat-ayat Al-Quran yang dikutipnya. Bila ia menyebutkan, kadang-kadang nomor ayatnya salah. Lewat terjemahannya dalam bahasa Inggris, serta dengan bantuan buku Fathurrrahman Li-Thalibi Ayatil-Qur’an, saya coba melacaknya, namun tidak selalu berhasil. Untuk yang bisa saya temukan, datanya bisa anda baca pada catatan kaki berkode AH.
Selain itu, Niazi juga tidak selalu menyajikan terjemahan lengkap dari ayat-ayat yang dikutipnya. Ia bahkan kadang keliru menerjemahkan rabb sebagai creator, padahal terjemahan yang benar untuk rabb adalah pemimpin, pendidik, pemilik, pembimbing, dsb. Orang Indonesia pada umumnya mengartikan rabb sebagai Tuhan, suatu terjemahan yang tepat; karena kata “tuhan” yang merupakan ‘pelesetan’ dari kata “tuan” mempunyai pengertian yang sepadan dengan rabb. Sedangkan creator (pencipta) adalah khãliq.
Terlepas dari ‘kekurangannya’ itu, buku Niazi tersebut jelas mengandung segi-segi yang menarik dan menggugah. Anda pasti merasakan manfaatnya setelah membacanya.
Mudah-mudahan.
***
Jakarta,
Pertengahan 1996,
A. Husein kndm
Tentang Penulis
Maulana Kausar Niazi lahir tanggal 21 April 1934. Ia pernah menjadi anggota Kabinet termuda (42 tahun) dalam pemerintahan Pakistan. Mula-mula ia memegang jabatan Menteri Penerangan dan Penyiaran, Wakaf dan Haji, kemudian sebagai Menteri Agama, Urusan Kaum Minoritas dan Warga Pakistan di Mancanegara. Ia lancar berbahasa Arab, Persia, Urdu, dan Inggris. Pengetahuannya tentang teologi Islam sama uniknya dengan pengetahuannya tentang literatur terbaik di dunia, yang tidak melulu tentang agama. Sebagai pemikir praktis yang banyak membaca, Maulana adalah orang yang benar-benar mengenal Islam. Bukunya, Fundamental Truths, mengandung kebenaran Islam seperti yang didakwahkan Rasulullah empat belas abad lalu, yang kebenarannya bisa dibuktikan di zaman sains pada abad 20 ini, juga dipahami oleh orang-orang Badui di tanah Arab pada masa dulu.
Karyanya ini merupakan suatu studi Islam yang mendalam, yang diungkapkan dengan gaya bahasa yang lugas, sehingga bisa dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat manusia di seluruh dunia. Secara gamblang Niazi mengajukan bantahan terhadap berbagai anggapan yang salah tentang Islam, membeberkan bukti kebenaran kualitas Islam yang mudah dipahami. Ia juga menegaskan keesaan Allah serta kedudukan Muhammad sebagai rasul terakhir secara meyakinkan.
***
Pengantar Penulis
Fundamental Truths adalah kumpulan khutbah Jum’at yang saya sampaikan di Lahore bertahun-tahun lampau. Rangkaian ini disusun dengan tujuan mengungkapkan kebenaran Islam yang abadi dalam konteks dunia modern sekarang, dengan bantuan disiplin ilmu dan riset masa kini. Bagi saya, tersebarluasnya pendidikan, perkembangan dan pertumbuhan ilmu-ilmu fisika, selama dua abad atau lebih belakangan ini, seharusnya sudah memberikan manfaat lebih besar bagi manusia, bila manusia tidak mengabaikan kebutuhan-kebutuhan spiritual mereka. Kemakmuran duniawi dan terangnya rohani semestinya tidak dianggap sebagai dua hal yang saling berbeda jauh. Keduanya bahkan saling mendukung. Namun memang benar bahwa selain Islam tidak ada agama atau falsafah hidup lain yang demikian pragmatis memadukan kehidupan dunia dan akhirat. Barat, misalnya, menyucikan tradisi mereka dalam memisahkan sejauh mungkin antara urusan agama dan rohani dari segala aspek kehidupan sehari-hari. Pendidikan moderen yang berasal dari Barat mengangkut kuman-kuman skeptisme, ketidakpercayaan, dan keraguan. Generasi muda kita menjadi mangsa empuk dari ajaran mereka semata-mata karena kebodohan. Mereka tidak mendapatkan bimbingan spiritual yang memadai dan jitu untuk menghadapi tekanan dan tarikan gaya hidup moderen. Pilihan saya dalam khotbah-khotbah tersebut, misalnya “Tauhid”, “Risalah”, dan “akhirat”, menandai hasrat saya untuk memberikan bimbingan semacam itu bagi orang-orang berpikiran moderen yang tersiksa oleh berbagai stress dan ketegangan hidup.
Khotbah-khotbah ini pertama kali dibukukan pada tahun 1957. Dua edisinya yang lain dengan judul Unseen Realities, diteritkan oleh Ferozsons pada tahun 1973. Setelah dilakukan revisi atas naskah aslinya empat edisi tambahan diterbitkan dengan judul Fundamental Truths.
Saya sangat berterimakasih kepada Mr. Zahid Malik, Dirjen Pakistan National Centre, yang dengan minat pribadinyalah buku ini bisa diterbitkan. Saya juga sangat berhutang budi kepada Mr. Zahurul Haq, editor pada pada berbagai penerbitan, Menteri Luar Negeri, yang telah bersusah-payah menerjemahkan khotbah-khotbah ini dari bahasa Urdu ke bahasa Inggris, sehingga dengan demikian dapat menjangkau pembaca lebih luas, termasuk para orang asing yang tidak mau peduli terhadap Islam, terutama karena kurang tahu.
Kausar Niazi,
Islamabad,
25 Agustus l974.
***
DAFTAR ISI
Tentang Penulis – i
Pengantar Penerjemah – ii
Pengantar Penulis – iv
BAGIAN SATU: T U H A N
1. Setiap Rasul Memaklumkan Keesaan Tuhan -
2. Tidak Bertentangan Dengan Akal – 4
3. Pembuktian Rasional – 6
4. Argumentasi Lain Yang Mendukung – 9
5. Ciri-Ciri Keesaan Allah – 11
6. Syarat Mutlak Untuk Beriman – 13
7. Mencintai Allah – 15
8. Cara Yang Benar Untuk Mencintai Allah – 18
9. Istiqamah Dalam Keyakinan – 20
10. Penyebaran Konsep Ketuhanan
11. Dampak Keyakinan Bagi Kehidupan -
12. Satu Tuhan, Satu Manusia, Satu Sistem – 30
BAGIAN DUA: K E R A S U L A N
1. Jalan Hidup Yang Benar – 32
2. Kebutuhan Akan Risalah – 34
3. Jalan Keselamatan – 36
4. Kebenaran Para Rasul – 38
5. Penalaran Imam Ghazali – 40
6. Peran Para Rasul – 42
7. Para Rasul Adalah Manusia Biasa – 44
8. Syarat Keselamatan – 46
9. Mengikuti Rasulullah Adalah Soal Pokok – 49
10. Rasulullah Dokter Rohani Terbesar – 53
11. Perlindungan Manusia – 55
12. Mukjizat Terbesar – 58
13. Keteladanan Agung Rasulullah – 65
14. Keistimewaan Sang Rasul – 70
15. Kepatuhan Terhadap Rasul – 75
16. Kecintaan Terhadap Rasulullah – 82
17. Sunnah Rasul – 87
18. Pengumpulan Hadis – 93
19. Akhir Kerasulan – 103
BAGIAN KETIGA: A K H I R A T
1. Percaya Pada Akhirat – 108
2. Pentingnya Mempercayai Akhirat – 112
3. Solusi Bagi Keraguan Dan Sikap Mendua – 114
4. Akhirat Dan Ilmu Pengetahuan – 116
5. Siapa Yang Rugi – 120
6. Dalil-Dalil Quran Tentang Akhirat – 123
7. Dalil-Dalil Hadis Tentang Akhirat – 127
8. Ketakutan Pada Pembalasan – 130
9. Kaitan Antara Dunia Dan Akhirat – 135
DAFTAR BACAAN -

